Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 171 ~ Puncak Lelang.


__ADS_3

"Di–dia?!" Zhang Ziyi sedikit tersentak kala melihat seorang lelaki yang di kawal beberapa orang di belakangnya, berjalan memasuki ruang di mana lelang akan berlangsung.


"Gawat, jangan sampai dia mengetahui aku ada di sini!" gumam Zhang Ziyi. Bukannya takut, akan tetapi Zhang Ziyi belum siap untuk bertemu dengan orang itu. Dikarenakan kultivasi yang masih terbilang jauh, sehingga dia harus menutup akan identitasnya untuk sementara waktu.


Zhang Ziyi memegang wajahnya, seketika muncul topeng hantu yang menutupi setengah wajahnya.


"Begini lebih baik!"


Orang yang di maksud Zhang Ziyi tadi, berjalan mendekat ke arah Zhang Ziyi. Dia adalah Dewa Yun Biao. Orang banyak biasa memanggilnya dengan Dewa Ruang. Mereka sempat bertemu dahulu, bahkan sempat terjadi pertarungan antar keduanya.


Dewa Yun Biao melirik Zhang Ziyi dengan ekor matanya sesaat, setelahnya berlalu dan melewati Zhang Ziyi.


Dewa Yun Biao duduk di kursi lantai dua yang tersedia. Sekitar sepuluh meter dari tempat Zhang Ziyi duduk.


Kembali pandangan Zhang Ziyi dan Dewa Yun Biao bertemu. Tapi hanya sesaat sebelum Zhang Ziyi mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Waktu kian berlalu, tampak ruangan khusus peserta lelang di lantai satu telah penuh. Lantai dua pun begitu, bedanya lantai dua tidak lebih hanya diisi oleh tiga kelompok saja selain Zhang Ziyi. Dimana kelompok itu adalah Sekte Pedang Langit, Sekte Kipas Terbang dan Dewa Ruang.


Semua peserta lelang yang berada di lantai dua memiliki beberapa orang bersama mereka, berbanding terbalik dengan Zhang Ziyi yang hanya seorang diri.


Aula lelang tiba-tiba gelap. Semua pintu tertutup, sehingga tak memungkinkan cahaya matahari untuk masuk.


Pelelangan resmi di mulai. Zhang Ziyi bisa melihat di panggung yang terletak di lantai satu, seorang wanita cantik berjalan di tengah-tengah panggung. Semua orang dapat melihat dirinya sebab terdapat pencahayaan yang di khususkan hanya di atas panggung saja, sementara di wilayah lain sangat gelap.


"Selamat datang di acara lelang Pelelangan Awan Perak. Kami telah menyediakan berbagai macam barang menarik, tentunya selain memiliki kualitas tinggi, juga memiliki manfaat yang luar biasa."


Wanita di atas panggung mulai membuka acara lelang. Dia dengan anggun, sembari menyebarkan auranya, membuat semua yang hadir menyaksikan dirinya langsung terhipnotis.


"Tanpa berlama-lama, mari kita langsung saja acaranya."


Semua yang ada di lantai bawah bertepuk tangan ria. Bahkan saking semangatnya mereka, sampai-sampai sorak sorai itu tak berhenti untuk waktu yang cukup lama.


Setelah agak mereda, wanita di atas panggung pun kembali mengambil alih bicara.


"Kami menyediakan barang pertama dalam acara ini adalah Sebuah senjata tingkat Spritual. Meski demikian, kualitasnya bahkan bisa lebih tinggi dari senjata spritual itu sendiri. Pedang ini bernama Pedang Gerhana Surgawi!"


Seorang pria datang ke atas panggung. Bersamanya sebuah kotak panjang yang di ukir indah. Dia meletakkan kotak itu di atas meja yang memang sudah tersedia di tengah-tengah panggung. Setelahnya dia kembali ke tempatnya semula.


Wanita tersebut menjelaskan tentang manfaat dari Pedang Gerhana Surgawi. Lalu dia membuka tutup kotak. Cahaya merah bersama dengan aura hitam terpancar dari dalam kotak. Tapi hanya sesaat sebab wanita itu telah menutup kembali kotak tempat pedang Gerhana Surgawi berada.


