Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 252 ~ berkunjung


__ADS_3

Zhang Ziyi, Dewa Gou Liang, serta Dewa Api saat ini tengah mengendarai Laohu. Hendak ke suatu tempat.


"Apakah yang kamu katakan itu benar bahwa kelompok Bendera Putih masih berdiri sampai sekarang?" tanya Dewa Api .


"Benar Kakek. Mereka memang Kelompok Bendera Putih. Dahulu aku sampai berkunjung ke tempat mereka."


"Hmm, begitu yah. Aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengan mereka," ujar Dewa Gou Liang.


Laohu mengepakkan sayapnya dengan kecepatan tinggi.


Beberapa saat, mereka telah sampai di sebuah kota. Terbang ke satu tempat, sesuai instruksi dari Zhang Ziyi.


Mereka tiba di di sebuah tempat dimana di situ adalah sebuah makam kuno, tengah-tengah kota.


Laohu mengecilkan ukuran tubuhnya, supaya bisa memasuki makam kuno tersebut, setelah Zhang Ziyi, Dewa Api dan Dewa Gou Liang turun dari punggungnya.


Mereka berjalan bersama masuk ke makam kuno. Mencari seseorang di dalam makam kuno tersebut. Namun sejauh mereka melangkah tetap mereka tidak menemukan keberadaan orang yang dicari.


"Nak, entah mengapa aku jadi meragukan kamu?" ucap Dewa Api tiba-tiba. Dia berkata demikian, sebab dari tadi tidak menemukan keberadaan orang tersebut.


"Hmm, entahlah Kakek. Tapi pertama kali kali aku bertemu dengannya itu di tempat ini. Dan dia begitu menghargai para pahlawan terdahulu yang melindungi kota ini, sehingga dia sangat menyukai berkunjung di makam kuno ini!" Zhang Ziyi menjelaskan kebiasaan pria yang mereka cari.


"Hmm, mungkin dia sedang berada di tempat lain. Kita bisa menunggunya di sini!" ucap Dewa Gou Liang.


Sekilas, pandangan Zhang Ziyi kembali terpaku pada lukisan yang ada di dinding. makam.


Tak lama setelahnya, datang seorang pria berpakaian rusuh dan tampilan yang sangat berantakan. Dia tidak ada bedanya dengan seorang pengemis di jalanan.


"Nah, ini dia!" ucap Zhang Ziyi bersemangat kalau melihat nya.

__ADS_1


Dewa Api dan Dewa Gou Liang langsung mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Zhang Ziyi.


Kedua Dewa itu langsung menaik turunkan alis kala melihat tampilan dari orang yang mereka cari itu begitu berantakan, tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.


"Oi pria tua... Menatap penampilan mu semakin menyedihkan seperti ini?" Dewa api datang langsung mencibir pria itu.


"Heeh, Tua Bangka. Lama tidak bertemu, bukannya terharu kamu malah menghina penampilanku ... dasar Tua Bangka Busuk!" Pria itu balas mencibir.


"Sudah-sudah, kalian baru saja bertemu selalu saja membuat keributan." Kembali Dewa Gou Liang menjadi penengah dalam pertikaian Dewa Api.


Kedua orang itu, tidak mengindahkan perkataan Dewa Gou Liang dan kembali melancarkan sindiran masing-masing. Namun segera menghentikan niat mereka kala merasakan aura buruk dari Dewa Gou Liang.


"Eh ya, mari antar kami ke markas Bendera Putih, aku tidak sabar untuk bertemu dengan orang-orang Bendera Putih." ucap Dewa Gou Liang.


"Hmm, Baiklah. Aku akan mengantarkan kalian ke sana. Tapi setelah aku menyelesaikan urusanku di sini baru kita akan mulai melakukan perjalanan ke markas."


Ketiganya mengangguk mendengar penjelasan dari pria tersebut.


Di sisi lain, Pria tersebut sebenarnya sempat tersentak kala melihat perkembangan Zhang Ziyi yang begitu pesat. Bahkan tidak lama mereka bertemu namun kini anak itu telah berhasil mencapai tingkatan yang lebih tinggi darinya.


Sempat pula pujian dia keluarkan untuk Zhang Ziyi.


Pria itu sendiri bernama Kung Shi.


Setelah Kung Shi menyelesaikan urusan di makam kuno, Mereka pun lantas pergi dari sana menuju ke markas Bendera Putih.


Sampai di Salah satu sisi dinding tembok yang mengelilingi kota, mereka berhenti pada jalan buntu.


"Mengapa kita berhenti di sini? Apakah kamu sudah lupa jalannya?" tanya Dewa Api.

__ADS_1


Memang bisa dibilang di sini yang paling cerewet adalah Dewa Api.


"Apakah kamu tidak bisa untuk mengerem mulutmu itu. Kamu terlalu banyak bicara. Bahkan aku belum menunjukkan sesuatu di sini," ucap Kung Shi yang tampak kesal dengan pertanyaan Dewa Api tadi.


Setelahnya, dia membuka pintu menuju dunia berbeda di balik tembok tersebut.


Whush!


Pusaran air tercipta.


"Silahkan!" Kung Shi mempersilahkan Zhang Ziyi, Dewa Api serta Dewa Gou Liang untuk lebih dulu memasuki pusaran air tersebut.


Tanpa ada keraguan sedikitpun, ketiga orang memasuki pusaran air itu.


Dimulai dari Zhang Ziyi yang lebih dulu maju memasuki pusaran air tersebut. setelahnya di ikuti oleh Dewa Api, baru Dewa Gou Liang. Kung Shi sendiri memilih untuk masuk yang terakhir.


Merela telah sampai di dunia lain di balik tembok tersebut.


"Hmm, aku kembali merasakan nuansa ini!" ucap Dewa Api.


"Mari, lewat sini." Kung Shi menunjukkan jalan. Dia berjalan di depan sementara tiga orang tersebut mengikuti dari belakang.


Beberapa saat, sampailah mereka pada sebuah ruangan.


Kung Shi membukakan pintu. Mereka masuk, langsung saja kehadiran mereka menarik perhatian orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Dewa Api ... Dewa Gou Liang!" ucap salah seorang dari mereka.


Di sisi lain, pemimpin dari Bendera Putih yang melihat kedatangan dua orang kawan lama segera beranjak dari duduknya dan menghampiri kedua orang itu.

__ADS_1


__ADS_2