
Tombak roh bergerak mengarah pada Zhang Ziyi. Tidak! Bukan hanya Zhang Ziyi, melainkan banyak orang yang ada di sana. Selain dari pihak Topeng Darah Hantu serta pihak Dewa Kematian Sendiri berada dalam radius serangan tombak roh raksasa itu.
Mereka berniat berlari menghindar dari sana, tapi entah mengapa mereka tidak bisa melakukannya. Pergerakan yang tiba-tiba saja melambat, membuat mereka kian tak berpindah. Sebab dari hal ini ada pada serangan tombak roh yang di lancarkan oleh Dewa Kematian itu, mengandung tekanan besar, membuat mereka semua sulit untuk mengambil suatu gerakan.
Di sisi lain, Zhang Ziyi melihat tombak roh sedikit lagi akan mencapai tempatnya. Dia lantas bergumam,
"Ini tidak bisa di biarkan. Akan banyak korban dari pihak Topeng Darah Hantu yang mati karena tombak roh ini!"
Zhang Ziyi mencoba untuk memanfaatkan momen itu. Menghentikan waktu sejenak, setelahnya membunuh semua a
pasukan musuh yang ada pada lingkaran radius serangan Tombak Roh itu.
Tak butuh waktu lama bagi Zhang Ziyi untuk bisa membereskan semua pasukan musuh yang ada di dekatnya. Baru setelahnya dia menggunakan kekuatan roh untuk menghentikan laju Tombak Roh.
Waktu berjalan telah kembali normal, membuat tombak roh yang di lancarkan oleh Dewa Kematian kembali melaju cepat. Saat mereka yang berada diluar jarak serangan tersebut berpikir bahwa orang-orang tersebut akan mati akibat dari tombak roh ini, tapi perkiraan itu langsung terbantahkan. Secara tiba-tiba tameng roh datang dan menahan laju Tombak Roh tersebut.
Terjadi jeda selama beberapa detik, hingga setelahnya tombak roh meledak, menciptakan kabut tebal, yang tidak lain berasal dari roh-roh negatif dari tombak roh yang menyebar.
Zhang Ziyi tidak ingin membiarkan roh-roh negatif itu pergi begitu saja. Menonaktifkan Perisai Roh, setelahnya beralih melayang dan menghisap semua roh-roh negatif tersebut ke dalam Topeng Hantu. Butuh waktu sepuluh detik bagi Zhang Ziyi untuk selesai menyerap mereka semua.
"Apa? Dia baru saja menyerap kekuatan roh dari Dewa Kematian?! Ini mustahil!" Salah seorang anggota Topeng Hantu yang menyaksikan aksi tindak Zhang Ziyi berkata tidak percaya. Tidak hanya dirinya, melainkan beberapa orang juga merasakan seperti apa yang dia rasakan. Bukan apa-apa, roh negatif dari Dewa Kematian ini bukanlah roh biasa. Mereka telah melewati hal-hal tertentu sehingga membuat mereka kian ganas. Apalagi terhadap orang yang bukan pengendalinya.
Meski demikian, pertarungan di bawah sana masih terus berlanjut. Pasukan di pihak Dewa Kematian kini tinggal setengahnya dari pasukan Topeng Darah Hantu sendiri, setelah sebelumnya mereka yang mendominasi. Melihat jumlah lawan yang berkurang banyak itu, membuat kepercayaan diri Anggota Topeng Hantu kembali naik. Dengan semangat mereka mereka melawan orang-orang di pihak musuh.
Sebelumnya semangat pasukan Topeng Darah Hantu sempat surut kala melihat Guru Besar yang di kalahkan oleh Dewa Kematian. tapi sekarang mereka merasakan hal berbeda. Dimana menyerang dengan semakin agresif, membuat musuh kian kewalahan.
Setelah menyerap semua roh negatif yang semula tersebar, kini kekuatan Zhang Ziyi bertambah besar pula. Dia melayang, mensejajarkan tubuhnya dengan Dewa Kematian.
"Aku tidak menyangka ini akan berakhir seperti ini. Kekuatan Roh yang telah aku tundukkan telah menjadi milikmu dalam hitungan detik. Apakah aku harus memberikan kamu apresiasi dengan itu!" Dewa Kematian berkata sinis. Menatap Zhang Ziyi dengan ekor matanya.
"Hahaha, terima kasih, telah memberiku roh-roh ini dengan suka hati!" Zhang Ziyi membalas berkata. Dia juga menangkupkan kedua tangan seraya memberi hormat. Entah drama apa yang di perankan oleh kedua orang yang bermusuhan ini?
