Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 189 ~ Orang-orang Bertopeng


__ADS_3

Zhang Zhili serta murid-muridnya mengambil sikap waspada dan siap bertarung. Senjata telah mereka keluarkan. Namun belum juga senjata itu diarahkan pada musuh, terlebih dahulu mereka tak sadarkan diri.


Kabut tiba-tiba saja mengepul hebat. Menutupi jarak pandangan terhadap area sekitar. Kini tersisa Zhang Ziyi yang masih mempertahankan kesadarannya. Dia mengambil sikap waspada. Hendak mengamankan kawan-kawannya kala melihat mereka yang tak sadarkan diri, akan tetapi dia terlambat sebab kabut tersebut terlanjur menghalanginya.


Zhang Ziyi tidak tinggal diam, dia. menggunakan skill Mata Elang untuk mengawasi sekitarannya, juga mencari keberadaan Zhang Zhili, Zhang Meng, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Lan, Shui Bing Shui Shan serta Niao.


Sayangnya meski dia telah menggunakan skill Mata Elang sekalipun tetap dia tidak bisa melihat dengan jarak jauh.


Rasa gidik menghampiri dirinya. Zhang Ziyi merasakan bulu lengannya berdiri. Tengkuknya terasa dingin, dengan segera dia beralih ke samping lalu mengarahkan Pedang Naga Langit Ke arah depan.


Tidak ada siapa-siapa di sana. Zhang Ziyi tidak ingin bertindak gegabah dengan tidak sedikit pun menurunkan kewaspadaannya.


Beberapa saat muncul sosok berbentuk roh di belakangnya Zhang Ziyi. Roh itu sendiri memiliki wajah yang menakutkan, dengan ukuran yang begitu besar menyerupai sebuah rumah. Mulut yang ternganga lebar, memperlihatkan taring-taringnya yang panjang. Dia berniat hendak menelan Zhang Ziyi.


Mengetahui bahaya mengintainya dari belakang, Zhang Ziyi segera berguling ke depan. Hampir saja dia tertelan ke dalam mulut besar roh tersebut. Beruntung dia sigap dan memiliki refleks cepat. Sedikit saja terlambat tadi, mungkin dia akan langsung tertelan.


Zhang Ziyi mengembalikan badan, saat itulah dia melihat sosok besar dan menyeramkan memiliki wujud transparan. Nyaris wujudnya tak terlihat menyatu dengan kabut.


Sosok itu berteriak ganas, memancarkan aura yang begitu menakutkan. Setelahnya sosok itu bergerak dan menyerang Zhang Ziyi.


Tidak berniat menghindar, Zhang Ziyi mencoba untuk menyerang balas. Dengan pedang di tangan, dia maju dan menebaskan pedang secara vertikal dari atas ke bawah pada tubuh sosok tersebut. Lesatan energi berbentuk bulan sabit tercipta dari bekas tebasan Pedang Naga Langit. Melesat lurus ke arah sosok tersebut.


Sayangnya, bukannya melukai tubuh sosok tersebut, malahan lesatan energi berbentuk bulan sabit itu menembus tubuh sosok itu.


Sosok berbentuk roh tersebut melesat maju dan menyerang Zhang Ziyi. Mulutnya yang besar ternganga dan berniat kembali menelan Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi juga menggunakan keterampilan teleportasi untuk menghindar. Berniat menepi di tempat yang jauh dari roh, malahan Zhang Ziyi muncul kembali tepat di belakang sosok berbentuk roh ini.


"Sialan!" umpat Zhang Ziyi. Segera mengambil tindakan, menyerang sosok berbentuk roh ini dengan pedangnya.


Sama seperti sebelumnya sosok ini tidak tersentuh sama sekali.


"Hmm, jika memang demikian, kalau aku di makannya apakah aku juga tidak akan mendapat masalah?" Pertanyaan itu muncul begitu saja di benak Zhang Ziyi. Dia berpikir demikian sebab melihat setiap serangan yang dia lakukan selalunya tembus.


Tentu saja untuk mengetahuinya, Zhang Ziyi harus melakukan uji coba. Kebetulan di bawah kakinya ada sebuah ranting kayu. Dia berniat menggunakan ranting kayu itu untuk uji cobanya.


Tepat saat sosok berbentuk roh itu membuka lebar-lebar mulutnya, Zhang Ziyi langsung melemparkan ranting kayu pada mulut Sosok itu, setelahnya menghindar ke samping.


Apa yang dia saksikan, begitu di luar nalar. Ranting kayu tersebut seketika berubah menjadi asap.


"Mati aku!"


Zhang Ziyi memikirkan cara untuk mengalahkan sosok berbentuk roh ini. Sembari menghindari mulut sosok tersebut, dia juga tidak berhenti untuk berpikir.


