
Air terjun mengalir deras, memecah suasana hening oleh kebisingan yang dia ciptakan.
Seorang pria tua saat ini tengah melayang dengan posisi bersila. Energi alam terus saja mengalir, terserap dalam tubuhnya. Entah sudah berapa lama dia berada di situ.
Matanya yang semula terpejam mendadak terbuka. Melotot, menatap lurus dengan tatapan tajam.
"Pil tingkat Suci Agung? Siapa yang telah menciptakannya?" gumamnya tanpa butuh jawaban.
Lantas kedua matanya kembali dia pejamkan. Pikirannya fokus ke satu tujuan, mencari asal muasal pil yang dia maksud tadi berada.
"Ini– Mengapa bisa berada di dunia ciptaan ku? Bencana... Aku harus bergegas sebelum orang-orang penghuni Alam Atas mendahuluiku!" Pria sepuh itu adalah Dewa Gou Liang. Dia mendadak menghilang dari tempatnya.
***
Dewa Api yang tengah bersantai mendadak sedikit panik kala merasakan guncangan hebat pada istana.
Teh surgawi dalam gelas emas yang semula terisi penuh, kini mulai tumpah membasahi lengan hingga membuat bajunya basah.
"Ada apa ini?" Dewa Api bangkit dari posisinya yang semula duduk.
"Tidak salah lagi, anak itu telah membuat sesuatu di dalam sana!"
Cepat-cepat Dewa Api bergegas memasuki istana. Mencari ruangan yang diyakini terdapat Zhang Ziyi di dalamnya.
Berjalan selama beberapa saat, dia sampai di sebuah pintu besar. Terpancar aura yang sangat kuat dari dalam pintu. Bergegas Dewa Api membuka pintu tersebut, namun susah untuk terbuka.
"Sialan, apa yang dilakukan anak itu di dalam sana. Ini buruk!"
Dewa Api berusaha membuka pintu, Namun pintu tak kunjung terbuka.
-
Zhang Ziyi berusaha sekuat tenaga untuk memurnikan pil yang ada dalam tungku. Api yang di keluarkan yang semula berwarna putih, mendadak berubah warna menjadi hijau. Zhang Ziyi awalnya tersentak melihat perubahan warna pada api tersebut, namun dia tetap mengacuhkannya. Apalagi kekuatan yang terpancar dari api hijau ini yang lebih mendominasi di banding api putih tadi.
Semakin mencapai akhir, aura yang terpancar dari dalam tungku semakin kuat pula. Dia bahkan merasakan suatu tekanan yang tidak kecil menyapa tubuhnya.
Di tambah, getaran pada tungku yang kian menjadi-jadi. Sedangkan cahaya yang menyelinap dari sela-sela tungku juga tak kunjung mereda, bahkan bertambah terang, hingga membuat Zhang Ziyi silau.
Meski demikian, Zhang Ziyi masih berusaha untuk melanjutkan operasinya.
__ADS_1
Tenaga telah banyak dia kerahkan. hingga sampailah dia pada bagian terakhir.
BAAAMMM!
Tiba-tiba saja tungku mengeluarkan ledakan besar. Zhang Ziyi sampai dibuat terpental dan menabrak dinding dengan keras. Array retak, Zhang Ziyi terjatuh dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Array telah hancur sepenuhnya, Bersamaan dengan itu, seorang pria mengenakan pakaian hitam dengan corak merah api memasuki ruangan.
"Apa yang kau lakukan Ziyi'er? Kau—" Dewa Api tidak sempat melanjutkan kata-katanya, tatkala melihat sesuatu bercahaya terang di hadapannya.
"I–ini...?" Termangu. Dia lupa melanjutkan kata-katanya untuk beberapa saat.
"Pil tingkat Suci Agung! Bocah, kau telah menciptakan suatu bencana!"
Dewa api segera menghampiri Zhang Ziyi. Membantunya berdiri. Kondisi Zhang Ziyi telah pulih enam puluh persen Setelah mengonsumsi pil tingkat surgawi, sisa-sisa pil yang dia buat untuk para bawahannya namun masih memiliki sisa yang cukup banyak.
"Ziyi'er, apakah kau tahu dampak dari membuat pil dengan tingkat yang begitu tinggi itu? Kau akan mengundang para penghuni alam atas untuk mendatangi mu!" ucap Dewa Api. Tampak dari garis wajahnya yang menunjukkan bahwa lelaki itu tengah panik saat ini.
Zhang Ziyi tidak langsung menjawab. Dia berdiri dan berjalan menuju sebuah pil yang tengah mengambang di udara. Pil yang memancarkan butiran-butiran debu cahaya warna warni. Serta mengandung kekuatan yang sangat besar.
