
Zhang Ziyi berpisah dengan pemuda tersebut setelah mereka sampai di rumah baru Zhang Ziyi di di visi Halilintar.
Masuk ke rumah, setelah selesai mandi, dia melihat makanan telah tersaji kan di atas meja makan.
Dia mengetahui orang yang menyiapkan makanan tersebut adalah seorang pelayan yang memang di kirim oleh Kang Jui untuk membantu Zhang Ziyi.
Selesai makan malam, Zhang Ziyi memutuskan untuk beristirahat di kamar. Namun bukannya beristirahat, Zhan Ziyi malah kepikiran dengan pertarungannya bersama Han Yue.
"Setelah bertarung mengeluarkan semua kemampuan ku kemarin. Aku merasa lonjakan energi yang sangat kuat dan sepertinya akan menerobos dinding pembatas ke ranah selanjutnya," gumam Zhang Ziyi.
Termenung sejenak, Zhang Ziyi pun memutuskan untuk ke alam Jiwanya. Sudah beberapa hari dia tidak mengunjungi alam Jiwanya.
***
Zhang Ziyi sampai di sebuah kota dimana kota tersebut adalah Kota ras Centaurus.
Seperti biasa, Moi Hu serta Moi Wang akan langsung menyambut kedatangan Zhang Ziyi.
"Selamat datang Pemimpin!" ucap keduanya kompak.
"Umm!" Zhang Ziyi mengangguk. Setelahnya dia kembali berkata, "Ba—!" Belum juga dia menyelesaikan kalimatnya, sebuah bola api telah lebih dulu melesat cepat ke arah–nya. Kalau saja Zhang Ziyi tak memiliki insting yang tajam juga tidan gesit, mungkin saja bola api itu akan langsung menghanguskan wajahnya.
Zhang Ziyi melompat ke samping, dan mendarat sempurna.
Tau akan siapa yang melempar bola api itu terhadapnya, Zhang Ziyi menggaruk kepala bagian belakangnya sebab dia juga mengetahui penyebabnya.
Benar apa yang ia pikirkan. Laohu muncul dari kejauhan. Berlari dengan kecepatan tinggi sembari memasang ekspresi masam.
"Auumm!"
Kembali bola api tercipta dari mulutnya dan langsung Laohu lempar ke arah Zhang Ziyi.
Hal itu terus saja berlanjut hingga beberapa waktu.
"Laohu, hentikan atau aku tak akan memanggilmu lagi ke dunia nyata. Dan kau akan di kurung di sini hingga beberapa tahun." Ancam Zhang Ziyi sembari menghindari bola api.
Kontan, Laohu langsung terdiam. Meski dia masih ingin melemparkan bola Api ke arah tuannya, namun dia memilih untuk mengurungkan niatnya, daripada nanti dia yang akan terkurung di alam jiwa ini.
"Nah, seperti ini baik!"
Laohu berjalan mendekati Zhang Ziyi, dengan raut wajah yang masih menunjukkan ketidak suka–an. Bagaimana tidak, dia sudah di kurung di dalam alam jiwa ini selama beberapa hari, dan tidak ikut berpetualang bersama Zhang Ziyi serta yang lainnya.
"Sudahlah, bukannya aku lupa mengeluarkan mu, akan tetapi kondisi di luar memang tidak memungkinkan!" Zhang Ziyi mengelus kepala Laohu.
Harimau api itu pun akhirnya luluh. Mengangguk sembari menggerakkan ekornya. Tampak dia begitu kegirangan karena akan di ajak kembali oleh Chen Li keluar dari alam jiwa.
Zhang Ziyi berdiri dan menghampiri Moi Hu serta Moi Wang.
"Bagaimana keadaan Alam jiwa semenjak aku tidak berkunjung ke sini?" tanya Zhang Ziyi.
