Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 94 ~ Terbang


__ADS_3

"Bukankah kau roh dewa api yang waktu itu aku temui di dalam goa?" tanya Zhang Ziyi


"Hohoho! Ingatanmu ternyata cukup bagus, anak muda!" ucap Lelaki yang tidak lain adalah Dewa Api.


Zhang Ziyi tak menanggapi. Tatapannya mengarah pada seorang lelaki tua berdiri di samping Dewa Api. Sekilas, wajah lelaki tua itu persis seperti sosok wajah besar yang tercipta dari kabut, yang Zhang Ziyi temui saat pingsan di dalam goa.


"Kau sudah besar sekarang. Juga bakat mu dalam hal kultivasi tidak terlalu buruk!" ucap lelaki tua itu.


"Terima kasih, Kakek! Kalau boleh tau, siapa nama kakek?" tanya Zhang Ziyi pada lelaki tua itu.


Tersenyum sejenak, Lelaki itu kemudian menjawab pertanyaan dari Zhang Ziyi.


"Namaku adalah Gou Liang! Aku adalah Dewa Waktu!" ucap Lelaki tersebut memperkenalkan diri yang tidak lain adalah dewa Gou Liang, sang Dewa waktu.


Seorang yang dahulu membawa kabur Zhang Ziyi yang masih bayi. Hampir tertangkap oleh Jenderal Kaisar Langit, namun menggunakan elemen waktu untuk meloloskan diri dari Jenderal Kaisar Langit.


Menatap Zhang Ziyi. Ada rasa haru lelaki itu. Pasalnya seorang anak yang dahulu ia selamatkan saat masih bayi, kini telah menjadi pemuda tampan nan gagah.


Zhang Ziyi sendiri menatap Dewa Gou Liang dengan tatapan penuh arti. "Memang sosok Dewa begitu berbeda dengan insan fana!" batinnya. Tidak heran. Memang dia telah menebak sebelumnya bahwa Lelaki yang bersama dengan Dewa Api ini juga adalah Dewa. Mengingat aura yang di pancarkan oleh keduanya begitu berwibawa.


"Putra dari Kaisar Langit!" ucap Dewa Gou Liang sembari mendekati Zhang Ziyi dan menyentuh kedua pipi Zhang Ziyi menggunakan telapak tangan dengan lembut.


Zhang Ziyi sendiri tampak bingung dengan penuturan Dewa Gou Liang itu.


"Siapa putra Kaisar Langit yang kakek maksud?"


"Tentu saja dirimu!" balas Dewa Gou Liang.


Mengernyit. Yang Zhang Ziyi tahu adalah dia yang merupakan putra dari kepala cabang klan Zhang di kota Bintang.


"Mohon maaf Kakek, Ayahku adalah Zhang Mao, sementara ibuku bernama Zhang Hai!" Zhang Ziyi menjelaskan kepada dewa Gou Liang terkait siapa kedua orang tuanya.


"Apakah mereka tidak memberitahu–mu?" Menaikkan kedua alisnya. Dewa Gou Liang ingat betul, dia menitipkan Zhang Ziyi ini kepada dua orang suami istri, dan sempat berpesan apabila tiba waktunya, maka dia akan datang dan mengambil kembali anak tersebut.


-


"Memberitahu ku? Apa yang tidak mereka beritahu kepadaku?"


"Hmm, apakah suami istri itu tak memberitahukan identitas anak ini kepadanya?!" batin Gou Liang.


"Hmm, sudahlah, lupakan! ... Lantas, dimana kedua orang tuamu sekarang?" tanya Gou Liang memastikan tebakannya tidak keliru. Memang dia menebak bahwa mungkin telah terjadi sesuatu kepada suami istri itu sehingga mereka tidak sempat memberitahu akan identitas Zhang Ziyi ini kepadanya.


Menghela napas panjang, Zhang Ziyi kemudian menjawab pertanyaan Dewa Gou Liang.


"Orang-orang itu telah membunuh mereka!" ucapnya dengan nada pasrah. Meski masih ada rasa tak terima di hatinya, namun baginya yang lalu biarlah berlalu. Tak perlu memikirkan yang telah berlalu, yang perlu ia pikirkan sekarang adalah apa yang akan dia lalui nanti kedepannya.


"Seperti yang aku duga!" ucap pelan Dewa Gou Liang. "Apakah kau mau ku tunjukkan sesuatu," tawarnya.


