Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 127 ~ Ujian


__ADS_3

Menyerah! Dia merasa akan menyerah. Zhang Ziyi pasrah, mengigat kembali masa-masa yang dahulu pernah dia lewati. Bahkan sampai mengingat akan perbuatan ayahnya yang berani membunuhnya hanya karena sebuah ramalan.


Banyak yang Zhang Ziyi ingat. Dan ingatan-ingatan itulah yang secara tidak sengaja membawa Zhang Ziyi pada suatu rasa. Rasa ingin menyerah, putus asa, namun juga berusaha untuk bangkit. Di alam bawah sadarnya, 3 rasa itu terpampang di hadapannya dengan bentuk bayangan. Berwarna merah, hitam dan emas.


Zhang Ziyi terduduk di lautan energi, dengan tiga bentuk rasa itu melayang di hadapannya.


"Apakah ini akhirnya?" gumamnya.


"Bagaimana aku bisa mengalahkan kaisar Langit sementara kekuatanku ini sangatlah lemah." Dia mulai pesimis. Tersenyum kecut, Zhang Ziyi lantas kembali bergumam.


"Bahkan untuk menahan rasa sakit dari hewan-hewan berbisa itu saja aku sudah tidak mampu, bagaimana jika nantinya mengahadapi goresan Pedang kaisar Langit?"


Setiap kali Zhang Ziyi bergumam terkait dengan kata pesimis, maka bayangan putus asa itu akan menyala perlahan.


Zhang Ziyi memandangi tiga bayangan rasa itu cukup lama. Nanar matanya keruh, seperti tidak ada harapan niat untuk bangkit lagi.


Namun setitik rasa menguatkan dirinya.


Ingatan-ingatan terkait dengan masa lalunya, bersama dengan rekan-rekannya yang saat ini juga tengah berjuang melewati anak tangga yang penuh dengan tekanan berat, sama sepertinya.


Mengingat bagaimana Laohu yang saat ini tengah menunggu dirinya. Mengingat bagaimana nasib bawahannya jika dia tidak bisa menyelesaikan ujian ini. Mengingat bagaimana perjuangannya akan menjadi sia-sia hanya karena satu kekalahan.


"Tidak!! Aku tidak akan menyerah. Aku tidak boleh mati. Ujian ini bukanlah apa-apa. Goresan Pedang Kaisar Langit bahkan lebih ganas dari ini. Yah, bisa-bisa dari serangga-serangga ini bukanlah apa-apa!" Ucap Zhang Ziyi.


Setitik harapan yang semula tertutupi oleh kegelapan itu, mulai bersinar kembali. Perlahan semakin terang. Begitupun juga dengan bayangan emas yang tengah mengambang itu. Kini memancarkan cahaya emas yang begitu menyilaukan.


Dalam hati, Zhang Ziyi berinsiatif untuk menjadikan ujian yang begitu menyakitkan ini sebagai batu loncatan dalam menghadapi Kaisar Langit nanti!


Tubuh Zhang Ziyi yang tengah di gerogoti oleh makhluk-makhluk beracun itu mulai menunjukkan suatu reaksi.


Racun-racun yang disemprotkan oleh hewan-hewan itu dalam tubuh Zhang Ziyi perlahan mulai terserap. Terserap mengalir di satu tempat dan berpusat di tangan kiri Zhang Ziyi.

__ADS_1


Semua racun yang semula menyebar di seluruh tubuhnya mulai mengalir ke tangan kiri Zhang Ziyi. Bahkan racun-racun dari hewan-hewan berbisa itu juga di serap habis oleh tangan kiri Zhang Ziyi hingga tak bersisa. Dan kini hewan-hewan yang menggerogoti tubuh Zhang Ziyi telah hancur, menyisakan kulitnya saja yang telah mengering.


Tak berhenti sampai di situ, ribuan hewan-hewan beracun yang baru saja muncul pun di serap habis racunnya oleh tubuh Zhang Ziyi. Tangan kiri Zhang Ziyi seperti tidak merasakan rasa puas setelah sebelumnya menghabisi serangga-serangga gelombang pertama. Dan kali ini, bisa pada serangga yang datang di gelombang kedua pun di serap habis oleh tangan kiri Zhang Ziyi.


