Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 237 ~ Mu Ai Vs Fang Shi


__ADS_3

Huang Shen menghindari tebasan energi hitam tadi. Pedang ditangannya dia libas keras.


Whush!


Slash!


Energi hitam Tebasan Roh tadi seketika terbelah.


"Bagus, Saudaraku! Aku suka ini. Keluarkan lagi potensi–mu!" ucap Huang Sheng sesaat, sebelum dia kembali melesat ke arah Zhang Ziyi.


Berada di samping Zhang Ziyi dalam waktu singkat, Huang Shen berniat melancarkan suatu tebasan keras. Sayangnya saat menggerakkan tangan yang mencengkeram keras gagang pedang itu, badannya malah tiba-tiba terasa keras.


"A–apa ini?" Huang Shen tampak tak percaya. Dia mencoba untuk kembali menggerakkan tangan kanannya itu, tetap dia tidak bisa untuk menggerakkannya. Seperti sedang ada yang menahannya namun tidak terlihat wujudnya.


Huang Shen mencoba untuk menggerakkan tangan yang satunya, namun sama halnya dengan tangan kanan, tangan kirinya pun juga tidak bisa untuk digerakkan. Dia menolak ke arah Zhang Ziyi, dengan tatapan curiga.


Memasang senyum kecil, Zhang Ziyi kemudian berucap, "Kamu mungkin lupa, Saudara Huang. Aku adalah pengendali roh. Kekuatanmu telah banyak terkuras sejak tadi, sehingga aku memanfaatkan momen itu untuk menyuruh atau mengendalikan roh-roh ku, menahan tubuhmu."


Jawaban dari Zhang Ziyi itu membuat wajah Huang Sheng memburuk. Dengan kasar, dia mencoba untuk menggerakkan tubuhnya. Namun sayangnya tetap tidak bisa.


"Jangan terlalu banyak mengeluarkan gerakan, Saudara Huang. Takutnya roh itu malah akan merasukimu!" Zhang Ziyi mengingatkan Hang Shen.


Sayangnya peringatan Zhang Ziyi itu tidak diindahkan oleh Huang Shen. Dia malah semakin memberontak berusaha lepaskan diri dari roh-roh yang menahan pergerakannya.


Benar apa yang dikatakan Zhang Ziyi. Kekuatannya yang telah banyak terkuras tadi, sehingga dia bisa dengan mudah untuk di tekan oleh roh-roh yang dikendalikan Zhang Ziyi terhadapnya.


Terus memberontak hingga Huang Shen mulai merasakan pandangan yang perlahan memburam. Tubuhnya seperti mati rasa.


Mencoba untuk mempertahankan kesadarannya, namun sesuatu tampak menarik paksa kesadaran Huang Shen. Begitu besar kekuatan tersebut sampai-sampai membuatnya tidak bisa berkutik.


"A–Aku!" Huang Shen tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Dia terjatuh.


Zhang Ziyi sendiri yang melihat hal itu segera mengambil tindakan. Menyelamatkan Huang Shen. Membantunya mendarat, dia juga menarik kembali roh yang semula dia gunakan untuk menahan pergerakan Huang Shen yang sempat diluar kendali tadi.


Beberapa penonton yang melihat kejadian itu merasa aneh. Mereka begitu yakin kalau Huang Shen masih bisa untuk bertarung tadi. Tapi tanpa melakukan suatu pergerakan pun, Huang Shen sudah ambruk duluan.


Kesadaran Huang Shen kembali normal. Perlahan dia bangkit, mencoba untuk berdiri.


"Saudara Ziyi. Ilmu apa yang barusan kamu gunakan? Ini begitu mengerikan. Bahkan aku merasa tubuhku hendak di ambil alih oleh sosok tak dikenal. Dia sangat kuat, sampai aku sendiri tidak bisa berkutik dalam melawannya." Huang Shen mengungkapkan akan apa yang di alaminya tadi.


