Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 182 ~ Gabungan Dua Pedang


__ADS_3

Zhang Ziyi di kelilingi oleh para pemimpin serta tetua masing-masing kelompok berbeda. Tapi tidak tampak ekspresi panik padanya. Satu per satu dari mereka kini mulai melayangkan serangannya. Menyerang dengan serangan energi berbeda-beda.


Berbagai macam serangan elemen terbentuk dari perubahan unsur elemen dengan bentuk yang berbeda-beda melesat ke arah Zhang Ziyi.


Tidak ada rasa panik sama sekali. Zhang Ziyi menggunakan elemen waktu untuk memperlambat gerak waktu. Semuanya serangan yang meleset ke arahnya seketika berjalan dengan lambat. Begitupun juga dengan semua orang yang ada di sana, bahkan pusaran angin yang bergerak pun sama lambatnya. Tapi, perlambatan waktu nyatanya tidak berlaku terhadap dua orang yang tengah bertarung. Mereka tidak lain adalah Komandan Kaisar Langit serta Pria berpakaian hitam.


Kedua orang itu sempat menghentikan pertarungan kala merasakan semuanya tampak berhenti bergerak. Bergerak akan tetapi sangat lambat.


"Pemuda bertopeng ini bukanlah orang sembarangan. Jika tidak sampai merekrutnya dan menjadikan sebagai kawan, takutnya di masa depan dia akan menjadi ancaman," gumam Komandan Kaisar Langit.


"Ya, itu ide yang bagus. Kekaisaran Kegelapan juga tertarik untuk merekrutnya sebagai bagian dari kami."


Mendengar itu, komandan kasar langit menunjukkan wajah tidak senangnya. "Tch, Kekaisaran Kegelapan tidak ada apa-apanya di banding dengan Kekaisaran Langit. Pemuda itu pasti akan tertarik untuk bergabung dengan kami!" Komandan Kaisar langit berkata dengan nada sombong.


"Owh, apakah kau yakin dengan hal itu. Hmm, kalau aku tidak salah, waktu itu kabarnya salah satu jenderal Kaisar Langit telah membunuh seorang putra dari Kaisar Langit. Tapi, entah mengapa aku tidak percaya dengan hal itu... Dan yah, melihat aura emas yang dia pancarkan tadi—!" Pria berpakaian hitam tidak berniat melanjutkan perkataannya. Tapi dia telah berhasil mengacaukan pikiran Komandan Kaisar Langit.


Dia menampakkan seringai puas kala melihat ekspresi yang diperlihatkan oleh Komandan Kaisar Langit saat ini.


"Jika memang apa yang di katakan oleh Pria ini benar, takutnya anak itu memang benar-benar .... dia adalah bayi itu..." gumam Komandan Kaisar Langit dalam hati. "Tapi bukankah waktu itu jenderal telah membunuhnya?"


Komandan Kaisar Langit tampak gundah. Pikirnya kacau antara percaya dan tidak percaya.


"Hahaha, sudahlah ... to memang dia bukan siapa-siapa, melainkan pemuda biasa yang baru kali ini muncul. Tapi, takutnya ramalan itu akan benar-benar terjadi!" Pria berpakaian hitam mencoba untuk memprovokasi.


"Cih, berharap saja kepalamu masih utuh setalah ini!" ucap Komandan Kaisar Langit. Memikirkan hal ini hanya akan membuat fokusnya kacau. Dia berniat akan menyelidiki hal ini setelah tujuannya di Lembah Bulan Malam yang selesai.

__ADS_1


Keduanya kembali beradu serangan. Mengguncang tempat itu dengan kekuatan yang mereka keluarkan.


Diantara orang-orang yang terpengaruh oleh perambatan waktu yang di ciptakan oleh Zhang Ziyi, selain dengan kedua orang yang kini bertarung di atas sana, seorang gadis cantik berpakaian hitam juga ternyata tidak terpengaruh oleh elemen waktu yang membuat keadaan melambat.


Dia berdiri di antara orang-orang beraura hitam. Perhatiannya tidak fokus kepada pria berpakaian hitam yang kini bertarung dengan Komandan Kaisar Langit. Melainkan hanya terkunci pada seorang pemuda yang menggunakan elemen waktu tadi.


Zhang Ziyi bergerak menghindari serangan-serangan energi yang bergerak lambat ke arahnya. Setelah agak jauh, dia kemudian mengentikan Perlambatan Waktu. Kembali berjalan normal, serangan energi yang bergerak sangat cepat, bertemu di satu titik.


Duarrrtt!!


Ledakan sangat besar, mengguncang Lembah Bulan Malam. Semua yabga da di sana segera melindungi diri dari imbas yang tercipta dari gabungan serangan energi tadi.


Kabut mengepul deras, membantah orang-orang yang ada di sana bertanya-tanya. Apakah Pemuda bertopeng telah mati, oleh gabungan serangan energi tadi?


Menunggu setelah tiga puluh detik. Kabut menipis, namun hal yang tidak pernah mereka duga, bahwa Pemuda bertopeng yang tidak lain adalah Zhang Ziyi telah menghilang dari sana.


"Apakah kau melihat dia lari?" Tanda tanya mengisi kepala mereka.


