Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 160 ~ Ujian Pengakuan III


__ADS_3

Zhang Ziyi menghiraukan masalah topeng Hantu. Fokusnya saat ini ia pusatkan pada bayangan iblis raksasa di hadapannya. Bayangan merah namun tampak seperti nyata.


Bayangan iblis raksasa itu menyemburkan kabut merah dari mulutnya. Membuat tempat itu kian menjadi merah.


Tekanan besar kembali menyapanya. Kali ini dua kali lipat dari sebelumnya. Tampaknya nasib Zhang Ziyi di dunia ini dipenuhi oleh tekanan sana sini. Zhang Ziyi mengendus. Udara di dunia ini tidak lain adalah darah yang bercampur dengan oksigen beracun.


"Hahaha... Kau sangat tampan, Nak, daging–mu juga pasti sangat lezat!" Iblis itu tertawa memekik. Bahkan jika burung gagak tertawa di malam mencekam dan sangat mengerikan, maka iblis ini lebih dari pada itu.


Iblis melibaskan tangannya pelan. Seketika beberapa rantai muncul dari arah berbeda-beda, mengejar tubuh Zhang Ziyi.


Rantai-rantai itu bergerak seperti ular. Zhang Ziyi menghindari satu rantai, lalu menepis rantai yang lain dengan pedang Naga Langit.


Menghindar dan terus menghindar. Rantai-rantai itu kian menggila seiring dengan berjalannya waktu. Memaksa Zhang Ziyi untuk menggunakan skill langkah bayang.


Bergerak bagai bayangan di dunia yang di penuhi dengan latar merah itu. Namun pada akhirnya tubuh Zhang Ziyi tertangkap pula oleh salah satu rantai.


Zhang Ziyi mencoba memotong rantai yang mengikat salah satu kakinya. Berhasil, dia lantas kembali bergerak menghindar.


Sayangnya belum cukup satu menit dia terlepas dari rantai tadi, kini dia harus kembali di ikat oleh rantai yang lain di lengan kanannya. Zhang Ziyi tidak sempat beraksi untuk memutuskan rantai itu, dia kalah cepat oleh rantai lain yang langsung mengikat lengan satunya. Pedang Naga Langit terjatuh dari genggaman tangan Zhang Ziyi.


Satu per satu rantai mulai menghunjam tubuh Zhang Ziyi. Ujung yang lancip hingga menembus dada Zhang Ziyi. Tidak hanya satu rantai yang menembus tubuh Zhang Ziyi, melainkan belasan. Bahkan ada satu rantai yang menghunjam tenggorokannya dari belakang hingga tembus sampai ke depan. Darahnya terciprat dan mengenai wajahnya.


Zhang Ziyi melemah. Rantai-rantai itu nyatanya tidak hanya berfungsi untuk menusuk tubuh Zhang Ziyi, melainkan juga menyerap kekuatan yang di milikinya.


Tidak bisa mengambil tindakan, pergerakannya di kunci begitu rapat, hingga Zhang Ziyi tidak berkutik.


Darah menetes di ujung rantai yang runcing. Zhang Ziyi memandanginya dengan tatapan kosong. Saat ini dia tidak bisa berpikir jernih. Otaknya seakan tidak di bolehkan bekerja. Dia pasrah saat kekuatannya serta Jiwanya yang di serap oleh rantai. Dia gagu dan bingung.


Masuk dalam pengaruh rantai itu selama beberapa menit, kekuatan Zhang Ziyi kian menurun oleh rantai-rantai itu. Perlahan otak kecilnya bekerja dan memberikan syarat akan bahaya pada dirinya. Hal ini membuat Zhang Ziyi kembali tersadar. Tubuhnya tidak sengaja langsung bereaksi.


Zhang Ziyi memberontak dan berusaha untuk melepaskan rantai-rantai itu. Sayangnya semakin dia memberontak, tubuhnya malah bertambah terkoyak.


Meringis, dia memilih untuk diam dan tenang, berpikir jernih untuk keluar dari masalah ini adalah jalan yang terbaik. Sialnya, rantai-rantai itu telah menyedot kekuatannya dalam kurun waktu sejam, dan Zhang Ziyi terlambat menyadari.


