Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 105 ~ Bertarung Bersama


__ADS_3

"Bagaimana ketua-ketua? Apakah kalian sanggup untuk mengalahkan kultivator bertopeng ungu ini?" tanya Zhang Ziyi memancing para ketua itu.


Terdiam sejenak, tak ada yang mengangkat bicara. Para ketua itu saling memperhatikan ketua divisi lainnya. Namun ketika tatapan mereka saling bertemu, mereka langsung memalingkan wajah.


"Aku tidak ada waktu untuk menunggu!" Kultivator bertopeng ungu yang kesal, lantas menciptakan Naga Api Gelap. Naga itu terbang menggulung di udara, setelahnya melepaskan semburan energi api yang sangat panas ke arah para ketua itu.


Suhu normal, mendadak naik oleh semburan api dari naga hitam. Yakin dan percaya, sekali terkena semburan api itu, mereka akan langsung hangus dan menjadi debu hitam.


Para ketua itu tak sempat lagi untuk menghindar. Semburan api yang terlampau cepat itu, hingga dalam waktu dekat semburan api itu langsung mencapai tanah di mana para ketua dan murid-murid sekte 7 elemen berdiri.


Semburan itu dengan cepat menyebar, hingga bumi tampak seperti lautan api. Selang beberapa saat, naga api menghentikan semburannya. Lelaki bertopeng ungu itu sendiri memasang seringai penuh kemenangan di balik topeng Ungu yang dia kenakan. Dia mengira seluruh anggota dari sekte Tujuh Elemen itu telah hangus menjadi debu, oleh semburan panas dari Naga Api Gelap ciptaannya.


Sayangnya, setelah api itu padam, Lelaki itu langsung berekspresi lain. Tanah tinggi terbentuk dan menutupi semua orang yang ada di sana. Menghalau semburan api mengenai orang-orang itu.


"Sial, bagaimana bisa?" ungkapnya kesal sekaligus tak percaya. Padahal, dia begitu yakin kalau semburan dari Naga Api Gelap nya itu, sudah mencapai orang-orang itu tadi.


Di sisi lain, Para ketua sekte juga berpikiran tidak jauh berbeda dengan apa yang di pikirkan oleh kultivator bertopeng ungu itu.


Semburan api yang begitu cepat. Dengan kekuatan para ketua yang belum pulih. Bahkan untuk menciptakan perisai, guna menahan semburan api itu sendiri rasa-rasanya agak sulit di lakukan. Mengingat panas dari api itu yang berpuluh-puluh kali lipat dari panasnya api biasa.


Pasrah. Namun bukannya hangus, mereka malah mendadak di lindungi oleh tanah yang tiba-tiba saja tercipta di hadapan mereka.


Bingung. Dari mana tanah itu berasal. Beberapa saat, tanah itu mendadak menyusut dan menyatu kembali dengan tanah tempat mereka berpijak.


Kebingungan itu tak berlangsung lama ketika Zhang Ziyi mengangkat bicara.


"Cih, serangan lemah itu, kau tak pantas di sebut sebagai kultivator ranah Surgawi!" Sunggingan miring, di pasang Zhang Ziyi. Dengan tatapan sinis juga dia arahkan kepada kultivator bertopeng ungu itu.


Merasa terprovokasi, kemarahan jelas terlihat dari urat merah bercabang-cabang dari kultivator bertopeng ungu. Selama ini tak ada yang mengatakan hal itu kepadanya, kecuali pemimpin meraka. Namun, kali ini dia mendengar sendiri keluar dari mulut seorang pemuda yang bahkan baru belajar memegang pedang menurutnya.


"Kau berani meremehkan ku, bocah!! Maka hancurlah bersama dengan tempat ini!"


Tampaknya, kultivator itu cepat sekali tersinggung, juga rasa tersinggung itu cepat sekali merambat hingga ke emosinya.


Dia lantas mengeluarkan puncak kekuatannya. Hawa sekitar yang semula normal, mendadak berubah abnormal.


Suhu naik hingga 150°. Kultivator Bertopeng ungu itu tiba-tiba melayang di udara. Energi berwarna jingga campur dengan energi berwarna mengelilingi kultivator bertopeng ungu itu.


Tanah tempat Zhang Ziyi serta yang lainnya berpijak, mendadak bergetar hebat, seolah-olah akan retak dan terpisah. Angin bertiup begitu kencang, menghempaskan apa saja yang di lewati angin ****** beliung itu.


