
"Tempat ini! Bukankah tadi telah aku lewati?" gumam Zhang Ziyi. Dia menghentikan langkahnya. Menilik sekitar, memastikan bahwa perkiraannya benar. Dia masih ingat akan bentuk pohon yang ada di depannya ini.
"Sepertinya memang benar, aku telah berputar-putar di tempat ini!" Zhang Ziyi kembali melanjutkan langkahnya. Bersama dengan Laohu yang selalu mengikuti dirinya.
Selang beberapa saat berjalan, Zhang Ziyi kembali ke tempatnya semula. Zhang Ziyi berhenti berjalan. Dia menutup matanya. Menghela napas sesaat lalu mulai menggunakan kekuatan mentalnya.
Aura emas merembes keluar dari keningnya. Membentuk benang-benang energi, lalu menyebar ke berbagai arah. Energi itu semakin lama kian memanjang. Bersamaan dengan itu, aura emas juga mendadak tersebar di sekitar Zhang Ziyi.
Menggunakan domain untuk memeriksa wilayah sekitar. Zhang Ziyi menarik kembali semua auranya. Dia Memasukkan Laohu ke alam jiwa. Kekuatan mental masih terus berjalan, semakin lama semakin membesar.
Krakkk!
Terdengar suara retakan kaca.
Crriisstt!
Apa yang ada di hadapan Zhang Ziyi tiba-tiba saja pecah. Dia sudah menyadari sejak tadi bahwa itu semua hanyalah ilusi semata. Jadinya dia menggunakan kekuatan mental untuk menghancurkan formasi ilusi itu.
Prok! Prok! Prok!
Suara tepukan tangan terdengar dari arah belakang. Zhang Ziyi membalikkan badan, memperhatikan lelaki paruh baya yang saat ini sedang bertepuk tangan sembari berjalan-jalan kecil, mondar-mandir.
"Kau sangat hebat, Anak Muda. Keturunan klan Zhang memang tidak pernah mengecewakan!" ucap lelaki itu.
__ADS_1
"Mohon maaf, Paman! Kalau boleh tau, paman siapa? Mengapa bisa tau marga aku?" Zhang Ziyi bertanya dengan sopan.
"Hahaha, tidak hanya jenius, namun juga sangat sopan!" lelaki itu kembali memuji Zhang Ziyi. Dia melangkah pelan ke depan. Setelahnya menepuk-nepuk pundak Zhang Ziyi sembari berjalan mengelilingi anak itu.
Zhang Ziyi mengernyit. Namun dia memilih untuk diam dan menunggu lelaki ini melanjutkan perkataannya.
"Sialnya, perbuatan–mu terhadap klan harus kau bayar dengan nyawamu." Sembari demikian, dia juga memberikan tekanan besar pada Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi merasakan tekanan sangat besar menghantam tubuhnya. Sayangnya dia masih bisa berdiri normal, meski jarinya sedikit bergetar karenanya.
"Ranah Alam Surgawi tahap 5!" Zhang Ziyi membatin.
"Aku tidak tau siapa kau pak tua. Akan tetapi jika kau menyerang–ku, berarti kau sendiri yang menyatakan diri sebagai musuhku!" ucap Zhang Ziyi dingin.
"Hohoho... Kau tak mengenaliku atau memang kau pura-pura lupa denganku?!" Dia menghentikan perkataannya. Tekanan yang dia berikan pada Zhang Ziyi bertambah.
"Aku memang tidak mengenalimu. Namun melihat dari penampilan serta raut wajahmu, aku hanya bisa menebak kau siapa!"
"Hmm, tentunya kau tak bisa melupakan leluhurmu." Pria itu berucap dengan membusungkan dada.
"Nah, sudah ku duga."
Zhang Ziyi mengeluarkan pedang Naga Langit dari cincin ruangnya. Tanpa berbasa-basi dia langsung menerjang ke arah leluhur Klan Zhang. Dia tahu apa maksud dari kedatangan Leluhur Klan Zhang ini. Tentunya memberikan ganjaran atas apa yang pernah Zhang Ziyi lakukan terhadap klan Zhang.
__ADS_1
"Hoooo, kau begitu agresif, Nak. Bahkan aku belum berbasa-basi denganmu, pun sepertinya kau mulai sadar diri."
Leluhur Klan Zhang memiringkan tubuhnya, menghindari pedang Naga Langit.
"Tidak perlu berbasa-basi. Aku tidak ada waktu untuk itu! Langsung saja selesaikan masalah ini!" ucap Zhang Ziyi dingin. Tangannya tidak berhenti bergerak, melibaskan pedangnya menargetkan tubuh Leluhur Klan Zhang.
"Baiklah ... Kehancuran klan Zhang atasmu. Klan yang susah payah ku bangun itu, dan hancur begitu saja oleh seorang keturunan dari klan Zhang sendiri. Maka dari itu, kau harus membayarnya dengan nyawamu. Bahkan, Apa yang akan kau rasakan nantinya bisa ratusan kali lipat sakitnya dengan anggota klan Zhang yang mati olehmu!" Leluhur Klan Zhang tampaknya telah lebih serius.
Sejenak keduanya mengambil jarak untuk pertama kalinya. Pedang dengan aura merah darah mendadak tercipta dari ruang hampa, di hadapan leluhur Klan Zhang. Lalu pedang itu di raihnya.
"Matilahh!!"
Libasan pedang yang sangat keras. Zhang Ziyi menepis dengan pedang naga Langit. Sayangnya pedang itu terlaku keras sehingga tubuh Zhang Ziyi sampai harus terpental beberapa meter ke belakang.
Zhang Ziyi menghujamkan pedangnya di tanah.
"Cih, Bahkan darah keluarga Zhang tidak ada yang mengalir dalam tubuhku. Jadi wajar kalau aku menghancurkan mereka dengan sebab mereka yang memulai lebih dulu. Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar."
Ucap Zhang Ziyi di sela-sela pertarungan.
\=\=\=
Hari ini sampai di sini dulu. Besok baru lanjut 2 bab,, insyaallah
__ADS_1