Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 41 ~ Pedang


__ADS_3

"Master, lima orang ini yang kemarin telah menghajar kami hingga babak belur seperti ini!" Zhan Gong mengadu.


Menoleh ke arah Zhang Ziyi serta empat orang temannya, namun tak Zhang Wei temukan sesuatu yang istimewa pun. Bahkan kultivasi anak-anak ini lebih rendah dibandingkan dengan kultivasi murid-muridnya.


"Apakah kau yakin?" Zhang Wei bertanya kepada Zhang Gong dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Benar, Master!"


"Hmmm, Hanya sekumpulan orang-orang lemah seperti mereka mampu membuat kalian babak belur seperti ini... Kau tidak layak menjadi murid-ku, dasar lemah!" Bukannya membela Zhang Gong, Zhang Wei malah membentak Zhang Gong.


Bagaimana tidak, Zhang Gong ini telah merusak reputasinya sebagai master terkuat kedua di klan utama Zhang. Apa kata orang-orang di luar sana kalau mengetahui bahwa murid master terkuat kedua klan Zhang kalah telak dengan murid seorang master terlemah di klan Zhang? Apalagi murid-muridnya sampai dibuat babak belur sampai wajah tak terkenali.


"Ma-maafkan aku, guru!" Zhang Gong lantas berlutut berharap dengan begitu Zhang Wei bisa memaafkan dirinya. Namun Zhang Wei malah mengacuhkan pemuda itu.


Menoleh ke arah Zhang Ziyi serta empat orang pemuda yang juga menoleh ke arahnya, Zhang Wei kemudian berucap, "Jadi kalian yang telah berani memukul murid-murid ku?!" Berjalan ke depan, Zhang Wei kembali melanjutkan perkataannya. "Besar juga nyali kalian?!"


"Tch, siapa yang mencari masalah duluan? Siapa yang disalahkan!" sosor Zhang Meng.


"Berani kau berkata tidak sopan dengan Master Wei... Cari mati kau hah?" salah seorang murid Zhang Wei berkata dengan penuh penekanan.


"Kau pikir aku takut?"


"Kau...!"


Hampir saja murid Zhang Wei itu menerjang ke arah Zhang Meng, namun dengan segera menghentikan langkahnya kala mendengar deheman dari Zhang Wei.


"Aku akui kalian cukup berani... Namun cara kalian menempatkan keberanian itu salah." Menghentikan perkataan sejenak, Zhang Wei menghela napas sesaat. Tak lama setelahnya, tekanan yang begitu besar Mendadak menekan tubuh Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Bie, serta Zhang Meng.


"A-apa yang terjadi?" tanya Zhang Lan. Tubuhnya yang semula ringan, mendadak dirasa memberat. Seperti gunung besar menimpa dirinya, begitulah yang dirasa Zhang Lan. Tubuhnya ambruk di tanah, dengan posisi berlutut. Tak sanggup dengan itu, Zhang Lan mulai menurunkan kedua tangan untuk menopang tubuhnya agar tidak terbaring.


Apa yang dirasa Zhang Lan juga di rasa Zhang Ziyi, Zhang Yin, Zhang Meng serta Zhang Bie. Kedua lengan yang menopang tubuh agar tidak ambruk mulai bergetar, sangking beratnya tekanan tersebut. Bahkan tubuh mereka kini telah bercucuran keringat yang membasahi pelipis serta setelan yang mereka kenakan.


"Aku akan melupakan bahwa kalian pernah memukul murid-murid ku. Asal kalian bisa melepaskan diri dari tekanan ini!" Zhang Wei berkata dengan penuh remeh.


Zhang Ziyi berusaha mengangkat kepalanya ke arah Zhang Wei.

__ADS_1


"Cih, pak tua ini!"


Zhang Ziyi membatin. Sebisa mungkin Zhang Ziyi berusaha untuk berdiri, namun setelah dia hampir bisa, mendadak tekanan itu bertambah memberat, membuat dirinya harus di paksa kembali berlutut.


"Sial!" Zhang Ziyi mulai mengumpat.


Lengan Zhang Ziyi semakin bergetar seiring dengan tekanan yang kian memberat.


"A–aku ti–tidak bisa te–terus-terusan seperti ini!" Zhang Ziyi berkata dengan terbata. Sebab tekanan itu begitu berat menekannya sehingga untuk berbicara pun dia sedikit kesusahan.


Zhang Ziyi kemudian mengeluarkan Pedang Naga langit, lalu menjadikan pusaka itu sebagai tumpuan.


Hal tak terduga terjadi. Pedang Naga Langit seperti menampakkan reaksi kala merasakan tekanan dari Zhang Wei. Pedang tersebut mulai mengeluarkan suatu aura yang begitu mendominasi. Seiring dengan berjalannya waktu, aura tersebut juga semakin membesar hingga mengalahkan tekanan Zhang Wei.


Zhang Ziyi termangu sejenak sembari memperhatikan pedang di Cengkeraman tangannya yang mengeluarkan butiran-butiran cahaya.


Tidak hanya Zhang Ziyi, melainkan juga semua yang ada di tempat itu terdiam membatu, Menyaksikan ketakjuban pedang di genggaman tangan Zhang Ziyi. Bahkan sangking terkejut mereka sampai lupa bernapas.