Kekuatan yang hampir menyamai kekuatan Dewa. Bukan hanya Zhang Ziyi serta yang lainnya yang merasakan akan dampak dari pelepasan energi yang di lakukan oleh pria itu, melainkan semua yang berjarak hingga beribu-ribu kilo dapat merasakannya.


"Sial! Kekuatan ranah Surgawi, bukanlah sesuatu yang bisa di jadikan permainan. Kekuatan itu hampir menyamai kekuatan para Dewa... Apakah lelaki ini telah gila melepaskan puncak Kekuatannya di sini, dan menghancurkan tempat ini?" gumam Zhang Ziyi.


Secepatnya, dia harus mengambil tindakan untuk menghentikan kultivator bertopeng ungu itu. Takutnya, terlambat sedikit, maka tempat tiu akan hancur.


Menghilang, Zhang Ziyi muncul kembali tepat di belakang lelaki itu.


"Apakah kau gila. Mengeluarkan kekuatan besar di dunia ini, sama saja dengan kau menghancurkannya!" ucap Zhang Ziyi.


Lelaki bertopeng ungu begitu terkejut kala tiba-tiba saja Zhang Ziyi yang telah berada di belakang.


"Ka–kau, bagaimana bisa?" Tak bisa lagi dia untuk berkata-kata. Terlalu terkejut dengan itu. Pasalnya, dia tidak bisa mengukur kultivasi Zhang Ziyi ini sebelumnya. Dan dia mengira kalau Zhang Ziyi bukanlah seorang kultivator, melainkan manusia biasa.

__ADS_1


Namun siapa sangka, justru Zhang Ziyi memiliki kultivasi di atasnya.


"Kau terlalu banyak bicara, pak tua! Matilah!" Zhang Ziyi memegangi bahu lelaki itu. Kobaran api yang begitu ganas yang melapisi tubuh lelaki bertopeng ungu itu, tak menghalangi Zhang Ziyi untuk terus memegangi pundaknya.


Tak tampak sedikitpun rasa panas yang di rasakan Zhan Ziyi. Dia dengan santainya mendorong tangannya hingga menyentuh pundak Lelaki bertopeng ungu.


Bersamaan dengan itu, pundak Lelaki tersebut mendadak terbakar dan menjadi abu merah. Menjalar hingga seluruh tubuhnya.


Sempat lelaki bertopeng itu berteriak, namun tak sampai 2 satu detik, dirinya telah menjadi abu merah sepenuhnya. Yang berterbangan dan menyatu dengan angin.


Selesai mengurus orang itu, Zhang Ziyi lantas kembali menghilang dan muncul di tempatnya semula.


Di sisi lain, cuaca yang semula kian mengamuk, kini telah kembali normal. Guncangan besar, mendadak tak terasa lagi. Angin ****** beliung berputar dengan ganas dan menghancurkan apa yang dilewatinya, kini telah menghilang.


Zhang Zhili serta yang lainnya sendiri yang mendapati perubahan cuaca yang begitu ekstrim pun kembali dibuat bingung.


Menoleh ke atas, tak terlihat lagi lelaki bertopeng Ungu itu.


"Kemana perginya dia?"


"Apakah sudah menyerah, ataukah mati?"


Semuanya saling tanya menanyai. Tanpa tahu sebab dari menghilangnya kultivator bertopeng ungu.


Meski demikian, hanya satu orang yang ketika yang lain sedang panik-panik–nya, dia malah menganggap hal itu terlihat biasa baginya. Bahkan dia sempat melihat aksi Zhang Ziyi saat membunuh kultivator bertopeng ungu tadi.


Ya, dia tidak lain adalah Shui Shan. Sejak menjadi kelinci percobaan, kekuatannya pun juga kian meningkat. Bahkan dia yang sebelumnya memiliki kultivasi setara dengan adik perempuannya itu, kini malah melejit hingga berselisih tiga tahap dengan adiknya.


Setelah kematian lelaki bertopeng ungu, semuanya kini telah kembali normal. Zhang Ziyi menghampiri Zhang Lan serta yang lainnya.


Sesampainya dia di tempat rekan-rekannya itu, dia langsung di datangi oleh Laohu yang langsung mengelus-elus bulunya di majikannya.


Juga Zhang Lan serta yang lainnya menyambut Zhang Ziyi.


"Kak Ziyi!"


Memperhatikan wajah rekan-rekannya, Zhang Ziyi lantas memberikan masing-masing dari mereka pil tingkat Langit.


Sampai di Zhang Yin, Zhang Ziyi mengernyit kala melihat gadis itu yang memasang ekspresi masam.


