Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 231 ~ Babak Delapan Besar


__ADS_3

Whush!


Whush!


Whush!


Duplikat-duplikat pedang Naga Langit melesat lurus ke arah Pria dari suku Malaikat. Setiap pergerakannya mengandung tekanan yang sangat besar, bahkan udara pun sampai dibuat menipis oleh duplikat-duplikat pedang Naga Langit tersebut.


Sriingg!


Sriingg!


Sriingg!


Pria dari suku Malaikat menyambut ribuan pedang tersebut dengan menggunakan domain miliknya. Wujud seorang pria bersayap emas muncul dalam bentuk bayangan besar di belakangnya. Sayap lebar bayangan tersebut bergerak dan menyelimuti tubuh pria bersayap dari suku Malaikat.


Pedang-pedang Zhang Ziyi menghantam sayap bayangan besar yang mengelilingi lelaki tadi. Tidak sampai menembus, pedang-pedang itu malah akan langsung terpantul saat menabrak sayap bayangan.


Menyaksikan ribuan pedangnya yang tampak hanya sia-sia, Zhang Ziyi kemudian mengambil insiatif untuk menambah elemen kegelapan. Mengingat pria bersayap emas ini memiliki kekuatan dalam hal cahaya, maka dia harus menggunakan elemen kegelapan untuk melawannya.


Kabut gelap mengepul hebat, berbaur bersama dengan ribuan cahaya, menyelimuti duplikat pedang Naga langit.


Pedang-pedang tersebut kini telah di selimuti oleh energi gelap. Menghantam dengan sangat keras. Terus berlanjut hingga dua menit, kini terlihat retakan pada sayap bayangan yang menyelimuti tubuh Pria tersebut.


Krrkk!


Berhasil pecah, memungkinkan pedang-pedang Zhang Ziyi untuk lolos.


Tringg!


Tringg!


Tringg!


Pedang-pedang Naga Langit menghunjam sayap emas milik Pria itu, yang sempat dia gunakan untuk menyelimuti tubuhnya selepas domainnya yang tidak berfungsi.


Pria itu terjatuh menghantam tanah dengan keras. Pada sayap besinya, kini telah menimbulkan lubang-lubang kecil. Bulu-bulu emas juga melayang oleh hantaman duplikat-duplikat pedang Naga Langit tadi.


Zhang Ziyi kembali muncul di hadapan lelaki bersayap emas.

__ADS_1


"Terima kasih karena telah mau mengalah."


Zhang Ziyi berucap kecil sebelum melancarkan serangan terakhir. Dia tidak memberikan kesempatan lagi pada lelaki itu.


Zhang Ziyi menendang kepala pria dari suku Malaikat, membuatnya terdorong mundur hingga keluar arena.


Pertandingan di menangkan oleh Zhang Ziyi. Sorakan kecil terdengar dari bangku penonton pasca Pertarungan tadi. Tentunya Zhang Ziyi tidak akan terlepas dari gunjingan beberapa orang penonton yang mengasihani nasibnya setelah turnamen ini.


***


Pertandingan dua puluh lima besar telah selesai terlaksana. Mereka yang berhasil masuk ke babak berikutnya segera berkumpul di atas arena.


Zhang Zhili, Shui Shan, Shui Bing serta Zhang Bie sendiri telah kalah pada pertarungan mereka tadi. Tapi posisi mereka dalam menjadi seorang Dewa Terkuat tentunya juga berbeda-beda. Tergantung bagaimana aksi mereka ketika bertarung tadi.


"Baiklah, mohon perhatiannya semua. Di hadapan kita ini adalah Dewa Dewi yang lolos di babak delapan besar. Secara tidak langsung, mereka telah menjadi orang-orang kuat baru dalam periode ini.


"Bagi kalian, selamat atas pencapaian kalian yang ini. Banyak nama-nama serta pewaris-pewaris baru yang masuk dalam jajaran terkuat periode ini. Terutama kepada Dewa Kematian. Dahulu menduduki sebagai nomor 45 Dewa Terkuat di seluruh Alam, namun siapa sangka pewarisnya malah membawanya hingga ke tahap delapan besar."


Zhang Ziyi tidak menanggapi pujian itu. Dia tetap memasang wajah datar. Berdiri di atas panggung dengan penuh rasa malas. Sementara rekan-rekannya belum keluar dari ruang perawatan setelah sebelumnya mengalami luka serius.


Tatapan menatap wajah-wajah yang lolos delapan besar. Mereka semua adalah orang-orang yang telah membuat rekan-rekannya terluka parah. Kecuali Hei An.


"Berikut adalah daftar nama delapan orang yang lolos di babak delapan besar ini." MC hendak membacakan daftar nama delapan orang yang berdiri di atas panggung.


Setiap kali MC menyerukan nama salah seorang dari delapan orang itu, para penonton akan secara otomatis bersorak ria. Mereka juga menemukan idola mereka dalam pertandingan ini setelah melihat langsung bagaimana aksi mereka bertarung.