"Aku belum pernah menggunakan kekuatan itu!" gumam Zhang Ziyi. "Bagaimana kalau aku mencobanya!"

__ADS_1


Setelah mantapkan hatinya, Zhang Ziyi kemudian bergerak mundur beberapa langkah ke belakang.


Kedua tangannya mendadak memancarkan cahaya. Zhang Ziyi melakukan segel tangan, setelahnya muncul penjara cahaya yang langsung mengurung roh tersebut.


Di dalam Kungkungan penjara cahaya, roh itu berusaha memberontak. Dia menabrak dinding cahaya, tapi malah tubuh rohnya yang terhapus. Beruntung hanya sedikit saja yang terkena efek dari cahaya tersebut.


Dari situ, Zhang Ziyi mengetahui kelemahan dari roh ini yang tidak lain adalah cahaya.


Sosok berbentuk roh mengamuk sejadi-jadinya. Berteriak keras, lalu Dia kembali membenturkan tubuhnya pada dinding penjara cahaya tersebut. Sialnya hal yang sama kembali terulang. Meskipun penjara cahaya sempat dibuat tergetar hebat karena benturan tersebut, tapi tetap utuh tanpa cedera sedikit pun. Sedangkan tubuhnya malah hangus sebagian kecilnya.


Kyyaakkk!!


Kembali teriakan nyaring terdengar dari mulut roh itu. Kali ini semakin menggema. Gelombang suara yang tercipta langsung membuat penjara cahaya Zhang Ziyi retak dan berakhir hancur. Sosok tersebut tampaknya telah berada dalam mode emosionalnya.


Dia menatap tajam Zhang Ziyi, yang di sertai dengan aura menyeramkan semakin terpancar menekan Zhang Ziyi.


Roh itu kemudian bergerak menuju Zhang Ziyi. Lelaki itu sendiri tidak berniat menahan diri. Kembali melepaskan serangan dengan unsur elemen cahaya. Sempat berhasil dan membuat roh tersebut berhenti bergerak tapi itu tidak berlangsung lama sebab sosok Roh itu kembali melanjutkan lajunya.


Zhang Ziyi terus saja menyerang sosok tersebut dengan tembakan cahaya. Semakin roh tersebut mendekat, tembakan cahaya juga semakin banyak mengenai sosok tersebut. Dan semua serangan yang dikeluarkan Zhang Ziyi berhasil membuat langkah sosok tersebut terhenti sebentar.


Tubuh rohnya kini telah rusak oleh tembakan cahaya.Tentu saja hal itu membuat sosok berbentuk roh itu mengamuk. Dia semakin gencar dan bergerak sangat cepat ke arah Zhang Ziyi.


Tam membiarkan sosok berbentuk roh itu menyerang lebih dulu, Zhang Ziyi kemudian mengumpulkan energi Qi pada kedua tangannya. Zhang Ziyi berniat menggunakan serangan besar untuk mengakhiri pertarungan ini. Dalam kata lain dia akan membunuh sosok bentuk roh itu.


Lingkaran energi cahaya tercipta di antara dua Zhang Ziyi. Ukuran dari lingkaran cahaya itu tidak lebih dari ukuran bola pingpong. Zhang Ziyi menambahkan energi Ki pada bola cahaya tersebut. Mendadak berubah besar hingga seukuran buah kelapa.


Duarrrtt!!


Ledakan menggema tercipta. Mengguncangkan tanah bahkan kabut yang semula terkumpul di situ mendadak menyebar menciptakan jalan kosong.


Zhang Ziyi tertegun kala mengetahui ledakan tersebut bukan karena serangannya telah berhasil mengenai sosok roh itu. Akan tetapi hal lain yang membuat serangannya terhalangi dan hingga menciptakan ledakan tadi.


Makhluk-makhluk terbentuk dari kabut tebal itu. Menyerupai bentuk Manusia tapi tak memiliki kaki. Mereka tidak lain adalah roh.


"Mohon maaf, Tuan. Kami tidak sempat mengamankan salah satu roh buas ini, " ucap salah satu roh berbentuk pria sepuh.


Zhang Ziyi menoleh roh pria sepuh tersebut sesaat, setelahnya dia mengalihkan perhatiannya pada Roh buas yang tadi sempat bertarung dengannya. Kini dia telah di amankan oleh beberapa roh lain.


"Hmm, baiklah!"


"Oh ya, Tuan. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu!" ucap Pria sepuh itu lagi.


Zhang Ziyi menaikkan sebelah alisnya. "Katakan padaku di mana teman-teman ku!" kata Zhang Ziyi.


"Tuan tenang saja... Teman-temanmu baik-baik saja!" roh pria sepuh membalas perkataan Zhang Ziyi.

__ADS_1


"Apakah kau bisa menjaminnya?"


