
Zhang Ziyi menajamkan matanya, lalu menilik sekitar. Mencari orang yang menyebabkan portalnya tidak bisa berpindah Sangat jauh.
Hingga pandangannya terkunci pada seorang lelaki yang tengah duduk santai di kursi tamu terhormat. Lelaki itu sendiri berwajah aneh. Tidak lain dan tidak bukan adalah Raja Iblis Mu Hei dengan Mu Ai di sampingnya.
"Orang itu setidaknya memiliki beberapa tingkat kultivasi lebih tinggi di atas–ku. Jika mereka bergerak, takutnya aku akan langsung mati saat itu juga!" gumam Zhang Ziyi.
Duarrrrr
Ledakan yang sangat besar terjadi. Gelombang energi sangat besar yang tercipta, menyapu semua yang ada di sana. Zhang Ziyi sendiri sampai harus menutupi indera penglihatannya sebentar kala di sapa oleh gelombang energi tadi.
Imbas yang tercipta dari serangan tadi, kini meratakan bangunan-bangunan yang ada di bawahnya. Termasuk aula pertandingan yang telah rata oleh tanah.
Kabut tebal, menyelimuti tempat itu. Sejenak menutupi jarak pandang. Berlanjut hingga beberapa menit, lalu semuanya kembali normal.
Mereka yang melepaskan serangan tadi, telah berharap Zhang Ziyi mati oleh serangan gabungan mereka.
Namun saat kabut tersebut berhenti mengepul, mereka langsung melebarkan mata. Mendapati dihadapan mereka hanyalah udara kosong yang menyatu dengan kabut, tidak ada tanda-tanda keberadaan Zhang Ziyi sama sekali.
"Sial, kemana perginya dia? Jangan biarkan dia lolos begitu saja!" ucap Dewa Pedang.
"Dia di sana!" ucap salah seorang sembari menunjuk satu arah, dimana seorang pemuda yang tidak lain Zhang Ziyi saat ini tengah melayang di udara, beberapa puluh meter dari tempat mereka.
Sontak saja hal itu membuat mereka semua segera mengejar Zhang Ziyi.
Di sisi lain, Naga Semesta yang di ciptakan oleh Zhang Ziyi tadi telah berhasil membunuh ratusan orang kultivator Ranah Semesta serta Ranah Dewa Abadi, namun sayangannya dia malah hancur setelah kerjasama k beberapa kelompok tersebut, yang terus-menerus menyerangnya tanpa henti.
Kembali di kelilingi oleh ratusan orang-orang tersebut, Zhang Ziyi menggunakan kekuatan roh untuk melawan mereka semua.
Dia mengeluarkan suling dari cincin ruangnya. Suling itu sendiri dia dapatkan kelompok Topeng Darah Hantu. Sebab dia merupakan pewaris dari Pemimpin Topeng Darah Hantu terdahulu, makanya suling itu juga di berikan kepadanya.
Zhang Ziyi mulai memainkan nada-nada kematian. Itu seketika langsung menghipnotis mereka. Setiap kali irama beralun, maka akan langsung mempermainkan perasaan mereka yang mendengar.
Antara rasa sedih, marah, dendam, dan berbagai penyakit hati lainnya tiba-tiba saja timbul di hati mereka.
Semakin lama, irama tersebut semakin menghanyutkan. Hingga membuat telinga berdarah. Selain itu juga, roh mereka di paksa untuk keluar dari jasad.
Inilah kekuatan dari Seorang Dewa Kematian. Meskipun Zhang Ziyi belum sepenuhnya menguasai teknik Irama Kematian, namun setidaknya dia telah bisa menggunakan sedikit kemampuan itu.
Roh yang memberontak. Memaksa untuk melepaskan diri dari tubuh kasar. Beberapa orang yang terpengaruh dan berada di ranah Semesta ke bawah akan langsung terangkat Rohnya, terkumpul pada tubuh Zhang Ziyi. Berbeda hal dengan mereka yang memiliki kultivasi ranah Dewa abadi ke atas, yang masih bisa mempertahankannya.