Zhang Ziyi menoleh ke salah satu orang yang lolos, tepatnya ke arah Fang Shi. Sebelumnya dia sempat menebak bahwa Fang Shi ini tidak akan lolos babak delapan besar. Namun nyatanya dia bisa lolos hingga ke babak ini. Apalagi dia juga melihat bagaimana aksinya dalam melukai Shui Bing tadi.


"Aku akan melihat sejauh mana kamu akan bertahan?!" gumam pelan Zhang Ziyi.


Setelahnya para peserta kembali ke tempat mereka masing-masing. MC kembali mengumumkan nama-nama dua puluh lima besar Dewa Terkuat dan berhenti pada Dewa Terkuat ke sembilan.


Dalam proses penyebutan tersebut, Zhang Ziyi mengingat posisi rekan-rekannya dalam menjadi Dewa Terkuat.


Zhang Zhili di posisi ke sepuluh. Shui Shan di posisi ke sebelas. Zhang Yin berada di urutan ke lima belas. Zhang Meng di posisi ke lima belas. Shui Bing ke delapan belas. Zhang Bie dua puluh dan Zhang Lan ke dua puluh satu.


Setelah pembacaan putusan dua puluh lima besar Dewa terkuat itu, Zhang Ziyi memutuskan untuk menemui rekan-rekannya di ruang medis.


"Apakah kamu masih merasakan sakit?" tanya Zhan Ziyi pada Zhang Lan yang saat itu telah pulih.

__ADS_1


"Kekuatanku berkurang sangat pesat. Dan Meskipun aku sudah pulih secara fisik, namun aku harus membutuhkan waktu untuk mengembalikan kembali kekuatanku," balas Zhang Lan.


"Hmm, bagaimana dengan yang lainnya?"


"Saudara Meng telah pulih dan sementara menjaga Zhang Yin, namun sepertinya saudari Yin juga telah sadar dan pulih. Tinggal guru Zhili dan Zhang Bie yang masih belum sadarkan diri setelah pertandingan terakhir. Saudari Bing dan saudara Shan juga telah pulih."


Zhang Lan menjelaskan akan kondisi rekan-rekannya pada Zhang Ziyi.


"Umm." Zhang Ziyi mengangguk tanda mengerti.


***


Mereka kembali ke penginapan setelah malam menyongsong.


"Kakak Ziyi, apakah daftar dua puluh lima besar telah di umumkan?" tanya Zhang Yin.


"Ya, aku sudah mendengarnya. Zhang Zhili di posisi ke sepuluh. Shui Shan di posisi ke sebelas. Zhang Yin berada di urutan ke lima belas. Zhang Meng di posisi ke lima belas. Shui Bing ke delapan belas. Zhang Bie dua puluh dan Zhang Lan ke dua puluh satu."


"Wissh, keren. Guru pasti bangga padaku. Impiannya telah tercapai yaitu ingin aku melampaui dirinya," ucap Zang Lan.


"Memangnya dahulu Dewa Angin berada di urutan ke berapa?" tanya Zhang Bie memastikan.


"Dua puluh Delapan!"


"Owh!"


"Ziyi'er, mulai sekarang kita harus berhati-hati. Selama beberapa pertandingan terakhir, banyak orang yang membicarakan kamu. Terkait dengan melukai putra raja Shang, kemudian Dewa Malaikat.Dan ya, mungkin juga Jenderal Kaisar Langit telah mencurigai mu!" ucap Zhang Zhili, membuka percakapan serius.


"Aku sudah mengetahui ini Guru."


"Hmm, bukankah selama pertandingan berlangsung, Kakak Ziyi hanya menonjolkan elemen kegelapan dan selaku pengendali roh?" tanya Zhang Lan yang merasa penasaran.


"Dari beberapa kasus yang telah terjadi beberapa hari lalu, mereka telah mencari tahu terkait dengan identitasku. Selama berita besar dari pertarungan di lembah Daratan Sunyi. Kemudian pada perebutan pengakuan burung Roh Siluman Surgawi, juga beberapa hal yang tengah terjadi akhir-akhir ini. Tidak menutup kemungkinan jika mereka akan mengetahui diriku. Dan ya, mungkin puncak konfliknya akan muncul setelah turnamen ini berakhir." Zhang Ziyi mencoba menjelaskan.


"Hmm, besok adalah delapan besar sekaligus dengan penentuan final. Takutnya setelah ini akan ada masalah yang terjadi. Sebelum masalah itu terjadi, kita harus mengambil sebuah tindakan," ucap Zhang Lan


"Ya, guru benar. Kita harus bertindak dari sekarang..."


Zhang Ziyi memotong perkataannya kala merasakan firasat buruk.

__ADS_1


"Ini tidak benar. Kita harus kembakis ke markas!" Terlihat garis wajah Zhang Ziyi yang memburuk.


Segera dia menciptakan portal dimensi yang langsung menghubungkan dengan Hutan Binatang Langit.


__ADS_2