
Tekanan yang kian bertambah seiring dengan berjalannya waktu.
Glekk!
Darah segar keluar dari mulut Zhang Ziyi. Berat dan semakin berat. Dia merasa semua beban terberat di Alam ini di limpahkan padanya. Berusaha menetralkan tekanan dengan membalas dengan mengeluarkan kekuatannya. Tapi itu tidaklah cukup untuk menetralkan tekanan tersebut, bahkan hanya untuk sekedar membuat dirinya bangkit dari sikap telentang pun dia kesusahan.
Ya, beban yang kian menyerang itu, memaksa Zhang Ziyi untuk berada di posisi terlentang. Tubuhnya yang serasa di tindih oleh palu raksasa dengan berat ratusan ribu ton.
Di sisi lain, beberapa orang yang menyaksikan Zhang Ziyi yang di tekan, kini semakin menjadi-jadi. Tampaknya mereka begitu menyukainya hingga tekanan yang mereka berikan pada Zhang Ziyi kian di tambah.
Bertahan saja tidak cukup, usaha telah dia lakukan sejak tadi tapi tidak ada yang berhasil membawanya pada zona aman. Tubuhnya terasa mati rasa. Tapi tetap pada keyakinannya, bahwa bisa saja dia melewati ini.
"Ba–bahkan sampai mati pun kata menyerah tak akan mampu untuk menusukku!" gumam Zhang Ziyi. Meski agak terbata, tapi dia tetap mengeluarkan kalimat yang penuh akan keyakinan itu.
Aura Emas terpancar dari tubuhnya. Membentuk sebuah Kuba yan langsung melindungi tubuh Zhang Ziyi. Tekanan bertambah dan hampir menghancurkan perisai emas. Zhang Ziyi lebih dulu segera melapisinya. Mempertahankan Perisai emas itu, hingga kembali utuh dan kokoh.
"Waah, ini sangat menarik!" ucap Pria kurus. Dia lalu menambah tekanannya pada tubuh Zhang Ziyi.
Perisai hancur. Zhang Ziyi yang tadi sempat merasa kehilangan bebannya sedikit, kini beban itu kembali dan makin menjadi-jadi.
Glekk!
Kembali dia memuntahkan darah. "Sialan..." umpat Zhang Ziyi.
Terdiam untuk beberapa saat. Zhang Ziyi tidak menunjukkan suatu tanda-tanda pergerakan pun. Hal itu membuat beberapa orang yang sebelumnya memberikan tekanan padanya merasa khawatir. Khawatir telah membunuh anak itu.
Energi berwarna biru merembes dari tubuh Zhang Ziyi. Di ikuti oleh energi berwarna hijau. Lalu Merah. Satu per satu energi dengan warna berbeda merembes dari tubuh anak itu. Berkumpul dan membentuk sebuah lingkaran. Terpancar sesuatu yang sebesar dari sana. Warna demi warna energi belum berhenti keluar dalam tubuh Zhang Ziyi. Berakhir dengan dua energi yang memancarkan aura yang lebih kuat dari energi-energi awal.
Dua energi terakhir memiliki aura Na saling bertolak belakang. Tali juga tidak bisa di pisahkan. Mereka adalah elemen cahaya dan elemen kegelapan. Sebelumnya Zhang Ziyi belum mendapatkannya, dia baru membangkitkan dua elemen itu setelah mendapatkan pengakuan dari Roh Siluman Surgawi.
Dua energi tersebut berputar cepat, setelahnya menyatu dengan lingkaran energi berasal dari elemen lainnya. Cahaya menyilaukan tercipta, membuat semua yang ada di dalam ruangan tersebut langsung melindungi penglihatan mereka dengan lengan.
__ADS_1
Tak butuh lima detik, cahaya tersebut menghilang. Saat itu, mereka melihat Zhang Ziyi yang telah melayang di tengah ruangan. Dengan kedua mata yang terpejam tubuh yang memancarkan cahaya emas dengan debu-debu halus berbeda warna mengelilingi tubuhnya.
Rambut emas panjang yang terurai. Zhang Ziyi menyatukan kedua tangan. Tanpa sadar dia melakukan segel tangan. Membaut aura yang dia pancarkan kian mendominasi.
"I–ini..." Salah seorang dari orang-orang yang duduk di kursi tidak bisa melanjutkan perkataannya. Tubuhnya gemetar. Dirinya telah bangkit dari duduknya dari tadi, bersama dengan yang lainnya kala melihat lingkaran cahaya energi dari elemen berbeda tadi.
"A–apakah dia adalah seorang eombawa takdir?" Salah seorang bertanya dengan tak percaya.
"Kau benar. Dia orang yang kita tunggu!"
Tak ada lagi yang bersuara setelahnya. Semuanya fokus memperhatikan Zhang Ziyi. Tak ada seorang pun yang melepaskan pandangannya dari Zhang Ziyi.
Cahya emas serta dengan debu-debu berwarna-warni perlahan terserap ke dalam tubuh Zhang Ziyi. Tidak hanya itu lingkaran energi dari gabungan elemen berbeda itu juga kembali memasuki kening Zhang Ziyi.