__ADS_1
"Hahaha, kau sungguh berani, anak Muda. Bersikap arogan di hadapan wajahku, tunggu sampai kematian datang. Dan Tentunya hari ini lah saatnya!"
Tepat setelah Dewa Kematian menyelesaikan perkataannya, petir ganas tiba-tiba saja menyambar. Bercabang, dan bergerak ke segala arah. Bersamaan dengan itu tanah goyang terjadi. Lembah Daratan Sunyi seolah-olah akan pecah oleh kekuatan dahsyat yang di lepaskan oleh Dewa Kematian ini.
Zhang Ziyi bergeming. Sesaat dia terpaku akan kekuatan besar itu. Di banding dengan dirinya saat ini, levelnya masih kalah jauh.
"Hmm, baiklah. Aku juga akan menggunakan semua kemampuan ku untuk melawanku! Tak peduli apakah bisa mengalahkan mu, atau justru aku yang akan kalah darimu!" Zhang Ziyi berkata dengan penuh keyakinan. Dua pedang yang ada ditangannya dia cengkaram erat.
Baru setelahnya dia juga ikut melepaskan kekuatannya.
Kekuatan roh dari topeng Hantu teralirkan dalam tubuhnya. Membuat wujud Zhang Ziyi kian menghilang. Setelahnya dia juga mengalirkan kekuatan roh pada dua pedangnya.
Dalam posisi melayang, Zhang Ziyi tiba-tiba saja merasakan kesadarannya perlahan mulai menghilang.
"Apa-apaan ini?" Berusaha untuk mempertahankan kesadarannya, namun tetap saja dia tidak bisa.
Beban berat mendadak menghampiri tubuh Zhang Ziyi. Kekuatan roh yang tadi dia serap sudah melebihi batas maksimal yang bisa di tampung oleh tubuhnya. Tapi saat itu dia tetap menyerap roh-roh negatif karena tidak merasakan efek sama sekali. Namun saat ini dia telah merasakannya.
"Nak..." Suara itu terdengar untuk kedua kalinya. Zhang Ziyi baru menyadarinya kalau suara tersebut ternyata berasal dari dalam tubuhnya.
"Bangunlah!"
Tepat setelah perkataan itu selesai terdengar, Zhang Ziyi merasakan beban yang semula menakan tubuhnya tak lagi dia rasakan. Bahkan sekarang tubuhnya terasa sangat ringan. Tidak hanya itu, dia juga mendapat kuasa penuh atas pengendalian roh-roh negatif, yang semula memaksa untuk memberontak, dan itu sempat membuatnya keteteran.
Zhang Ziyi melanjutkan pelepasan kekuatan. Kini dia telah berada di puncak kultivasinya. Sama seperti Dewa Kematian saat ini.
Dua kekuatan hebat itu, menghentikan pertarungan yang terjadi di bawah untuk beberapa saat. Sebenarnya kalau berbicara sebanding, Zhang Ziyi masih berada sedikit di bawah Dewa Kematian. Namun dengan bantuan kekuatan roh yang telah terkumpul sangat banyak itu, untuk mengimbanginya Zhang Ziyi cukup mampu. Terbukti saat ini kekuatan yang dia keluarkan berhasil menetralkan dominasi pengaruh kekuatan Dewa Kematian.
Bentuk wujud sosok naga tercipta dari roh-roh yang di kendalikan Zhang Ziyi. ukuran tubuh Naga itu hampir menyamai satu lembah. Dengan Zhang Ziyi yang berdiri di atas kepala Naga.
Setelahnya, Zhang Ziyi melompat turun, melayang lalu pedang Naga Langit dan Pedang Pembalik Langit langsung bertemu dengan pedang Dewa Kematian. Sementara untuk Naga tadi bergerak cepat dan m bertarung melawan Naga hitam yang juga merupakan roh di kendalikan oleh Dewa Kematian.
__ADS_1
Dua kekuatan besar, mengguncang Lembah Daratan Sunyi. Semua yang ada di bawah segera menghentikan aksi tarungnya. Fokus mereka saat ini adalah melindungi diri dari guncangan yang menyebabkan tanah terbelah. Takutnya salah langkah dan berakhir dengan terkubur hidup-hidup di dalam tanah Lembah Daratan Sunyi.
