Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 54 ~ Dasar Elemen


__ADS_3

Sinar merah terang terpancar dari batu giok elemen. Zhang Meng sendiri sampai menghalau matanya menggunakan lengan kiri dari silauan sinar tersebut. Sementara tangan kanan masih tetap menempel pada batu Giok Elemen.


Zhang Ziyi, Zhang Yin, Zhang Lan serta Zhang Bie yang melihat itu langsung membelalakkan mata. Terlalu terpana mereka dengan pemandangan yang tesuguhkan di hadapan mereka.


Batu giok yang semula berwarna warni dengan sedikit memancarkan sinar, mendadak berubah warna menjadi merah serta bersinar terang kala di sentuh oleh Zhang Meng.


Lima menit berlalu, Zhang Zhili memerintah Zhang Meng untuk melepaskan tangannya pada batu giok elemen.


Zhang Meng menurut. Telapak tangan kanan yang semula menempel pada batu giok elemen segera ia tarik.


Seiring dengan tangan Zhang Meng yang terangkat, sinar merah yang terpancar dari batu giok elemen pun perlahan mulai menyusut redup, hingga pada akhirnya warna pada batu giok kembali pada warnanya yang semula, yaitu berwarna-warni.


"Master, apa maksud dari warna merah yang terpancar dari batu giok Elemen itu? Apakah itu artinya Zhang Meng yang memiliki unsur dasar elemen api?"


Tanya Zhang Ziyi sembari mengalihkan pandangan dari Zhang Zhili ke batu giok yang kini telah kembali ke pada warnanya semula.


"Kau benar Zhang Ziyi, warna merah pada batu Giok elemen, menandakan Zhang Meng yang memiliki unsur dasar elemen api!"


Zhang Ziyi menganggukan kepala mendengar penjelasan Zhang Zhili. Tangan kanan yang menggantung ia angkat, lalu mengepal keras sembari tangan kirinya yang menggenggam pergelangan tangan kanan.


"Aku penasaran, akan elemen dasar apa yang tersembunyi dalam diriku ini!" batin Zhang Ziyi. Lalu ia memperhatikan Zhang Lan yang kini giliran pemuda itu yang membuka elemen dasar miliknya.


Sama halnya Zhang Meng, batu giok Elemen terpancar sinar terang. Namun jika tadi berwarna merah, kali ini sinar yang terpancar berwarna hijau muda. Zhang Ziyi menebak bahwa Zhang Lan ini memiliki unsur dasar elemen Angin.


Benar dugaan Zhang Ziyi. Setelah Zhang Lan melepaskan telapak tangan pada batu giok Elemen, Zhang Zhili pun memberitahu Zhang Lan bahwa pemuda itu memiliki Elemen dasar angin.


Setelah giliran Zhang Lan, Zhang Bie pun mulai maju untuk membuka elemen dasar miliknya.


Sinar yang terpancar berwarna cokelat, menandakan Zhang Bie ini memiliki unsur dasar elemen tanah.


Setelah selesai giliran Zhang Bie, tidak ada lagi yang mau maju untuk membuka unsur dasar elemen. Padahal masih tersisa dua orang yaitu Zhang Ziyi serta Zhang Yin. Anehnya, kedua orang itu tak ada yang mau maju untuk membuka dasar elemen mereka. Kedua orang itu masih saja terdiam di tempatnya.


Zhang Lan, Zhang Bie serta Zhang Meng sendiri tidak mau membuka suara. Ketiga orang itu membiarkan Zhang Yin serta Zhang Ziyi untuk sendiri mengambil keputusan membuka unsur dasar elemen, tanpa di ingatkan. Entah siapa yang akan duluan maju untuk membuka unsur dasar elemen tersebut.


Di sisi lain, Zhang Yin nampak canggung. Dengan hati kacau, gadis itu berjalan dari tempatnya menuju Zhang Ziyi. Hendak mengatakan sesuatu, namun entah mengapa dia tampak linglung di tempat.

__ADS_1


"E–hp!" Setiap kata yang keluar selalu-nya tersangkut di tenggorokan. Jantung yang berdetak dengan gelagat yang sedikit gugup, membuat gadis itu tidak bisa mengeluarkan suara, takutnya salah kata dan malah membuat lawan bicaranya tak mengerti apa yang dia katakan.


"Apa yang hendak kau katakan? Katakanlah!" ucap Zhang Ziyi, sembari menatap mata Zhang Yin.


Bertambah guguplah Zhang Yin kala matanya bertemu dengan mata Zhang Ziyi sesaat. Gadis itu sendiri langsung memalingkan mukanya yang kini mulai memerah.


Sementara Zhang Ziyi sendiri malah mengernyit keheranan melihat tingkah Zhang Yin ini. Sesaat dia mulai menyadari sesuatu.


"Saudari Yin, jika kau mau membuka unsur dasar elemen milikmu lebih dulu, kenapa kau tidak langsung maju saja? Kenapa kau musti meminta ijin padaku terlebih dulu?!" ucap Zhang Ziyi, setidaknya hasil pikirannya mengatakan seperti demikian.


Zhang Yin yang mendengar perkataan Zhang Ziyi tadi mulai menampakkan wajah kusut. Padahal bukan itu maksud dari dia mendatangi Zhang Ziyi. Namun sebaliknya, gadis itu hendak mempersilahkan Zhang Ziyi untuk lebih dulu membuka unsur dasar elemen nya.


