
"Apakah ada sesuatu, Guru?" tanya Hou Die yang penasaran melihat gurunya seperti tengah mengejar seseorang.
Menoleh ke arah muridnya itu sejenak, Zhang Ziyi lantas mengeluarkan suara, "salah satu dari peserta yang hadir adalah iblis yang kita cari. Dia telah pergi! Sebelum semakin jauh, kita harus bergegas menghentikan–nya!"
Hou Die berekspresi serius. "Benar, kita harus mengejarnya sebelum semakin jauh!"
Mereka pun bergerak bersama-sama, Zhang Ziyi meninggalkan bayangannya untuk berurusan dengan Manager Su Lin terkait dengan kerjasama yang sempat dibangun.
Jauh dari kota, tempat itu terbilang sepi. Laohu merubah wujudnya dari manusia menjadi Harimau besar bersayap panjang. Lantas naik di punggung harimau itu, mereka pun pergi dari sana.
Dengan mengandalkan kecepatan yang dimiliki Laohu, tidak sulit bagi mereka untuk menemukan keberadaan orang tersebut. Sampai di suatu tempat, tanah tandus. Tidak ada tanda-tanda kehidupan sedikitpun di sini.
Sangat sepi, Hou Die serta Mei Lan melempar pandangan ke sekeliling untuk memastikan daerah itu, namun kedua orang itu tidak menemukan adanya keberadaan Iblis yang dimaksud.
Turun dari punggung Laohu, menapak di tanah. Laohu telah kembali ke bentuk semula.
Hou Die berjalan beberapa langkah ke depan. Tak menemukan sesuatu apapun, dia kembali. Lantas lelaki itu bertanya pada gurunya.
__ADS_1
"Guru, kemana perginya dia? Di sini sangatlah sepi. Tanda-tanda keberadaan seseorang pun tidak ditemukan di sini!"
Zhang Ziyi hanya menatap lurus ke depan. Entah apa yang dia tatap. Padahal sejauh mata memandang, itu begitu tandus.
"Dia ada di sekitar kita!" jawab Zhang Ziyi singkat.
Tentu saja Hou Die dan Niao tidak mengerti apa maksud gurunya itu. Namun tidak lantas bertanya, karena dia tahu bahwa apa yang dikatakan gurunya itu memang selalu benar.
Zhang Ziyi menghentakkan kakinya.
Whush...
Zhang Ziyi, Niao, Laohu, Hou Die, dan Mei Lan melangkah perlahan. Mengikuti jalan setapak yang terbentuk dari bebatuan memanjang dengan pinggiran merupakan magma yang menggelembung pecah.
Hou Die berjalan lebih dulu, Niao berada di samping Zhang Ziyi bersama dengan Mei Lan. Sementara Laohu sendiri berjalan di belakang Hou Die.
Terus berjalan, semula mereka tidak menemukan sesuatu di sana. Hanya angin malam yang terasa begitu dingin, menusuk hingga ke tulang. Ya, selain dengan hawa panas yang seolah membakar kulit yang terpancar dari magma, tempat itu juga penuh akan angin yang begitu ekstrem dan dingin. Entah bagaimana dia unsur itu bekerjasama dan menyatu.
__ADS_1
Whush...
Kelelawar-kelelawar mata merah menyala mendatangi mereka. Jumlahnya begitu banyak, bergerombol mengerubuti Zhang Ziyi, Hou Die, Mei Lan, Niao dan Laohu.
Ukuran tubuh kelelawar yang begitu ekstrem, taring panjang, mereka ini ibarat manusia namun dalam wujud kelelawar.
Slash...
Cakar tajam Laohu langsung membunuh tiga ekor kelelawar. Kembali bergerak dengan kecepatan ekstrem.
Sringg...
Tubuhnya yang ibarat laser bergerak berpindah tempat dalam waktu singkat, hingga ketika muncul kembali ledakan terjadi di belakangnya. Itu berasal dari para kelelawar yang mati mengenaskan secara bersamaan.
\=\=\=
Untuk kelanjutannya bisa cek di F*zz*, dengan judul Sang Kaisar Langit.
__ADS_1