
"Suatu Pengorbanan Akan Membawamu Pada Langkah Selanjutnya!"
Zhang Ziyi mengernyit membaca pesan yang tertulis di atas peti mati. Memeriksa kembali bagian- bagian peti, berharap bisa menemukan suatu petunjuk terhadap pesan tersebut.
Benar saja, Zhang Ziyi kembali menemukan pesan di bagian kepala peti mati.
Menyingkirkan debu yang menempeli petunjuk, Zhang Ziyi lalu mulai membacanya.
"Lima langkah kaki ke depan!" Sangat singkat, Zhang Ziyi lantas mengikuti instruksi dari pesan.
Dia berjalan lima langkah ke depannya. Sebuah patung seseorang berdiri di hadapannya. Meski patung itu tampak begitu tua, namun masih terpancar aura penuh wibawa darinya. Menandakan orang dari patung ini bukanlah orang biasa.
Zhang Ziyi memperhatikan patung sebentar. Mengelilinginya mencari sesuatu yang aneh dari si patung, namun tak dia temukan sesuatu pun.
"Auumm!"
Laohu tiba-tiba mengaum, membuat fokus Zhang Ziyi teralihkan padanya.
"Kau menemukan sesuatu?" Zhang Ziyi berjalan menghampiri Laohu.
"Auumm!" Laohu mengangguk. Dia lantas mengangkat tangannya menunjuk ke arah dinding di hadapannya.
Zhang Ziyi melempar pandangan ke arah yang di tunjuk Laohu.
"Tombol?!" gumamnya. Dia lantas menekan tombol itu.
Krrkkk!!
Patung tersebut tiba-tiba berputar dan bergeser dari posisinya. Zhang Ziyi, Laohu, dan Niao menoleh satu arah. Tentunya ke arah patung itu mereka menoleh.
Zhang Ziyi serta dua hewan peliharaannya lantas mendekati patung. Bekas patung tersebut, terlihat jejak telapak tangan. Zhang Ziyi memperhatikan jejak itu sejenak, lalu dia mulai meletakkan tangan kiri pada jejak tersebut. Kebetulan jejak itu merupakan jejak telapak sebelah kiri, jadi Zhang Ziyi menggunakan tangan kirinya, mencocokkan pada jejak.
Mendadak kekuatan Zhang Ziyi tersedot ke dalam jejak tersebut melalui tangan kiri Zhang Ziyi.
Panik, dia mencoba untuk menarik telapak tangannya. Sayangnya dia tidak bisa untuk melakukannya. Tangannya begitu lekat menempel pada jejak tersebut.
"Apa-apaan ini?!" Zhang Ziyi mulai kesal. Kekuatannya tidak berhenti di sedot oleh jejak telapak tangan. Zhang Ziyi sebisa mungkin melakukan usaha untuk menghentikan aliran energi yang tersalurkan ke dalam jejak tersebut. Sayangnya telah banyak usaha dia lakukan, namun hasilnya nihil.
Seiring dengan kekuatannya yang tersedot ke dalam telapak tangan, batu berbentuk bola di hadapan Zhang Ziyi juga perlahan mulai retak. Cahaya emas terlihat menyembul keluar dari sela-sela retak pada permukaan batu.
Dua puluh menit telah berlalu. Batu berbentuk bola kini memancarkan cahaya yang begitu menyilaukan. Permukaannya yang semula kasar, kini telah hancur. Menyisakan bola energi emas.
Jejak telapak tangan kini telah berhenti untuk menyerap kekuatan Zhang Ziyi. Meski begitu, kondisi Zhang Ziyi saat ini tidak bisa di katakan baik. Untuk kedua kalinya kultivasinya menghilang. Menurun satu tingkat.
Zhang Ziyi ingin marah, namun dia segera teringat akan pesan yang tertulis di peti mati tadi. Bahwa Pengorbanan Akan Membawamu Pada Langkah Selanjutnya.
"Mungkin ini yang di maksud dengan pengorbanan. Mengorbankan satu tingkat kultivasi–ku untuk mencapai langkah selanjutnya!" gumam Zhang Ziyi.
Benar saja, bola energi tadi tiba-tiba memancarkan sinar emas, lurus layaknya laser ke arah Zhang Ziyi, Laohu serta Niao.
Whush!
Whush!
Whush!
__ADS_1
Ketiga orang itu mendadak menghilang dari tempatnya.
-
Muncul kembali di tempat baru. Tempat ini tidak lain adalah di atas langit. Di sini Zhang Ziyi, Niao serta Laohu berdiri di atas awan tebal. Anehnya mereka tidak terjatuh, meski tidak menggunakan peringan tubuh.
