
"Ziyi'er!" panggil pria bertopeng ungu yang hampir di bunuh Shui Shan.
Meski Padang panjang itu hampir menyentuh kulit lehernya, namun berulang kali Shui Shan harus menghentikan laju pedangnya.
"Sial! Pak Tua, kau siapa. Saudara Ziyi tidak akan mengenalmu!" kesal shui Shan.
"Kau boleh membunuhku, tapi aku mohon, tolong pertemukan aku dengan keponakanku, Zhang Ziyi." Lelaki tersebut tetap bersikeras untuk bertemu dengan Zhang Ziyi.
Shui Shan hanya bisa menghela napas. Setelahnya memanggil Zhang Ziyi yang saat itu telah selesai membunuh semua musuhnya.
Menghampiri Shui Shan. Dengan alis sebelah terangkat, Zhang Ziyi lantas bertanya.
"Apa yang terjadi? Ada apa kau memanggilku?" Bertanya kepada Shui Shan, namun perhatiannya fokus pada lelaki bertopeng ungu yang saat ini tengah berlutut.
Shui Shan pun menceritakan perkara tersebut. Dimana laki-laki ini yang tidak ingin di bunuh sebelum bertemu dengan Zhang Ziyi.
"Hmm," mengernyit sejenak, Zhang Ziyi lantas mendekatinya. "Kau butuh denganku? Ada apa? Bicaralah pada intinya saja sebab aku tidak ada waktu untuk meneladani–mu!" Zhang Ziyi berkata dengan nada sinis.
"Ziyi'er, kau masih ingat denganku?" Lelaki itu berucap cepat. Berkata dengan intonasi akrab .
"Kau siapa? Aku tak mengenalmu! Juga jangan panggil aku dengan sebutan itu!" kesal Zhang Ziyi, Hanya orang-orang tertentu yang bisa memanggilnya dengan sebutan itu. Selain itu, tidak ada. Apalagi orang yang berstatus sebagai musuh.
"Cih, kau ini!"
lelaki itu kemudian membuka topeng Ungu. Memperlihatkan wajahnya yang memang Zhang Ziyi kenal.
"Paman!" Tatapan mata, menatap tajam wajah lelaki itu. Dia kenal betul dengan orang ini. Orang-orang menyebutnya sebagai Zhang Wui. Dia sendiri merupakan Paman Zhang Ziyi.
"Ziyi'er, maafkan aku! Aku menyesal sekarang, karena telah memilih jalan yang salah. Paman ingin bertobat dan memperbaiki kesalahan paman!" ucap Lelaki tersebut.
Awalnya Zhang Ziyi mengernyit mendengar perkataan dari laki-laki itu. Namun Zhang Ziyi memilih untuk tidak menanggapinya.
"Lantas, apa masalahnya denganku?" ucap ketus Zhang Ziyi.
"Tolong lepaskan aku. Aku janji akan memperbaiki diri. Melakukan perbuatan baik, dan menebus semua dosa yang pernah ku lakukan dahulu. Termasuk kepadamu serta ayah dan ibumu!" Zhang Wui masih tetap mencari pembelaan. Berharap dengan begitu, Zhang Ziyi bisa melepaskan dirinya.
"Sialnya, aku terlalu baik untuk memaafkan Paman!" Ucap Zhang Ziyi, setelahnya berlalu begitu saja.
Sebenernya dia sangat tidak suka dengan Zhang Wui ini. Pasalnya, lelaki itu merupakan orang yang pernah mempermalukan ayahnya. Bukan hanya itu, dia juga bahkan dengan lancangnya menghina Zhang Ziyi serta keluarganya di depan banyak anggota klan.
Setelahnya Zhang Ziyi berbalik. Menghiraukan lelaki itu. Melihat sebuah kesempatan, Zhang Wui lantas mengeluarkan pisau dari balik bajunya. Dan tanpa pikir panjang langsung melempari Zhang Ziyi dengan pisau tersebut.
Sialnya, belum juga pisau mengenai tubuh Zhang Ziyi, pisau tersebut malah berbalik dan langsung menghujam kening Zhang Wui.
Lelaki itu langsung meregangkan nyawa seketika.
__ADS_1
Memang Zhang Wui ini, setelah cacat dalam hal kultivasi yang di sebabkan oleh Zhang Ziyi beberapa tahun lalu, dia lantas meninggalkan klan Zhang. Bahkan kejadian itu terjadi sebelum Zhang Ziyi datang, membinasakan klan tersebut.
