Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 209 ~ Tugas


__ADS_3

"Kita akan memulai dari bagian mana terlebih dahulu?" tanya Zhang Zhili.


Zhang Ziyi tidak segera menjawab fokusnya saat ini tengah mengarah pada peta wilayah Alam atas.


"Hmm, Bagaimana kalau kita mulai dari wilayah terdekat. Sekte Tengkorak Iblis!" ujar Zhang Ziyi sembari tangannya menunjuk gambar yang tertera pada hologram biru.


"Bukan ide yang buruk. Mari kita berangkat sekarang!" ujar Zhang Zhili.


Bawahan yang akan dia bawa telah bersiap di alam Jiwa. Tinggal menunggu komando hingga mereka keluar dan mulai peperangan.


Zhang Ziyi mengangguk. Dia, bersama dengan Zhang Zhili, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Lan, serta Shui Bing dan Shui Shan kemudian terbang ke satu arah. Meninggalkan markas ras Gnome, tebang ke arah Utara.


Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di tujuan. Terlihat bangunan yang dibuat dari batu tua, memiliki gerbang yang di pajang sebuah Tengkorak di atas pertengahan gerbang.


"Kita menyerang dengan berpencar!" ujar Zhang Ziyi.


"Baik!"


Mereka kemudian terbang di sisi berbeda. Setelah merasa semuanya telah siap, Zhang Ziyi kemudian mengeluarkan para bawahannya, mengepung gerbang Tengkorak Iblis dari berbagi sisi berbeda.


"Semuanya, dengarkan perintahku! serang Sekte Tengkorak Iblis. Tundukkan mereka!" seru Zhang Ziyi.


Para bawahan Zhang Ziyi langsung bergerak saat mendengar perintah dari pemimpin mereka. Dengan penuh semangat, mereka mengepung gerbang Tengkorak Iblis. Menghancurkan pagar batu tua dengan berbagai macam serangan.


Di sisi lain, para anggota Tengkorak iblis yang saat itu tidak tahu apa-apa saat serangan datang bertandang tanpa tamu undangan.


Lonceng berbunyi nyaring tanda terjadi serangan musuh. Semua murid di kerahkan berbagai tempat. Melawan para musuh yang menyerang itu. Sayangnya dengan Jumlah yang terlampau banyak itu, membuat mereka kian kesusahan. Dan berakhir dengan menyerah. Sebelumnya pemimpin Sekte Tengkorak Iblis sempat berniat melakukan perlawanan, sayangnya hanya dengan merasakan aura yang dipancarkan oleh tubuh Zhang Ziyi saja sudah membuat nyalinya ciut.


Kemenangan di raih oleh Pihak Zhang Ziyi dengan mudah. Dengan menyerahnya pihak Tengkorak Iblis, maka Tengkorak Iblis resmi menjadi wilayah atau lahan baru Zhang Ziyi.


"Apakah kalian bersedia untuk menjadi bagian dari kami?" tanya Zhang Ziyi. Ekspresi datar serta tegas yang dia tampakkan membuat Pemimpin Sekte Tengkorak Iblis tidak bisa mengatakan hal lain selain dengan mengiyakan.


"Ba–baik! Tengkorak Iblis bersedia untuk mengikuti tuan!" ucap pemimpin Tengkorak Iblis. Seumur-umur dia menjadi pemimpin Sekte Tengkorak Iblis, dia belum pernah mengabdikan sekte atau bahkan sekedar menjadi bawahan kelompok lain. Namun kali ini dia harus mengakui Zhang Ziyi sebagai pemimpinya.


"Bagus!"


Zhang Ziyi kemudian memberikan pil untuk memulihkan kondisi anggota Sekte Tengkorak Iblis yang terluka.

__ADS_1


Setelah selesai urusannya dengan Sekte Tengkorak Iblis, Zhang Ziyi kembali berdiskusi keesokan harinya. Mendiskusikan terkait dengan wilayah mana lagi yang akan mereka jadikan sebagai sasaran untuk menyerang. Kali ini mereka juga menghadirkan pemimpin Sekte Tengkorak Iblis sebagai orang yang begitu mengetahui seluk beluk organisasi yang ada di Alam Atas ini.


"Sebaiknya dimulai dari kelompok-kelompok kecil terlebih dahulu. Bukan apa-apa! namun lebih baik untuk mengumpulkan kekuatan secara perlahan. Setelah memiliki kekuatan cukup, baru kita bisa bergerak menyerang Organisasi besar." Zhang Zhili memulai diskusi.


