Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 169 ~ Informasi


__ADS_3

Zhang Ziyi memasuki restauran setelah membayar 2 keping emas kepada penjaga.


Baru saja memasuki ruangan, telah lebih dulu Zhang Ziyi merasakan hawa yang mencekam


Nafsu membunuh juga tersebar di mana-mana.


"Auumm!" Laohu menoleh ke arah Zhang Ziyi.


"Benar, ada baiknya kalian berdua di alam Jiwa terlebih dahulu!"


Zhang Ziyi segera memasukkan Laohu serta Niao ke alam Jiwanya.


Melempar pandangan ke semua sudut ruangan, Zhang Ziyi tak menemukan meja kosong. Semuanya telah penuh. Dia lantas memutuskan untuk naik ke lantai dua


Sepanjang langkah kaki, banyak sekali tatapan tajam mengarah pada Zhang Ziyi. Sempat merasakan sedikit tidak nyaman, namun Zhang Ziyi menghiraukan tatapan mereka dan memilih untuk melanjutkan berjalan.


Lantai dua, biasanya orang-orang elite yang berada di sini. Tapi, yang membuat Zhang Ziyi kesal, untuk masuk ke lantai dua, dia harus membayar seharga 5 keping emas.


Meskipun banyak koin emas di cincin ruangnya, namun entah mengapa dia merasa berat. Dia mengetahui betul harga satu koin emas. Dimana ratusan perak dapat dia dapatkan hanya dengan satu koin emas saja.


"Tampaknya, di sini koin perak tak akan di perlukan..." gumam Zhang Ziyi dalam hati.


Berjalan melangkah ke arah salah satu kursi kosong, pertama kali masuk, dia sebenarnya telah langsung di sambut oleh dua aura hebat yang saling berbentrokan.


Ruangan lantai dua ini sendiri tidak ada orang yang mengisinya, selain dengan dua kelompok saja. Tapi, bukannya akur, dua kelompok ini justru saling mengintimidasi.


Zhang Ziyi mengambil tempat di sudut ruangan. Seorang pelayan datang menghampiri Zhang Ziyi. Tampak garis wajahnya yang menunjukkan kepanikan serta rasa khawatir.


"Tuan, aku sarankan untuk segera meninggalkan lantai dua ini. Di sini, situasinya sedang tidak bisa untuk di adaptasi... Kami akan menyediakan ruangan khusus bagi tuan di lantai satu, bagaimana?" Pelayan berkata dengan berbisik.


Melempar pandangan ke arah dua kelompok tersebut. Pandangannya berhenti pada seorang pemuda yang duduk santai di dalam salah satu kelompok. Tampak seumuran dengannya namun dari garis wajahnya Zhang Ziyi bisa menebak bahwa kultivasi pemuda itu berada di atasnya.


Zhang Ziyi mengangguk, dia mengerti akan situasi di lantai dua ini.


"Baiklah!" Zhang Ziyi kemudian bangkit dan mengikuti langkah pelayan.


"Cih, Jangan pikir bisa pergi begitu saja. Berani memasuki lantai dua yang jelas-jelas telah di sewa oleh kami, kau telah menyinggung kelompok kami!" Salah satu lelaki paruh baya yang bersama dengan pemuda tadi, tampaknya tak ingin melepas kepergian Zhang Ziyi begitu saja. Dia melepaskan auranya untuk menekan Zhang Ziyi.


Sayangnya Zhang Ziyi tidak terpengaruh sama sekali dengan aura itu. Dia berhenti sejenak, lalu kembali melanjutkan langkahnya.


"Kurang ajar... Kau berani meremehkan–ku!?" Geram betul lelaki paruh baya itu. Dia berniat melesat untuk menghajar Zhang Ziyi, namun segera niatnya terhenti kala mendapat kode dari seorang pemuda yang tadi sempat di perhatikan Zhang Ziyi.

__ADS_1


"Hahaha... Tidak hanya rumor, ternyata orang-orang dari Sekte Pedang Langit memang begitu sensitif. Bahkan hanya seorang bocah lewat saja sudah merasa tersinggung, bagaimana jika nantinya seekor ayam yang lewat, Hahaha..." Salah seorang pria berpakaian hitam berkata dan di selingi oleh tawa penuh provokasi.


"Hohoho, tuan... Tampaknya kau telah salah sangka..." Pria tadi membela diri.


Zhang Ziyi sendiri sempat memperhatikan kedua kelompok itu sebentar, yang kini mulai saling memanas-manasi. Karena dia tidak ingin membuang waktu terlalu banyak hanya untuk menonton urusan dua kelompok yang sama sekali bukan urusannya. Zhang Ziyi lantas beranjak dari sana.


Dia turun ke lantai bawah, mengikuti pelayan yang mengantarnya tadi. Saat hendak memasuki ruangan khusus yang di maksud oleh pelayan, Zhang Ziyi tidak sengaja mendengar pembicaraan menarik dari beberapa pengunjung.


"Ah, yah... Sepertinya aku duduk di sana saja. Kebetulan itu ada meja kosong," ucap Zhang Ziyi tiba-tiba.


Pelayan mengerutkan alisnya mendengar suara yang tiba-tiba dikeluarkan Zhang Ziyi. Dia ikut melihat ke arah meja kosong yang di tunjuk Zhang Ziyi. Memang ada salah satunya yang kosong di bagian sudut.


"Baiklah, tuan bisa duduk di sana! Aku akan kembali dan mengantarkan makanan untuk Tuan!"


Setelah memberikan hormat, pelayan itu segera berjalan meninggalkan Zhang Ziyi. Di sisi lain, Zhang Ziyi juga langsung mengarah meja kosong yang ada di sudut ruangan.