"Ini adalah gak yang sangat menakjubkan!" tiba-tiba saja terdengar suara dari balik pintu. Semuanya kaget, dan mendapati beberapa orang tengah berdiri tanpa berdosa di depan pintu masuk ruangan tersebut.
Melihat kedatangan mereka, seketika orang-orang yang berada di masing-masing kursi tadi menampakkan wajah tidak senangnya.
"Berani sekali kalian datang kemari. Siapa yang menyuruh kalian!" Wanita berpakaian hitam berucap lantang. Terdengar begitu nyaring dan menggema, serta mengandung tekanan besar.
Whush!!
Lingkaran energi menyebar luas, memenuhi satu ruangan. Mereka yang berada di sana segera menghalangi indera penglihatannya dari lingkaran enegi itu. Termasuk beberapa orang yang baru datang.
Lingkaran energi telah melewati mereka semua. Saat itu Zhang Ziyi telah mendarat di tanah. Matanya yang semula terpejam, kini telah terbuka dengan tiba-tiba. Memperlihatkan pupil mata berwarna-warni. Tapi itu hanya sesat sebelum kembali ke warna normalnya, yaitu emas.
Zhang Ziyi menyapu pandangannya di seisi ruangan. Orang-orang yang sebelumnya mengeluarkan tekanan padanya saat ini tampak terdiam. Begitupun juga dengan pria tua yang sebelumnya mengantar dirinya ke tempat ini yang juga ikut terdiam.
Zhang Ziyi juga tidak lagi melihat pria kurus serta beberapa orang dari mereka yang sebelumnya mengejek dan meremehkannya, kini tidak ada lagi.
Pria Tua tersadar. Merasa suasana yang kian canggung, dia segera mengambil tindakan untuk mencairkan suasana.
__ADS_1
"Eeh, Nak ... selamat karena telah berhasil menahan tekanan yang di berikan oleh para petinggi fraksi Bendera Putih." Dia beranjak dari tempat duduknya. Berjalan menghampiri Zhang Ziyi. Memegangi pundaknya sembari memasang sunggingan kecil.
"Terima kasih!" Zhang Ziyi mengangguk.
"Waah, lama tidak bertemu, kau semakin hebat, Kak Ziyi!"
Beberapa orang yang sebelumnya berdiri di pintu kini berjalan menghampiri Zhang Ziyi.
Sisi lain, beberapa dari petinggi Fraksi Bendera Putih yang melihat beberapa orang tak dikenal berjalan mendekat, segera mengeluarkan auranya ke arah beberapa orang itu.
Tapi bukannya terpengaruh, mereka malah dengan santai berjalan seolah-olah aura itu tidak mereka rasakan.
"Kapan kalian kembali, dan bagaimana bisa mengetahui keberadaan–ku?" tanya Zhang Ziyi pada beberapa orang yang tidak lain adalah rekan serta gurunya.
"Sejak kau mengeluarkan kekuatan itu. Telah menjadi sinyal bagi kami. Tentu saja kami dengan atau secara otomatis akan berada di sini!" ucap Zhang Meng.
Zhang Ziyi mengangguk. "Terikat hingga menciptakan portal untuk kalian ke tempat ini!?"
"Ya!" Zhang Meng membenarkan perkataan Zhang Ziyi.
Para petinggi fraksi Bendera Merah Tidak ada yang mengambil bicara. Mereka saling berpandangan sesaat, sebelum semuanya sepakat untuk menoleh ke satu arah, dimana Pria Tua berada. Dari tatapan tajam itu, mereka memberikan kode tersirat akan penjelasan mengenai ini.
"E–eh.. baik aku akan memperkenalkan kalian pada pemuda ini!" Pria Tua memasang senyum canggung. Dia kemudian meminta Zhang Ziyi untuk memperkenalkan dirinya pada semuanya. Sebab dia sendiri tidak atau belum mengetahui nama Zhang Ziyi.
"Baik!"
Zhang Ziyi kemudian memperkenalkan dirinya dengan suara lantang, namun begitu sopan dan hormat. Baru setelahnya dia memperkenalkan Zhang Meng, Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Zhili, Shui Shan dan Shui Bing pada semua petinggi Fraksi Bendera Putih. Zhang Ziyi juga menyebutkan nama gurunya yang tidak lain adalah Dewa Gou Liang.
"Pria Tua Liang itu yah!" Seorang pria bertubuh kekar menganggukkan kepalanya.
"Sudah lama dia tidak menampakkan batang hidungnya ... sekarang dia malah memiliki murid yang begitu berbakat, juga tentunya sangat luar biasa!" ucap pria bertubuh kekar itu lagi.
__ADS_1
Sikap yang di tunjukkan oleh mereka yang semula tampak datar dan garang, kini berubah kala mengetahui akan identitas Zhang Ziyi. Mereka juga memperkenalkan dirinya masing-masing.
Dari perkenalan itu, Zhang Ziyi bisa mengetahui bahwa kehidupan mereka ini tidaklah bagitu baik dahulunya. Bahkan hampir semua yang memiliki nasib yang sama. Dimana ketidak Adilan datang bertubi-tubi menghampiri mereka. Bahkan ada seorang yang sebelumnya sempat menjadi bagian dari kekaisaran Langit, memilih untuk keluar dan bergabung di fraksi ini.