"Ya, yang dikatakan oleh guru benar. Menyerang kelompok besar sekarang, bukanlah hal baik. Sebab salah satu organisasi besar yang jatuh di tangan kelompok lain, apalagi kelompok yang baru saja menetes seperti kita ini akan menjadi suatu berita besar. Bahkan bukan tidak mungkin Kaisar Langit akan mengambil tindakan dengan ini. Sebab hampir semua kelompok besar di Alam Atas ini merupakan bawahan dari Kekaisaran Langit." Zhang Ziyi juga ikut berucap.


"Ya, sembari ini, kita juga jangan melupakan tujuan utama kita, yaitu mengikuti turnamen yang akan di adakan satu bulan lagi."


"Jika demikian, maka kita perlu mempercepat perluasan wilayah ini. Sebab aku merasakan sesuatu yang tidak beres kan terjadi setelah turnamen itu!" Zhang Ziyi mengutarakan perasaannya pada mereka semua.


"Hmm, kalau begitu bagaimana jika kita membagi tugas. Sebagian akan bergerak di wilayah timur, sebagian bergerak di wilayah barat begitupun seterusnya!" Zhang Lan memberi ide.


"Itu ide yang bagus! Aku akan meminjam sebagian pasukan untuk menyerang Sekte Rumput Giok!" Perkataan yang terlontar dari mulut Pemimpin Sekte Tengkorak Iblis begitu mengagetkan mereka semua. Padahal Sekte Tengkorak iblis baru saja di tundukkan oleh Zhang Ziyi, namun dia telah lebih dulu mengangkat tangan untuk berdiri di barisan terdepan dalam menundukkan Sekte Rumput Giok.


"Mengapa kau begitu bersemangat seperti itu? Bukannya mengurusi sekte Tengkorak Iblis. Kerusakan yang terjadi kemarin belum diperbaiki, dan masih banyak lagi hal yang harus di urus untuk kemajuan Sekte!" Zhang Ziyi berkata dengan penuh curiga. melihat reaksi yang di tunjukkan oleh Pemimpin Sekte Tengkorak Iblis tadi, telah menjelaskan padanya bahwa ada maksud tersembunyi dari pemimpin Tengkorak Iblis ini.


"E–eh! Tuan jangan salah paham. Aku dan Sekte Rumput Giok memang telah bermusuhan sejak dahulu. Makanya aku membutuhkan bantuan Tuan untuk menyelesaikan perseteruan ini. Ya, dengan menundukkan Sekte Rumput Giok dan menjadikannya juga sebagai bawahan Tuan tentunya!" ucap Pemimpin Sekte Tengkorak Iblis berusaha menjelaskan.


"Hmm, Baiklah! Aku percaya padamu. Namun karena kau berasal dari aliran Hitam, bukan tidak mungkin kamu akan melakukan hal-hal yang melenceng, dan juga tidak menutup kemungkinan kamu akan berkhianat. maka dari itu, aku akan mengirim Zhang Meng untuk ikut bersamamu!" ucap Zhang Ziyi.


Memang sebelumnya dia telah melakukan perjanjian kontrak dengan pemimpin Sekte Tengkorak Iblis ini, namun itu tidak menjadikan acuan untuk tidak mencurigainya.


"Umm, aku percaya padamu. Namun tetap Zhang Meng akan tetap mengikuti mu!"


Pemimpin Tengkorak Iblis tidak me menolak atau keberatan sama sekali.


"Aku akan memimpin pasukan di wilayah Kalajengking Gurun!" Zhang Zhili bersuara, mengatakan akan memimpin menundukkan wilayah tersebut.


"Aku di bagian sini–"


Satu per satu dari rekan Zhang Ziyi mengatakan akan memimpin di daerah berbeda. Setelah beberapa saat, semuanya telah mengetahui di posisi masing-masing.


"Baik, istirahat lah! Besok kita akan. berangkat!" ucap Zhang Ziyi.


Semuanya mengangguk. Lalu mulai beristirahat. Sementara para bawahan Zhang Ziyi telah dikembalikan kepada Alam Jiwa. Mereka sendiri menginap di kediaman Sekte Tengkorak Iblis.


