Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 198 ~ Sebelum Berangkat


__ADS_3

Tempat ini begitu pekat akan energi spritual. Namun energi itu, jika seorang kultivator tidak terbiasa dengannya, maka tidak akan merasakan nyaman saat berada di sini. Kecuali dia memiliki mental kuat, maka dia bisa menekan pengaruh dari energi tersebut.


Terdapat banyak sekali tanaman herbal yang bergerak ke sana-kemari. Akar yang memanjang membentuk sebuah kaki bercabang, serta ranting atau daun yang menyerupai tangan. Mereka bergerak berpindah tempat. Selain itu, terdapat juga beberapa benda lain yang memiliki jiwa. Berjalan tanpa arah. Sepertinya mereka sangat menikmati kebebasan layaknya siluman atau binatang buas setelah jiwa yang mendiami setiap bahan-bahan pil telah di bangkitkan.


Namun, mereka semua tidak berani mendekati seorang pemuda yang saat ini tengah fokus menyuling pil. Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi telah berada, duduk di sana dalam beberapa jam yang lalu. Dan dia telah berhasil menyempurnakan beberapa pil. Tidak! Bukan hanya beberapa melainkan puluhan bahkan ratusan. Namun dia masih belum berhenti dan memilih untuk kembali mencari bahan untuk menyuling pil.


Salah satu dari batu berharga yang berniat melarikan diri segera di jebak oleh Zhang Ziyi menggunakan elemen tanah. Menjepitnya lalu mengambilnya.


"Menurutlah!" ujar Zhang Ziyi. Batu yang memiliki jiwa itu sendiri kini memberontak, sekilas dia merengek dengan mengeluarkan suara seperti tangisan orang bisu. Tapi Zhang Ziyi tidak peduli akan hal itu. Dia memasukkan batu tersebut ke dalam Kantung Sihir.


Melanjutkan langkah dan mencari bahan lain. Setelah dua puluh menit, Zhang Ziyi kembali lagi ke tempat dimana dia meninggalkan tungku. Kemudian kembali melanjutkan penyulingan pil.


-


Zang Ziyi telah menyuling pil untuk beberapa saat. Telah banyak pil yang telah dia kumpulkan, dan itu sudah membentuk gunungan pil. Bahan-bahan obat yang memiliki jiwa hidup di tempat itu pun kini telah tersisa sedikit. Lain dari pada itu, semua bahan-bahan berjiwa masih tertidur jiwanya.


Setelah merasa cukup, Zhang Ziyi memutuskan untuk kembali ke Kediamannya. Tidak lupa pula dia menangkap bahan-bahan obat berjiwa hidup sisa yang nantinya akan dia suling untuk dirinya sendiri.


Selama perjalanan, Zhang Ziyi juga mencari-cari bahan obat lain yang di rasa bisa menarik untuk kemudian dia jadikan pil.


Sampai di Array, Zhang Ziyi melakukan segel tangan, seperti halnya yang telah di ajari oleh Guru Besar sebelumnya. Memang sebelum Guru Besar beranjak meninggalkan Zhang Ziyi, dia terlebih dahulu mengajari Zhang Ziyi cara membuka Array, guna tidak kesusahan untuk keluar dari tempat itu.


***


"Aku telah menyelesaikan penyulingan pil. Karena urusan ku di sini telah selesai, maka besok aku putuskan untuk pergi!" ucap Zhang Ziyi ketika sampai di ruangan Guru Besar.

__ADS_1


"Terima Kasih, Pemimpin! Jika tidak ada kamu, mungkin Topeng Darah Hantu tidak akan sebaik ini pasca pertempuran."


Zhang Ziyi menampakkan sunggingan tulus. "Guru Besar tidak perlu sungkan. Sebagai seorang pemimpin, ini sudah menjadi kewajiban–ku. Dan Aku minta maaf karena hanya bisa memberikan ini untuk Topeng Darah Hantu. Namun dalam proses penutupan diri ini, apabila kalian dalam masalah, maka aku akan segera datang dan membantu kalian," janji Zhang Ziyi.


"Baiklah!"


Zhang Ziyi kemudian mengeluarkan gundukan pil. Memancarkan aura kuat mendominasi, apalagi jumlahnya yang mencapai ribuan itu, Guru Besar tidak berhenti untuk membuka lebar mulutnya. Terlalu takjub dengan pil-pil ini. Apalagi dia bisa merasakan kualitas dari pil yang di keluarkan Zhang Ziyi ini begtu tidak biasa.