"Kami menaruh harga awal untuk pedang Gerhana Surgawi ini dengan 9.000 koin emas. Penawaran pertama tidak boleh kurang dari 9.100 koin emas!"


"9.200 koin emas!"


"Baik, 9.200 koin emas untuk peserta nomor 507. Ada yang lebih tinggi dari ini?"


"9.500 koin emas!"

__ADS_1


"Baik, 9.500 koin emas untuk peserta nomor 283. Ada yang lebih tinggi dari ini?"


"9.800 koin emas!"


"..."


Satu per satu orang-orang di lantai bawah mulai menawar. Semakin banyak yang menawar, maka harga pedang yang di lelang itu kian meninggi.


Zhang Ziyi sendiri hanya menonton pertarungan koin emas di bawah sana. Dia tidak berniat ikut menawar, sebab sama sekali tidak tertarik dengan barang itu.


Begitupun juga dengan tiga kelompok di lantai dua ini, mereka juga tampaknya tidak tertarik sama sekali dengan barang pertama.


"Baik, 18.000 koin emas untuk peserta nomor 38. Ada lagi yang lebih tinggi!"


Tiga kali wanita pemandu acara mengatakan kalimat itu, tapi tidak ada lagi yang menawar. Senjata spritual yang memiliki harga awal 9.000 itu, kini telah berubah menjadi 18.000 koin emas. Untuk harga senjata spri


"Baik, karena tidak ada lagi penawar, maka pedang Gerhana Surgawi jatuh di tangan peserta nomor 38, dengan harga 18.000 koin emas!" wanita memalu palu kayu di atas meja.


Setelahnya barang kedua kembali datang. seperti sebelumnya, wanita itu jelaskan kelebihan dari barang itu. Dia menyebutkan harga awal lalu mempersilahkan para peserta untuk menawar.


Waktu kian terlewat, telah beberapa barang yang di telah di lelang dengan harga yang bermacam-macam. Tapi tak ada satupun barang yang di beli Zhang Ziyi. Memang ada beberapa barang yang sempat menarik perhatiannya, tapi dia memilih untuk mengabaikannya, karena berpikir dia tidak terlalu membutuhkan barang tersebut.


"Barang kali ini cukup istimewa. Kak memiliki tiga buah botol yang masing-masing terisi pil penawar segala racun tingkat Agung. Meski berada di tingkat Agung, namun jangan remehkan kekuatan penyembuhannya tidak main-main. Racun jenis apapun bisa dia obati hanya dengan sekali menelan pil ini. Ini adalah Pil Darah Surgawi!"


Wanita tersebut mengentikan perkataannya sejenak. Dia ingin melihat bagaimana reaksi dari para peserta saat mengetahui fungsi dari pil penawar racun ini yang tidak lain adalah buatan Zhang Ziyi.


Tidak hanya peserta di lantai bawah, melainkan juga di lantai atas. Ketiga kelompok besar, nampaknya juga mulai tertarik dengan pil tersebut.


"Baik, kami menaruh harga wal untuk tiga botol pil ini seharga 150.000 koin emas. Untuk penawar pertama, tidak boleh kurang dari 160.000 koin emas!"


Beberapa orang di lantai bawah mulai mengangkat nomor mereka dan hendak menyebutkan harga tawaran. Tapi rencana mereka untuk menawar langsung terhenti tatkala mendengar suara menggelegar dari lantai dua.


"500.000 koin emas!"


Sontak saja tawaran yang begitu tinggi itu mengagetkan semua yang ada di aula lelang. Mereka semua menengadah ke atas, dan mendapati orang yang menawar tadi merupakan salah satu dari tamu istimewa Rumah Lelang Awan Perak.


Peserta di lantai bawah seketika terdiam. bukannya tidak mampu untuk menawar lebih tinggi, melainkan mereka tidak ingin berurusan dengan orang-orang tamu istimewa ini. Sebab mereka mengetahui bagaimana pengaruh mereka di Alam atas ini.


"Hohoho, aku tidak menyangka sekte Pedang Langit akan begitu tertarik dengan pil penawar racun itu... Kalau begitu aku juga harus mendapatkannya!" ucap seorang pria yang berasal dari sekte Kipas Terbang.