"Itu adalah roh pengambil alih tubuh. Beruntung dia belum sempat menguasai kesadaran–mu seutuhnya. Kalau tidak, akan repot nantinya."


Dua orang yang berada di panggung arena tampak berbincang. Pertarungan telah mereka abaikan. Itu sendiri membuat MC bingung hendak mengambil tindakan apa. Sementara pertandingan masih berlangsung, namun kedua kontestan itu telah berhenti bertarung. Apalagi tidak diketahui akan siapa yang menang atau yang kalah.


"Aku menyerah!" Dengan lantang, Huang Shen mengumumkan dirinya sebagai yang kalah.


"Kita belum bertarung kembali?" ucap Zhang Ziyi, merasa tidak enak.

__ADS_1


"Buat apa bertarung kembali. Sudah jelas kan, aku yang kalah. Bahkan kalau saja, tidak saudara Ziyi membantuku tadi, mungkin aku akan cacat sekarang, atau paling tidak kekuatanku akan berkurang banyak dan butuh bertahun-tahun untuk kembali mengembalikannya," tutur Huang Shen.


"Hmm, baiklah!" Zhang Ziyi mengulurkan tangan. Huang Shen menerimanya, keduanya bersalaman ala seorang lelaki.


Mendengar pernyataan dari salah satu kontestan yang menyatakan dirinya kalah, MC kemudian mengumumkan akan kemenangan Zhang Ziyi.


Terbang ke arah Hei An. Sementara Huang Shen pergi ke arah lain.


"Wissh, kakak Ziyi berhasil lolos di babak semifinal. Aku harap kita tidak bertemu di babak semifinal nanti!" Hei An memberikan selamat kepada Zhang Ziyi.


Membalas dengan sunggingan kecil.


"Ya, aku akan menantimu di partai final nanti."


-


Pertandingan selanjutnya kembali berlanjut.


Fang Shi serta Mu Ai telah bersiap di posisi masing-masing.


"Cih, hanya seorang Dewa yang lemah. Masih ada kesempatan untuk kamu menyatakan kata menyerah. Aku tidak ingin mengotori tanganku hanya dengan melawan seorang yang lemah sepertimu!" ucap Mu Ai


Fang Shi mendengar perkataan dari Mu Ai tadi merasa sakit hati. Tapi dia mencoba untuk tidak termakan dengan omongan Mu Ai tadi. Memang dia sadar, kalau dari segi kekuatan, dirinya berada dua tingkat di bawah Mu Ai. Dimana Mu Ai yang berada di ranah Suci Alam Surgawi tahap 9, sementara dirinya baru mencapai Ranah Suci Alam Surgawi tahap 7.


"Jangan melihat buku dari sampulnya. Aku akan mengalahkan mu, apapun yang terjadi!" Fang Shi berkata penuh keyakinan.


"Cih," Fang Shi berdecih kesal. Dia lantas mengeluarkan kekuatannya.


Tubuhnya di lapisi oleh energi berwarna biru keputihan. Fang Shi tidak ingin meremehkan Mu Ai ini. sehingga dia berniat mengeluarkan Kekuatannya dari awal. Selama diberi kesempatan untuk menyerang, maka dia akan tetap menyerang habis-habisan. Tak ingin membiarkan Mu Ai menyerangnya, karena dia tahu itu akan berdampak buruk terhadapnya.


Pertarungan telah di mulai. Fang Shi menyiapkan pedangnya. Menyebarkan aura pedang.


Whush!


Dia menghilang begitu saja. Setelahnya muncul di arah tak terduga. Bergerak layaknya bayangan, tebasan tajam datang dari arah leher Mu Ai.


Tidak ada rasa panik sama sekali. Mu Ai hanya menggelengkan kepalanya, menghindari tebasan tersebut.


Tebasan kembali datang dari arah berbeda. Sebagai Dewa Pedang, Fang Shi begitu pintar dalam memainkan pedangnya. Menyerang di titik buta dengan brutal namun begitu rapi dan terarah.


