
Zhang Ziyi berbalik. Dia mencoba untuk mencari asal suara tersebut. menoleh sekali namun tak dapat dia menemukannya. Maka dia memutuskan untuk kembali memperhatikan lukisan-lukisan yang ada pada dinding pemakaman.
"Hmm, aneh!" Zhang Ziyi menaikkan sebelah alisnya kala menemukan suatu keanehan.
"Aku sudah menebak, kau akan dapat merasakannya. Tapi tidak berharap akan secepat ini!"
Seorang pria tua tiba-tiba saja muncul di samping Zhang Ziyi. Perawakannya yang compang-camping, membuat dirinya tak ada bedanya seorang gembel.
"Eh, Kau siapa!" Zhang Ziyi lantas mengambil sikap waspada.
"Hehehe... Kau tenang saja, Nak! Aku hanyalah seorang Kakek tua yang kebetulan tertarik padamu!" Pria itu tertawa aneh.
Zhang Ziyi bergeming. Sejenak dia memperhatikan lelaki tua yang berdiri di hadapannya ini. Setelahnya, Zhang Ziyi memilih untuk meninggalkan Pria tua itu sendiri.
"Heheheh... Mari kita lihat! Apakah kau akan kembali lagi atau tidak!" ucap Kakek tersebut sebelum dia berjalan berlawanan arah dengan Zhang Ziyi.
-
Menelusuri sebuah jalan setapak pinggir museum, Zhang Ziyi tidak sengaja bertemu dengan lorong. Berniat masuk ke dalam lorong, tak sengaja dia menemukan beberapa orang yang tengah mengganggu seorang kakek tua. Zhang Ziyi mengernyit saat merasa pria tua yang mereka ganggu itu tidak lain adalah pria tua yang tadi sempat dia temui saat tengah memperhatikan lukisan kuno.
Zhang Ziyi awalnya berniat untuk menolong lelaki itu, tapi dia sadar bahwa tujuannya belum selesai. Takutnya saat dia menolong pria tua, dirinya malah terlibat masalah yang menyebabkan tujuannya akan tertunda dan bahkan tak terlaksana.
Zhang Ziyi berjalan lurus, meninggalkan mereka. Tapi sebelum itu, dia sempat mengukur kekuatan mereka.
"Kesemuanya memiliki kultivasi Ranah Semesta," gumam Zhang Ziyi.
Penampilan beberapa orang yang mengelilingi pria tua itu sangat mewah, membuat Zhang Ziyi teringat akan sesuatu.
"Hmm, apa mungkin mereka merupakan pasukan dari Kaisar Langit? Tapi mengapa mereka menganggu Kakek Tua itu?"
Zhang Ziyi semakin tertarik dan penasaran dengan masalah yang terjadi pada mereka.
"Melihatnya di ganggu seperti itu, harusnya Kakek Tua ini bukanlah orang biasa!" Zhang Ziyi kembali bergumam. Memperhatikan mereka dari jauh.
Si Kakek Tua mulai di perlakukan semakin buruk. Zhang Ziyi merasa kasihan melihat itu. Dia hendak bersimpati, tapi dia juga tidak bisa melupakan tujuannya.
Beberapa saat, datang seorang pria yang mengenakan pakaian lebih mewah, bersama dengan lima orang pria lain di belakangnya.
"Komandan, kami telah menemukannya!" Salah seorang yang baru saja melayangkan tinjunya pada tubuh Pria Tua segera berteriak kala melihat kedatangan seorang yang di yakini komandan mereka.
"Bagus... Hahaha...!" Komandan tertawa renyah saat mendengar laporan dari salah satu bawahannya itu.Dia semakin mempercepat langkahnya, tak ingin melepaskan pria tua yang di maksud.
Sedang pria tua yang berada dalam penyiksaan mereka, tampak semakin memburuk, bersamaan dengan wajahnya yang kian buruk saat melihat kedatangan komandan.
