Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 99 ~ Datang


__ADS_3

Di sebuah ruangan, dengan tekanan yang begitu besar serta memiliki energi Qi yang begitu murni dan pekat. Tampak dua orang pria tua yang tengah melatih seorang pemuda. Dipenuhi dengan tekanan yang begitu besar, namun nyatanya ketiganya tampak santai dalam mengahadapi tekanan tersebut.


".... Konsep ruang tidak bisa kau pisahkan dengan waktu. Semua aktifitas yang di jalani oleh setiap insan, pasti membutuhkan Ruang-Waktu. Namun ada hal-hal tertentu yang tidak terikat dengan keduanya sama sekali. Jika kau paham mengenai keduanya, maka kau akan bisa menciptakan sebuah hal yang luar biasa."


Zhang Ziyi menyimak apa yang dijelaskan oleh kedua Dewa tersebut yang secara bergantian memberikannya pencerahan.


"Konsep ruang dan waktu, yah!" Zhang Ziyi tiba-tiba teringat akan saat ia menggunakan Skill langkah bayang serta skill mata elang. Kedua skill itu memiliki efek memperlambat waktu serta menambah kecepatan geraknya.


"Apakah seperti itu?"


Kemudian dia teringat lagi dengan cincin ruang miliknya. Bukankah benda ini kecil? Lantas, mengapa ia bisa menampung begitu banyak benda sekaligus?


Perlahan tapi pasti, Zhang Ziyi mulai mendapat pencerahan.


"Hahaha! Aku mengerti sekarang!" Zhang Ziyi tertawa dalam hati. Kini dia telah mendapat suatu pencerahan mengenai Hukum Ruang dan waktu ini.


Membuka kedua mata dengan tiba-tiba. Bersamaan dengan itu, Zhang Ziyi langsung menciptakan sebuah portal dimensi. Namun sebelum itu, dia harus mencari ruang yang bisa ia gunakan sebagai penghubung dari portal dimensi itu. Memilih ruang di sekitarnya sebagai penghubung portal yang akan dia ciptakan nantinya. Setelahnya dia lantas mengaktifkan portal tersebut.


Whush!


Pusaran energi berwarna hitam tercipta di hadapan Zhang Ziyi serta kedua lelaki tua.


Kedua pria tua yang sedari tadi memperhatikan Zhang Ziyi sendiri merasa tersentak kalah melihat portal dimensi tersebut.


Bagaimana tidak, baru saja beberapa saat mereka berlatih, kini Zhang Ziyi malah langsung menemukan sebuah pencerahan dan bahkan bisa menciptakan sebuah portal dimensi dalam waktu singkat.


"Ckckck! Mau heran, tapi Zhang Ziyi!" gumam Dewa Gou Liang.


"Ya, mau heran tapi keturunan dari Kaisar Langit!" ucap Dewa Api.


Di sisi lain, Zhang Ziyi tidak menanggapi keduanya. Perhatiannya fokus kepada portal dimensi yang ada di hadapannya ini.


Penasaran, dia lantas berdiri dari posisi bersila dan berniat memasuki portal tersebut.


"Eh, mau kemana kamu?" ucap Dewa Api yang segera menghentikan langkah Zhang Ziyi untuk memasuki portal tersebut.


Menoleh ke arah lelaki itu sejenak. Zhang Ziyi mengangkat sebelah alisnya.


"Hendak mengetes portal ini, kakek. Apakah berhasil terhubung dengan apa yang aku pikirkan, atau tidak!"


"Jangan asal mencoba. Kau tidak tau betapa bahayanya jika kau tersesat di lorong dimensi dalam portal itu. Bisa-bisa kau akan terjebak di dalamnya dan tak menemukan jalan pulang!" Dewa Gou Liang mengingatkan Zhang Ziyi.


"Tapi Kakek, bagaimana aku tahu kalaua portal ini berhasil, sementara aku tidak mencobanya!"


Cukup lama berdebat, akhirnya kedua Kakek tua itu memilih untuk mengalah dan membiarkan Zhang Ziyi memasuki portal.


Tersenyum penuh kemenangan, Zhang Ziyi memberi hormat kepada keduanya karena telah mengizinkan dirinya untuk memasuki portal.


Setelahnya, tanpa pikir panjang Zhang Ziyi lantas berjalan dan memasuki portal dimensi itu.


Selang beberapa saat, Zhang Ziyi muncul Kembali di sudut kanan ruangan yang tidak jauh dari tempat kedua lelaki tua berdiri.