Selesai menyelesaikan urusannya dengan Guru Besar, Zhang Ziyi kembali ke kediamannya. Namun sebelum itu dia memberi hormat terlebih dahulu, lalu melangkah meninggalkan ruangan Guru Besar.


-


Zhang Ziyi sampai di kediamannya, langsung di sambut oleh rekan-rekannya.


"Bagaimana? Apakah kau sudah menyelesaikan urusanmu dengan Guru Besar?" tanya Zhang Zhili.


Zhang Ziyi menjawab dengan anggukan kepala. Lalu dia berucap, "Besok kita akan ke tempat lain. Jadi kita harus menyiapkan barang-barang kita mulai dari sekarang."


"Ziyi'er, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu. Ini terkait dengan tujuan kami dan ingin mengajakmu untuk mencapai tujuan itu," ucap Zhang Zhili. Dari nada bicaranya, dia tampak begitu serius.


"Umm, apa itu, Guru?!"


Zhang Ziyi sambil mempersilahkan Zhang Zhili untuk duduk di kursi kayu. Sementara dia juga mengambil tempat duduk berhadapan dengan Zhang Zhili, dengan sebuah meja bundar yang menjadi jaraknya.


"Sebenarnya kami kembali dan menemui–mu dengan tujuan untuk mengajakmu mengikuti sebuah turnamen." Zhang Zhili berterus terang.


"Turnamen?" Sebelah alis Zhang Ziyi terangkat.

__ADS_1


"Ya, turnamen antar pewaris. Kami mendapat info ini dari Tujuh Dewa Elemen."


Zhang Zhili Kemudian menjelaskan akan pesan dari Dewa Elemen yaitu, mengikuti turnamen itu dengan tujuan melihat sejauh mana mereka bisa bersaing dengan para pewaris lain.


Selain itu, dengan mengikuti turnamen ini juga untuk mengetahui di mana dan peringkat ke berapa dia sebagai Dewa terkuat di Kekaisaran Langit dan bahkan di Alam Atas ini. Sehingga banyak sekali para pewaris di berbagai kalangan dan penjuru Alam Atas akan datang untuk mengikuti turnamen ini.


Di gelar setiap sejuta tahun sekali. Makanya tujuh pemimpin sekte Tujuh elemen Dahulu belum mendapat pengakuan dari Tujuh Dewa Elemen. Sebab mereka ingin mendapatkan orang yang tepat yang nantinya akan mengangkat nama mereka bersamaan dengan mengangkat posisi Tujuh Dewa Elemen itu dalam jajaran para Dewa.


Zhang Zhili mengakhiri ceritanya. Sementara Zhang Ziyi menyimak dengan baik.


"Pantas saja, saat itu mereka tampak begitu mengarahkan aku untuk menerima menjadi pewaris Dewa Kematian, ternyata ini sebabnya!" gumam Zhang Ziyi dalam hati.


"Hmm, baiklah. Di mana letak dan kapan turnamen Antar Pewaris akan berlangsung?" tanya Zhang Ziyi.


"Tebing tertinggi di Bukit Penghidupan, Tebing Matahari! Mengenai mulainya, mungkin sekitar beberapa Minggu lagi."


"Hmm, baik! Aku akan menantikan hari itu. Tapi sebelum itu, aku harus mendapatkan Dewa Kematian dan membunuhnya, untuk menjadi seorang pewaris dari Dewa Kematian terdahulu."


"Kami akan menemanimu!" Suara lain datang dari arah belakang Zhang Ziyi. Itu berasal dari suara Zhang Meng yang sudah menyiapkan barang-barangnya.


"Ya, menemanimu untuk menemukan Dewa Kematian, baru setelahnya kita akan sama-sama menuju Tebing Tertinggi di bukit Penghidupan." Zhang Meng datang dan juga ikut bersuara.


Satu per satu rekan Zhang Ziyi bermunculan setelah sebelumnya selesai membereskan barang-barangnya.


Zhang Ziyi memang sunggingan tipis, melihat keseriusan dari rekan-rekannya itu.


"Baiklah, aku percaya pada kalian!" kata Zhang Ziyi.

__ADS_1


-


Malam datang begitu cepat. Mereka mulai kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat, karena besok akan kembali berkelana.


__ADS_2