Srruuuttt!!


Saat itu pula lah satu tingkat kultivasinya telah menurun dan menghilang.


Zhang Ziyi tentu saja kaget dengan itu. Ingin berteriak lantang, tapi sayang dia tidak bisa melakukannya. Hanya bisa mengeluarkan teriakan ringisan dalam hati sebab jalan keluar suaranya tersumbat oleh rantai yang merobeknya.


Rasa-rasanya seperti nyawanya yang di cabut oleh rantai itu. Tubuhnya semakin melemah. Zhang Ziyi berusaha bangkit dan melepaskan diri dari rantai-rantai. Sialnya, rantai-rantai itu sangat melekat di tubuh Zhang Ziyi. Bahkan telah menyatu bersama dengan dagingnya.

__ADS_1


Selang beberapa saat, Pedang Naga Langit tiba-tiba saja mengeluarkan suara bising. Berdengung kencang, lalu melayang. Hal ini bukan kali pertama Pedang Itu mengeluarkan reaksi seperti itu. Ini juga sudah pernah terjadi saat Zhang Ziyi tengah menghadapi salah satu pentua klan Zhang dahulu.


Pedang Naga Langit yang melayang sembari juga mengeluarkan suara bising itu, berhasil menggangu Bayangan merah menyerupai iblis. Tampak iblis itu yang sekarang tengah menjerit kesakitan, tangannya juga terlihat menutupi kedua telinganya.


"Berhenti.... Berhenti ... Pedang bodoh!" Iblis yang terlampau marah langsung mengarahkan salah satu tangannya ke arah pedang Naga Langit.


Rantai kembali muncul dari telapak tangan iblis, bergerak cepat hendak menangkap Pedang Naga Langit. Sialnya pedang itu justru tidak menghindar dan malah langsung memotong rantai yang berniat menangkapnya.


Srringg!!


Srringg!!


Bunyi dentuman dua besi terdengar begitu ngilu. Rantai terpotong menjadi beberapa bagian. Pedang Naga Langit kini bergerak dan membantu Zhang Ziyi untuk melepaskan Rantai-rantai yang menancap di tubuhnya.


Srringg!!


Srringg!!


Srringg!!


...


Satu per satu rantai terpotong. Setelah berhasil memotong semua rantai, pedang Naga Langit tidak lagi menimbulkan suara reaksi.


Baru saja hendak melepaskan salah satu rantai yang menempel di bagian lengannya, Zhang Ziyi tidak sengaja mengaktifkan skill misterius dari topeng hantu yang saat ini tengah bersembunyi di wajah Zhang Ziyi.


Mendadak tak lagi dia rasakan rasa sakit itu. Tubuhnya kini tembus dan melayang di udara. Terasa ringan dan sangat ringan. Zhang Ziyi tidak ada bedanya dengan roh sekarang.


"I–ini... Kekuatan Roh!?" Sempat tak percaya dengan itu. Namun sejurus kemudian dia menyadari akan dari mana skill ini berasal.


Tapi dia menepis sementara hal itu. dia memilih untuk fokus terlebih dahulu pada iblis yang ada di hadapannya ini.


Zhang Ziyi telah menguasai tubuh roh dalam waktu singkat. Dia menonaktifkan bentuk tubuh roh dan beralih ke tubuh normal.


Luka-luka yang masih menenteng akibat tertusuk dari rantai-rantai tadi kini terasa lagi. Zhang Ziyi mengeluarkan pil tingkat surgawi. Memulihkan kondisinya sejenak. Meski saat ini dia tidak bisa mengembalikan kultivasinya yang telah menghilang satu, tapi setidaknya dia perlu memulihkan energinya untuk bertarung melawan Bayangan Iblis ini.


Luka telah pulih sepenuhnya. Dia mengarahkan tangannya ke arah pedang Naga langit yang tergeletak lumayan jauh darinya.


Pedang Naga Langit melayang sendiri dan berhenti kala Zhang Ziyi telah memegangi gagangnya. Setelahnya Zhang Ziyi melayang dan berniat bertarung melawan Bayangan Iblis.