Zhang Yin hendak meluruskan apa yang di pikir Zhang Ziyi tadi. Dia pun mulai mengeluarkan suaranya.


"Bu–buka—" belum juga menyelesaikan kalimatnya Zhang Ziyi telah lebih dulu memotongnya.


"Kau bisa lebih dulu membuka unsur dasar elemen milikmu. To, kau seorang wanita sementara aku seorang pria kan. Sudah sepatutnya seorang pria mengalah dan membiarkan wanita mencoba lebih dulu!"


Perkataan Zhang Ziyi itu membuat Zhang Yin kembali merasa salah tingkah. Secara tidak langsung, jawaban itu sudah mewakili apa yang hendak di katakan Zhang Yin tadi.


Membalas dengan anggukan kecil, Zhang Yin pun melangkahkan kaki menuju batu giok elemen yang ada di meja batu mem-bundar itu.


Menarik nafas sejenak, Zhang Yin memantapkan hatinya untuk meletakkan tangan pada batu giok elemen yang ada di hadapannya.


Ada rasa sedikit dingin pada telapak tangannya kala gadis itu telah menyentuh batu giok Elemen. Zhang Yin mulai mengaliri Qi pada batu giok tersebut.


Sontak, giok elemen langsung memberikan respons. Sinar yang terpancar dari giok elemen sendiri sedikit mengganjal dari sebelum-sebelumnya. Dimana jika sebelumnya giok elemen memberikan respons terhadap tiga pemuda tersebut dengan satu warna, namun pada Zhang Yin, giok elemen justru memancarkan dua sinar berbeda warna.


Sempat terkejut kala melihat dua sinar yang terpancar dari giok elemen. Berwarna hijau dan biru muda.


Kontan, Zhang Yin langsung mengarahkan pandangan ke arah Zhang Zhili, seolah-olah meminta penjelasan.


"Kasus langka. Tidak banyak orang yang memiliki unsur dasar elemen ganda. Hanya beberapa orang yang pernah aku temui yang memiliki dua unsur elemen sekaligus, seperti kasus Zhang Yin ini!"


Tampaknya, Zhang Zhili yang lebih terkejut melihat Zhang Yin yang memiliki dua unsur dasar elemen sekaligus. Bagaimana tidak, orang yang memiliki dua unsur dasar elemen begitu langka di alam Tengah ini.

__ADS_1


Dua unsur elemen ganda bisa di katakan sebagai keberuntungan, juga bisa di katakan sebagai kututkan.


Kebanyakan mereka yang memiliki unsur dasar elemen ganda ini tidak bisa menyeimbangkan antar kedua unsur tersebut. Sehingga mereka tidak bisa melakukan perubahan unsur elemen dari kedua unsur dasar elemen tersebut, dan bahkan salah satu unsur dasar elemen pun tidak bisa mereka gunakan. Sehingga mereka hanya bisa mengandalkan energi Qi biasa tanpa bisa melakukan perubahan unsur elemen.


Namun ada juga orang yang bisa menyeimbangkan kedua unsur elemen. Sehingga mereka bisa melakukan perubahan unsur elemen kedua unsur tanpa kesulitan. Namun orang seperti ini begitu langka. Hanya orang yang benar-benar jenius yang bisa melakukannya.


"Sangat sulit untuk menyeimbangkan kedua unsur dasar elemen tersebut. Beruntung, kedua unsur ganda yang di miliki Zhang Yin ini memiliki suatu hubungan khusus. Dimana Air dan Angin bisa menyatu dan membentuk unsur dasar elemen baru, yaitu elemen es. Jadi, Zhang Yin ini bisa menggunakan tiga unsur elemen sekaligus," jelas Zhang Zhili.


Mendengar itu, Zhang Yin merasa senang. Begitupun juga dengan Zhang Lan, ZHANG Bie, Zhang Meng serta Zhang Ziyi.


Setelah selesai giliran Zhang Yin, kini giliran Zhang Ziyi yang maju untuk membuka unsur dasar elemen miliknya.


Pemuda itu menarik nafas sejenak, lalu menghembuskan pelan lewat mulutnya. Meletakkan telapak tangan di atas giok elemen, lalu mulai memusatkan energi Qi pada giok elemen.


Satu detik...


Tidak ada yang terjadi.


dua detik...


tiga detik...


empat detik...


lima detik ...


Tetap tidak terjadi sesuatu pun. Zhang Ziyi mulai heran. Memeriksa giok elemen yang ada di meja dengan tidak melepas telapak tangan kanan pada batu giok, takutnya ada yang salah.


Namun dia tidak menemukan suatu kesalahan pun. Zhang Ziyi akhirnya menoleh ke arah Zhang Zhili, meminta penjelasan terhadap pria itu.


Namun pria itu sendiri juga tampaknya sedang berpikir terkait masalah giok elemen yang tidak memancarkan sinar itu. Terbukti pria itu yang kini mengelus-elus dagunya.


Beberapa saat, Zhang Ziyi mulai merasakan telapak tangan yang menempel pada batu giok terasa hangat. Rasa hangat itu semakin menjadi-jadi, hingga menjadi rasa panas.


Whush!

__ADS_1


Sling!


__ADS_2