"Tentu saja Tuan!"


Memilih untuk memercayai perkataan Roh Pria sepuh, Zhang Ziyi akhir mengikuti mereka.


Kepulan kabut berkumpul dan menelan Zhang Ziyi. Berlangsung selama 3 detik setelahnya kamu tersebut kembali menyebar. Zhang Ziyi mendapati dirinya telah berada di tempat yang berbeda. Dimana banyak bangunan tertata rapi, menyerupai sebuah perkampungan, namun yang mengganjal adalah di sini pekat akan roh. Yakin, orang normal yang berada di sini, meraka tidak akan bisa tenang karenanya.


Zhang Ziyi berjalan mengikuti beberapa orang normal. Ya, bukanlah roh. Namun orang-orang ini menggunakan topeng di wajah mereka. Sama seperti topeng hantu namun lebih sederhana dari depan hantu sendiri.


Di sini, Zhang Ziyi tidak lagi melihat roh-roh yang sebelumnya dia temui saat berada dalam kabut.


Meski memiliki banyak bangunan yang tertata di sepanjang jalan, Zhang Ziyi tidak menemukan seorang pun. Ibarat bangunan-bangunan tersebut tidak memiliki penghuni.


Tiga orang yang menuntun jalan Zhang Ziyi berbelok arah ke kanan. Setelahnya sampai di sebuah gapura.


Melewati gapura, mereka langsung di hadapkan oleh panggung megah, letaknya sendiri berada di bawah.


Zhang Ziyi menyadari kalau posisi tempat mereka berdiri saat ini berada di lantai atas. Di di bawah masih ada lantai-lantai lain, hanya sebuah pagar kayu sebagai pembatas dari masing-masing lantai.


Zhang Ziyi melempar pandangannya ke bawah di mana ribuan orang dapat dilihat di sana. Mereka tengah menyaksikan pertarungan dua orang bertopeng.


"Pantas saja aku tidak melihat seorang pun di sana, ternyata mereka semua berkumpul di sini," gumam pelan Zhang Ziyi.


"Mari ikuti kami!" Salah seorang bertopeng yang sebelumnya menuntun langkah Zhang Ziyi berkata dengan nada terdengar datar.


Zhang Ziyi tanpa menolak mengikuti langkah ketiga orang tersebut. Mereka melewati keramaian, turun dari lantai ke lantai, hingga sampai pada pusat di mana panggung tersebut berada.


Semakin memasuki keramaian Zhang Ziyi merasakan hawa roh yang begitu mencekam. Meskipun dia berusaha untuk mengendalikan diri tapi tetap Zhang Ziyi masih merasakan merinding.


Mereka masuk ke sebuah ruangan. Di sini, bukan hanya hawa roh yang Zhang Ziyi rasakan, melainkan juga aura kematian. Duduk seorang pria berbadan berpostur tubuh besar di sebuh kursi singgasana.


"Salam, Guru Besar! Kami telah membawa seorang yang Guru besar maksud bersama kami!" Ketiganya memberi hormat pada Pria bertubuh besar. Tentu saja pria bertubuh besar itu mengenakan topeng di wajahnya.


Guru Besar mengangguk. Kemudian dia mempersilahkan ketika orang itu untuk pergi meninggalkan ruangan.


Setelah kepergian ketiga orang itu, kini tersisa Zhang Ziyi, Pria Berbadan besar yang di sebut Guru Besar Sera dengan beberapa orang yang juga mengenakan topeng.


Zhang Ziyi mengukur kultivasi mereka, setidaknya semua yang duduk di ruangan tersebut memiliki kultivasi ranah Dewa Abadi puncak. Selain dari pada Guru Besar yang memiliki kultivasi di atas ranah Dewa Abadi.


Zhang Ziyi baju berapa langkah, Setelahnya Dia memberi hormat kepada guru besar serta beberapa orang yang ada di ruangan tersebut.


"Salam Guru Besar! Salam Senior-senior." Zhang Ziyi ikut memanggil pria bertubuh besar dengan sebutan itu. Dia mengikuti perkataan salah satu dari ketiga orang tadi. Dimana memanggil pria berbadan besar dengan sebutan guru besar pula.


"Akhirnya kita kembali bertemu!" Ucap Guru Besar. Suaranya yang tampak tua, tapi terlihat begitu segar.

__ADS_1


"Mohon maaf Guru Besar! Bukankah ini baru pertama kita bertemu? Tapi mengapa kau mengatakan bahwa kita bertemu kembali?" Zhang Ziyi menaikkan sebelah alisnya.


"Hahaha, aku mungkin tidak bertemu secara langsung dengan mu! Tapi topeng yang aku kenakan ini lah yang bertemu langsung dengan mu!"


__ADS_2