Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 183 ~ Detik-detik Terakhir


__ADS_3

Perisai energi tercipta, melindungi para tetua serta pemimpin dari masing-masing kelompok. Pedang-pedang Zhang Ziyi melesat bagaikan ribuan hujam pedang ke arah para tetua serta pemimpin tersebut.


Trak!


Trak!


Trak!


Ribuan pedang menghantam perisai energi yang diciptakan oleh para tetua serta pemimpin dari masing-masing kelompok. Tapi tidak butuh waktu lama bagi pedang-pedang tersebut untuk menghancurkan perisai energi yang mereka buat.


Sebelum pedang-pedang Zhang Ziyi menghantam tubuh mereka, lebih dulu para tetua serta pemimpin masing-masing kelompok memperbaiki dan melapisi perisai mereka yang telah hancur tadi. Namun jarak perisai dengan tubuh mereka tidak lebih dari lima senti.


Menghantam dengan sangat ganas. Ribuan pedang Naga Langit berhasil membuat perisai yang mereka ciptakan retak untuk kesekian kalinya. Tapi mereka tetap mempertahankan perisai dengan menambahkan energi mereka.


Melihat pedang-pedang miliknya yang tampak begitu lama dalam menghancurkan pertahanan semua lawan-lawannya, Zhang Ziyi kemudian menggerakkan Pedang Naga Langit yang asli dengan Pedang Pembalik Langit ke arah dua orang dari mereka.


Sring!


Trakk!


Dua orang yang tengah mempertahankan Perisai, mendadak terbengkalai tatkala sebuah pedang melesat menghentak perisai mereka. Kini perisai itu hancur tak bersisa. Lalu pedang Naga Langit dan Pedang Pembalik Langit kembali bergerak ke arah yang lainnya.


Satu per satu perisai yang susah payah di pertahankan oleh mereka hancur kala di hantam oleh Pedang Naga Langit atau Pedang Pembalik Langit.

__ADS_1


Perisai yang hancur, memungkinkan ribuan duplikat Pedang Naga Langit lolos dan masuk menghunjam tubuh mereka.


Kini tak bisa mengelak, hanya menerima setiap pedang yang menghantam tubuhnya. Masih dalam keadaan melayang. Pedang-pedang itu terus bergerak ke arah tubuh Tetua dan pemimpin masing-masing kelompok untuk waktu yang lama.


Sekitar dua menit, pedang-pedang tersebut kini tidak lagi menargetkan tubuh mereka.


Banyak yang melihat kejadian itu menahan napas. Mereka tidak bisa membayangkan kalau berada di posisi para pemimpin mereka. Beruntung lawan-lawan Zhang Ziyi ini memiliki kultivasi tinggi, sehingga pedang-pedang tersebut tidak sampai membunuh mereka.


Zhang Ziyi menarik napas sesaat. "Setelah mengonsumsi Mutiara Darah Semesta, aku jadi tidak terbebani saat menggunakan kekuatan besar seperti halnya saat ini. Mengendalikan Pedang Pembalik Langit dan Pedang Naga Langit dalam waktu bersamaan, tidaklah sedikit membutuhkan energi. Beruntung berkat Mutiara Darah Semesta, ini menjadi mudah untuk aku lakukan!" gumam Zhang Ziyi.


Pandangannya menyapu sekitar. Melihat pasukan yang di bawa masing-masing kelompok tersebut kini terdiam mematung. Mereka belum melupakan kejadian tadi, bagaimana pemimpin mereka yang kalah begitu saja oleh serangan mengerikan yang di lancarkan oleh anak itu.


Zhang Ziyi kemudian mengalihkan pandangannya, menengadah ke atas dimana sangat jauh di sana, dua riang tengah bertarung.


Zhang Ziyi terbang dan berniat meraih Roh Siluman Surgawi yang sejak tadi berlarian ke sana kemari, tanpa menghiraukan orang-orang yang ada di bawah. Saat hendak meraih Roh Siluman Surgawi, itu malah kabur, berlari di udara dengan kecepatan tinggi.


Zhang Ziyi tidak tinggal diam. Dia juga berlari, ikut mengejar Siluman itu. Tak ingin melepaskannya begitu saja.


"Lihat di sana, Pemuda bertopeng telah melesat dan mau merebut pengakuan Roh Siluman Surgawi." Salah satu diantara pasukan dalam satu kelompok tiba-tiba berteriak kala menyadari bahwa Zhang Ziyi telah lebih dulu berniat merebut Roh Siluman Surgawi.


