
Zhang Ziyi berlari, mencari keberadaan anggota klan Zhan. Tak seorang pun dari mereka yang dia temui dan tanpa mati karena pedang naga langit yang ada di tangannya. Bahkan pedang itu saat ini telah dipenuhi oleh noda darah.
Beberapa waktu bergerak, Zhang Ziyi tidak menemukan anggota klan Zhang yang bergerak secara berkelompok. Paling yang dia temu hanya satu sampai tiga orang di masing-masing daerah berbeda. Sehingga di harus mencari mereka di tempat lain setelah membunuh orang yang barusan ia temui.
Zhang Ziyi melayangkan pedang dan menebas ke arah dua orang yang saat ini tengah bersiap menyambut tebasan Zhang Ziyi. Dua orang itu mencoba untuk menangkis tebasan pedang Zhang Ziyi menggunakan pedang pula. Sialnya kualitas pedang mereka terlalu lemah dibanding dengan pedang Naga Langit.
Trang!
Slash!
Bahkan Zhang Ziyi tidak menggunakan kekuatan lebih saat melayangkan pedangnya. Namun berhasil mematahkan pedang mereka sekaligus membelah dua tubuh kedua orang tersebut.
Entah sudah berapa puluh orang yang mati di tangannya. Beberapa titik darah juga telah terlihat menodai setelan putihnya.
Kembali melanjutkan langkah. Zhang Ziyi akhirnya menemukan sekitar 100 orang anggota klan Zhang dalam satu tempat. Namun sebelum itu, Zhang Ziyi sempat mengukur kultivasi mereka.
Kebanyakan dari orang-orang itu berada di ranah langit tahap 3–5. Tidak masalah untuk mengatasi orang-orang itu. Namun Zhang Ziyi juga melihat di sana ada tiga orang dengan kultivasi ranah Langit tahap 6 dan seorang kultivator Ranah Langit tahap 7.
Menghela napas sejenak. Setelah menyiapkan pedang Naga Langit, Zhang Ziyi pun melesat keluar dan berhenti di tengah-tengah rombongan anggota klan Zhang.
Melihat kedatangan Zhang Ziyi yang tiba-tiba saja langsung menyerang teman mereka tanpa sebab, Anggota klan Zhang yang ada di sana, yang tersadar anggota klannya di bunuh oleh manusia itu, menjadi tidak terima.
Mengangkat pedang lalu sama-sama menyerang manusia yang berada di tengah-tengah, yang menyerang anggota klan Zhang tersebut.
Pertarungan berlangsung cukup sengit. Di hadang oleh puluhan orang dengan kultivasi dua sampai tiga tingkat di bawahnya, nyatanya tak membuat Zhang Ziyi kewalahan dalam menghentikan serangan mereka.
Menepis salah satu pedang dari anggota klan Zhang, lalu dengan cekat menendang perut orang tersebut. Tak hanya itu, Zhang Ziyi juga mengaliri energi Qi pada pedang serta memusatkan sedikit energi Qi pada kakinya. Setelahnya bergerak cepat dan membantai anggota klan Zhang tersebut.
Slash!
Slash!
Slash!
Whush!
Argh!
Argh!
Suara teriakan yang disertai dengan terpotongnya anggota tubuh dari anggota klan Zhang, terlihat menghiasi jalannya pertarungan.
Butuh waktu sekitar sepuluh menit untuk Zhang Ziyi berhasil membunuh hampir semua anggota klan Zhang. Dan kini tersisa empat orang, dengan seorang yang memiliki kultivasi ranah Langit tahap 7 sementara tiga lainnya memiliki kultivasi ranah Langit tahap 6.
Melihat keganasan Zhang Ziyi dalam menghabisi anggota mereka, juga nampaknya Zhang Ziyi ini yang begitu muda beberapa tahun dari mereka. Sempat membuat nyali keempat orang itu ciut. Namun mengingat jumlah mereka yang lebih banyak dari Zhang Ziyi, juga kultivasi yang bisa di bilang sedikit di unggulkan. Mereka akhirnya mengangkat pedang dan bersama-sama menyerang Zhang Ziyi.
__ADS_1
Selama beberapa saat beradu serang, kelimanya mulai mengambil jarak. Terlihat jelas di raut wajah keempat lawan Zhang Ziyi yang menunjukkan rasa Khawatirnya sekaligus tampak gusar.
"Sial, anak ini bukan anak biasa. Bahkan tadi aku telah mengeluarkan hampir dari kekuatanku, namun tak sedikitpun pedangku ini bisa menyentuh kulitnya." Salah satu diantara empat orang anggota klan mengoceh.
"Kau benar! Bocah ini terlalu tangguh.,"
"Mari kembali menyerangnya. Kali ini gunakan semua kemampuan yang kau miliki," ucap seorang pria tua yang memiliki kultivasi ranah langit tahap 7.
"Umm," Ketiganya mengangguk. Lalu sama-sama melompat dan langsung melepaskan serangan energi ke arah Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi Melihat energi dengan berbagai macam warna tengah mengarah ke arahnya. Juga, dia merasa kalau energi tersebut memiliki kekuatan yang besar. Meski begitu, dia nampak tetap tenang. Memejamkan kedua mata serta menghela napas sejenak, Setelahnya menghembuskan pelan melalui mulutnya.
Saat membuka kedua mata, terlihat kedua pupil yang kini telah berganti warna menjadi biru muda. Setelahnya, semua yang ada dalam jangkauannya nampak melambat.
Zhang Ziyi mulia melakukan suatu gerakan. Sebuah gerakan yang dia lakukan secara perlahan, namun tampak cepat dimata keempat lawannya.