"Waah! Ini seperti apa yang aku inginkan!" gumam Zhang Ziyi sesaat, setelah itu kembali memasuki Portal dan muncul lagi di tempat semula, di hadapan kedua lelaki tua.


"Kakek, berhasil!" ucap Zhang Ziyi senang. Kedua Kakek tua sendiri juga merasa senang kala Zhang Ziyi berhasil menguasai hukum ruang dan waktu.


"Baiklah, karena kau telah selesai dengan hukum ruang dan waktu, maka setelah ini, aku akan mengajarimu keterampilan mengentikan waktu serta mempercepat waktu!" ucap Dewa Gou Liang.


"Sepertinya tidak perlu kakek, aku sudah bisa melakukannya!" tolak Zhang Ziyi dengan sopan.

__ADS_1


"Hmm, benarkah?" Dewa Gou Liang mengangkat sebelah alisnya, bertanya dengan selidik.


"Benar, kakek!"


"Kalau begitu, tunjukkan kepadaku!"


"Baik!"


Seperti apa yang diminta oleh Dewa Gou Liang, Zang Ziyi lantas menghentikan waktu. Tampak semuanya berhenti seketika. Termasuk Dewa Api sendiri juga berhenti bergerak. Kecuali Zhang Ziyi dan Dewa Gou Liang yang masih bisa bergerak.


Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Sepuluh detik waktu berhenti, Mendadak waktu kembali berjalan normal setelah lewat dari sepuluh detik.


"Hahaha! Kau sudah meningkat banyak sekarang!" puji Dewa Gou Liang.


"Terima Kasih, kakek!" Zhang Ziyi menundukkan kepala.


"Tinggal menyempurnakannya serta memperpanjang durasinya!" ucap Dewa Gou Liang kembali.


"Oh ya. Sudah berapa lama aku berada di sini?" tanya Zhang Ziyi. Bukan tanpa alasan dia bertanya hal demikian. Takutnya, Zhang Lan serta yang lainnya akan mencari-cari dirinya di dunia asalnya.


"Kau tak perlu khawatir terkait waktu. Satu bulan di sini sama dengan satu jam di duniamu berasal," Jawab Dewa Gou Liang, seolah-olah bisa membaca pikiran Zhang Ziyi.


"Owh, begitu! .... Kakek apakah aku bisa kembali ke dunia asal–ku sekarang? Aku merasakan sesuatu yang buruk yang menimpa rekan-rekan ku. Bagaimana pun aku meninggalkan mereka tanpa izin sebelumnya!" ucap Zhang Ziyi kala teringat akan Zhang Bie serta yang lainnya.


"Hmm, Kau bisa kembali ke duniamu, sekarang. Namun ingat, jika kau telah siap, maka kau bisa mendatangi kami dan kita berperang bersama melawan kaisar langit," ucap Dewa Gou Liang.


"Baik kakek. Terima kasih!"


Setelah memberi hormat, Zhang Ziyi berniat untuk meninggalkan tempat itu.


Namun dia segera menghentikan aksinya kala teringat akan sesuatu.


"Hmm, baguslah kalau mereka berada di sini. Sekalian, bawa dengan semua orang yang memihak padamu. Kita akan membutuhkan mereka untuk melawan tentara Kaisar Langit."


Respons yang diberikan Dewa Gou Liang itu lebih dari harapan Zhang Ziyi.


"Benarkah, boleh?" tanya Zhang Ziyi, takutnya Kakek tua itu hanya bergurau.


Mengangguk tanda membenarkan pertanyaan Zhang Ziyi.


"Terima kasih Kakek!" Zhang Ziyi memberi hormat untuk yang terakhir kalinya. Setelahnya lelaki itu menciptakan portal dimensi. Masuk dan menghilang dari sana.


***


Swosh!


Swosh!


Swosh!


....


Anak panah keluar dari senjata Zhang Lan. Melesat dengan sangat cepat dan langsung membunuh tiga orang kultivator Ranah Dewa tahap 5 dan tahap 6.


Hendak kembali menembak, sayangnya, peluru dari senjata itu kini telah habis di pakai semua.


"Sial!" umpatnya.


Panik. Tentu saja Zhang Lan panik. Bagaimana tidak, orang-orang bertopeng merah ini bukanlah lawannya. Meski demikian, dia terpaksa harus mengangkat pedang dan bertarung tanpa senjata rahasia demi melindungi diri.

__ADS_1


Bertarung beberapa saat, Zhang Lan berniat menggunakan teknik yang di ajari Zhang Ziyi.


"Angin Pembunuh!" Zhang Lan berkata dingin.


