Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 82 ~Sengatan Anak Buah.


__ADS_3

"Master Huali....!" Kontan semuanya kompak menyebutkan nama itu.


Seorang Master yang dahulu pergi meninggalkan sekte dengan alasan mencari ramuan herbal yang akan ia jadikan sebagai obat untuk kembali meningkatkan Kultivasinya, saat ini telah kembali setelah beberapa tahun menghilang tanpa kabar.


Cukup lama ketujuh orang itu terdiam dalam ketergemapan. Mereka akhirnya sadar ketika Zhang Lan bertanya dengan perubahan raut wajah mereka yang begitu drastis.


"Ketua-ketua! Ada apa dengan kalian?" tanya Zhang Lan dengan polosnya.


Mendengar pertanyaan konyol dari Zhang Lan Zhang Yin pun mengambil tindakan dengan memukul kepala anak itu.


"Apakah kau dungu atau apa? Jelas mereka akan tergemap karena orang yang dahulu begitu berjasa di sekte, yang telah menghilang selama puluhan tahun dan kini telah kembali lagi," jelas Zhang Yin dengan intonasi kesal.


"Ai'!" Ingin menjawab, namun dia tak mendapat sanggahan.


"Oh ya, master Huali! Aku salut dengan murid–mu yang satu ini. Begitu hebat dia, sampai-sampai memaksa Si tua Yue ini untuk mengeluarkan kekuatannya sebesar 80 persen!" ucap Kang Jui dengan menyelipkan sedikit perkataan sindiran terhadap Han Yue.


Memasang sunggingan kecil, Zhang Zhili menoleh ke arah Han Yue sebentar, lalu kembali mengalihkan perhatiannya pada ketua Kang Jui.


"Sebenarnya, aku tidak terlalu membantu. dia yang berusaha Sendiri," Zhang Zhili merendah.


"Apapun itu, yang terpenting adalah Kau telah kembali dan pasti akan membawa kejutan di sekte," ucap Lei Dong.


"Umm!" Zhang Zhili menganggukkan kepala.


"Oh ya! Master Huali. Mari ikut kami. Sepertinya kalian kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh. Mohon maafkan kami karena telah lalai dalam menyambut mu serta murid-muridmu!" ucap Zen Wai, mempersilahkan Zhang Zhili serta anak muridnya untuk memasuki sekte dan beristirahat.


"Baik!"


Zhang Zhili melangkah lebih dulu dan kemudian diikuti oleh anak muridnya di belakang.


Selama perjalanan, Zhang Zhili juga menceritakan kepada ketujuh ketua divisi tentang tujuannya datang ke sekte adalah untuk mengembangkan perubahan unsur elemen Zhang Lan serta yang lainnya.


"Aku yakin, di bawah bimbingan senior sekalian, pasti anak-anak itu akan cepat tanggap dan mampu menguasai perubahan unsur elemen hingga ke tahap sempurna. Juga mana tau mereka akan mendapat teknik dari sini!" ucap Zhang Zhili dalam perjalanan. Sebenarnya, dia bisa saja langsung melatih mereka, namun Zhang Zhilii hanya memiliki satu unsur elemen saja, jadinya dia tidak bisa melatih semua muridnya sekaligus.


"Kalau masalah mengajari mereka, senior tenang saja. Kami akan mengusahakan yang terbaik untuk anak-anak ini!" ucap Mo Lu.


"Baik, ku percayakan mereka pada kalian. Mohon bimbing mereka dengan baik!"


"Haha, Kalau masalah itu, master Huali tak perlu khawatir."


Cukup lama mereka bercerita di perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di tujuan.


"Master Huali, beristirahat lah! Besok murid-murid master, akan di resmikan sebagai murid Sekte Tujuh Elemen. Juga besok mereka bisa memilih Divisi yang akan mereka gunakan untuk melatih unsur elemen mereka." Ketua Kang Jiu mengakhiri pembicaraan.


Zhang Zhili serta murid-muridnya berbelok arah. Hendak menuju bangunan berlantai dua yang berdiri di hadapan mereka.


"Ya! Sampai bertemu besok!"


Semuanya pun lantas memasuki bangunan tersebut.

__ADS_1


***


Besoknya, Zhang Ziyi serta yang lainnya pun resmi menjadi murid sekte Tujuh Elemen. Mereka juga telah memilih divisi yang akan mereka jadikan tempat untuk melatih unsur elemen mereka.