Zhang Ziyi menganggukkan kepala sebagai jawaban. Meski dia juga sebenarnya kurang tertarik, namun karena rasa penasaran, akhirnya ia memilih untuk menyetujuinya.


"Baik!" Dewa Gou Liang kemudian menyentuh kening Zhang Ziyi menggunakan ujung jari jempolnya.

__ADS_1


Untuk kesekian kalinya kesadaran Zhang Ziyi tersedot oleh sesuatu.


Bersama dengan Dewa Gou Liang, Zhang Ziyi berada di suatu tempat. Di mana mereka saat ini berada di ruang kamar yang begitu luas.


Kejadian sebelumnya terpampang jelas di hadapan Zhang Ziyi serta Dewa Gou Liang. t


Tampil satu persatu layaknya slideshow.


Dimana saat Zhang Ziyi dilahirkan, di bawa oleh Jenderal Kaisar Langit. Hendak di bunuh olehnya atas perintah dari Kaisar Langit sendiri sampai pada akhirnya Dewa Gou Liang datang dan membawa pergi Zhang Ziyi ke alam tengah. Lalu menitipkan Zhang Ziyi pada sepasang suami istri yang tidak lain adalah Zhang Mao serta Zhang Hai.


"Bukankah itu Ayah dan Ibu? Tunggu, kalau itu memang mereka, berarti bayi itu seharusnya aku?" batin Zhang Ziyi, kala melihat rekaman dimana Dewa Gou Liang menyerahkan bayi yang ada di gendongannya kepada Zhang Hai.


Selesai dengan melihat itu, Zhang Ziyi serta Dewa Gou Liang kembali lagi ke tempat semula mereka bertemu.


"Bagaimana, apakah kau percaya sekarang, bahwa kau adalah keturunan dari Kaisar Langit?" tanya Dewa Gou Liang.


"Masih sedikit ragu–!" Belum juga menyelesaikan kalimatnya Dewa Gou Liang telah lebih dulu memotong perkataannya.


"Buang jauh-jauh rasa ragu–mu itu! Ada sesuatu yang lebih besar perlu kau persiapkan sekarang dan nantinya akan kau pakai saat melawan takdirmu nanti!" ucap Dewa Gou Liang.


"Tunggu dulu, kakek! Jika dia memang Ayahku, lantas mengapa dia ingin membunuhku?" Tampaknya Zhang Ziyi masih tidak terima dengan hal itu.


"Ini berkaitan dengan takdirmu!" jelas Dewa Goh Liang.


"Takdirku?"


Zhang Ziyi teringat pertemuannya dengan Ras Centaurus. Sebelumnya, leluhur ras centaurus juga pernah berkata bahwa dia tengah menunggu seseorang yang memiliki takdir besar. Yang akan melengserkan Kaisar Langit dari posisinya.


"Sudahlah nak, tidak usah di pikirkan! Seiring dengan berjalannya waktu kau pasti akan mengetahui dan percaya bahwa takdirmu memang telah digariskan."


Menoleh ke arah Dewa Gou Laing, Zhang Ziyi mengangguk.


"Lantas, apa yang membuat kalian menarik ku di tempat ini?"


"Ini ada kaitannya dengan Takdir mu nak!" ucap Dewa Api.


"Takdirku?" tanya Zhang Ziyi lagi penasaran.


"Ya. Namun untuk sekarang, mari kita kesampingkan dulu masalah terkait masa lalu dan takdir kedepannya... Mengapa aku dan Dewa Api menarik–mu ke dunia ini? Itu karena sudah ditakdirkan bahwa kita akan bertemu di sini!" ucap Dewa Gou Liang.


"Oh ya. Apakah kau lihat di sana?" menunjuk ke arah istana, Dewa Api lantas kembali melanjutkan perkataannya. "Didalamnya, ada sesuatu yang khusus kami siapkan untukmu. Namun, jika kau ingin mendapatkannya, maka kau harus berusaha sendiri untuk sampai ke sana!"


Zhang Ziyi mengangkat pandangannya ke arah istana megah yang berdiri di atas awan.


"Hmm, bagaimana caranya untuk sampai ke sana sementara aku tidak bisa tebang!"


"Sebenarnya masalah tebang, tidak perlu kau pikirkan, cepat atau lambat, kau pasti akan memiliki kemampuan dalam hal terbang. Namun yang menjadi inti dari masalah yang akan kau hadapi untuk sampai di sana, adalah sebuah array pembatas. Jika kau gagal untuk menembus array itu, maka sesuatu tersebut akan hangus alias tidak bisa kau miliki. Juga kekuatanmu akan menurun 2 kali lipat dari sebelumnya," jelas Dewa Gou Liang.