***

__ADS_1


Besoknya, semuanya kembali bersiap-siap. Seluruh pasukan Zhang Ziyi berkumpul di satu tempat, yaitu di alam jiwa. Sebab tidak ada tempat di wilayah Sekte Tengkorak Iblis yang bisa menampung keseluruhan bawahan Zhang Ziyi, sehingga mereka harus berkumpul di Alam Jiwa.


Tujuh buah portal dimensi tercipta. Ketujuhnya menghubungkan wilayah yang berbeda-beda.


"Masuklah!" seru Zhang Ziyi. Meminta kepada masing-masing pemimpin pasukan untuk segera memasuki portal yang telah di sediakan.


Ketujuh pemimpin pasukan menganggukkan kepala. Lalu menggiring pasukannya untuk memasuki Portal. Dimulai dari pasukan Zhang Zhili yang masuk di Portal bagian ujung. Setelahnya Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Bie, Zhang Yin, Shui Bing dan terakhir Shui Shan.


Sementara pasukan Zhang Ziyi belum menunjukkan tanda-tanda pergerakan. Pasukan yang dia bawa terbilang lebih sedikit dari yang lainnya. Bahkan kebanyakan yang dia bawa ini memiliki kultivasi terlemah diantara yang lainnya.


Zhang Ziyi sengaja melakukan itu, karena dia memiliki suatu trik yang bisa dia gunakan nantinya. Sisi lain, pasukan itu sendiri di bagi-bagi berdasarkan kemampuan para pemimpin pasukan serta dengan kekuatan lawan yang akan mereka hadapi nantinya.


Dia menghela napas panjang sejenak, baru setelahnya mengaktifkan portal dimensi Portal yang tertera di hadapan mereka, Zhang Ziyi memasukinya pertama kali. Di ikuti oleh pasukannya di bagian belakang. Setelah semuanya selesai memasuki portal, portal itu menutup dengan sendirinya.


***


Baamm!!


Baamm!!


Baamm!!


Ledakan besar terdengar bersahutan. Terdengar pula teriakan orang-orang yang ada saat ini tengah bertarung. Selain bertarung di bawah, ada juga beberapa orang yang bertarung di udara.


"Hahaha, lihatlah orang-orangmu ini banyak yang berguguran. Jika ini terus berlanjut, takutnya kau malah akan kehabisan banyak anggota," suara terdengar begitu memprovokasi. Itu berasal dari Pemimpin Tengkorak Iblis, berbicara dengan seorang wanita berpakaian hijau giok.


"Cih, langkahi dulu mayatku!" Wanita yang merupakan pemimpin dari rumput Giok itu berkata dengan teguh terhadap pendiriannya. Ya, dia berprinsip, lebih baik mati daripada harus mengabdikan diri serta sekte–nya kepada kelompok lain. Apalagi sekte musuhnya juga mengabdikan diri terhadap kelompok tersebut.


"Hahaha, Entah bodoh atau apa... Tapi baiklah! Aku akan mengabulkan keinginanmu!"


Pemimpin Tengkorak Iblis lalu menyerang Pemimpin Sekte Rumput Giok. Pertarungan keduanya tak bisa terhindarkan. Bertarung dengan imbang, tak terlihat tanda-tanda miring sebelah. Hal itu pula lah yang membuat Zhang Meng kesal. Sementara dirinya saat ini telah berhasil menundukkan, orang-orang dari sekte Rumput Giok hanya menyisakan pemimpin sekte saja.


Kedua pemimpin bertarung di atas sana sama-sama mengambil jarak.


"Hoi pria jelek. Cepat kau selesaikan urusanmu dengan nenek itu. Aku tidak ada waktu untuk menunggumu seharian menyelesaikan mereka!" Suara Zhang Meng terdengar memperingati Pemimpin Sekte Tengkorak Iblis.


Sedangkan Pemimpin Sekte Tengkorak Iblis hanya bisa menelan ludah kasar mendengar perkataan Zhang Meng tadi. Dirinya bahkan bahkan saat ini tengah kesusahan untuk menundukkan wanita tersebut.

__ADS_1


"Tuan tenang saja! Ini tidak akan lama!." Pemimpin Tengkorak Iblis membalas perkataan Zhang Meng dengan sedikit mengeraskan suaranya.


"Tidak lama matamu! Aku bahkan sudah menunggu lama tadi!" Zhang Meng tampaknya mulai tidak sabaran.


__ADS_2