Mu Ai sendiri tidak bisa untuk menghindari semua serangan pedang yang di lancarkan oleh Fang Shi tadi, sehingga tebasan-tebasan tajam dan dalam mendarat sempurna, merobek kulit hingga dagingnya.


Berlangsung selama lima menit, Fang Shi mulai menyadari sesuatu. Meskipun seberapa keras dia berusaha dalam menyerang dan meninggalkan sayatan dalam pada Mu Ai ini, tapi tetap saja tidak terjadi sesuatu pada Mu Ai. Bahkan luka-luka yang sempat ternganga lebar di tubuhnya, kini menghilang dan menyembuhkan diri dalam waktu cepat.


"Sial. Ini begitu sulit... Aku harus mencari titik paling lemah Iblis ini," gumam Fang Shi.


Melancarkan tebasan cepat di titik berbeda-beda. Sayatan demi sayatan tercipta dan langsung menyembuh dalam waktu cepat. Fang Shi menyadari satu titik, dimana itu merupakan titik paling lambat dalam pemulihan. Tepat di bagian punggung sebelah kirinya.

__ADS_1


Dia hendak kembali menambah sayatan pada titik tersebut. Pedangnya juga dialiri oleh energi besar.


Whush!


Pedang melayang, namun tiba-tiba saja terhenti di udara. Mu Ai telah lebih dulu memegang erat kepala Fang Shi. Mengangkatnya seperti halnya sebuah boneka.


"Kamu terlalu banyak tingkah!" ucap Mu Ai dengan suara sedikit serak sebelum melancarkan tinju keras pada wajah Yang Shi.


Sontak saja, Fang Shi terpental jauh. Tubuhnya menabrak lantai arena beberapa kali, dan berhenti tepat di garis pembatas.


Fang Shi tidak ingin menyerah dan kalah begitu saja. Dia mencoba untuk bangkit kembali. Hidungnya telah mengeluarkan darah, akibat tinju keras yang dilancarkan Mu Ai tadi.


Mengambil pedang yang tergeletak di sampingnya. Dia mengumpulkan energi spiritual yang ada di sekitar untuk memulihkan diri. Tentunya dia melakukan hal itu dengan diam-diam tanpa ada yang menyadarinya.


Belasan pedang tercipta di sekelilingku Gang Shi. Setelahnya langsung dia arahkan pada Mu Ai.


Whush!


Tring!


Tring!


Tring!


Mu Ai menepis semua serangan yang dilancarkan oleh Fang Shi dengan mudah.


Fang Shi tidak ingin sampai di sana. Dia terbang di udara, kali ini ribuan pedang yang tercipta di belakangnya.


Pedang-pedang itu kemudian bergerak satu arah, menghujani Mu Ai.


Tangan menyilang di depan wajahnya, pedang yang datang menghujaninya itu, tidak berhasil melukai Mu Ai. Berlangsung selama tuga menit, sebelum ribuan pedang itu habis. Meski demikian, tidak satupun dari ribuan pedang berhasil meninggalkan bekas goresan pedang.


"Sial, pertahanannya begitu kuat!" Fang Shi mengumpat.


"Baiklah, kita lihat ini. Apakah kamu masih bisa menghindarinya!?"


Fang Shi terbang lebih tinggi lagi. Berniat untuk melepaskan serangan terkuatnya.


Awan hitam berkumpul di atas sana, mengeluarkan bunyi serta kilat petir. Fang Shi melakukan suatu gerakan, setelahnya memunculkan sebuah pedang yang sangat besar dari langit.


Hawa sekitar langsung berubah mencekam. Tekanan berat datang bersama dengan turunnya pedang tersebut.


Whush!


Pedang yang mengandung kekuatan sangat besar itu melesat turun, tepat ke arah Mu Ai.


Baamm!

__ADS_1


"A–apa?"


__ADS_2