"Awalnya aku hanya ingin mencoba untuk membuat pil dengan tingkat yang lebih tinggi dari tingkat surgawi, dan setidaknya tingkat Legendaris. Namun aku tidak menyangka bahan yang ku dapatkan adalah bahan-bahan yang terlampau berkualitas, hingga membawaku pada pil tingkat Suci Agung ini!" jelas Zhang Ziyi.
"Tunggu, aku merasakan kehadiran kekuatan besar yang tengah menuju kemari." Dewa Api menutup mata, mencoba untuk memperjelas aura yang barusan di rasakan–nya.
"Tidak, itu tidak hanya satu, melainkan banyak orang. Tidak hanya satu kelompok melakukan beberapa kelompok. Gawat, bisa-bisa kau akan mati sebelum tujuan mu tercapai kan!" Dewa Api berkata panik.
"... Lekaslah kau lakukan apa yang ku katakan tadi. Aku akan ke sana untuk menahan mereka, tunggu sampai Dewa Gou Liang datang!"
Tanpa menunggu respons dari Zhang Ziyi, Dewa Api langsung menghilang saat itu juga.
***
Swoshhhh!
Tiga orang pria sepuh yang memiliki alis, kumis serta jenggot putih panjang tiba-tiba muncul di ruang gelap. Di belakang mereka ada belasan murid dari ketiga pria sepuh itu.
Mereka saat ini tengah mengambang sembari memperhatikan sebuah planet kecil yang ada di hadapan mereka.
Swoshhhh!!
__ADS_1
Muncul lagi beberapa orang yang memegang pedang panjang di tangan kanan mereka. Orang-orang itu sendiri di pimpin oleh seorang pria paruh baya yang berdiri di bagian depan.
"Hohoho... Tidak ku sangka, Tetua Agung Klan Cahaya akan tertarik dengan benda yang satu ini," ucap pemimpin rombongan tersebut kepada tiga orang tetua yang berasal dari klan cahaya itu.
"Dewa Pedang saja sudah tertarik, bagaimana kami juga tidak tertarik dengan benda itu." Salah satu tetua klan Cahaya membalas perkataan Dewa Pedang.
"Cih!"
Swoshhhh!
Muncul lagi beberapa orang wanita. Dengan seorang wanita cantik yang duduk di atas teratai besar. Begitu anggun wanita-wanita ini sampai-sampai pesonanya langsung mengundang perhatian dua kelompok yang datang lebih dulu.
"Sekte Pedang Langit, Klan Cahaya... Tidak biasanya dua kelompok ini berada di tempat terpencil ini!" ucap wanita itu dengan nada lembut.
"Kau tidak usah berpura-pura bodoh, Dewi Teratai. Tujuan kita di sini sama, yaitu memperebutkan pil tingkat Suci Agung itu!"
"Hehehe..." Dewi Teratai merespons dengan mengeluarkan tawa kecil.
Setelah mereka, muncul satu per satu orang-orang dari alam atas. Baik berupa suatu kelompok, atau perorangan. Semuanya menunggu sampai pil yang mereka tunggu selesai dimurnikan.
Meski tampak baik-baik saja sekarang, namun yakin dan percaya, setelah Lil Suci Agung itu selesai tercipat, maka pertempuran akan pecah saat itu juga.
***
Melihat raut wajah yang di perlihatkan Dewa Api yang begitu panik, Zhang Ziyi merasa bersalah. Karenanya, dia akan menyusahkan Dewa Api, dan mungkin Dewa Gou Liang sekalipun akan kesusahan karenanya.
Dia tidak menyangka pil yang dia buat ini akan mengundang banyak golongan untuk memilikinya. Bahkan para Dewa yang notabenenya memiliki kekuatan sangat-sangat besar pun sampai datang mencari pil ini.
"Sebegitu mengerikan kah pil ini sampai harus di perebutkan oleh banyak pihak?!" gumam Zhang Ziyi. Setelahnya dia melukai tangannya dan berniat meneteskan darahnya pada pil tersebut.
Namun sebelum Zhang Ziyi melakukannya, mendadak terjadi guncangan hebat pada istana, membuat Zhang Ziyi harus mengurungkan niatnya. Telapak tangan yang terluka, kini mulai sembuh sepenuhnya. Namun darahnya belum menetes pada pil.
"Gawat! Sepertinya pertempuran hebat telah terjadi di atas sana," ucap Zhang Ziyi.
Dia kembali melukai tangan dan berniat kembali meneteskan darahnya pada pil. Namun lagi dan lagi niatnya gagal.
Teleportasi tercipta di hadapan Zhang Ziyi. Muncul pria asing dengan pakaian hitam yang di coraki oleh warna abu-abu. Wajahnya tegas dan penuh akan kelicikan.
Zhang Ziyi waspada. Pil yang melayang di hadapan belum sempat Zhang Ziyi masukkan ke dalam cincin ruang miliknya. Dan kini pil itu malah bergerak sendiri ke arah pria tersebut.
__ADS_1