Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 56 ~ Siluman


__ADS_3

Selepas Zhang Yin menyerap khasiat dari kristal roh binatang buas kelinci, rombongan pun kembali melanjutkan perjalanan.


Hari itu, mereka habiskan dengan menghadapi mara bahaya. Jika sebelumnya di pinggir hutan Luori bagian dalam mereka mampu satu lawan satu terhadap binatang buas yang ada di sana, namun kali ini nampak berbeda. Mereka harus bekerja sama, dua sampai tiga orang untuk menumbangkan seekor binatang buas. Ya, mereka perlu memperbiasakan diri dengan situasi seperti itu.


Beruntung binatang buas yang mereka temui selalu-nya memiliki kekuatan fisik setara dengan Ranah Langit tahap 8 kebawah.


Setelah melewati satu hari penuh, akhirnya mereka sampai di inti hutan Luori bagian dalam. Hari juga telah menunjukan malam akan segera tiba. Binatang buas akan nampak semakin garang di waktu malam. Hal itu membuat Zhang Zhili sedikit khawatir.


"Sesegera mungkin, kita harus menemukan tempat untuk beristirahat malam ini. Jika tidak, maka satu malam penuh kita akan menghadapi binatang buas tanpa henti! Juga tidak menutup kemungkinan binatang buas yang akan datang memiliki kekuatan fisik setara dengan kultivator Ranah Langit tahap 9 ke atas!"


Mendengar ujaran Zhang Zhili, kelima muridnya mulai menunjukan tanda-tanda panik sekaligus khawatir.


"Tunggu, biar ku periksa wilayah sini!" ucap Zhang Ziyi.


Dia kemudian maju beberapa langkah. Mengambil posisi berlutut dengan telapak tangan yang di letakkan di tanah. kedua mata yang tertutup. Tidak berselang lama, tubuh Zhang Ziyi di kelilingi oleh aura berwarna putih. Setelahnya benang-benang energi mulai merembes dari tubuhnya dan menyebar ke berbagai arah.


Cukup lama Zhang Ziyi memeriksa wilayah sekitar dengan menggunakan domain miliknya.


Beberapa saat, lelaki itu mulai menarik kembali domainnya dan membuka kedua matanya serentak. Raut wajah Zhang Ziyi nampak kusut. Sepertinya pemuda itu melihat sesuatu yang buruk tadi.


"Bagaimana?" tanya Zhang Zhili.


Menghela napas sejenak, Zhang Ziyi pun mulai menjelaskan.


"Sekitar 20 kilo dari tempat kita berdiri, terdapat sebuah lembah. Nah dalam lembah itu ada sebuah goa. Masalahnya, goa itu di jaga oleh seekor ular besar. Kekuatan jiwa dari ular itu sendiri begitu besar sampai-sampai mampu mematahkan domain milikku!" jelas Zhang Ziyi dengan kembali menghela napas.


Berpikir sebentar, Zhang Zhili mempertimbangkan kemungkinan yang akan terjadi jika mereka pergi ke arah lembah yang di maksud Zhang Ziyi tadi, dengan jika mereka bermalam di alam terbuka.

__ADS_1


"Hmm, sebaiknya kita pergi ke lembah yang kau maksud. Kemungkinannya, jika kita ke sana, kita hanya perlu mengalahkan siluman ular itu lalu mendiami goa tersebut untuk beberapa waktu. Sementara kalau kita masih di sini, tidak menutup kemungkinan kita akan kesusahan dalam menghadapi binatang buas, dengan kekuatan fisik di berbagai tingkat."


Semuanya mengangguk mendengar penjelasan Zhang Zhili. Setelahnya, mereka kompak melesat dan meninggalkan tempat itu.


Berlari dengan kecepatan tinggi dengan Zhang Ziyi sebagai penunjuk jalan. Sampailah mereka pada sebuah lembah.


"Sebelah sini!" Zhang Ziyi berbelok arah dan tentu saja lima orang juga mengikuti dirinya.


Tampaklah oleh mereka, sebuah goa beberapa meter dari tempat mereka berdiri. "Goa itu yang ku maksud!" Zhang Ziyi mengarahkan jari telunjuknya. Menunjuk goa tersebut.


Zhang Zhili mengangguk. "Keluarkan senjata kalian. Kita akan menghadapi sesuatu yang berbahaya sebentar lagi!" ucap Zhang Zhili. Dia sendiri mengeluarkan pedang dari ruang hampa.


Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Meng, serta Zhang Bie menghunuskan pedang mereka. Sementara Zhang Ziyi mengeluarkan Naga Langit dari cincin ruangnya. Laohu sendiri juga nampak mempertajam Kuku-kukunya.


"Semuanya siap?" tanya Zhang Zhili kepada murid-muridnya.


"Baik, mari kita memasuki goa itu!"


Saat memasuki mulut goa, mereka telah di sapa oleh aura kematian. Aura yang begitu mendominasi itu, sukses membuat Zhang Yin, Zhang Lan, Zhang Bie serta Zhang Meng merasakan dadanya yang sedikit sesak. Sementara Zhang Zhili serta Zhang Ziyi masih biasa saja.


"Guru, aura apa ini? Kenapa tiba-tiba dadaku terasa sesak!" oceh Zhang Lan.


"Aura kematian ini, berasal dari dalam goa. Kemungkinan, ini adalah aura milik binatang buas ular yang Zhang Ziyi maksud!" jelas Zhang Zhili.


Mereka tetap melanjutkan perjalanan. Menyusuri goa. Berjalan memasuki goa itu lebih dalam, hingga mereka tiba di inti goa tersebut. Mereka menemukan sebuah ruangan besar dalam perut goa.


Seekor ular raksasa, dapat mereka lihat tengah tertidur. Tubuh yang besar itu menggulung dengan kepala tepat di atas gulungan tubuh yang paling atas. Sekitar satu meter dari ular itu, terdapat sebuah mata air yang mengeluarkan asap tebal.

__ADS_1


"Siluman ular!"


Zhang Zhili tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya melihat yang ada di depannya ini bukan lagi binatang buas, melainkan sosok yang ada di hadapan mereka saat ini telah lebih tinggi tingkatannya, yakni telah mencapai tingkat siluman.


Mendengar kata siluman, Murid-murid Zhang Zhili langsung mengernyit. Istilah itu baru pertama kali mereka dengar. Setelah sebelum-sebelumnya mereka hanya mendengar sebutan binatang Buas.


"Siluman Ular?" tanya Zhang Lan.


"Yah, siluman ular adalah sebutan untuk binatang buas yang kekuatan fisiknya telah setara dengan kultivator ranah Dewa. Biasanya mereka ini telah mampu mengubah energi Qi–nya menjadi unsur elemen." Zhang Ziyi menjelaskan terkait siluman, kepada keempat temannya, seperti apa yang pernah dia baca di perpustakaan.


"Yang di ucap Zhang Ziyi memang benar adanya... Singkirkan dulu masalah tersebut, yang perlu kita lakukan sekarang adalah, mengangkat pedang dan siap bertarung melawan siluman ular ini...!" Zhang Zhili membenarkan perkataan Zhang Ziyi. Sembari menyuruh murid-muridnya untuk bersiap siaga karena nampaknya di sana, siluman ular itu telah menunjukan tanda akan bangun.


Benar saja, Mata siluman ular yang semula tertutup, mendadak terbuka dengan serentak. Nanar mata merah dengan garis hitam memelototi mereka.


Tubuh siluman ular mulai bergerak-gerak. Lidah bercabang yang menjulur keluar dari mulut. Bangun dan semakin bangun. Hingga tingginya mencapai beberapa puluh meter.


Dengan hanya melihat betapa besarnya ular itu, nyali Zhang Lan, Zhang Bie, serta Zhang Meng langsung ciut. Ada rasa gentar di hati mereka. Bahkan pedang di Cengkeraman yang semula ringan, perlahan-lahan mulai terasa memberat. Hingga nyaris terlepas dari genggaman tangan.


"Be-besar!" Hanya kata itu yang bisa di keluarkan Zhang Lan, setelah sebelumnya lelaki itu yang paling cerewet diantara yang lain.


Zhang Yin sendiri yang melihat tingkah ketiga teman lelakinya yang menunjukkan tanda-tanda gentar mulai berinsiatif untuk mengejek mereka.


"Tch, lagaknya saja yang seperti laki .. nyalinya seperti banci!" cibir Zhang Yin.


Ketiga orang yang mendengar cibiran Zhang Yin tadi menjadi tidak terima. Nyali yang semula gentar mulia di lupakan oleh mereka. Perkataan Zhang Yin tadi seolah-olah menantang mereka.


"Siapa bilang aku mempunyai nyali Banci... Lihat saja saudari Yin, aku akan membunuh siluman ular itu dengan pedangku! Namun sebagai bayarannya, kau harus bersedia mencium pipi ku!" Zhang Meng berkata yakin.

__ADS_1


__ADS_2