Energi berwarna hijau kehitaman terlihat melayang keluar dari tubuh hewan-hewan itu. Bergerak memanjang membentuk benang energi. Mengarah ke tangan kiri Zhang Ziyi.


Kini semua Hewan-hewan itu telah mengering. Racun yang di terima oleh tangan kiri Zhang Ziyi pun semakin pekat. Memancarkan enegi berwarna hijau gelap.


Laohu yang berada di luar dinding pembatas masih sempat mencium aroma racun yang begitu menusuk di hidungnya. Entah dari mana aroma itu bisa lolos dari dinding transparan. Segera dia terbang menjauh sedikit dengan dinding pembatas itu. Dia tidak meninggalkan tuannya, melainkan menjaga hingga tuannya keluar ujian dari kejauhan.


Sementara di sisi lain, Zhang Ziyi telah menyelesaikan ujian pertamanya. Kini dia telah berhasil meningkatkan satu tahapan kultivasinya. Selain itu, dia juga telah berhasil memiliki skill baru, yaitu racun dengan skill sebelumnya yaitu penawar racun. Dalam kata lain, Zhang Ziyi memiliki darah yang mengandung racun di bagian tangan kirinya, sementara darah di tangan kanan mengandung penawar racun.


Zhang Ziyi membuka kedua matanya. Sekilas terlihat kedua pupil matanya yang berbeda warna. Dimana Pupil mata kanan berwana hijau cerah sementara pupil mata di sebelah kiri berwarna hijau gelap. Namun hanya sesaat sebelum pupil matanya kembali ke warna semula yaitu cokelat dengan sedikit terlihat warna emas.


"Huuuhhh... Haaahhhh! Akhirnya ujian tahap pertama telah aku selesaikan. Memang patut di sebut dengan ujian untuk mendapatkan kekuatan instan, bahkan baru tahap pertama saja, telah mampu meningkatkan kultivasi–ku. Meski hanya satu tahapan. Juga aku sekarang mendapatkan Keahlian baru, yaitu Elemen racun setelah sebelumnya aku hanya bisa menyembuhkan segala jenis racun dengan darahku!"


Zhang Ziyi tampak berpikir. Memikirkan tentang racun dari serangga Serta hewan-hewan berbisa itu yang menurutnya sangat-sangat mengerikan. Bahkan dirinya yang notabenenya kebal terhadap racun pun masih tetap terpengaruh oleh efeknya.


Membayangkan itu, membuat Zhang Ziyi sedikit merinding. Namun apapun itu, dia telah bertekad untuk menyelesaikan ujiannya. Kembali dengan merekrut ras duyung sebagai bagian dari bawahannya. Dan menjadikan para bawahannya kuat secepat mungkin setelahnya pergi ke alam atas untuk menemui Kaisar Langit.


Tiga puluh menit berlalu. Kini tanda-tanda ujian tahap kedua akan di mulai. Zhang Ziyi menarik napas panjang sebelum itu. Berusaha untuk menekan rasa khawatir yang sebelumnya sempat menyeruak dalam benaknya.


"Semuanya akan berlalu dalam jalannya detik waktu!" gumamnya.


Tepat setelah dia selesai bergumam, Tanah tiba-tiba berguncang. Tidak hanya itu, Dinding transparan yang mengurung dirinya pun juga ikut berguncang. Zhang Ziyi mengambil sikap waspada.


Rantai yang mengikat kedua kaki serta tangannya juga ikut bergetar, menimbulkan suara rentak pada besi rantai.


Tak lama setelahnya, lantai panggung tempat dia berpijak mulai melunak. Secara samar, Zhang Ziyi bisa merasakan rasa hangat dari bawah tanah. Lunak dan semakin lunak. Mendadak panggung itu meleleh sedikit demi sedikit. Zhang Ziyi panik. Rasa hangat itu kini telah berganti menjadi panas. Bahkan lebih panas dari api biasanya.


Panggung terpecah. Mengambang. Kini tempat Zhang Ziyi berada mulai berubah latar. Dimana semuanya gelap. Lautan magma terpampang jelas di bawahnya. Selayaknya sungai yang mengalir, begitulah magma itu. Pecahan panggung mulai terbawa arus sungai magma. Di sisi lain, Panggung tempatnya berpijak mulai meleleh sedikit demi sedikit, tinggal sebagian kecilnya saja.