__ADS_1
"Pemimpin, semuanya berjalan dengan baik. 12 manusia itu telah akrab dengan ras kami. Juga kultivasi mereka meningkat hingga dia tahapan. Sementara aku serta Moi Hu kini telah menerobos ranah Dewa, Pemimpin!" Moi Wang mengambil alih menjawab pertanyaannya Zhang Ziyi.
"Kerja bagus... Selalu tingkatkan kekuatan kalian. Aku akan membutuhkan kekuatan kalian di suatu saat nanti!" ucap Zhang Ziyi.
"Hmm!" keduanya sama menangkupkan kedua tangan, memberi hormat. "Kami mengerti pemimpin!" Tapi yang menjadi permasalahannya adalah, Sumber saya yang tuan beri waktu itu kian menipis, dan mungkin hanya akan bertahan sekitar seminggu lagi." Moi Hu menjelaskan terkait masalah yang mereka alami saat ini.
"Hmm, seperti itu yah."
Zhang Ziyi lantas melibaskan tangannya. Beberapa karung besar berisikan sumber daya terlihat di hadapan mereka. Juga beberapa karung kecil sumberdaya di sana.
"Kumpulkan para kepala Centaurus. Lalu bagikan karung sumberdaya ini. Juga jangan lupa berikan sebagian kepada 12 penatua!"
Melihat hal itu, kedua bola mata Moi Hu serta Moi Wang melebar.
"Baik Pemimpin! Kami akan melaksanakan seperti yang pemimpin mau!"
Zhang Ziyi mengangguk. "Segeralah lakukan! Aku akan berlatih sebentar!"
Kedua centaurus memberi hormat, Lalu sama-sama berbalik dan melesat dengan cepat.
Di sisi lain, Zhang Ziyi menaiki punggung Laohu setelahnya berbalik lalu melesat dengan cepat.
***
"Laohu, berhenti!"
Turun dari punggung Laohu, Zhang Ziyi menghela napas sesaat, lalu menghembuskan kasar melalui mulutnya.
"Laohu, kau bermain-main lah di sekitaran sana. Ingat, jangan mendekat ke arah ku kalau kau tidak ingin terkena serangan sasaran," pinta Zhang Ziyi.
Laohu mengangguk. Sesuai perintah Zhang Ziyi, Laohu berbalik dan berlari menjauhi Zhang Ziyi.
Setelah dirasa Laohu telah berjarak jauh dengannya, Zhang Ziyi pun memulai proses Kultivasinya.
Duduk bersila, Zhang Ziyi berkonsentrasi penuh. Menembus ranah Dewa tidaklah segampang menerobos ke Ranah Langit.
Beberapa saat berkultivasi, Zhang Ziyi mulai merasakan gejolak energi dalam tubuhnya. Tak lama setelahnya.
Baamm!!!
Ledakan yang di sertai dengan peningkatan energi terjadi di tubuh Zhang Ziyi. Kini lelaki itu telah berhasil Menerobos dinding pembatas ranah Dewa.
Membuka kedua mata, Zhang Ziyi menarik napas panjang, lalu menghembuskan perlahan melalui mulutnya.
"Haaahh... Akhirnya aku berhasil menembus ke ranah Dewa," Sunggingan kecil terukir di kedua sudut bibir Zhang Ziyi.
Memperhatikan sekitar. Masih ada dua hari sebelum malam berganti pagi di dunia nyata.
Di alam Jiwa ini sendiri memiliki perbedaan waktu yang lumayan jauh. Dimana sehari semalam di dunia nyata, sama dengan tiga sampai Empat hari di alam jiwa Zhang Ziyi.
__ADS_1
-
Saat tengah terdiam, Zhang Ziyi tiba-tiba teringat tentang pedang Naga Langit yang memiliki satu teknik yang belum dia pelajari.
Dia lantas mengeluarkan pedang Naga Langit dari cincin ruangannya. Mencoba mengorek ingatan tentang teknik pedang Naga langit tahap tiga.