Suhu di sekitar mendadak berubah drastis. Bahkan oksigen pun yang kian menipis. Tak hanya itu, setiap oksigen yang masuk ke dalam paru-paru terasa begitu tajam hingga mengiris setiap sistem pernapasan.


Zhang Lan lantas mengombinasikan Angin Pembunuh dengan pisau angin.


Pisau-pisau angin yang sangat tipis tercipta. Jumlahnya pun bukan ratusan melainkan ribuan. Mengelilingi mereka di berbagai sisi. Tampak, jumlah pisau-pisau angin ini lebih banyak dari pisau angin yang sebelumnya Zhang Lan gunakan saat melawan Laohu.


Orang-orang bertopeng merah yang melihat apa yang dilakukan Zhang Lan pun juga tak berniat untuk tinggal diam.


Aura merah darah serta gelap mendadak merembes dari tubuh beberapa orang bertopeng merah darah itu. semakin lama dan semakin pekat pula kedua aura berbeda warna itu.


Setelahnya beberapa orang bertopeng merah lantas membentuk formasi.


"Kubah Roh!"


Ucap orang-orang bertopeng merah darah. Bersamaan dengan itu, kabut merah dan hitam mulai mengepul lebih deras, hingga membentuk kubah yang menutupi semua anggota kelompok bertopeng merah yang ada di kawasan pisau angin Zhang Lan.


"Matilah!!" teriak lantang Zhang Lan.


Pisau-pisau angin mulai bergerak, menghujani tameng Roh berwarna merah campur hitam itu.


Terus berlanjut, hingga Zhang Lan kelelahan. Meski begitu, lelaki itu tetap memaksakan diri untuk terus menyerang kubah roh dengan pisau anginnya.


"Oek!" Zhang Lan mendadak muntah darah.


Lelaki itu telah mengeluarkan serangan di luar batas kemampuannya.


Sempat Zhang Lan menoleh ke arah rekan-rekan setimnya, juga Zhang Zhili yang tampaknya juga hampir tumbang. Meski begitu, mereka tetap memaksakan diri untuk terus bertarung.


Setelan yang mereka kenakan, kini telah berubah warna menjadi merah oleh darah mereka sendiri. Meski tenaga juga telah terkuras banyak, namun mereka tampaknya tak memedulikan hal itu.


Fokus kepada tujuan awalnya. Zhang Lan memilih untuk mengorbankan diri. Setidaknya jika dia mati, beberapa orang yang ada dalam tameng itu juga harus ikut mati. Setidaknya beban rekan-rekannya itu akan berkurang sedikit.


Kembali Zhang Lan memuntahkan darah untuk yang kedua kalinya. Tampaknya Pemuda itu telah berada di ambang batas. Lututnya terasa begitu lemas. Kepalanya terasa pening, juga pandangannya yang perlahan mulai memburam.


"Jangan paksakan dirimu, saudara Lan!" ucap seseorang yang begitu ia kenali.


Orang itu sendiri memegang pundak Zhang Lan. Energi besar tersalurkan ke dalam tubuhnya melalui tangan lelaki yang memegangi pundaknya tersebut. Saat itu lah ia seperti mendapatkan kembali tenaganya. Hingga dalam waktu singkat, Zhang Lan merasakan energinya yang pulih kembali hingga seratus persen.


"Kak Ziyi!" ucap Zhang Lan. Hendak bertanya banyak, namun dia sadar bahwa bukan waktu bertanya untuk saat-saat seperti ini.


"Beristirahatlah, serahkan orang-orang ini padaku!"


"Umm!"


Entah mengapa Zhang Lan seperti melihat sesuatu yang berbeda dari Zhang Ziyi ini. Lelaki ini nampak semakin gagah dengan aura yang begitu berwibawa dari sebelumnya.


"Terima kasih kak Ziyi. Aku akan beristirahat!" Zhang Lan pun berlalu dari sana, dan mencari tempat yang aman.


Setelah kepergian Zhang Lan, Zhang Ziyi pun menatap lurus kubah roh yang masih tertutup itu.


"Cih, kalian yang meminta, maka harus bersedia menerima konsekuensinya!" ucap Zhang Ziyi yang di sertai dengan seringai dingin.


Pisau-pisau angin Zhang Lan yang semula hampir habis, kini malah bertambah ribuan kali lipat. Bergerak secara serampangan ke arah kubah tersebut. Dengan sekali sentuhan pisau-pisau angin tersebut, Kubah yang melindungi orang-orang bertopeng hancur seketika.


Setelahnya, pisau-pisau angin bergerak cepat dan menghujani orang-orang bertopeng yang semula bersembunyi di balik kubah roh.

__ADS_1


__ADS_2