Tujuannya sendiri, adalah selain malu, dia juga berniat mencari kekuatan untuk membalas apa yang di perbuat Zhang Ziyi terhadap nya.
Kebetulan bertemu dengan salah seorang dari organisasi Bertopeng. Mengajaknya lalu bergabung di organisasi tersebut, dengan iming-iming mendapat kekuatan instan yang begitu cepat.
Sayangnya setelah dia merasa berada di puncak kultivasi seorang kultivator, dirinya yang percaya diri dapat membunuh Zhang Ziyi hanya dengan sekali libasan tangan, malah berbalik di bunuh Zhang Ziyi tanpa menyentuh.
-
Setelah kematian Zhang Wui, satu per satu orang-orang Bertopeng itu juga ikut terbunuh. Hingga tak menyisakan seorang pun.
Selesai dengan itu, Zhang Ziyi serta Shui Shan dan Shui Bing hendak beranjak dari sana.
Namun sebelum itu, Zhang Ziyi tidak sengaja melihat jari orang-orang Bertopeng ungu itu yang di lingkari oleh sebuah cincin ruang. Terpikirkan suatu ide gila untuk memilik semua benda itu.
Lantas, dia menggunakan elemen angin untuk melepaskan semua cincin ruang dari jari orang-orang bertopeng. Setelahnya memasukkan semuanya dalam cincin ruang miliknya.
"Hmm, ini bisa ku gunakan untuk mereka!" ucap Zhang Ziyi. Sempat dia memeriksa isi dari cincin tersebut. Harta di dalamnya juga lumayan banyak.
Setelahnya mereka langsung melesat, menuju arah barat. Dimana, di sana mereka juga mendengar suara pertarungan. Namun sebelum itu, Zhang Ziyi memasukkan kembali bawahannya itu ke alam jiwa, sebelum akhirnya dia bersama Shui Shan dan Shui Bing beranjak dari sana.
***
Tujuh orang kultivator ranah Dewa saat ini tengah berhadapan dengan seorang kultivator bertopeng Ungu.
Meski di kelilingi oleh tujuh orang kultivator sekaligus, namun nyatanya, Kultivator bertopeng ungu itu masih bisa mengimbangi ketujuhnya.
Bagaimana tidak. Bertarung bersama, namun seperti bertarung sendiri. Ketujuh orang itu lebih mementingkan sikap egois dan martabat sebagai ketua divisi. Pikirannya masing-masing, jikalau berhasil membunuh kultivator bertopeng ungu ini dengan tangannya, maka pujian akan mengalir begitu deras terhadap mereka.
Zhang Zhili sendiri saat ini telah beralih membantu murid-muridnya untuk melawan kultivator topeng Putih dan Merah.
-
Whush!
Baamm!
Terpental begitu jauh salah satu diantara ketujuh orang itu. Zen Wai, memuntahkan darah segar dari mulutnya. Hendak bangkit dan kembali bertarung, namun ia merasa tenaganya telah habis terkuras banyak saat pertarungan. Bagaimana tidak, bukan hanya bertarung dengan pria bertopeng ungu itu, melainkan juga sekali-kali dia akan bertarung dengan ketua divisi yang lainnya, demi mendapatkan giliran menyerang.
Satu per satu ketua divisi itu terpental oleh laki-laki bertopeng.
Meski bangkit dan hendak bertarung kembali, Namun pada akhir mereka akan tetap terpental.
Zhang Zhili yang melihat itu, menggelang-gelengkan kepala.
__ADS_1
"Bagaimana mau menang kalau sikap mereka masih seperti ini. Bahkan baru melawan satu orang kultivator bertopeng ungu saja sudah kewalahan, bagaimana nantinya kalau dua?!" Kembali menggelang-geleng kepalanya. Padahal, Zhang Zhili menebak kalau ketua-ketua itu bisa mengalahkan kultivator bertopeng ungu dengan mudah kalau mereka bekerja sama.
Namun di sana, bertarung bersama bukannya untuk menumbuhkan kerja sama, orang-orang tua itu malah berlomba-lomba unjuk kekuatan demi mendapatkan pujian si paling Kuat.
"Ketua-ketua, alangkah baiknya, kalau ketua-ketua semuanya bekerjasama untuk mengalahkan lelaki bertopeng ungu itu"! Zhang Zhili mencoba untuk menegur mereka.