__ADS_1


"Sial, apa-apa ini!"


Magma mendidih, menciptakan gelembung-gelembung kuning panas. Tak sedikit pula percikan magma terciprat dan nyaris mengenai kulit Zhang Ziyi.


Dia memutar otaknya, memikirkan cara untuk menghindari magma. Sementara panggung tempat dia berpijak kini tinggal pecahan kecil yang seukuran dengan kedua kakinya yang telah rapat.


Segera dia menciptakan tanah di bawah kakinya. Namun hal itu sama sekali tidak bekerja, sebab hanya dalam 3 detik, tanah yang dia ciptakan tadi retak dan hancur.


"Sialan!" Mengumpat untuk kedua kalinya. Lalu dia mencoba untuk membekukan magma di bawahnya. Sayangnya itu juga tidak bekerja. Magma yang telah membeku juga pecah hanya dalam 2 detik.


Zhang Ziyi panik. Panggung seukuran kedua kakinya itu kini telah pecah dan habis sepenuhnya. Zhang Ziyi melompat terbang. Terbang tinggi namun rantai-rantai itu menghalau pergerakannya.


Zhang Ziyi hanya bisa melayang di udara dengan posisi telentang. Dikarenakan rantai yang mengikat kaki serta tangan kanan dan kirinya itu berasal dari empat sudut berbeda, sehingga memungkinkan dirinya melayang layaknya ikan yang di panggang.


Hawa panas dari magma yang terpaut 7 meter di bawahnya itu begitu panas. Bahkan panasnya bisa tujuh puluh tujuh kali lipat dari panas api biasanya. Mungkin tidak lebih panas dari api neraka, akan tetapi lebih panas dari api dunia.


Setelan yang Zhang Ziyi kenakan meleleh dan membakar kulit punggungnya. Di tambah dengan suhu panas yang di pancarkan oleh magma tersebut, membuat Zhang Ziyi tidak ada bedanya dengan ikan yang di bakar.


Kulitnya melepuh. Daging bagian belakangnya telah matang hanya dalam beberapa detik. Zhang Ziyi meringis. Dia tidak sempat membuat tameng es, atau setidaknya melapisi tubuhnya dengan energi es. Tapi kalaupun Zhang Ziyi melakukannya, mungkin hasilnya akan tetap nihil.


Dalam situasi seperti itu, Zhang Ziyi mencoba untuk berpikir jernih, meskipun sangat susah.


"Tu–tunggu, bu–bukankah aku- memiliki– zirah– Dewa– perang be–bersamaku? Mengapa ini tidak berfungsi?" Gumam Zhang Ziyi terbata. Namun tidak ada waktu untuk memikirkan itu. Dia mengesampingkan masalah Zirah Dewa Perang yang tidak berfungsi. Memikirkan masalah yang tidak membantu dalam hal ini hanya akan mempercepat kematiannya.


"Teleportasi! Ya, cara itu mungkin akan sedikit membantuku!" Tiba-tiba terpikirkan hal itu. Tanpa pikir panjang, dia langsung mengaktifkan keterampilan itu. Dirinya tiba-tiba menghilang, namun hanya dalam dua detik dia kembali ke tempatnya semula.


"Sialan! Rantai ini ternyata yang membuat Zirah Dewa Perang tidak berfungsi, juga keahlian dalam hal teleportasi–ku juga tidak bekerja. Kalau begini, bisa-bisa aku akan mati bodoh di sini!"


Belum selesai dengan masalah yang menimpanya saat ini, Zhang Ziyi kembali di suguhkan oleh masalah baru. Dimana Magma yang mendidih perlahan mulai naik. Tidak hanya itu, sesuatu yang lebih menakutkan juga terjadi dalam detik itu. Detik-detik yang semula berjalan menegangkan itu, kini bertambah menegangkan pula kala kehadiran sosok itu.


\=\=

__ADS_1


btw, yg baca tapi gak pernah kasih like, tolong ubah yah. Sebab jejak yang kalian tinggalkan, bisa menjadi lonceng buat author untuk semangat update. And, gift serta komen juga, jangan lupa.


__ADS_2