
"Hmm, begitu yah!" Zhang Ziyi melempar pandangannya jauh di sana. Tepatnya tempat berlangsungnya pertempuran.
Tampak di sana Anggota dari Sekte Kijang Naga telah mulai menyerang. Benar apa yang dikatakan Panglima Tempur. Senjata mereka begitu tidak masuk akal. Bahkan bisa dengan gilanya membunuh tanpa menyentuh. Bukan hanya seorang saja dalam sekali bekerja, melainkan puluhan orang yang melayang nyawanya oleh senjata itu.
"Pemimpin yang saja. Sekte Kijang Naga biar kami yang menahannya."
Pemimpin Sekte Palu Besi berkata, menawarkan diri.
"Hmm aku rasa, untuk masalah ini, pihak dari Sekte Awan Langit yang akan bertindak. Mereka memiliki keahlian dalam hal mengendalikan elemen petir. Sekte Awan Langit bisa mengendalikan petir yang dikeluarkan oleh senjata musuh nantinya," ujar Zhang Ziyi.
"Baik, Pemimpin!"
Pemimpin Sekte Awan Langit memberi hormat pada Zhang Ziyi terlebih dahulu, sebelum pergi bergabung di Medan perang bersama dengan para bawahannya.
Sesuai dengan perhitungan Zhang Ziyi, sekte Awan Langit memang bisa diandalkan dalam menangani Sekte Kijang Naga.
Padahal dari segi kekuatan sekte, Sekte Kijang Naga termasuk sekte Besar, sementara Sekte Awan Langit merupakan sekte menengah. Namun terlihat di sana, sekte Awan Langit bisa mengimbangi Sekte Kijang Naga.
Beberapa waktu telah terlewatkan. Strategi demi strategi telah keluarkan oleh masing-masing dua kubu. Terlihat pihak Kekaisaran Langit yang sedikit kesulitan dalam hal membereskan pasukan Zhang Ziyi.
Pasalnya setiap kali mereka mengirim pasukan ke Medan tempur, maka akan langsung di hadang oleh pasukan Zhang Ziyi.
"Sialan... Dewa Kabut, kau turunlah di sana, dan bereskan pasukan musuh!" perintah Kaisar Langit pada Dewa Kabut.
"Baik, Yang Mulia... Aku pasti akan membunuh mereka semua dengan kabut-kabutku!"
Setelahnya Dewa Kabut dikelilingi oleh kabut yang menyelimutinya. Lalu menghilang dari sana.
-
Awan hitam datang di giring angin. Menciptakan nuansa tertentu disekitaran area pertempuran. Kabut tebal muncul di atas, menipis dan memperlihatkan seseorang yang tidak lain adalah Dewa Kabut.
"Hahaha... Kalian para penghianat Kaisar Langit, matilah bersama dengan kabut-kabutku ini!" ucap Dewa Kabut. Dia menyebarkan kebut-kabut nya pada pasukan Huangjin yang tengah bertarung di bawah.
Kabut yang tersebar, dan kendalikan dengan sangat baik. Sehingga hanya menargetkan para pasukan Huangjin, sementara untuk pasukan Kekaisaran Langit tidak.
"Zhang Ziyi, untuk Dewa Kabut, biar aku saja yang mengurusnya. Kebetulan aku masih memiliki dendam lama terhadapnya!"
Zhang Ziyi menoleh ke samping kanan. Terlihat seorang pria tua yang mengenakan pakaian Hijau muda. Dia adalah guru dari Zhang Lan, juga merupakan Dewa Angin.
"Baik... Aku serahkan dia pada Kakek Guru!"
"Umm!" Dewa Angin mendadak menghilang dari sana.
-
Kabut-kabut yang tersebar hampir saja masuk di tubuh pasukan Huangjin dan merusakkan organ dalam mereka. Namun kabut tersebut langsung disapu bersih oleh angin yang tiba-tiba saja berhembus.
__ADS_1
Melihat kabut ciptaannya menghilang begitu saja, Dewa Kabut mengernyitkan alisnya.
Sejenak, kedua sudut bibirnya terangkat, saat merasakan aura yang cukup familiar baginya.
"Hahaha... Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Akhirnya takdir mempertemukan kita kembali di tempat ini," ucap Dewa Kabut.
Tepat setelah dia menyelesaikan kalimatnya, Dewa Angin tiba-tiba saj muncul tidak jauh darinya.
"Dewa Kabut, mati kita selesaikan masalah yang lalu. Aku akan membalas perbuatan–mu tempo lalu!" ucap Dewa Angin.
"Dengan senang hati, aku akan menemanimu bermain!" Selesai mengatakan itu, Dewa Kabut langsung melepaskan serangan dari unsur Kabut ke arah Dewa Angin.
Menepis serangan tersebut, lalu balik menyerang. Pertarungan jarak dekat sesaat tercipta dari dua orang hebat itu.
Semakin berjalannya waktu, semakin hebat pula keduanya dalam beradu ilmu.
"Kabut Pemakan Nyawa!" ucap Dewa kabut.
"Gelombang Angin Surgawi!"
Dua kekuatan mengandung energi besar melesat cepat. Bertemu di titik tengah, menciptakan ledakan yang disertai dengan gelombang kejut hebat.
