Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 565 ~ Kabar


__ADS_3

"Ziyi'er, kita tidak cukup orang yang memiliki Kultivator Ranah Suci Dewa Abadi untuk melawan mereka. Kemarin Shui Bing yang berhasil mencapainya di tahap satu. Selain daripada itu, kita belum ada yang mencapainya," ucap Zhang Zhili.


"Untuk melawan mereka sekarang, kita tidak memiliki kekuatan untuk itu. Memang dari segi pasukan kita yang lain, tidak di ragukan lagi. Namun yang menjadi tantangan terberat kita adalah para Jenderal serta Dewa-dewa yang di miliki Kekaisaran Langit itu." Zhang Lan ikut menambahkan.


"Sekarang kita sudah memiliki pasukan tambahan dari Kerajaan Phoenix Es. Namun mereka hanya mempunyai Panglima Perang sebagai pemilik kultivasi tertinggi. Yang memiliki kultivasi di ranah Suci Dewa Surgawi."


"Hmm, baiklah... Perang ini tidak dapat kita hindarkan. Aku akan mencoba meminta bantuan Kekaisaran Kegelapan. Mana tau, mereka siap untuk membantu. Mengingat Kekaisaran Langit merupakan musuh bebuyutan Kekaisaran Kegelapan."


Rekan-rekan Zhang Ziyi mengangguk mendengar perkataan Zhang Ziyi barusan.


Pertemuan itu berakhir sampai di sana. Zhang Ziyi bergegas untuk segera pergi ke Kekaisaran Kegelapan. Kali ini dia pergi sendiri, tanpa mengajak Laohu bersamanya.


***


Zhang Ziyi terbang dengan kecepatan tinggi. Menggunakan teleportasi tidak sampai di istana kekaisaran Kegelapan. Lagipula maksud lain dari Zhang Ziyi memilih untuk terbang adalah melihat-lihat bagaimana Kekaisaran Kegelapan ini secara mendetail.


Ini adalah pertama kalinya Zhang Ziyi berkunjung di wilayah ini. Sehingga Zhang Ziyi tidak mengetahui pasti letak dari istana Kekaisaran Kegelapan itu sendiri. Apalagi nuansa di wilayah Kekaisaran Kegelapan begitu jauh berbeda dengan Kekaisaran Langit.


Zhang Ziyi menghentikan laju terbangnya saat berada di tengah-tengah hamparan kabut gelap.


"Lebih baik aku menggunakan aura kegelapan untuk mendeteksi letak pasti istana Kekaisaran Kegelapan."


Zhang Ziyi menutup kedua matanya, menggunakan Skill Mata Elang yang di kombinasikan dengan aura kegelapan.


Gelapnya wilayah Kegelapan ini, tidak cukup mampu untuk menghalau pandangannya.


Zhang Ziyi telah menemukan letak Istana Kekaisaran Kegelapan. Tanpa pikir panjang, Zhang Ziyi terbang dengan kecepatan tinggi ke sana.


-


Whush!


Sampai di gerbang, Zhang Ziyi di cegah oleh pengawal yang menjaga.


"Kamu siapa? Apa perlu–mu datang kemari?" tanya salah seorang yabg menjaga dengan mengarahkan golok bergerigi ke ara leher Zhang Ziyi.

__ADS_1


"Dia bukan orang Kekaisaran Kegelapan... Kelihatannya dia dagang untuk menyusup, atau sekedar membuat rusuh... Mari serang dia."


Salah paham yang terjadi, hingga berujung pertarungan.


Zhang Ziyi tidak sempat untuk menjelaskan, sebab ara penjaga tidak memberinya ruang untuk itu.


Menyambut setiap serangan dari para penjaga dengan tangan kosong.


Whush!


Tolakan energi menerbangkan puluhan orang yang berlari dari arah depan. Tidak sampai membuat mereka terluka parah, namun hanya memberikan kelumpuhan sesaat.


