Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 223 ~ Cabang Pelelangan Awan Perak


__ADS_3

N/A: baca dari tanda (+)


Pertandingan pertama kemudian di mulai. Sebelumnya masing-masing peserta di berikan sebuah plakat yang berisikan nomor mereka. Dari nomor satu sampai seratus. Mereka yang memiliki nomor yang sama maka akan bertanding saat itu juga.


"Baiklah, nomor dua tujuh belas, silahkan memasuki arena!" ucap wanita MC.


Zhang Ziyi memperhatikan plakat di tangannya.


"Itu aku!"


"Wiih, kak Ziyi akan tampil pertama. Aku yakin kak Ziyi akan berhasil!" ucap Zhang Lan.


"Semoga saja!" ucap Zhang Ziyi dengan memasang senyum kecil.


"Aku tidak pernah meragukan kak Ziyi!"


"Umm,"


Zhang Ziyi kemudian melompat ke tengah-tengah arena. Lawannya sendiri kini telah bersiap menunggunya di sana.


Whush!


Zhang Ziyi mendarat di atas tanah. Melihat banyak tatapan mata tertuju padanya. Namun dia tidak peduli karena itu memang wajar, mengingat dia adalah peserta dalam turnamen ini.


Lalu Zhang Ziyi memperhatikan lawannya yang memiliki tampilan begitu rapi dengan senyum kecil juga lawannya perlihatkan padanya.


+++


Zhang Ziyi melompat ke tengah-tengah arena. Lawannya saat ini telah menunggu dirinya di sana.


"Sayang sekali, Nak. Kamu harus bertemu dengan ku di awal-awal pertandingan. Aku harap kamu bisa memberikan ku sesuatu yang menarik!" ucap pria yang menjadi lawan Zhang Ziyi ini dengan nada angkuh.


Tidak menanggapi, namun membalas dengan senyum kecil.


"Aku harap kamu juga bisa membagikan sesuatu yang menarik!" balas Zhang Ziyi.


"Cih,"


"Baik... Mulai!" ucap wanita MC dengan suaranya yang menggema.


Pria yang menjadi lawan Zhang Ziyi langsung melepaskan kekuatannya. Seketika dirinya di kelilingi oleh elemen pasir. Mengepul hingga menutupi seluruh tubuhnya.


Swoosshh!


Pasir tersebut menyebar dilantai. Bersamaan dengan itu, keberadaan pria tadi telah menghilang.


Zhang Ziyi waspada, melihat pasir bergerak di lantai arena, dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Pasir itu sendiri membelah menjadi dua, bergerak bersamaan kearah Zhang Ziyi.

__ADS_1


Zhang Ziyi menghindar dengan melompat ke samping kanan. Tapi pasir itu tidak ingin melepaskannya begitu saja. Kembali menargetkan Zhang Ziyi tanpa berniat melepaskannya.


Zhang Ziyi terbang ke atas, pasir tersebut berubah meruncing, besar dan mengejar Zhang Ziyi yang telah di atas udara.


Whush!


Energi Api Mendadak tercipta dari dua tangan Zhang Ziyi, lalu melemparnya ke arah duri pasir tersebut.


Bamm!


Ledakan tejadi, duri pasir yang runcing itu seketika meledak.


Zhang Ziyi tidak berniat membiarkan Pewaris Dewa Pasir itu bertahan terlalu lama. Menggunakan segala upaya untuk menyerangnya secara terus menerus.


Meskipun sempat dibuat kesusahan oleh pertahanannya yang begitu kuat, tapi pada akhirnya Zhang Ziyi tetap memenangkan pertandingan pertama, dengan cukup mudah.


Aksi yang di tunjukkan oleh Zhang Ziyi dalam mengeluarkan berbagai macam unsur elemen sekaligus dalam satu waktu, menuai banyak perhatian dari para penonton. Tidak hanya mereka yang duduk di bangku penonton, melainkan juga tiga orang tamu istimewa itu.


"Apakah dia berasal dari kekaisaran Langit?" tanya pemimpin Iblis.


Jenderal Kaisar Langit dan Wanita perwakilan dari Kekaisaran Kegelapan saling berpandangan sejenak. Sebelum kembali mengarahkan pandangannya ke depan, tanpa berniat menjawab pertanyaan dari Mu Hei.


"Hahaha, kalian begitu arogant, namun aku akan menahan diri untuk tidak membunuh kalian berdua di sini!" ancam Raja Iblis, pada keduanya.


Baik Jenderal Kaisar Langit, maupun Perwakilan dari Kekaisaran Kegelapan itu tetap tidak menanggapinya. Walaupun kekuatan mereka tidak lebih kuat dari Raja Iblis, namun tak ada sedikitpun niat untuk takut padanya.


***


"Terima kasih, selanjutnya mungkin nama kalian yang akan di panggil, maka dari itu, bersiaplah!" ujar Zhang Ziyi pada rekan-rekannya.


"Baik!"


Cukup lama pertandingan berlangsung. Karena ini merupakan pertandingan kelas atas, maka nyaris tidak ada yang tidak menarik perhatian untuk di tonton. Tapi tetap saja, itu hanya berlaku bagi sebagian orang, sementara yang lainnya hanya memandangi Pertarungan yang terjadi di atas arena tanpa ada nafsu.