"Cih, kau pikir aku ini siapa? Bertarung untuk bekerjasama dengannya, lebih baik aku berkerjasama dengan kambing!" ujar Yun Ming.
"Heeh, kau pikir aku juga mau bekerjasama dengan mu? Cuih!" Wei An juga menjawab dengan membuang ludah.
"Hohoho, sekte besar ini, sedikit lagi akan runtuh rupanya!" Zhang Ziyi tiba-tiba muncul dan langsung mengeluarkan suara.
Kontan, semua perhatian langsung tertuju pada Zhang Ziyi. Anak itu sendiri datang dengan terbang. Namun semua orang yang ada di sana mengira bahwa Zhang Ziyi ini sedang melompat dari atas pohon.
"Tenyata kau rupanya?" gumam pelan lelaki bersetelan merah yang tidak lain adalah Mo Lu.
"Bahkan, untuk menyerang Kultivator lima tingkat di atas kalian, dengan jumlah kalian yang terbilang banyak itu saja, kalian telah kewalahan. Ckckck!"
"Ego yang terlalu besar itu, hingga membuat kalian lupa bahwa kalian ini berasal dalam satu fraksi. Hanya divisi saja yang memisahkan kalian! Lantas, apa yan perlu kalian ego–kan?!" Zhang Ziyi berkata lantang. dan penuh penekanan.
"Cih, kau hanyalah seorang anak kecil. Tidak tahu apa-apa mengenai permasalahan orang dewasa!" ucap Han Yue, membalas perkataan Zhang Ziyi.
"Hohoho! Aku pikir, siapa yang lebih anak kecil sekarang? Seorang kakek tua yang umurnya hampir mencapai satu abad. Yang rela membuang bagian dari anggota sekte hanya karena memiliki kultivasi rendah. Padahal jika di pikir-pikir, orang yang di buang itu telah memberi jasa yang sangat besar bagi perkembangan sekte!" Kali ini Zhang Ziyi berkata dengan menyinggung Zhang Zhili.
Kontan, orang-orang itu dibuat terdiam. Tak ada yang membuka suara, membuat suasana hening sesaat.
"Oi-oi! Aku tidak ada waktu untuk menyaksikan drama ini!" kultivator bertopeng ungu itu berkata.
"Kau tidak di ajak! Jadi diam–lah sampai drama ini selesai," sosor Zhang Lan, yang saat ini tengah membunuh kultivator bertopeng Merah. Sekaligus menutup pertarungan mereka dengan kultivator bertopeng putih. dan merah.
Bahkan gaya tarung Zhang Lan tadi begitu hebat. Dia mengeluarkan potensi terbaiknya dalam membasmi orang-orang bertopeng itu.
Hal itu ia lakukan untuk membungkam orang-orang dari divisi angin yang sebelumnya sering meremehkan dan menghina dirinya.
Dan benar saja, kini orang-orang itu telah berhasil ia bungkam. Bahkan dalam pertarungan tadi, tidak jarang dia meremehkan orang-orang yang dahulu sempat meremehkannya itu. Membuat mereka malu.
Tidak hanya Zhang Lan, melainkan rekan timnya yang lain juga melakukan seperti apa yang di lakukan Zhang Lan. Namun mereka tidak terlalu seantusias seperti Zhan Lan tadi.
***
Mendengar perkataan dari anak it, kultivator bertopeng ungu itu naik pitam.
"Aku ingin sekali mencabik-cabikmu sekarang, anak kecil!" geramnya pada Zhang Lan.
"Oi pak Tua. Kau belum berhasil mengalahkan ketua-ketua kami ini. Bagaimana bisa kau langsung beralih ke muridnya!" ucap Zhnag Lan kembali. Sengaja dia mengatakan demikian. Tujuannya selain memancing lelaki bertopeng Ungu itu, dia juga menyinggung tujuh ketua ini.
__ADS_1
Mendengar apa yang di katakan Zhang Lan tadi. Para ketua lantas mengumpati anak itu. Memang mereka juga menyadari, kalau bertarung dengan bekerjasama dan melakukan formasi Tujuh Elemen, pastinya mereka akan menang dengan mudah. Namun melakukannya begitu sulit bagi ketua-ketua itu. Rasa gengsi yang tinggi itulah yang menghalangi semuanya.
"Bagaimana ketua-ketua? Apakah kalian sanggup untuk mengalahkan kultivator bertopeng ungu ini?" tanya Zhang Ziyi.