"Ada apa denganmu saudari Yin?" tanya Zhang Ziyi.


"Tidak ada!" jawabannya singkat, serta mengalihkan perhatiannya ke arah lain.


Zhang Ziyi awalnya bingung, namu. dia memilih untuk tak memusingkannya. 'Mungkin karena dia lelah, sehingga bersikap seperti tadi!' setidaknya, seperti itulah yang di pikirkan Zhang Ziyi. Dia memutuskan untuk beralih menuju ke Shui Shan dan Shui Bing.


"Mari ikuti aku! Akan ku perkenalkan kalian dengan rekan-rekan baru kalian." Zhang Ziyi mengajak Shui Shan dan Shui Bing untuk berkenalan dengan Zhang Bie serta yang lainnya.


"Umm!" Sama-sama mengangguk kedua saudara itu.


Aksi kenal mengenal pun di mulai. Ketika Shui Bing mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Zhang Yin. Namun gadis itu malah tak menanggapi uluran tangan Shui Bing.


"Baiklah, namaku Shui Bing?" ucap Shui Bing dengan senyum manis yang membuatnya bertambah manis.

__ADS_1


Kontan, Zhang Yin merasa tidak ada apa-apanya di banding dengan gadis ini.


"Aku Zhang Yin!" ucap Zhang Ziyi ketus.


"Semoga kita menjadi teman dekat yah!" Shui Bing berkata ramah.


Zhang Yin tak menanggapi. Menoleh wajah gadis itu. Memang dia sangatlah cantik di mata Zhang Yin.


"Umm!" tanggap Zhang Yin dengan anggukan kecil.


Selesai dengan memperkenalkan Shui Bing terhadap rekan-rekannya, Zhang Ziyi lantas kembali kepada para ketua divisi itu.


Hendak kembali menyatukan mereka, namun sialnya kali ini Zhang Ziyi malah mendapat perkataan pedas sekaligus kasar dari ketujuh ketua.


Kesal. Setiap kali hendak berkata, setiap perkataannya malah di potong oleh para ketua itu, dengan berbagai alasan tak masuk akal. Entah itu karena Zhang masih kecil, dan lain sebagainya.


"Cih, Baiklah para ketua. Aku tantang kalian bertarung denganku. Jika kalian menang, maka terserah kalian untuk melakukan apapun yang kalian inginkan. Namun sebaliknya, Jika aku yang menang, maka para ketua harus bersedia untuk kembali kompak seperti dahulu lagi!" tantang Zhang Ziyi.


Sunyi senyap, sejenak. Ketua divisi yang saat itu telah berada di barisan murid-muridnya, pun saling berpandangan.


"Cih, kenapa kau begitu percaya diri sekali, anak muda? Meski kau tampak kuat sekarang, namun lihatlah batasan mu sedikit. Bertarung melawan kami sekaligus, bukanlah hal yang baik," ucap Yun Ming.


"Cih, untuk apa aku harus takut melawan kalian sekaligus. Dengan formasi berantakan juga di dukung oleh kerjasama yang tak ada sama sekali. Aku yakin, pasti akan meraih kemenangan dengan mudah!" Zhang Ziyi sebagai memancing ketujuh ketua divisi itu.


Benar saja, mendengar perkataan Zhang Ziyi yang terkesan begitu meremehkan meraka, ketujuh ketua itu tampak tak terima.


"Baiklah, anak muda! Kami terima tantangan mu itu. Tapi ingat, jangan mengeluh ataupun menangis jika nanti salah satu dari anggota tubuhku cacat," kata Lei Dong. Mau tidak mau, keenam ketua lainnya juga harus menyetujui pertarungan itu.


***


Tanah lapang yang di penuhi dengan abu, bekas semburan api Naga Api Gelap dari pria bertopeng ungu tadi. Tampak, Zhang Ziyi serta ketujuh ketua telah siap untuk bertarung.


Setelah sedikit prakata, akhirnya pertarungan pun resmi di mulai, dan di saksikan oleh murid-murid dari ketujuh ketua divisi, serta Zhang Zhili dan anak muridnya itu.


Whush!


Whush!


Whush!


.....


Satu per satu para ketua melesat ke arah Zhang Ziyi. Dengan energi berbeda-beda warna juga tampak dari mereka.


Trang!


Tring!


Trung!


....


Bunyi dentingan pedang yang saling beradu, terdengar bersahutan. Mengisi jalannya pertarungan.

__ADS_1


__ADS_2