Zhang Ziyi memperhatikan seseorang yang kini telah berdiri santai di atas Arena. Menunggu lawan tandingnya. Dia tidak mengenalnya, namun sempat terjadi kontak mata di antara keduanya. Bahkan perkataan pria tersebut kemarin, membuat Zhang Ziyi penasaran akan seperti apa kekuatan dari pria ini.


Beberapa saat, lawan dari pria itu telah muncul. Wanita MC telah mempersilahkan keduanya untuk bertarung. Tapi keduanya masih terdiam ditempat tanpa ada yang berniat untuk memulai.


"Majulah, aku tidak suka memulai dan tidak suka menunggu lama!" ucap pria tersebut. Dia adalah Huang Shen yang merupakan seorang pewaris Dewa Pengadilan.


"Hahaha, memang ini adalah kelebihan dari Dewa Pengadilan. Tidak suka menunggu namun juga tidak suka memulai... Baik-baik. Ini cukup menarik!" lawan Huang Shen tertawa sejenak.


"Sudah ku bilang, aku tidak suka menunggu. Jika kamu tidak kunjung menyerang, maka jangan salahkan aku jika tak memberimu ruang untuk menyerang" ucap Huang Shen dengan ekspresi datar.


"Hahaha, baiklah. Aku ak—!"


Uhuk!

__ADS_1


Belum juga menyelesaikan kalimatnya, tonjokkan keras telah lebih dulu menghantam dadanya. Begitu penuh akan energi hingga membuatnya terpental jauh keluar dari panggung arena pertandingan.


Para penonton sudah menebak ini akan terjadi, sebab mereka telah mengetahui bagaimana sepak terjang dari Huang Shen ini. Meski terbilang baru dalam hal mewarisi Dewa keadilan, namun dia telah banyak mengadili orang dan mengukir namanya bahkan orang-orang akan segan terhadapnya. Sehingga Huang Shen pantas untuk menjadi calon lima besar dalam turnamen ini.


***


Pertandingan untuk hari ini telah berakhir. Zhang Lan serta enam orang lainnya telah berhasil memenangkan pertandingan. Meski Zhang Lan serta Zhang Zhili mendapat lawan yang cukup susah tadi, beruntung mereka belum menggunakan kartu as mereka.


Dari pertarungan yang telah berlangsung tadi, yang paling cepat selesai adalah Hei An, Huang Shen, Goh Lalu dan beberapa orang yang di gadang-gadang sebagai calon sepuluh besar dalam turnamen ini.


Melihat pertandingan besok kekuatan dari kontestan seratus besar yang lumayan lebih kuat dari sebelumnya, maka Zhang Ziyi memutuskan untuk membawa rekan-rekannya ini ke suatu tempat. Guna meningkatkan kekuatan mereka untuk bertanding esok hari.


"Aku ingin bertemu dengan Manager kalian?" ucap Zhang Ziyi pada dua orang yang menjaga suatu bangun besar. Bangunan itu sendiri merupakan pelelangan Awan Perak yang berdiri di Kota Tebing Tinggi.


"Hmm, dia sedang sibuk. Kamu bisa menemuinya lain hari. Jika kalian hendak membeli sesuatu, maka pelayan kami akan mengantar kalian."


"Hmm, benarkah?"


Penjaga tidak menjawab, dan malah berekspresi datar.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih!" ucap Zhang Ziyi. Lalu dia dan rekan-rekannya berjalan memasuki cabang Pelelangan Awan Perak.


Seperti yang di katakan oleh Penjaga tadi, kini mereka di antar oleh seorang wanita yang menjadi pelayan di pelelangan tersebut. Wanita pelayan itu sendiri bukanlah orang biasa, melainkan juga seorang kultivator ranah Semesta.


"Benda apa yang kalian cari?" tanya pelayan itu dengan ramah.


"Kami mencari sebuah keterampilan tingkat tinggi." Zhang Ziyi membalas pertanyaan dari pelayan itu.


"Baik, mari ikuti aku!"


***


Mereka berjalan, menaiki anak tangga yang menghubungkan dengan lantai dua. Memasuki sebuah ruangan, sampailah mereka di tempat yang di tuju.


"Silahkan!" ucap Pelayan.


Zhang Ziyi serta rekan-rekannya memasuki ruangan tersebut. Begitu banyak sekali gulungan yang merupakan keterampilan tingkat tinggi. Namun setelah Zhang Ziyi telusuri, semuanya tampak biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa menurutnya. Memang keterampilan-keterampilan itu bukanlah keterampilan biasa, namu tetap saja, untuk mengalahkan para pewaris yang memiliki ilmu tinggi, ini tidaklah begitu berguna.


"Apakah kalian tidak memiliki keterampilan lebih tinggi dari ini?" tanya Zhang Ziyi memastikan.


"Kami hanya memiliki ini!"


"Hmm, Kalau begitu, antar aku oada manager kalian!"


Pelayan itu menggelengkan kepalanya pelan. "Mohon maaf Tuan. Manager sedang sibuk. Banyak urusan yang harus dia kerjakan, sehingga dia tidak bisa untuk menemuimu."


"Kalau begitu, kamu pasti mengetahui ini!"

__ADS_1


Melihat apa yang di tunjukkan oleh Zhang Ziyi tadi, sontak saja membuat mata pelayan tersebut terbelalak. Dengan segera dia berlari keluar dari ruangan tersebut untuk menemui manager cabang Pelelangan Awan Perak di kota Bukit Tinggi.


__ADS_2