Zhang Ziyi, Laohu dan Niao telah lama berdiri di sini, tapi mereka tak menemukan sesuatu pun.
Hingga saat rasa bosan menghampiri mereka, baru setelahnya mendadak dua orang pria muncul beberapa meter dari tempat mereka berdiri.
"Kau yang akan menjadi penghuni alam atas?" tanya salah satu dari dua pria itu kepada Zhang Ziyi.
"Benar, Senior. Mohon bimbingannya!" Zhang Ziyi menjawab dengan sopan, dia juga menangkupkan kedua tangan memberi hormat pada kedua orang tua ini.
"Sayang sekali Nak. Kau cukup jenius, namun kau salah tempat. Untuk sampai di Alam Atas, Maka kau perlu mengumpulkan kekuatan lebih besar dari ini. Setidaknya berada di Ranah Semesta, baru peluang–mu menjadi Penghuni Alam Langit lumayan besar. Akan tetapi dari pada terjadi sesuatu tak diinginkan kepadamu nantinya, ku sarankan kepada kamu, lebih baik itu untuk mengurungkan niatmu saat ini dan kembali ke alam tengah, tingkatkan kembali kekuatan mu. Baru setelahnya kau bisa ke alam tengah ini."
Salah satu diantara dua orang itu berkata panjang kali lebar. Bahkan perkataannya terkesan di ulang-ulang. Beruntung Zhang Ziyi termasuk orang yang sabar untuk mendengar perkataan lelaki itu sampai akhir.
"Asal kau tahu, pak tua. Aku telah mencapai ranah Semesta... Akan tetapi kultivasi ku hilang dua tingkat...." Zhang Ziyi ingin membalas, namun perkataannya dia telan dalam hati. Tak ingin membuat kedua orang tua ini tersinggung.
"Mohon maaf, senior-senior... Tekad Junior telah bulat, dan ingin menjadi seorang penghuni Alam atas. Mungkin untuk membuktikan pantas atau tidaknya junior, senior-senior bisa langsung menguji Junior." Zhang Ziyi berucap sopan dan sedikit tegas.
"Kurang Ajar! Berani sekali kau membantah ucapan ku! Aku telah berkata panjang kali lebar, tapi tak satupun yang kau tangkap. Aku telah berbicara panjang, tapi kau tak memasukannya ke dalam hati. Aku telah berbicara panjang, tapi kau tak mendengar perkataan ku. Aku telah memberimu saran panjang kali lebar tapi tak kau hargai saran ku... Kau mau mati, Bocah!" Orang tua tadi tampaknya telah naik pitam.
Zhang Ziyi sendiri mengernyit mendengar itu. Bagaimana tidak, ucapan yang berulang-ulang, tapi juga sangat tidak jelas. Bahkan dia sampai menganggap angin lewat tanpa berniat menyimpan sedikit perkataan itu ke dalam otaknya.
"Mohon maafkan Junior, Senior-senior! Aku—" Zhang Ziyi ingin kembali berbicara, tapi dia langsung menghentikannya kala lesatan energi berbentuk pisau melesat dan mengarah ke arahnya.
Kontan dia langsung menghindar kala itu juga.
Kembali salah satu dari dua orang itu melepaskan serangan energi. Namun kali ini di arahkan kepada Laohu dan Niao.
Kedua Siluman itu hendak memberontak, namun tiba-tiba saja array membentuk kubah kecil langsung mengelilingi mereka berdua.
"Itu akan membuat kalian lebih baik!" ucap orang tua tadi.
"Mohon Bimbingannya, Senior-senior!" untuk kesekian kalinya Zhang Ziyi memberi hormat.
Tapi kedua orang tua itu tampak tak mengacuhkannya. Mereka malah langsung berpencar dan menyerang Zhang Ziyi di dua arah berbeda.
"Tapak Dewa!"
"Tapak Dewa!"
Kedua orang tua itu mengeluarkan jurus yang sama dan langsung mereka lempar terhadap Zhang Ziyi di dua arah berbeda.
Merasakan lonjakan energi kuat dari dua sisi berbeda, Zhang Ziyi tidak tinggal diam. Dia mengambil tindakan dengan menciptakan Array yang membentuk bundaran mengelilingi dirinya.
Whush!
Piickk!
Dua tapak melesat dan menghantam array Zhang Ziyi. Terjadi jeda sejenak. Kedua orang tua berusaha untuk menghancurkan array yang dibuat oleh Zhang Ziyi.
Di sisi lain, Zhang Ziyi sekuat tenaga menguatkan array–nya agar tidak hancur oleh dua tapak tersebut.