Di sisi lain, Zhang Ziyi yang tengah memperhatikan mereka dari jauh tidak melepaskan perhatiannya.
__ADS_1
"Hmm, semakin menarik!" gumamnya pelan.
Zhang Ziyi kemudian menghilang. Angin tiba-tiba saja bertiup kencang. Menerbangkan debu-debu pasir. Komandan dan beberapa prajurit tersebut langsung menghalangi pandangan mereka dari debu itu. Belum juga berakhir hingga tiga puluh detik kemudian.
Tepat setelah debu berakhir, Komandan dan lainnya telah kembali bisa melihat.
"Apa? Dimana Dia!? Apakah kalian melihatnya!" Komandan tampak geram. Dengan kasar, dia menyuruh mereka para bawahannya untuk mencari keberadaan pria tua, serta dengan orang yang diyakini telah membawa kabur pria tua tersebut.
***
"Kenapa kau tidak melawan mereka?" tanya Zhang Ziyi.
Pria Tua tidak langsung menjawab. Dia memasang sunggingan kecil bersamanya.
"Apa maksudmu?"
"Tch, kamu tidak usah berpura-pura bodoh, Pak Tua. Aku mengetahuinya! Seorang pria biasa dan gembel tidak akan berani berurusan dengan pasukan Kaisar Langit. Bahkan Komandan mereka saja sampai turun tangan, tadi. Ini jelas bahwa kau adalah seorang yang tidak biasa!" Zhang Ziyi menatap tajam Pria Tua.
"Hehehe, bicaralah dengan lemah lembut terhadap diriku yang renta ini!" Pria Tua mengambil gerakan lesu, seolah-olah dia memang pria tua tak berdaya pada umumnya.
"Tch! Tidak ada kerjaan!" Zhang Ziyi berdecih. Setelahnya dia berjalan hendak meninggalkan Pria Tua tersebut.
"Hohoho, kau begitu terburu-buru, Nak!"
Pria Tua mengejar Zhang Ziyi. Memegang pundaknya, dan mengunci pergerakan Zhang Ziyi.
"Dia bisa menciptakan array Ilusi. Identitasnya memang tidak sederhana!" gumam Zhang Ziyi dalam hati.
Prajurit-prajurit tersebut telah berlalu. Pria tua mulai melepaskan tangannya zang semula mengunci pergerakan Zhang Ziyi.
"Haah, untung saja mereka telah pergi. Oh ya, anak muda! Seperti yang aku katakan tadi, bahwa aku sangat tertarik denganmu!" Dia menghentikan ucapannya sejenak. Baru melanjutkannya setelah jeda selama 30 detik.
"Meski sangat samar, tapi aku bisa merasakan aura Dewa Waktu bersamamu! Kalau tebakanku tidak salah, harusnya kau pernah bertemu dengannya. Atau mungkin juga menjadi muridnya!" Pria Tua berkata dengan serius, tidak seperti sebelumnya.
"Kau mengenal Kakek Liang?" Zhang Ziyi mulai mengambil sikap awas. Takutnya pria tua ini ternyata adalah musuh yang berniat mencari keberadaan Dewa Gou Liang untuk melukainya.
"Haissh, kau terlalu berprasangka buruk, anak Muda. Bagaimana aku bisa memiliki dendam dengan Dewa Gou Laing, sementara aku dengannya berada di jalan yang sama,."
"Jalan yang sama?"
"Ya!" Pria Tua itu kemudian melangkah langkah ke depan. Tangannya dia lipat belakang. Zhang Ziyi sendiri mengikuti langkah pria tua itu.
"Dari kejadian tadi, Dimana pak tua ini yang di kejar oleh Pasukan Kaisar Langit, menandakan dia memang tidak ada hubungan baik dengan Kaisar Langit sendiri. Jika memang demikian, bisa jadi Pak Tua ini berkata benar!" batin Zhang Ziyi.