"Akhirnya, dapat!"
Zhang Ziyi kemudian berdiri dan mencoba untuk memperagakan teknik pedang Naga Langit Tahap ke tiga itu.
Sebelumnya, teknik pertama pedang Naga langit berpusat pada kecepatan gerak, juga melatih insting yang kuat sehingga mampu menghindari serangan lawan dengan mudah. Zhang Ziyi menyebutnya dengan teknik Pedang Naga Langit (Insting Pedang).
Kala Zhang Ziyi menggunakan teknik ini, Kecepatan geraknya akan bertambah sekitar sepuluh persen. Di tambah dengan Skill mata elang serta Langkah bayang, maka kecepatan Zhang Ziyi akan bertambah beberapa kali lipat dari kecepatan aslinya. Untuk itulah mengapa anak itu bisa mengimbangi kecepatan kultivator yang memiliki kultivasi beberapa tahap di atasnya.
Teknik kedua Pedang Naga Langit berpusat pada ketajaman pedang, yang mampu menebas apapun dengan sekali tebasan. Zhang Ziyi menyebutnya dengan Pedang Naga Langit (Naga Langit Pemotong).
Saat Zhang Ziyi mengaktifkan teknik ini, maka ketajaman pedang Naga Langit akan bertambah beberapa kali lipat dari ketajaman aslinya. Namun untuk saat-saat ini, Zhang Ziyi hanya bisa menggunakan sekitar dua sampai tiga kali lipat tajamnya.
Bahkan setiap lesatan pedang, menimbulkan energi angin yang sangat tajam. Sehingga mampu mengiris kulit lawan.
Teknik ketiga Pedang Naga Langit berpusat pada serangan jarak jauh. Dimana Zhang Ziyi mampu menciptakan duplikat Pedang naga Langit dan melesatkan–nya ke satu arah. Zhang Ziyi menyebutnya dengan Teknik Pedang Naga Langit (Pedang Penembus Jantung).
***
Berusaha menetralkan deru napas yang kian memburu. Keringat juga kini telah mengepul di pelipis Zhang Ziyi serta seluruh tubuhnya.
Entah sudah berapa kali dia mencoba, namun hasilnya tetap nihil.
"Haah.. Haah.. Kelihatannya begitu muda, namun entah mengapa saat aku memperagakannya, begitu sulit!" ujar Zhang Ziyi.
Meski telah sekian kali dia mencoba namun selalu gagal. Akan tetapi, tidak ada kata menyerah dalam kamus Zhang Ziyi.
Kembali dia berdiri dan memulai ulang memperagakan tahap ketiga dari teknik Pedang Naga Langit, seperti apa yang terekam dalam ingatannya.
Beberapa saat mencoba, Zhang Ziyi akhirnya bisa menciptakan satu buah pedang. Sialnya, belum juga dia menggerakkan duplikat pedang Naga Langit, pedang tersebut malah menghilang menjadi debu.
"Sial! Sedikit lagi!"
Zhang Ziyi memilih untuk beristirahat selama 30 detik. Mengeluarkan pil tingkat Bumi dari cincin ruangannya, lalu menelannya. Zhang Ziyi berniat mengisi kembali tenaganya sebelum kembali melanjutkan latihannya.
Pasalnya, untuk menciptakan satu buah duplikat pedang saja, membutuhkan tenaga yang tidak sedikit.
30 detik telah berlalu. Zhang Ziyi bangkit dari duduknya. Lalu kemudian memulai kembali latihannya. Namun sebelum itu, Zhang Ziyi melakukan pemanasan terlebih dahulu, biar tambah bersemangat. Meski dia sudah panas memang dari tadi.
...TBC...
...----------------...
Dua Chapter dengan total kata mencapai 3k lebih. Kalau Author buat satu bab 1000 kata, berarti dua chapter ini setara dengan tiga bab. :)
__ADS_1