Tekanan yang semula memaksa Zhang Ziyi serta empat orang temannya mulai perlahan tapi pasti berkurang. Hingga tak sampai sedetik tekanan tersebut telah menghilang sepenuhnya.


Berdiri dari posisi berlutut-nya. Zhang Ziyi kembali menatap Zhang Wei yang saat ini pandangan laki-laki itu tengah mengarah pada pedangnya dengan tanpa berkedip.


Tersadar, Zhang Wei kemudian berucap.


"Melupakan bukan berarti melepaskan...!" Senyum simpul terukir di bibirnya Zhang Wei kala pria itu memikirkan sesuatu.


"Jika kau mau menyerahkan pedang yang ada di tanganmu itu padaku, mungkin aku akan memikirkan kembali memikirkan kembali keputusan untuk menyakiti kalian!" tawar Zhang Wei.


Zang Ziyi mengerutkan keningnya. Menoleh ke arah teman-temannya, berusaha meminta pendapat, namun ia hanya mendapat jawaban dengan kedua bahu yang terangkat dari mereka, menandakan mereka menyerahkan semua keputusan pada Zhang Ziyi.


"Cih, pak tua... kenapa kau begitu berharap aku akan menyerahkan pedang ini padamu?" Zhang Ziyi mulai memanggil Zhang Wei dengan sebutan pak tua.


"Hohoho, kau semakin berani rupanya!" ucap Zhang Wei. "Serahkan pedang itu sekarang dan aku akan melepaskan kalian... Aku akan menganggap urusan kita selesai sampai di sini!"


Berpikir sejenak, Zhang Ziyi kemudian mengangguk tanda setuju. "Baiklah, ambil sendiri kalau bisa!"

__ADS_1


"Hahaha.... Jadilah anak penurut!" Zhang Wei tertawa senang karena dia berhasil merayu Zhang Ziyi. Setelahnya, pria tua itu menyuruh salah satu muridnya untuk mengambil pedang dari tangan Zhang Ziyi.


Tanpa membantah, pemuda itu beranjak dari tempatnya dan menuju Zhang Ziyi.


Di sisi lain, Zhang Lan, Zhang Meng, juga Zhang Bie tak terima dengan respons Zhang Ziyi barusan.


"Saudara Ziyi, jangan serahkan pedang itu pada mereka! Atau sesuatu yang berbahaya akan terjadi setelahnya!" Zhang Lan mengingatkan Zhang Ziyi.


"Kau tenang saja saudara Lan, aku punya sesuatu yang menarik untuk di tonton. jadi biarkan mereka mengambil pedang ini." Zhang Ziyi setengah berbisik. Mencoba menenangkan Zhang Lan.


Zhang Lan mengernyit, namun dia juga penasaran akan apa yang akan dilakukan Zang Ziyi. Sehingga dia hanya bisa menonton apa yang dilakukan pria itu.


Zhang Ziyi mengulurkan pedang Naga Langit pada murid Zhang Wei barusan. Sementara Zhang Wei semakin melebarkan matanya kala melihat Zhang Ziyi yang mengulurkan tangannya. Namun sesuatu yang tak terduga malah terjadi.


Tangan murid Zhang Wei mendadak terjatuh bersama dengan terjatuhnya pedang Naga langit di tanah.


"Arrghh!" Berteriak kesakitan murid Tersebut.


Zhang Wei sendiri membelalakkan matanya dengan sangat lebar. Tak hanya itu bahkan mulutnya pun ikut melebar untuk beberapa waktu. Begitupun juga dengan semua orang yang ada di tempat itu.


"Ba-bagaimana bisa?"


Nampak tangan murid Zhang Wei yang terlepas tadi telah hancur ditimpa pedang naga langit. Darah menyebar di berbagai sisi. Bahkan tanah tempat pedang Naga Langit terjatuh menimpa lengan murid tersebut juga menimbulkan keretakan.


Zhang Yin langsung memalingkan mukanya. Seumur-umur, ini baru kali pertama dia melihat hal tersebut. Begitu menjijikkan! begitulah yang ia pikirkan. Apalagi tulang, daging serta darah yang berserakan di atas tanah. Begitupun juga dengan ketiga pria di sampingnya. Ketiga pria itu mulai merasakan kepalanya yang pusing, juga perutnya yang terasa berputar-putar. Tak lama setelahnya mereka mulai mengeluarkan isi perutnya.


Zhang Ziyi sendiri menampakkan senyum sumringah. Meski baru pertama kalinya dia melihat hal seperti kejadian yang menimpa lengan pria itu, namun entah mengapa dia sangat menyukai hal itu.


Semuanya telah masuk dalam perhitungan pemuda itu. Sebenarnya dia sedikit kecewa dengan hasilnya. Sebab, yang dia pikirkan adalah tubuh murid Zhang Wei tersebut yang hancur karena di timpa pedang Naga Langit. Namun yang terjadi hanyalah lengan pria itu saja yang terlepas.


Memang, pedang naga langit ringan di tangan Zhang Ziyi, namun di tangan orang lain, pedang itu kembali kepada beratnya yang seperti semula. Bahkan bumi pun kalah berat dengan pedang naga langit ini.


\=\=\=


Ehemmm

__ADS_1


Like Yok...


Hadiah juga :)


__ADS_2