Sisi lain lembah Daratan Sunyi. Terlihat Beberapa orang yang tengah bertarung, masing-masing dari mereka memiliki lawan yang sepadan. Tidak lain dan tidak bukan adalah Zhang Zhili serta murid-muridnya. Dengan elemen berbeda-beda, mereka gunakan untuk melawan roh-roh yang tengah mengerubuti mereka. Memang beberapa kali mereka di buat kerepotan oleh roh-roh itu. Selain wujudnya yang transparan, mereka juga sangat susah untuk menyentuh. Sehingga serangan biasa saja tidak cukup untuk mengalahkan lawan.
"Apakah sesusah ini?" Zhang Lan menggerutu. Meskipun dirinya juga susah untuk di sentuh lawan, tapi tetap saja dia merasa tidak enak, kala lawannya ni yang juga susah untuk di sentuh.
Dalam hal ini, pertahanan yang baik adalah jalan utama untuk melawan para roh. Kekuatan atau kultivasi bukanlah sesuatu pengukuran, dimana pengendali roh bisa mengalahkan seorang kultivator yang berada di atasnya sekalipun. Zhang Lan serta yang lainnya sampai dibuat susah oleh lawannya ini.
"Memang kalau berurusan dengan roh, aku harus berpikir dua kali untuk ini!" gumam Zhang Meng. Dia mendapat pengendali roh yang lebih kuat dari musuh rekan-rekannya. Sehingga kekuatan yang dia gunakan untuk menghadang semua serangan yang di lancarkan oleh lawan-lawannya ini begitu susah.
Beberapa kali dia terlempar, terangkat sendiri dan bahkan pedang di tangannya nyaris memotong tubuhnya sendiri. Ini tidak lepas oleh ulah roh-roh transparan yang di kendalikan oleh si pengendali. Maka dari itu, dia harus menuntaskan akarnya terlebih dahulu, yaitu dengan membunuh si pengendali. Tapi untuk melakukan itu, tidak semulus yang di bayangkan.
Butuh kejuangan besar sebelum Zhang Meng berhasil membunuh lawannya itu. Sementara roh yang telah terlepas kendali bergerak sembarang arah, sebelum berakhir dengan memasuki topeng Hantu Zhang Ziyi.
"Haissh, berurusan dengan satu pengendali roh yang memiliki kultivasi di bawahku saja sudah serepot ini, bagaimana kak Ziyi menyelesaikan mereka dengan sekali tebasan pedang?" gumam Zhang Meng. Dia menghela napas sesat, sebelum membantu rekannya.
***
Ledakan yang menimbulkan gelombang suara membahana di berbagai penjuru lembah. Kilatan petir tidak berhenti terlihat di gelapnya malam, mengiringi jalannya dua ekor naga yang tengah bertarung.
Meski dalam bentuk roh, kedua naga itu tampak sepeti nyata. Saling menyerang dengan pelepasan kekuatan yang luar biasa besarnya.
Begitupun juga dengan dua pengendali kedua naga itu. Juga tengah bertarung dengan kecepatan yang tidak bisa di ikuti oleh mata kultivator biasa.
Zhang Ziyi melibaskan pedang cepat, berhasil mengenai pinggang Dewa Kematian. Tapi itu tidak cukup untuk melukainya, sebab Dewa Kematian menggunkan wujud roh saat ini. Sehingga akan sulit menyentuhnya dengan menggunakan pedang biasa. Melainkan dengan wujud pedang Roh pula.
"Bertarung dengan dua pedang ini untuk melawan seorang Pengendali Roh tidak akan terlalu bekerja," Gumam Zhang Ziyi setelah beberapa saat beradu pedang dan kini mereka telah mengambil jarak.
Dia kemudian melakukan eksperimen dengan mengaliri dua pedang di tangannya menggunakan energi roh dalam jumlah besar. Dalam prosesnya, serangan datang dari arah depan oleh Dewa kematian. Zhang Ziyi menghindar dengan menyatu dengan angin, setelahnya wujudnya kembali ke bentuk semula, namun dengan jarak yang lumayan jauh dari Dewa Kematian sendiri.
"Tch, jangan pikir karena tubuh roh yang kau gunakan itu, aku jadi tidak bisa menyentuhmu!" ucap Dewa Kematian dengan nada remeh.
__ADS_1
"Ya, kau pun demikian! Kalau begitu, mari tunjukan kepadaku bagaimana kehebatan dari Seorang Dewa Kematian!" tantang Zhang Ziyi. Dirinya sendiri telah berhasil merubah wujud padat dari Pedang Pembalik Langit dan Pedang Naga Langit ke bentuk wujud roh.