Tapi hal tersebut nyatanya juga tidak lah begitu baik bagi Zhang Ziyi. Dirinya malah semakin terbuai untuk terus memainkan alunan irama kematian tersebut.
Hampir saja dia kehilangan kesadarannya, beruntung seseorang segera menghentikannya.
"Sampai kapan kamu akan terus meniupnya?"
Zhang Ziyi tersadar. Segera menghentikan tiupannya pada suling dan beralih menatap orang yang melayang di hadapannya itu.
"Roh Dewa Kematian? Kapan kamu bangun?" Langsung melancarkan sebuah pertanyaan, tanpa memikirkan akan apa yang tengah menimpanya tadi.
__ADS_1
"Sejak kamu meniupkan suling itu. Irama Kematian begitu mengusikku, hingga membuat tidurku terganggu karena mu!"
Roh Dewa Kematian segera memperhatikan sekitarnya. Sedikit banyak, dia sudah mengetahui akan apa yang tengah menimpa pewarisnya ini.
"Rupanya kamu sedang bermain-main dengan mereka. Baiklah, aku tidak akan mengganggumu. Lanjutkan permainan mu, Nak!" Setelahnya Roh Dewa Kematian lantas menghilang.
Zhang Ziyi sendiri ingin mengumpat saat mendengar dari Roh Dewa Kematian yang mengatakan dirinya sedang bermain-main bersama dengan beberapa orang tersebut. Namun dia tidak sempat untuk melakukannya, sebab orang yang di umpatinya mendadak menghilang.
Di sisi lain, orang-orang yang semula Rohnya memberontak, kini telah kembali tenang setelah tiga menit Zhang Ziyi tidak memainkan irama Kematian.
"Apa–apaan ini? Mengapa kalian diam saja! Cepat serang dia!" Teriakan marah terdengar dari mulut Jenderal Kaisar Langit.
***
Setelah kepergian Pasukan Kekaisaran kegelapan, Jenderal Kaisar Langit menghela napas lega.
Terbang. Dia berniat hendak mengarah pada Zhang Ziyi dan memberi pelajaran berharga pada anak itu.
Whush!
Mendadak pisau energi berwarna merah datang menghadangnya. Membuat Jenderal Kaisar Langit harus menghentikan laju terbangnya. Menghindari pisau energi tersebut.
Memasang sikap awas, sembari memperhatikan wilayah sekitar. Matanya tidak berhenti menyapu sekeliling, mencari-cari orang yang melempar pisau energi tadi.
Belum juga menemukan seseorang yang melempar pisau-pisau tersebut, namun kini datang lagi dengan jumlah yang lebih banyak.
Jenderal Kekaisaran Langit menciptakan tameng energi untuk menghalau serangan pisau-pisau tersebut.
Jenderal Kaisar Langit memicingkan kedua matanya. Wajah pria ini tampak asing, namun juga familiar.
"Kamu?"
"Hahaha... Aku tidak menyangka kamu akan melupakan ku. Ya, maklum sudah jutaan ribu tahun kita tidak bertemu. Tapi itu tidak penting. Aku harus menguji Kekuatan mu terlebih dahulu. Seberapa hebat kamu, sampai menjadi seorang Jenderal di Kekaisaran Langit."
Pria tersebut langsung melepas serangan yang mengandung unsur elemen api.
Whush!
Melesat cepat, namun mampu dihindari dengan mudah oleh Jenderal Kaisar langit.
Pertarungan sesaat terjadi antara keduanya. Namun Jenderal Kaisar Langit dapat dengan mudah mengalahkan pria tadi menandakan bahwa kekuatan mereka tidak sebanding atau tidak setara.
"Wow... pantas saja kamu diangkat menjadi jenderal Kaisar langit ternyata kekuatanmu sangat besar. Aku penasaran akan apa yang membuat mu sekuat ini!" pria tersebut kembali berucap.
