
"Rumor yang beredar bahwa penyakit yang diderita sang putri berkaitan dengan apa yang telah dilakukan oleh Sang Kaisar sendiri!"
"Benarkah?"
"Umm... Kaisar Langit saat itu—!" belum sempat perkataan itu berlanjut, mendadak lelaki tersebut telah menghentikannya.
Zhang Ziyi yang saat itu memperhatikan pembicaraan mereka dari jauh malah mengernyit kala mereka percakapan itu tidak berlanjut, dalam kata lain terpotong begitu saja.
"Hmm, sepertinya aku harus mencaritahu sendiri terkait dengan permasalahan putri Kaisar itu. Entah mengapa ini ada kaitannya dengan takdirku!" gumam Zhang Ziyi.
Setelah itu, dia mengajak Niao, Laohu serta Hou Die untuk segera pergi dari tempat makan itu.
Tujuan mereka kali ini adalah kota yang merupakan pusat kekaisaran.
Mereka sampai di Dasan hanya dalam beberapa menit. Bagi Hou Die yang tidak terbiasa dengan kecepatan tersebut merasa aneh. Namun dia tidak banyak bicara dan mengikuti gurunya itu.
Mereka sempat berhenti saat telah berada seratus meter dari gerbang masuk kota.
"Tolong.... Tolong....!"
Mendengar suara seorang gadis yang tengah meminta pertolongan. Mereka lantas mengalihkan langkah menuju arah suara tersebut dan menunda sejenak perjalan menuju gerbang masuk kota.
Dapat mereka lihat lima orang lelaki tengah mengelilingi seorang gadis cantik seusia Hou Die. Dengan wajah mesum yang kelima lelaki itu tampakkan. Sepertinya mereka akan memperk*sa gadis cantik itu.
Melihat hal itu, Hou Die merasa geram. ."Berani sekali mereka melakukan itu terhadap gadis lemah!"
"Guru, izinkan aku untuk membantunya!"
"Umm!" jawab Zhang Ziyi singkat.
Hou Die kemudian segera beranjak dari sana. Berjalan santai menuju tempat diman lima orang tersebut akan melakukan aksinya melucuti pakaian dari gadis tersebut.
Hou Die telah bersiap, hendak melepaskan serangannya saat orang-orang itu belum menyadarinya.
__ADS_1
Tapu sejenak dia menghentikan aksinya saat melihat apa yang terjadi pada tubuh gadis itu. Tampak menimbulkan suatu reaksi. Energi racun keluar dari tubuhnya dan akan mempengaruhi lima orang yang mengelilinginya itu.
Tokk...
"Hahaha... Gadis racun, kau pikir aku tidak tahu kelemahanmu? Kau masih sangat lemah. Mudah saja bagi kamu untuk melumpuhkan mu. Bahkan untuk membunuhmu sekalipun sangat mudah. Tapi sayangnya tubuh mu terlalu cantik untuk dibunuh begitu cepat!" salah satu dari lima orang tersebut berkata setelah menghentikan aliran energi racun dari tubuh gadis itu.
Hanya bisa menatap tajam lima orang ini dengan nafsu membunuh yang begitu besar. Kobaran api kebencian dalam matanya begitu jelas, tapi kelim orang itu seakan tidak peduli dan malah semakin ganas dalam membuka pakaian wanita tersebut.
Baru juga membuka tali pinggang baju gadis itu, tapi malah orang yang membuka ikat tali tersebut terpental jauh sata serangan energi datang menyerang dengan tiba-tiba.
Bahkan lelaki yang terkena serangan tadi dipastikan kehilangan nyawanya.
Keempat orang tersisa begitu terkejut dengan itu. "Siapa yang berani melakukan itu?"
"Kurang ajarr... Bermain sekali dia membunuh salah satu dari rekan kami!"
Keempat orang tersebut mulai bangkit dan mencari orang yang melempar serangan tadi.
"Cih, kalian tidak punya urat malu. Atau mungkin urat malu kalian sudah dikutuk menjadi urat kambing sampai berani melecehkan seorang gadis?!"
"Tutup mulutmu bocah!" Orang yang berkata ini bersiap melesat ke arah Hou Die.
Tapi belum juga seinci dia berpindah, Hou Die telah lebih dulu berada di depannya. Tapak yang telah dialiri energi Qi pekat langsung menempel di wajah lelaki itu.
Baamm...
Whush...
Lelaki tersebut terdorong sangat jauh. Menghantam tanah dengan sangat keras, dia juga telah mati saat ini.
Ketiga temannya yang lain bahkan belum sempat mengambil nafas, tapi mereka telah telah kehilangan satu rekan lagi.
Sontak saja hal itu membuat mereka bertiga mulai gentar. Menyadari kalau mereka bukan lawan dari Hou Die, lantas mengambil insiatif untuk kabur.
__ADS_1
Sayangnya, Hou Die tidak membiarkan mereka pergi begitu saja.
Baammm...
Baammm...
Baammm...
Tiga orang tersisa langsung mati saat itu juga.
Setelah berhasil membereskan mereka semua, Hou Die lantas menghampiri gadis tersebut.
Membantunya berdiri, Hou Die lantas berucap, "Nona, apakah kau baik-baik saja? Adakah bagian tubuhmu yang terluka, agar ku obati?"
Sejenak gadis itu memperhatikan wajah Hou Die yang tampak perhatian padanya.
"A–aku, baik-baik saja!" jawab gadis itu. Mencoba untuk berdiri namun dia tidak bisa melakukannya sendiri. Hou Die yang melihat itu lantas membantunya.
"Kan, kau tidak bisa sendiri, Nona! biar aku yang membantumu!" Hou Die kemudian memapah gadis tersebut.
"Oh ya, siapa namamu? Aku Hou Die!"
Gadis itu ragu-ragu untuk menjawab. Akan tetapi hati kecilnya menuntun untuk menjawab pertanyaan itu, maka mulutnya pun ikut berucap, "Namaku Mei Lan!"
"Nama yang bagus!" puji Hou Die. Dia kemudian membawa Mei Lan menemui Zhang Ziyi, Niao dan Laohu.
Tak butuh waktu lama bagi kedua orang itu sampai di tempat gurunya menunggu.
"Guru, apakah guru bisa membantu Saudara Lan? Dia tampak terluka orang-orang berurat kambing itu!"
Zhang Ziyi memperhatikan Mei Lan sejenak. Dalam sekali lihat, dia sudah bisa memastikan akan permasalahan yang dialami oleh gadis itu.
Dengan ekspresi datar, dia mendekati Mei Lan. Lalu meletakkan tangannya pada kening gadis tersebut.
__ADS_1
Perlahan tampak energi berwarna hijau tua tersalurkan dari telapak tangan Zhang Ziyi dan terserap ke dalam kening gadis itu.
"Arrgghh...." Mei Lan meringis. Dia tampak kesakitan saat lonjakan dua energi berlawanan sifat bertarung di dalam tubuhnya. Tapi itu tidak berlangsung lama sampai pada akhirnya rasa sakit tersebut telah berubah nyaman.