Energi angin tercipta mengelilingi Zhang Ziyi, setelahnya berhamburan kala Zhang Ziyi mendadak menghentikan gerakannya.
Whush!
"Tornado Penghancur Surga?" Teriak lantang Zhang Ziyi.
Swossh!
Tak lama setelahnya, tercipta energi angin yang berputar dengan sangat cepat. Dan mengarah ke arah empat energi yang tengah melesat ke arah Zhang Ziyi.
Whush!
Boomm!
Boomm!
Boomm!
"..."
Empat energi yang di lepaskan oleh empat anggota klan Zhang seketika meledak ketika di hantam oleh energi yang di lepaskan Zhang Ziyi. Bahkan Tornado Penghancur Surga saat ini masih tetap melesat ke arah empat orang itu meski ukurannya telah menyusut sepertiga dari ukuran sebelumnya.
Begitu terkejut mereka kala mendapati energi yang mereka keluarkan meledak begitu saja sebelum mengenai target. Bahkan energi Yang dilepas lawan masih saja melesat ke arah mereka.
Sialnya, mereka tidak sempat beraksi lebih saat tornado menerpa tubuh keempat anggota klan Zhang. Sempat berputar sesaat, mengikuti pusaran tornado yang di ciptakan Zhang Ziyi, namun tak berlangsung selama lima detik.
Duaarr!
Tornado Zhang Ziyi mendadak meledak. Ledakan api yang menciptakan anak-anak api menyebar membentuk percikan api. Terlihat hujan darah dan hujan daging yang tidak lain adalah milik keempat orang anggota klan yang saat ini telah meledak bersamaan dengan meledaknya Tornado Penghancur Surga.
__ADS_1
Zhang Ziyi melihat hal itu sesaat. Ini kali pertama dia melepaskan jurus yang begitu mematikan. Bahkan dalam sekali serangan korban langsung hancur menjadi beberapa bagian. Padahal, niatnya hanya untuk mencoba teknik yang sebelumnya di ajarkan leluhur Ras Centaurus padanya, namun siapa sangka, efek yang di timbulkan akan sedemikian besarnya.
Entah hendak berekspresi apa. Tertawa ataukah menangis.
Setelah puas memperhatikan hasilnya, Zhang Ziyi pun lantas beranjak dari sana. Entah mengapa dia mulai kecanduan untuk terus menerus menggunakan teknik tersebut.
"Kalau bisa menghancurkan dalam sekali serang seperti ini, mengapa harus ku keluarkan tenaga dan stamina untuk membunuh mereka?" gumam Zhang Ziyi.
Berjalan beberapa langkah, dia akhirnya menemukan kembali anggota klan Zhang yang terkumpul pada satu tempat. Menebak, jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya. Mungkin sekitar 200 sampai 300 san.
"Kebetulan, ada mangsa baru!" gumam Zhang Ziyi sembari di selingi dengan senyum liciknya.
Zhang Ziyi berinsiatif untuk kembali membunuh mereka dengan menggunakan Tornado Penghancur Surga. Namun kali ini ia akan menambah sedikit lebih banyak energi Qi dari sebelumnya.
"Tornado Penghancur Surga!"
Pusaran angin yang begitu kencang bergerak menari-nari. Besarnya pun hampir menyamai sebuah gedung tinggi.
Swoshh!
Melesat cepat, berputar-putar dan menerbangkan pohon serta rumah dalam radius lima kilo. Bahkan tanah sampai dibuat hancur karenanya.
Di sisi lain, anggota klan Zhang yang tengah beristirahat dan berbincang setelah sebelumnya berhasil membunuh ras centaurus, mendadak mengentikan aksinya masing-masing kala melihat sebuah pusaran angin yang begitu besar.
Kontan, berlari semuanya untuk menyelamatkan diri dari hisapan pusaran tersebut. Namun sayang, mereka kalah cepat. Hingga dalam beberapa detik, semuanya telah terserap dan masuk ke dalam pusaran energi angin yang begitu deras itu.
Zhang Ziyi yang memperhatikan mereka menggunakan skill Eagle Eye tersenyum puas saat merasa semuanya telah berhasil masuk ke dalam pusaran angin. Sejujurnya, dia hampir kehabisan energi Qi setelah setelah melepaskan teknik tersebut.
Berniat hanya menambah sedikit, namun siapa sangka teknik Tornado Penghancur Surga malah menyerap paksa energi Qi–nya. Menyisakan sedikit saja.
Beruntung dia memiliki banyak persediaan pil tingkat langit di cincin ruangnya.
"Ledakan!" ucap Zhang Ziyi.
Tepat setelah Zhang Ziyi menyelesaikan kalimatnya, tornado besar itu mendadak meledak.
DUAARR!!
Ledakan yang begitu besar tercipta. Pusaran energi yang sangat kuat membentuk lingkaran dan menyebar luas hingga jarak lima puluh kilometer akibat dari ledakan energi tersebut. Bahkan Zhang Ziyi yang jaraknya saat itu tidak lebih dari lima kilo sampai dibuat terhempas jauh. Menabrak benda-benda dan berakhir dengan tubuh yang masuk ke dalam gundukan tanah tinggi.
"Uhuk—uhuk!" Zhang Ziyi terbatuk-batuk disertai dengan keluarnya seliter darah. Tubuhnya terasa berat untuk digerakkan. Beruntung dia memiliki kualitas tulang Perak. Kalau tidak, mungkin tulang-tulangnya sekalipun akan hancur akibat kerasnya tabrakan itu.
"Sial!" umpat Zhang Ziyi.
\=\=\=
__ADS_1
Bantu dukung Zhang Ziyi yok:)