Dalam kurun waktu tiga puluh detik, Zhang Ziyi telah berhasil membuat puluhan krang penjaga tidak bisa untuk kembali menyerang.


Berjalan melewati mereka semua.


Tingg!


Tingg!


Tingg!


"Lonceng bahaya kembali berbunyi. Bukankah baru kemarin kita menghadapi bahaya? Apakah mereka kembali datang menyerang?"


"Ini buruk... Mari segera ke sana untuk memastikan."


"Umm!"


Dua orang prajurit segera terbang menuju ke arah gerbang. Benar saja, di sana telah banyak orang yang berkumpul. Mereka menyisakan ruang di tengah-tengah, dimana di sana berdiri seorang pemuda dengan aura emas terpancar di tubuhnya.


"Maksud kedatangan ku baik. Aku hanya ingin bertemu dengan Ratu Kekaisaran Kegelapan!" Zhang Ziyi mencoba untuk menjelaskan.


"Ku datang dengan aura emas, menandakan bahwa kau merupakan bagian dari Kekaisaran Langit!" Sanggahan itu sontak di benarkan oleh prajurit lainnya.


Belum sampai konflik itu menyebar lebih jauh, Seorang wanita tiba-tiba saja muncul dan langsung melerai.

__ADS_1


"Biarkan dia... Aku mengenalinya! Kembali menjalankan tugas kalian masing-masing!" ucap Wanita itu yang ternyata adalah Jenderal Ketiga Kekaisaran Langit.


Para prajurit yang semula berkumpul mengelilingi Zhang Ziyi tadi segera memisahkan diri.


"Terima Kasih, Jenderal!" ucap Zhang Ziyi berterima kasih keada Jenderal ketiga.


"Umm, Mari ikut aku!"


Jenderal ketiga membawa Zhang Ziyi menuju pusat istana. Tak butuh waktu lama bagi kedua orang itu untuk sampai.


Keduanya memasuki sebuah bangunan mewah. Meski terlihat mewah, namun hawa di dalamnya begitu mencekam, sehingga tempat itu tida ada rasa istimewa sama sekali melainkan sebaliknya.


Berjalan memasuki lebih dalam, tampak seorang wanita tengah duduk membelakangi mereka. Wanita itu sendiri tengah memainkan kuas di atas kertas. Tengah membuat kaligrafi.


Beberapa saat, wanita itu menghentikan aksinya. Melihat hasilnya, senyum kecil terukir di bibir wanita tersebut saat merasa puas.


Dalam sekali lihat pun Zhang Ziyi sudah bisa menebak bahwa wanita ini adalah Ratu Kegelapan.


"Hormat Yang Mulia!"


Zhang Ziyi serta Jenderal ketiga sama-sama memberi hormat.


Ratu Kegelapan membalikkan badannya. Menatap Zhang Ziyi sesaat, lalu mengukir sedikit senyum di bibirnya.


"E–eh... Ratu—!"


Perkataan Zhang Ziyi terpotong begitu saja oleh kata-kata yang dikeluarkan oleh ratu kegelapan.


"Aku sudah tau maksud kedatangan mu. Sayangnya aku tidak bisa melakukannya."


Ratu Kegelapan berjalan menuju singgasana kecil yang ada di dekatnya.


Di sisi lain, Zhang Ziyi mengernyitkan alisnya.


"Putriku saat di culik oleh Raja Iblis beberapa hari yang lalu. Pasukan ku juga banyak yag tewas saat mempertahankan Kekaisaran dari Pasukan Iblis. Maka dari itu, aku tidak bisa membantumu dalam menyerang Kekaisaran Langit."

__ADS_1


Garis wajah Zhang Ziyi seketika berkerut mendengar kabar itu. Bahkan penyerangan besar-besaran yang di lancarkan oleh Pasukan Iblis tidak dia dengar sebelumnya. Menandakan bahwa Kekaisaran Kegelapan begitu menyembunyikannya dari Kekaisaran tetangga.


__ADS_2