Berpikir sejenak, Zhang Ziyi lantas menyetujuinya. "Konsekuensi urusan belakangan. Intinya mencoba terlebih dahulu!"


"Hahaha, aku suka semangatmu anak muda!"

__ADS_1


***


Sehari sudah Gou Liang mengajari Zhang Ziyi terbang. Dan satu hari itu pula Zhang Ziyi berhasil melakukannya.


Sebenarnya, Zhang Ziyi bisa saja memiliki keahlian untuk terbang jika kultivasinya telah menerobos hingga ke ranah langit. Namun karena mungkin akan memakan waktu yang lumayan lama, jadi Dewa Gou Liang memilih untuk mengajari keahlian terbang untuk Zhang Ziyi.


"Kakek, aku sudah bisa terbang sekarang. Apakah aku bisa untuk ke istana sekarang, dan menghancurkan Array itu?" Tampaknya Zhang Ziyi begitu tak sabar untuk segera mengambil sesuatu yang ada dalam istana. Juga, sebenarnya dia penasaran akan benda berharga apa yang dijanjikan oleh kedua dewa itu.


"Jangan tergesa-gesa. Kau bisa menyerap energi alam di sini dan meningkatkan Kultivasi mu terlebih dahulu! Array itu bukanlah sembarang Array, yang bisa kau hancurkan dengan mudah!" ucap Dewa Api, memperingati Zhang Ziyi.


"Hmm,"


Sebenarnya ada ras kecewa Zhang Ziyi, namun dia memilih untuk tidak mempermasalahkannya. lagipula, memang apa yang di kata Dewa Api juga ada benarnya.


"Baiklah... Energi alam yang begitu pekat ini, juga sumberdaya yang teramat banyak ini. Tak perlu waktu lama bagiku untuk menerobos ke ranah selanjutnya!" ucap Zhang Ziyi.


Ia lalu mulai berkultivasi, menyerap energi alam dan memurnikannya menjadi energi Qi.


~dua Minggu kemudian~


Duarr!


ledakan besar terdengar dari tubuh Zhang Ziyi yang di sertai dengan peningkatan energi.


Aura membunuh yang selama ini mengelilingi Zhang Ziyi secara samar, kini telah menghilang. Berganti dengan aura yang begitu agung nan berwibawa.


Wajahnya bertambah tampan dengan kekuatan yang kian meningkat.


Kini Zhang Ziyi telah berhasil menerobos ke ranah Surgawi tahap 1.


"Baik sekali. Kau bisa mencoba menghancurkan Array itu sekarang!" ucap Dewa Gou Liang kala melihat Zhang Ziyi yang telah berhasil menerobos hingga ke ranah Surgawi.


"Baik Kakek!"


Zhang Ziyi terbang menuju ke arah Awan yang diatasnya berdiri sebuah istana megah.


Namun beberapa puluh meter dari istana tersebut, Zhang Ziyi menghentikan laju terbangnya.


Mengaktifkan Skill Mata Elang untuk Mewanti letak pasti dari Array yan g di maksud oleh Dewa Gou Liang serta Dewa Api. Pasalnya array yang transparan, takutnya Zhang Ziyi malah menabraknya.


Penglihatan Zhang Ziyi salah menangkap suatu dinding yang berwarna warni transparan. Yang mengelilingi awan besar yang berdiri Istana itu. Dia menebak Dinding itulah array yang di maksud oleh kedua dewa tersebut.


Mendekatinya, Zhang Ziyi kemudian mencoba untuk menyentuh array tersebut menggunakan tangan kanannya. Sontak array mengeluarkan respons dengan menolak tangan kanan Zhang Ziyi.


"Hmm, Array ini memiliki efek memantulkan setiap serangan yang di lancarkan kepadanya!" Tebak Zhang Ziyi.


Dia lalu terbang mundur beberapa meter. Setelahnya melepaskan serangan dengan unsur elemen Api.


Sebuah bola api melayang ke arah Array.


Whush!

__ADS_1


Bola api yang di lepaskan Zhang Ziyi malah memantul kembali dan berbalik malah menyerang Zhang Ziyi. Beruntung refleks yang ia keluarkan cukup cekat, sehingga bila api itu tak sampai mengenainya.


__ADS_2