Baamm!!!
Dewa Angin dan Dewa kabut tidak berhenti sampai di sana. Bertarung imbang namun semakin ganas.
***
"Apakah ini saatnya bagi kita untuk turun di Medan pertarungan?" tanya Zhang Lan.
"Tunggu sampai para jenderal serta orang-orang yang memiliki kultivasi Suci Dewa Abadi itu turun, baru kita bisa bergabung," ujar Zhang Zhili menjawab pertanyaan Zhang Lan.
"Umm, baiklah!"
"Pemimpin Sekte Palu Langit. Turunlah bersamamu anggota Sekte Palu Langit di pertempuran. Lindungi pasukan kita, berikan mereka jalan hingga sampai di gerbang pertahanan Kekaisaran Langit!" Perintah Zhang Ziyi pada Pemimpin Sekte Palu Langit.
"Aku mengerti, pemimpin!"
Pemimpin Sekte Palu Langit kemudian mengundurkan diri. Setelahnya memimpin pasukannya untuk segera berlari menuju pertempuran.
Dengan datangnya Sekte Palu Langit dan melindungi pasukan Huangjin, membuat mereka bisa dengan mudah menerobos ribuan musuh. Maju dan terus maju, namun sampai di pertengahan, mereka di cegah oleh dua orang Jenderal Kekaisaran Langit yang memiliki kultivasi Ranah Suci Dewa Abadi tahap 3.
Pemimpin Sekte Palu Langit yang memiliki kultivasi Ranah Suci Semesta tak cukup mampu untuk mengalahkan mereka.
Salah satu dari jenderal itu melancarkan tebasan pedang, mengandung energi yang sangat besar. Terlihat bayangan pedang emas besar mengikuti arah gerakan pedang Jenderal Kaisar Langit itu.
"Semuanya, perkuat formasi pertahanan. Jangan sampai dia berhasil merusak pertahanan kita!" Pemimpin Sekte Palu Langit mengingatkan anggotanya untuk memperkuat formasi.
__ADS_1
"Baik, Pimpinan!"
Sekte Palu Langit melakukan segel tangan.
"Formasi Palu Langit!"
Bayangan palu besar tercipta di atas mereka. mengelilingi mengelilingi pasukan Huangjin serta anggota Sekte Palu Langit itu sendiri.
Di sisi lain, Bayangan pedang emas dari Jenderal Kaisar Langit telah berhasil menyentuh formasi yang di ciptakan Sekte Palu Langit.
Baamm!
Bunyi bentrokan keras terdengar menggema. Namun sejauh ini, formasi Sekte Palu Langit masih normal.
"Hahaha... Seperti yang dirumorkan. Formasi pertahanan Sekte Palu Langit memang sangat-sangat luar biasa. Baiklah... Kalau begitu, cobalah untuk menahan ini!"
Jenderal Kaisar Langit yang satunya pun lantas melancarkan serangannya.
Menciptakan ribuan pedang dalam sekali tarikan nafas. Semua pedang itu kemudian turn ke bawah. Melesat cepat dan menghantam formasi Palu Langit.
Baamm!
Baamm!
Baamm!
Serangan itu nyatanya sukses membuat pertahanan Sekte Palu Langit hampir goyah. Terlihat beberapa bagian formasi yang telah retak.
Namun Sekte Palu Langit mengambil gerakan cepat dengan memperbaiki kembali retakan yang terjadi pada formasi.
"Hahaha.... Tenyata selain kuat, kalian juga sangatlah gigih. Maka rasakan lah serangan gabungan dari kami!"
Dua jenderal Kisar Langit melepaskan kekuatan mereka. Setelahnya sama-sama menciptakan bayangan pedang emas kembar besar dari atas mereka.
"Pedang Kembar Kaisar Langit!" ucap keduanya bersamaan. Lalu sama-sama mengarahkan Pedang tersebut pada formasi pertahanan Sekte Palu Langit.
Boommm!!!
Hantaman itu sangatlah begitu keras. Formasi itu hancur seketika. Anggota Sekte Palu Langit sampai dibuat tersebar ke berbagai arah dibuatnya.
"Sangat Lemah!" ucap salah satu jenderal.
Dua orang Jenderal Kaisar Langit hendak melancarkan serangan habis-habisan terhadap pasukan Huangjin. Sayangnya sebelum serangan mereka berhasil mereka lepaskan, terlebih dahulu tubuh mereka tidak bisa di gerakan.
"Lawan kalian bukanlah mereka. Setidaknya kalau menjadi seorang Jendral Kaisar Langit itu haruslah mencari lawan yang setara. Bukannya seperti mereka!"
Seorang pria tua muncul dari ruang hampa. Tak lama setelahnya seorang pria lain muncul juga di sampingnya, memancarkan aura api panas di tubuhnya. Dua orang itu sendiri adalah Dewa Waktu dan Dewa Api.
__ADS_1
\=\=\=
Buat yang nunggu novel Sebelah up, author mohon maaf sebab untuk hari ini hanya bisa memberikan satu bab up dulu. Nanti besok atau lusa baru normal kembali dua bab atau tiga bab:)