"600.000 Koin emas!"


"Baik, 600.000 koin emas untuk peserta nomor 5. Ada lagi yang lebih tinggi!"


Mendengar itu, perwakilan dari sekte Pedang Langit itu mengepal keras tangannya.


"Cih, pak Tuan ini!" gumamnya kesal.

__ADS_1


"800.000 koin emas!"


"Baik, 800.000 koin emas untuk peserta nomor 7. Ada lagi yang lebih tinggi!"


"900.000 koin emas!"


"Baik, 900.000 koin emas untuk peserta nomor 5. Ada lagi yang lebih tinggi!"


"Kau–!" Anggota sekte pedang Langit yang menawar tadi begitu emosi. Dia mengangkat jari telunjuknya dan menunjuk pria perwakilan dari kipas terbang yang barusan menawar tadi.


Dia hendak maju, namun segera di tahan oleh salah seorang pemuda yang dari tadi diam saja.


"Tenanglah, paman!" ucap pemuda itu dengan sedikit berbisik.


Menghela napas dalam untuk menetralkan emosinya, setelahnya dia mengangkat nomor dan kembali menyerukan harga.


"2.000.000 koin emas!"


"Baik, 2.000.000 koin emas untuk peserta nomor 7. Ada lagi yang lebih tinggi!"


"2.100.000 koin emas!" Perwakilan dari Sekte Kipas Terbang itu kembali berseru. Dia juga menampakkan senyum penuh provokasi ke arah perwakilan Sekte Pedang Langit tersebut.


"3.000.000 koin emas!" Suaranya semakin keras. Tampak jelas bahwa dia tidak ingin ada pembatasan lagi setelah ini.


Semua yang ada di ruang itu menahan napas kala mendengar harga tawaran itu. Pil yang tadinya seharga 150.000 koin emas saja, dan kini malah bertambah beberapa kali lipat. Bagi peserta yang berada di lantai bawah, mereka sangat menyayangkan uang sebanyak itu. Apalagi barang lelang terakhir belum keluar.


Di sisi lain, Zhang Ziyi bertambah bersemangat kala mendengar harga tawaran terhadap pil yang dia buat itu. Begitupun juga dengan wanita di atas panggung.


Perwakilan dari Sekte Kipas terbang itu tersenyum puas melihat raut wajah pria dari Sekte Pedang Langit tersebut.


"Hahaha, baiklah... aku menyerah. Karena Sekte Pedang Langit begitu menginginkan pil itu, maka aku tidak ada pilihan lain selain menyerahkannya pada Tuan!" Dia berucap dengan memperlihatkan senyum penuh kemenangan.


"Cih, dasar licik!"


"Baik, 30.000.000 koin emas untuk peserta nomor 7. Ada lagi yang lebih tinggi!"


Tidak ada yang menawar setelahnya. Wanita tersebut kembali memalu meja dengan palu kayu.


Setelah itu, tak ada lagi dari ketiga kelompok yang menawar barang-barang selanjutnya n mereka menunggu untuk harta lekang terakhir. Sehingga membuat para peserta yang ada di bawah merasa senang dengan itu.


Zhang Ziyi sendiri juga sesekali akan menawar kala menemukan barang yang menurutnya berguna untuknya. Lain daripada itu, dia membiarkan peserta yang ada di bawah untuk menawarnya.


Sampailah pada puncak acara lelang. Tapi sebelum barang tersebut di keluarkan, wanita tersebut lebih dulu memperketat penjagaan di aula. Juga dia menggunakan alat khusus untuk menciptakan Array pada panggung, guna mengantisipasi hal tak di inginkan terjadi.


"Paman, puncak dari acara ini telah tiba. Cepat panggil ayah ke sini!" gumam pemuda tadi pada anggota pedang Langit yang tadi sempat di pancing emosinya oleh anggota Kipas Terbang.


"Baik, Tuan Muda!" Setelahnya lelaki itu tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya.

__ADS_1


Zhang Ziyi sempat melihat aksi dari anggota pedang Langit itu. Tidak hanya dia, bahkan salah atau dari anggota Kipas Terbang juga menghilang.


__ADS_2