"Kau terlalu memuji ku!"
"Haah.... Oh ya, bagaimana dengan anak itu?" Pria tersebut mempertanyakan terkait dengan Zhang Ziyi.
"Apakah kau mau membantuku menangkapnya?"
__ADS_1
"Oh, dengan senang hati kawan kecil ku!"
Mereka berdua kemudian terbang meleset ke satu arah di mana saat ini pertarungan tengah berlangsung antara Zhang Ziyi melawan orang-orang dari kelompok-kelompok besar di Kekaisaran Langit.
Namun sesampainya di sana mereka disambut oleh pemandangan yang tidak mereka duga sebelumnya. Dimana saat ini orang-orang yang mengelilingi Zhang Ziyi, tidak menyerang anak itu melainkan hanya terdiam mematung.
Itu membuatnya penasaran.
"Apa–apaan ini? Mengapa kalian diam saja! Cepat serang dia!" Teriakan marah terdengar dari mulut Jenderal Kaisar Langit.
Tersadar, mereka semua langsung kembali menyerang Zhang Ziyi. Termasuk dengan Jenderal Kaisar Langit serta kawan lamanya itu juga bergerak menyerang Zhang Ziyi.
Lonjakan energi besar terlepas dari tubuh Zhang Ziyi.
"Tapak Semesta!" Zhang Ziyi berseru lantang.
Bayangan Tapak yang sangat besar tercipta di hadapan Zhang Ziyi. Kali ini lebih besar dari yang sebelumnya di keluarkan oleh Zhang Ziyi.
Bersama dengan cahaya yang terpancar terang dari tapak tersebut, membuat mereka semua seketika menghentikan laju terbangnya ke arah Zhang Ziyi.
Di sisi lain, Jenderal Kaisar Langit menggunakan kekuatannya ke arah Tapak Semesta tersebut.
Whush!
Duaarrt!
Tapak Semesta langsung meledak saat itu juga. Setelahnya, mereka langsung mengarah kembali pada Zhang Ziyi.
Melihat serangan kuat itu hancur begitu saja oleh sedikit kekuatan dari Jenderal Kaisar langit tersebut, membuat Zhang Ziyi menyadari kalau kekuatannya saat ini masih kalah jauh di bandingkan dengan Jenderal Kaisar Langit. Apalagi dengan Kaisar Langit.
Jenderal Kaisar Langit maju. Pedang yang terselip di pinggangnya dia lepas. Cahaya emas yang tajam menyebar luas seiring dengan keluarnya pedang tersebut pada bilah–nya.
Dia menghilang dalam sepersekian detik, muncul kembali di hadapan Zhang Ziyi, Pedang yang terhunus tajam, nyaris merobek punggung Zhang Ziyi.
Srekkk!
Pedang tersebut menghantam Armor Dewa Perang.
Tapi Jenderal Kaisar Langit tidak berhenti sampai di sana. Pedang di tangannya bergerak cepat menebas tubuh Zhang Ziyi yang terlapisi Armor Dewa Perang.
Zhang Ziyi sendiri tidak sempat untuk menghindar. menepis pun juga agak susah dia lakukan.
Pasalnya kekuatan Zhang Ziyi berada jauh di bawah Jenderal Kaisar Langit.
Jenderal Kaisar Langit menghentikan tebasan–nya sesaat. Dia mengumpulkan energi pada pedangnya. Berniat melancarkan serangan kuat untuk menghancurkan Aromor Dewa Perang.
Whush!
Nyaris menghantam tubuh Zhang Ziyi, namun pedang Jenderal Kaisar Langit terhenti begitu saja tatkala aura merah darah menguasai seluruh tempat itu.
__ADS_1
Aura tersebut sendiri begitu besar, dan pekat. Sampai Jenderal Kaisar Langit sendiri merasa sesak dan gemetar dibuatnya.