Mula-mula cukup susah bagi Zhang Ziyi untuk menyentuh Iblis ini. Sebab Iblis bisa mengendalikan apa saja yang ada di dunia ini. Bahkan pikiran Zhang Ziyi pun bisa di kendalikan olehnya. Juga Iblis itu bisa menciptakan benda-benda tajam dari ruang hampa dan melayangkannya pada Zhang Ziyi. Beruntung Zhang Ziyi tidak kehabisan ide. Dia melawan iblis ini menggunakan trik-trik–nya.

__ADS_1


Swoshhhh!!!


Pedang Zhang Ziyi berhasil memotong salah satu lengan iblis itu. Meski bentuknya menyerupai bayangan, namun bagi Pedang Naga Langit, dia masih bisa di sentuh.


Bergerak cepat dan gesit, dia memanfaatkan kelengahan pada Iblis itu untuk menyerang di sisi berbeda.


Iblis yang lengah sebab fokusnya saat ini tertuju pada lengan yang telah putus, pun tidak menyadari akan serangan lanjutan dari Zhang Ziyi.


Pedang Naga Langit kembali melayang dan langsung membela dua tubuhnya.


Swoshhhh!!


Iblis terbelah dan menghilang saat itu juga.


Zhang Ziyi menarik napas panjang sesaat.


"Akhirnya aku berhasil mengalahkannya," gumam Zhang Ziyi. Namun dia juga tidak bisa berbangga diri, kultivasinya telah menghilang satu tingkat oleh kelengahannya sendiri.


Sebenarnya di dunia ilusi ini pekat akan kekuatan mental jahat. Bahkan berapa kali Zhang Ziyi kehilangan kesadarannya dan menjadi gagu oleh kekuatan mental itu yang mengganggu pikirannya. Sehingga saat kultivasinya menghilang pun, Zhang Ziyi terlambat menyadarinya.


Zhang Ziyi merasakan aura merah di dunia ini mulai melemah. Dia memanfaatkan itu untuk menghancurkan formasi ilusi ini.


Krrrkkk!


Suara retak terdengar. Tak berlangsung lama di iringi dengan suara kaca pecah.


Zhang Ziyi kembali ketempat sebelumnya dia bertemu dengan Buaya. Saat ini, buaya yang sudah menggila sebab ilusinya dipatahkan oleh Zhang Ziyi. Dan kini malah berimbas kepadanya.


Dia berlarian ke sana kemari dengan sangat cepat. Benda apa saja yang ada di hadapan Buaya akan langsung hancur saat itu juga. Bahkan aura kematian yang pekat tidak dia sembunyikan dan memilih untuk memamerkannya.


Zhang Ziyi memasang senyum miring. "Kau telah membuatku kehilangan kultivasi ku Maka kau juga harus kehilangan nyawamu!"


Zhang Ziyi langsung melesat ke arah Buaya. Menghadang langkah buaya, menebas mulut buaya dengan pedangnya.


Baamm!


Buaya termundur beberapa langkah ke belakang. Sorot matanya yang menghitam menatap kosong ke arah Zhang Ziyi. Tak berlangsung lama, buaya itu berlari cepat dan berniat mencabik-cabik Zhang Ziyi.


Sedangkan Zhang Ziyi juga tidak mau kalah. Dia menunggu hingga Buaya sampai di tempatnya, baru setelahnya dia melancarkan serangan selanjutnya.


Bertarung dengan buaya untuk beberapa saat. Nyatanya Zhang Ziyi dibuat kewalahan olehnya. Namun pada akhirnya Zhang Ziyi berhasil membunuhnya.

__ADS_1


"Makhluk mengerikan ini...!" gumam Zhang Ziyi setelah berhasil membunuh buaya. Dia berniat meninggalkan tempat itu. Namun sebelum itu, Zhang Ziyi mengambil kristal roh dari buaya itu. Kristal roh berwarna merah dengan memancarkan aura hitam di dalamnya. Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Zhang Ziyi lantas bergerak meninggalkan tempat itu.


Kali ini, dia bergerak dengan mengendarai Laohu. Tentu saja tidak adil jika dia tidak mengajak serta Niao dalam petualangan kali ini.


__ADS_2