Zhang Ziyi memilih masuk ke divisi elemen Halilintar. Sementara untuk Zhang Lan, masuk ke divisi Elemen Angin. Zhang Yin masuk ke divisi air. Zhang Bie masuk ke divisi elemen tanah, sementara untuk Zhang Meng masuk ke divisi elemen Api.


Selesai dengan pemberian lencana divisi terhadap murid-murid baru itu, mereka pun lantas membubarkan diri, dikarenakan acara peresmian telah selesai.


"Karena semuanya telah selesai, kalian bisa langsung mengikuti guru kalian masing-masing. Mulai sekarang kalian tidak akan tinggal bersama master Huali, melainkan bersama dengan masing-masing ketua divisi elemen kalian," ucap Kang Jiu.


"Kami mengerti Guru!" ucap mereka serentak dan secara bersamaan.


Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Bie, Zhang Yin, serta Zhang Meng berpisah sampai di sini.


Sementara Zhang Zhili sendiri seperti biasa akan melakukan uji coba dan juga suatu penelitian di kediamannya, sehingga dia tidak bisa membimbing mereka.


-


Hari itu, mereka akhirnya berpisah untuk beberapa waktu.


Jarak masing-masing divisi lumayan jauh. Dimana setiap divisi nampak seperti sebuah desa yang tidak kecil, namun juga tidak besar.


Zhang Ziyi berjalan mengikuti ketua Kang Jui. Berjalan hingga beberapa jam akhirnya mereka sampai di divisi halilintar.


Mereka melewati sebuah gapura dengan bertuliskan 'Divisi Halilintar'.


Memasuki kediaman divisi halilintar. Banyak murid divisi yang berjejer terlihat mereka tengah menyambut kedatangan ketua Jang Jiu.


Kang Jiu sendiri membalas mereka dengan senyum kecil.


"Oh, yah. Perkenalan dia adalah Zhang Ziyi. Salah satu bagian dari anggota kita sekarang." Kang Jiu memegangi pundak Zhang Ziyi.


Lelaki itu sendiri menampakkan sunggingan kecil di kedua sudut bibirnya, menanggapi perkataan Kang Jiu barusan. Setelahnya menangkupkan kedua tangan, seraya membungkuk memberi hormat pada mereka. Zhang Ziyi menoleh ke arah murid-murid divisi halilintar.


Ada yang menatapnya dengan tatapan senang, namun ada juga yang menatap dirinya dengan tatapan tidak senang. Apapun itu, Zhang Ziyi memilih untuk tak terlalu memperdulikan tatapan mereka.


Selesai dengan memperkenalkan diri, Zhang Ziyi pun kemudian di tuntun untuk berkeliling divisi halilintar. Bersamanya sendiri seorang pemuda periang, namun dia tampak lemah. Sementara Kang Jui tak bisa mengantarkannya karena pria itu ada urusan yang tidak bisa untuk dia tinggal.


Berkeliling di sana hingga hari menjelang sore. Mereka memutuskan untuk pulang karena telah selesai mengelilingi setiap sudut di kediaman divisi Halilintar.


Sialnya, belum juga sampai di kediaman kamar, mereka telah lebih dulu di cegah oleh lima orang laki-laki dengan kultivasi di ranah Dewa tahap 1. Yang tertinggi dari mereka adalah seorang pria yang berdiri di depan rombongan dengan kultivasi ranah Langit tahap 2.


"Oi anak baru.... dengar-dengar kau yang kemarin bertanding dengan ketua Han Yue, bukan?" tanya pria yang memiliki kultivasi ranah 2. "Cih, kau tahu! Bahkan Ketua Han Yue saat itu hanya kasihan padamu, sehingga dia memilih untuk menahan kekuatannya."


Terdiam tanpa menjawab. Zhang Ziyi merasa bodoh amat dengan orang-orang ini. Namun berbeda dengan lelaki yang menemani Zhang Ziyi itu. Dia malah menunjukkan ekspresi gentar saat melihat mereka. Zhang Ziyi menebak, sesuatu telah terjadi sebelumnya antara lima orang anak yang di hadapan mereka ini dengan seorang anak yang berada di sampingnya.