"Rumor beredar, katanya empat hari lagi Roh Siluman Surgawi akan turun di sekitar Lembah Bulan Merah."


"Ya, kejadian itu terjadi sekitar seratus ribu tahun sekali. Katanya, siapa saja yang berhasil menundukkan salah satu roh, maka kekuatannya akan meningkat pesat."


"Kau benar. Sayangnya, untuk mendapat pengakuan dari roh Siluman Surgawi, itu tidaklah mudah!"


"Haiissh, apalah daya, kita yang tak punya kuasa. Bahkan jika kita ke sana, belum juga sampai di Lembah Bulan Malam, kita mungkin akan lebih dulu tewas dalam perjalanan!"


Cukup lama Zhang Ziyi mendengar pembicaraan dari kedua orang itu. Makanan yang telah datang pula telah ia habiskan.


"Sepertinya, aku harus memiliki peta Dunia Alam Atas ini. Aku harus ke sana., barang bagus, tak baik untuk di lewatkan!" gumamnya.


Namun Zhang Ziyi mengetahui bahwa perjalanannya ini mungkin akan memakan banyak tenaga, serta hati-hati tingkat tinggi. Sebab perjalanan akan sangat berbahaya.


Apalagi untuk mendapatkan pengakuan dari Roh Siluman Surgawi, dia harus bersaing dengan banyak kelompok besar, termasuk pasukan yang dikirim kaisar Langit sendiri.


"Apapun yang terjadi, aku harus tetap ke sana dan mendapatkan pengakuan dari Roh Siluman Surgawi!" tekadnya.


Zhang Ziyi beranjak keluar setelah meletakkan dua buah koin emas di atas meja.


Zhang Ziyi memperhatikan perkampungan ini yang lumayan besar. Layak di sebut kota.


Sesaat dia menghentikan langkahnya di sebuah bangunan berlantai tiga. Begitu mewah bangunan tersebut. Banyak pula orang-orang yang mengantri untuk memasuki bangunan.


Dia lantas mendekat, dan ikut mengantri.

__ADS_1


"Nak, apakah kau juga ingin memasuki pelelangan Awan Perak? Aku sarankan untuk datang kembali besok hari, sebab barang bagus akan di lelang–kan besok!" ucap orang tua yang baru mengantri di belakang Zhang Ziyi.


"Benarkah? Lantas, mengapa kalian mengantri sekarang? Mengapa tidak menunggu besok saja? Takutnya jika sekarang, uang kalian akan habis dan tidak cukup mengikuti acara lelang besok!" tanya Zhang Ziyi.


"Itulah masalahnya. Barang-barang yang akan dilelangkan besok sangat langka. Akan banyak orang-orang berpengaruh dan memiliki kekayaan di atas rata-rata yang datang kemari, besok. Sementara orang biasa, mungkin tidak akan di perbolehkan masuk... Haissh, kami tak punya cukup kemampuan untuk bersaing dengan mereka. Makanya kami mendatangi pelelangan Awan Perak sekarang. Meski barang-barang yang di lelang hari ini termasuk standar, setidaknya itu pas dengan uang kami!" jelas pak Tua.


Zhang Ziyi melempar pandangannya ke arah orang-orang yang mengantri. Memang semuanya tampak biasa-biasa saja.


"Hmm, terima kasih, atas info yang paman berikan!" Zhang Ziyi mengeluarkan lima keping emas.


"Ini, meskipun tidak banyak, namun setidaknya bisa membantu Paman dalam acara lelang nanti!" ucap Zhang Ziyi yang langsung menyerahkan lima koin emas itu ke tangan pria paruh baya.


"I–ini, terlalu banyak, Nak!" Pria tua tampak menolak pemberian Zhang Ziyi. Pasalnya lelang hari ini, barang-barangnya kebanyakan kualitas standar, bahkan di bawah rata-rata. Hanya akan bermain di angka perak, sementara untuk koin emas, termasuk besar.


"Anggap saja sebagai bayaran untuk informasi yang Paman berikan!" ucap Zhang Ziyi.


"Terima Kasih, Nak!" ucap Pak Tua berterima kasih.


"Umm!"


Setelahnya Zhang Ziyi beranjak dari sana. Dia berniat mencari penginapan untuk malam ini. Sebab hari juga telah menunjukkan tanda-tanda malam akan datang.


-


Penginapan yang dia dapatkan sangatlah sederhana. Beberapa penginapan yang yang lumayan mewah telah penuh. Dan ada satu dua penginapan yang di sewa sekaligus oleh orang-orang kaya.


Beruntungnya, dia masih mendapat ruang kamar kosong. Meski cukup sederhana, namun masih nyaman saat di inap.


Malam datang begitu cepat. Zhang Ziyi tidak tidur. Dia malah ke alam Jiwa untuk membuat pil.


Seperti biasa, dia langsung di sambut oleh bawahannya. Mereka menyampaikan laporan tentang perkembangan kultivasi dari para bawahan Zhang Ziyi. Baru setelahnya, Zhang Ziyi memasuki Istana.


Sampai di sebuah ruangan dalam Istana, Zhang Ziyi mengeluarkan tungku. Kali ini dia akan menggunakan bahan-bahan sederhana yang akan di campur dengan darah miliknya.


Pil penawar segala racun. Dia akan membuat beberapa pil yang nantinya akan dia jual di pelelangan nanti. Mengingat orang-orang yang di perbolehkan masuk besok adalah orang-orang yang memiliki pengaruh besar.


Dia yang tak memiliki pengaruh apapun di Alam Atas ini, maka mungkin jalur itu bisa dia gunakan untuk memasuki pelelangan nantinya.


\=\=\=


Hai readers. Mampir juga di karya baru Author yuk, Menjadi Sang Legenda. Langsung aja cek di bio yah.

__ADS_1


__ADS_2