__ADS_1
Berlangsung selama beberapa saat, dari dalam Array, Zhang Ziyi melepaskan kekuatannya. Seketika array menghilang, bersamaan dengan itu dua tapak tersebut juga telah menghilang oleh energi yang tiba-tiba saja merembes dari tubuh Zhang Ziyi.
Tapi energi itu hanya sesaat, sebelum akhirnya Zhang Ziyi kembali normal seperti sedia kala.
"Dua orang tua ini setidaknya berada di ranah Semesta tahap pertama! Aku harus menyerang terus menerus," gumam Zhang Ziyi dalam hati.
"Formasi Ilusi... Ilusi Hujan Darah." ucap Zhang Ziyi dingin. Dia berniat menggunakan Ilusi hujan darah pada kedua orang tua itu.
Kedua orang tua tersebut kini telah terpengaruh oleh ilusi Zhang Ziyi. Entah apa yang di rasakan oleh mereka saat ini. Yang pasti raut wajah mereka kian memburuk seiring dengan berjalannya waktu.
Cukup lama dua pria tua terjebak di alam ilusi Zhang Ziyi, hingga pada akhirnya, mereka telah berhasil untuk melepaskan diri darinya.
"Haah, bocah ini begitu kurang ajar. Berani sekali dia membawa kita di dunia menyeramkan itu!" gumam orang tua yang tadi berkata panjang lebar.
Tapi mereka tidak bisa untuk beristirahat barang semenit, sebab Zhang Ziyi kini telah datang menyerang mereka kembali.
Pedang Naga Langit bergerak lurus secara horizontal. Nyaris memotong salah satu lengan dari orang tua. Beruntung orang tua itu berhasil menghindari nya.
"Anak Kurang Ajar... Bisakah kau sopan sedikit terhadap kami, Orang Tua!" oceh kembali tetua tadi. Sementara yang satunya hanya diam saja.
Zhang Ziyi tidak menghiraukan ocehan dari orang Tua itu. Dia malah kembali mendatangi mereka. Memberikan serangan yang penuh akan kejutan. Beberapa kali dia menipu dua orang tua itu dengan gerakan–nya. Berhasil mengelabui mereka.
Pedangnya bertemu dengan dua pedang pria tua. Zhang Ziyi memasang senyum licik. Setelahnya dia menciptakan akar rambat yang langsung mengikat kedua kaki dua pria tua.
Tidak hanya itu, bahkan Zhang Ziyi juga melakukan perubahan energi petir pada pedang naga Langit. Petir ganas menjalar ke arah pedang dua pria tua. Kontan sebelum petir itu mengenai tangan mereka, dua orang tua terlebih dahulu langsung melepaskan pedang dari genggamannya.
"Sialan, kau bocah." Untuk kesekian kalinya umpatan di keluarkan oleh pria yang berkata panjang lebar tadi. Tapi Zhang Ziyi tetap tidak menghiraukannya.
Dia menggunakan gabungan teknik pertama, kedua dan ketiga dari Pedang Naga Langit.
Ribuan Duplikat pedang terlihat mengelilingi Zhang Ziyi. Pedang-pedang itu sendiri satu macam bentukannya, setelahnya Zhang Ziyi langsung mengarahkan pedang-pedang itu ke arah dua orang tua.
Whush!
Whush!
Whush!
....
Ribuan pedang bergerak searah. Layaknya hujan pedang. Menghujani dua orang tua.
Tak tinggal diam, kedua Pria tua menyatukan kekuatan, menciptakan perisai energi, menghalau serangan pedang tadi.
Krrkkk!
Di hantam oleh ribuan pedang tajam yang bergerak dengan kecepatan tinggi, nyatanya membuat perisai itu mulai retak.
Duplikat pedang Zhang Ziyi berhasil lolos. Kedua pria tua nyaris terkena pedang-pedang itu, beruntung mereka masih bisa bereaksi cepat. Bergerak ke samping kanan dan kiri menghindari lesatan hujan pedang.
Zhang Ziyi mengendalikan pedang-pedang itu . Memecah menjadi dua bagian, lalu masing-masing bagian mengejar dua orang pria tua.
"Sial!" salah satu pria mulai mengumpat. Namun pada akhirnya, pedang-pedang itu berhasil menangkapnya. Duplikat pedang Naga Langit mengurung pergerakannya.
Dia tidak bisa bergerak kala pedang-pedang itu berhenti di udara mengelilinginya, tinggal lima inci sebelum mengenai tubuhnya.
__ADS_1
Begitupun juga dengan pria tua yang satunya. Dia juga mengalami nasib tidak beda jauh dengan temannya.