"Sudahlah, jangan terlalu mempedulikan mereka! Lebih baik kita tinggalkan saja mereka. Tidak ada gunanya meladeni orang-orang seperti mereka. Hanya membuang-buang waktu saja!" ucap Zhang Ziyi tanpa menoleh. Dia kemudian mengajak pria di sampingnya untuk segera meninggalkan tempat itu.


"Hohoho... Berani sekali kau, murid baru. Apakah kau pikir dengan mengalahkan ketua Han Yue kemarin, kau akan banyak di kagumi di sekte? Sialnya kau salah besar. Ketua Yue terlalu baik kemarin, sehingga dia menahan kekuatannya untukmu" Kembali pria yang memiliki kultivasi ranah Dewa tahap 2 berkata dengan nada Sindiran.

__ADS_1


"Benarkah? Kalau begitu, kau bisa mencobanya sendiri!"


Zhang Ziyi yang tadi sudah melangkahkan kakinya mendadak berhenti. Dia pun kemudian menantang anak-anak itu. Sebenarnya dia juga kesal sama lima orang ini. Sehingga dia berniat memberi mereka sedikit pelajaran.


"Hohoho. Aku suka keberanian–mu . Sayangnya, kau menempatkannya pada tempat yang salah!" Pemimpin dari rombongan itu kembali berkata.


Setelahnya dia menyuruh anak buahnya untuk menyerang Zhang Ziyi.


Tanpa ada yang membantah, keempat orang itu membentuk formasi. Lalu mulai melakukan perubahan unsur elemen petir.


Petir ganas tercipta di tangan mereka. Bercabang-cabang dan bahkan petir-petir itu memberontak dengan ganas.


Setelahnya, satu per satu dari mereka maju dan menyerang Zhang Ziyi serta pemuda yang bersama Zhang Ziyi.


"Aku beri kalian waktu untuk menyerang selama satu menit, lewat dari itu mati," gumam Zhang Ziyi. Lalu dia mendorong pemuda yang di sebelahnya dan menyambut empat orang yang datang menyerang.


Pertarungan satu lawan empat tercipta saat itu juga. Zhang Ziyi tak membiarkan mereka berpaling untuk menyerang pemuda yang tadi sempat di dorongnya.


Seperti gumaman–nya tadi, Zhang Ziyi tak menyerang sama sekali. Dia membiarkan mereka menyerang dirinya secara gencar-gencaran. Sayangnya, segesit apapun mereka menyerang Zhang Ziyi, namun tetap mereka tak bisa mengenai pemuda itu.


Detik demi detik terlewat cuma-cuma. Tanpa segores luka pun mereka torehkan pada tubuh Zhang Ziyi.


Melihat anak buahnya yang tampak tak berguna, pemuda dengan kultivasi ranah Dewa tahap 2, memutuskan diri Untuk turun tangan.


"Hmmh bagus!" gumam Zhang Ziyi.


Dia lantas mengecoh empat pemuda yang menyerang dirinya.


Empat orang lelaki yang menyerang Zhang Ziyi yang terus-menerus menyerang, tidak menyadari kalau mereka telah masuk ke dalam jebakan Zhang Ziyi. Hingga Mereka akhirnya salah serang dan malah mengenai pemuda dengan kultivasi ranah Dewa tahap 2.


BUKK!


"Crisstt!"


"Aa–aaa–aa–!" pemuda dengan kultivasi Ranah Dewa tahap 2 itu terkena sengatan listrik dari anak buahnya sendiri. Berteriak namun suaranya terputus-putus oleh sengatan energi tersebut. Sialnya, anak buahnya malah tak melepaskan tangannya.


Setelah beberapa menit, barulah ia melepaskan tangannya dari tubuh pemuda dengan kultivasi ranah Dewa tahap 2 itu..


Meski begitu, tubuh lelaki itu masih kejang-kejang. Rambutnya juga telah berdiri kriting dengan wajah yang gosong.


"Hahaha!" Zhang Ziyi tak bisa menahan tawanya. Begitupun juga dengan pemuda yang tadi berjalan bersama Zhan Ziyi.


Puas menertawai lelaki itu, mereka lantas meninggalkan kelima orang itu. Karena hari juga saat itu telah menggelap.


...TBC...


...----------------...


Rencananya mau ganti cover. gimana nih menurut kalian?

__ADS_1



__ADS_2