"Lantas, mengapa kau tidak melawan mereka tadi?"
__ADS_1
"Hahaha... Tentu saja aku melakukan itu untuk mengetes rasa simpatimu. Apakah kau akan turun dan menolong kakek Tua ini, atau tidak!?" Pria Tua tampak puas. Lalu dia mempercepat langkah kakinya.
"Cih, tau begini, aku biarkan saja kau tadi!"
"Hahaha...!"
-
"Omong-omong, apakah tujuanmu hendak ke Lembah Bulan Malam?" Pria tua menghentikan langkahnya. Dia mulai kembali serius sekarang.
"Benar! Kau memiliki niat yang sama?" Zhang Ziyi bertanya balik.
"Aku tidak tertarik dengan barang itu." Pria Tua berkata pelan. "Jika kau ingin memilikinya, maka kau harus bersaing dengan orang-orang itu. Kalaupun kamu berhasil mendapatkannya, maka bersiaplah untuk menjadi buruan mereka. Aku sarankan padamu untuk meningkatkan lagi kultivasi mu, sebab bukan hanya seorang dua orang yang memiliki kultivasi tinggi, melainkan lebih dari pada itu."
Dia melakukan Gerakan tangan. Setelahnya muncul giok kecil seukuran ibu jari.
"Aku tidak ingin kau mati kutu di sana. Juga aku ingin bertemu kembali dengan mu di lain waktu. Maka benda ini ku berikan padamu untuk berjaga-jaga. Itu akan menutupi aura serta keberadaan mu hingga tak ada yang mengetahuinya... Oh Ya, satu lagi, hati-hati dengan pria yang merupakan Komandan dari pasukan Kekaisaran Langit itu."
Pria Tua menyerahkan giok tersebut pada Zhang Ziyi.
Memperhatikan giok pemberian dari pria tua sejenak. Zhang Ziyi mengalihkan perhatiannya dan berniat menyampaikan sesuatu pada pria tua itu.
"Ter–!" Dia tidak sempat melanjutkan perkataannya, sebab pria itu tiba-tiba saja menghilang.
***
Zhang Ziyi mendapat sebuah penginapan. Lumayan besar, berlantai Empat sehingga mampu menampung banyak orang di dalamnya.
Dia sendiri berada di lantai dua penginapan tersebut.
"Sebelum ke sana, aku perlu meningkatkan kultivasi ku!" Zhang Ziyi teringat akan perkataan pria tua yang dia temui tadi.
Dia memasang array di dalam ruang kamar, hingga berlapis-lapis. Baru setelahnya Zhang Ziyi mengeluarkan Mutiara Darah Semesta.
"Semoga saja, ini tidak akan berlangsung lama. Takutnya aku akan terlambat untuk datang ke Lembah Bulan Malam."
Zhang Ziyi kemudian mulai menyerap khasiat dari Mutiara Darah Semesta tersebut.
Tubuhnya kini telah di kelilingi oleh aura emas. Bersamaan dengan itu, aura yang merah juga terpancar dari Mutiara Darah Semesta. Semula aura Zhang Ziyi dan Aura Mutiara Darah Semesta saling bertubrukan, tapi perlahan tapi pasti keduanya mulai menyatu.
Butiran-butiran debu merah keluar dari dalam Mutiara yang tengah melayang itu, lalu masuk ke dalam tubuh Zhang Ziyi.
Merasakan energi hangat yang masuk ke dalam tubuhnya, Zhang Ziyi mulai mengarahkan energi tersebut ke arah dantian-nya.
Dua jam proses tersebut berjalan. Zhang Ziyi membuka kedua matanya sejenak. "Ini akan sangat lama. Butuh waktu seharian untuk menyerap semua khasiat dari Mutiara Darah Semesta ini," gumamnya pelan.
__ADS_1
"Tidak ada jalan lain!"