Tapi tidak asa yang menyadari kepergiannya selain gadis cantik berpakaian hitam.


"Apa yang kalian serang? Udara?" Zhang Ziyi bersuara. Dia sendiri bertanya seolah-olah dia tidak mengetahuinya, tapi nada bicaranya yang terkesan mengejek.


Sontak semuanya menoleh ke sumber suara. Mendapati Zhang Ziyi yang tengah memasang sedikit seringai sinis di bibirnya.


Belum sempat melakukan suatu reaksi, Zhang Ziyi telah lebih dulu menyerang alah seroang pemimpin dari suatu kelompok.

__ADS_1


Satu tinju telak mendarat dengan sempurna. Pria yang mendapat tinju itu sendiri tidak bisa membaca arah tinju Zhang Ziyi, membuatnya terpental jauh menabrak tanah.


Tak ingin tinggal diam dan hanya menyisakan itu, Pemimpin serta tetua lain kembali menyerang Zhang Ziyi. Kali ini mereka menyerang dengan jarak dekat. Bergantian melancarkan serangan yang tanpa henti pada Zhang Ziyi. Semakin lama semakin brutal pula. Kombinasi yang berantakan, tapi berhasil membuat Zhang Ziyi merasa sedikit kewalahan.


Satu dua senjata yang di layangkan oleh beberapa orang berhasil masuk. Tapi tidak cukup melukai tubuh Zhang Ziyi, sebab terhalangi oleh Armor Dewa Perang yang melekat di tubuh anak itu.


Zhang Ziyi menggunakan pedang Naga Langit serta Pedang Pembalik Langit untuk menepis semua senjata milik para lawannya. Tapi, tidak sedikit pula dua pedangnya itu menyerang balas dan melukai mereka.


"Ini akan memakan waktu lama. Takutnya jika aku terus-menerus di sibukkan oleh mereka, bisa-bisa Roh Siluman Surgawi akan di miliki oleh orang lain!" batin Zhang Ziyi.


Dia melepaskan libasan kuat, penuh akan energi. Setelahnya mengambil jarak. Pandangan Zhang Ziyi menyapu sekitar. Dia melihat masih banyak orang-orang yang tidak bergerak menyerang dirinya. Yakin dan percaya para pemimpin ini hanya sebatas pengalih perhatian sementara untuk yang lainnya bertugas merebut Roh Siluman Surgawi.


"Aku harus cepat!"


Zhang Ziyi melihat beberapa orang dari masing-masing kelompok, selain dengan para pemimpin mereka telah menunjukkan suatu pergerakkan untuk merebut Roh Siluman Surgawi. Begitupun juga dengan pasukan yang di kirim oleh Kekaisaran Langit serta Kekaisaran Kegelapan. Jika saja dia terlambat, maka semuanya akan sirna. Mungkin jika menghadapi beberapa Orang pemimpin serta tetua ini, dia tidak masalah, sebab kesemuanya berada di bawahnya. Tapi berbeda cerita jika semuanya telah bergerak.


Dua pedang yang tidak lain adalah Pedang Naga Langit dan Pedang Pembalik Langit terlepas dari tangan Zhang Ziyi. Kedua sedang berputar-putar di udara tepat di hadapan Zhang Ziyi. Dia melakukan segel tangan, mengendalikan kedua pedang itu.


Baik pedang Naga Langit, maupun pedang Pembalik Langit sama-sama melepaskan aura hebat. Sangat ganas dan tajam. Setelahnya pedang Naga Langit membela diri menjadi ribuan pedang. Di sisi lain, pedang Pembalik Langit mendukung Pedang Naga Langit dengan aura yang terpancar darinya, membaut duplikat-duplikat pedang Naga Langit memiliki ketajaman sembilan puluh lima persen dari Pedang Naga Langit yang asli.


Setelah merasa cukup, Zhang Ziyi kemudian mengendalikan ribuan pedang Naga Langit bersama dengan Pedang Pembalik Langit ke arah Sepuluh orang Pemimpin dan Tetua yang tadi sempat menjadi lawannya.


Tekanan udara kian tajam dan ganas seiring dengan bergeraknya pedang-pedang tersebut. Bahkan semuanya langsung menghentikan aksinya masing-masing. Niat awal ingin bergerak dan mendapatkan Roh Siluman Surgawi, kini terhalangi saat merasakan tekanan tajam itu. Nafas seakan-akan mengoyak sistem pernapasan.


Tidak hanya pasukan dari tiap kelompok, akan tetapi dua orang hebat yang saat ini tengah bertarung ganas di atas sana juga menghentikan aksi tarung mereka sejenak. Apa yang di lakukan Zhang Ziyi tadi terlalu membuat semuanya terpaku olehnya. Kedua orang itu sendiri sampai tidak sadar telah mengakui akan kehebatan Zhang Ziyi ini. Selain dengan masih tampak muda, juga kultivasi yang berada di bawah mereka, tapi jika menerima serangan itu mungkin mereka akan tetap merasakan yang namanya kesusahan.

__ADS_1


Sepuluh orang Pemimpin dan Tetua tidak lebih buruk. Memasang wajah buruk kala melihat serangan enegi tersebut. Berharap saja sebuah keajaiban datang dan menyelamatkan mereka.


__ADS_2