Sontak, mendengar ucapan dari orang itu, semuanya kemudian sama-sama menengadah ke atas. Dimana keberadaan Zhang Ziyi saat ini.


"Kurang Ajar... Kita tidak bisa membiarkan dia merebutnya begitu saja!" Salah satu orang berzirah emas, berasal dari pasukan Kekaisaran Langit berkata dengan intonasi geram.

__ADS_1


"Ya, mari kita ke sana dan beri pelajaran Pemuda bertopeng itu!" Pasukan Kekaisaran Langit kemudian bergerak mengejar Zhang Ziyi.


Tidak hanya mereka dari pasukan Kekaisaran Langit yang bergerak, melainkan juga pasukan masing-masing kelompok yang pemimpinnya saat ini tengah berusaha untuk memulihkan kondisi mereka pun juga ikut bergerak.


Beramai-ramai mereka terbang ke arah Zhang Ziyi. Mengejarnya, tak membiarkan dirinya mengambil alih pengakuan dari Roh Siluman Surgawi. Setelan yang dikenakan oleh masing-masing kelompok pun berbeda-beda, baik berbeda dalam hal gaya maupun warna.


Mengalihkan perhatiannya dari Roh Siluman Surgawi ke bawah. Dimana Zhang Ziyi melihat banyaknya orang yang bergerak ke arahnya. Semuanya pun memancarkan aura masing-masing, berniat menikah dirinya.


Tidak hanya bagian dari sekte-sekte serta fraksi kecil serta besar yang datang ke arahnya. Melainkan pasukan Kekaisaran Langit serta Pasukan Kekaisaran Kegelapan juga ikut andil dalam hal ini.


"Sial, aku harus cepat!" gumam Zhang Ziyi. Pengendalian waktu belum bisa digunakan sebab durasinya belum mencukupi. Dia mempercepat gerakannya. Menggunakan elemen petir, untuk menambah kecepatan gerak.


Roh Siluman Surgawi telah berada di depan mata. Zhang Ziyi berniat menangkap, atau sekedar menyentuhnya. Tapi sayangnya Roh Siluman Surgawi malah semakin agresif. Dia menghindar, dan dalam kurun waktu satu detik, jarak antara Zhang Ziyi dan Roh Siluman Surgawi terpaut satu kilo.


"Sial!" Kembali Zhang Ziyi mengumpat. Dia memiringkan padangan–nya ke samping kanan. Melihat arah sana, letak roh Siluman Surgawi berada. Tatapan Roh Siluman Surgawi itu yang begitu polos dan penuh akan ujian.


Mengalihkan perhatiannya ke belakang di mana orang ramai sedikit lagi akan mendekati dirinya. Zhang Ziyi bergeming. Antara bergerak ke arah Roh Siluman Surgawi, atau malah beralih ke arah orang-orang itu.


"Sepertinya aku harus melawan mereka terlebih dahulu. Tapi waktuku juga tidak banyak. Seiring dengan berjalannya waktu, malam kian beranjak. Takutnya, terlambat malah Roh ini akan menghilang nantinya!"


Mengandalkan bawahannya dalam situasi ini, tidak terlalu membantu. Yang ada korban jiwa di pihaknya akan banyak, pasalnya, orang-orang dari berbagai kelompok berbeda ini, banyak di antara mereka yang memiliki Kultivasi Ranah Dewa Abadi, Meski hanya di tahap 1 atau 2, tapi itu sudah cukup untuk membunuh lima orang sekaligus kultivator ranah Semesta.


Sementara untuk bawahannya sendiri Zhang Ziyi tidak mengetahui sudah berada di tingkat mana mereka. Tapi yakin mereka belum mencapai ranah Dewa Abadi sekalipun.

__ADS_1


Zhang menyiapkan Pedang Naga Langit serta Pedang Pembalik Langit. Cengkraman pada gagang pedang semakin keras, setelahnya dia melesat ke arah banyaknya orang-orang itu. Berniat menyerang mereka terlebih dahulu, atau sekedar mencari peluang. Baru setelah itu, dia akan kembali mengejar Roh Siluman Surgawi. Meski waktu juga tak banyak lagi, sebelum roh Siluman Surgawi itu menghilang.


__ADS_2