Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 47 ~ Pelukan


__ADS_3

Zhang Ziyi mulai menyesali kultivasinya yang begitu rendah.


"Untuk kedepannya, aku harus fokus meningkatkan kultivasi-ku!" gumam Zhang Ziyi sembari tangannya tidak berhenti bergerak menepis serangan lawan-lawannya, lalu menyerang balik.


Selang beberapa saat, Zhang Ziyi mulau merasa semakin kewalahan. Serangan masuk dari anggota klan Zhang itu sukses membuat Zhang Ziyi terluka di bagian lengannya. Zhang Ziyi bergerak mundur beberapa langkah setelah menerima luka itu.


Sebenarnya, tidak hanya di bagian lengan saja, namun juga beberapa bagian di tubuhnya yang telah mengalami luka sayatan. Baik sayatan ringan maupun berat.


Setelan yang di kenakan Zhang Ziyi sendiri saat ini telah robek di beberapa bagiannya.


"Sial... Aku tak bisa terus-terusan seperti ini. Jika aku terus meladeni mereka, yang ada aku yang akan mati di sini. Mereka terlalu banyak, belum lagi para penatua itu yang mungkin sebentar lagi akan muncul!" gumam Zhang Ziyi.


Pemuda itu kemudian memeriksa persediaan pil–nya. Seketika, wajah Zhang Ziyi mengusut kala mengetahui dirinya yang hanya memiliki 3 pil tingkat bumi tersisa. Selain itu, pil tingkat tinggi hanya tinggal beberapa puluh saja.


Dengan hati kacau, Zhang Ziyi menelan satu pil tingkat Bumi. Meski dia juga sangat menyayangkan pil itu. Setelah menelan pil tersebut, Zhang Ziyi mulai merasakan kekuatan nya yang telah kembali seperti semula.


Luka-luka–nya pun kini mulai menutup sebagian.


Sementara para anggota klan utama Zhang, itu sempat terdiam sejenak. Mereka juga sempat merasa ragu untuk menyerang pemuda itu. Yang ada di benak mereka masing-masing adalah Zhang Ziyi ini tidak ada bedanya dengan monster.


Sebenarnya bukan itu alasan mereka berhenti menyerang Zhang Ziyi untuk beberapa saat ini, melainkan aura yang terpancar di tubuh Zhang Ziyi ini yang mulai terasa berbeda setelah banyak anggota klan yang dibunuh Zhang Ziyi.


"Kenapa kalian diam saja, cepat serang pemuda itu sebelum dia berhasil kabur!" ucap salah satu pemuda yang ada di belakang.


Mereka yang berdiri di depan mulai tersadar. Kembali mereka bergerak untuk menyerang Zhang Ziyi. Meski mereka tahu bahwa menyerang anak itu sama saja dengan menyerahkan nyawa, namun mereka tak ada pilihan lain selain itu.

__ADS_1


Zhang Ziyi sendiri menyambut mereka sebentar, lalu bergegas meninggalkan tempat itu setelah membunuh kembali anggota klan sekitar 10 orang. Pasalnya, pemuda itu tidak mau berlama-lama di sini dan berhadapan dengan anggota klan yang seolah tidak ada habisnya itu.


Selain itu, Zhang Ziyi juga tak ingin semua pil tingkat bumi nya habis hanya karena pertarungan tak berujung ini.


Setelah memukul mundur tiga orang pria ke arah para anggota klan itu, Zhang Ziyi segera berbelok arah dan memasuki salah satu lorong cabang.


Para anggota klan Zhang sendiri yang sempat dibuat terbaring karena tertimpa tiga orang pemuda yang di dorong Zhang Ziyi tadi segera bergegas bangun. Kembali mereka berbondong-bondong mengejar Zhang Ziyi.


Namun beberapa saat mencari, tak kunjung mereka menemukan keberadaan Zhang Ziyi. Berpencar pun tetap tak ada hasil.


Di sisi lain, Zhang Ziyi saat ini tengah berjalan mengarah ke lorong yang sebelumnya sempat dijadikan tempat ia membantai anggota klan.


Berjalan dengan menginjak tubuh manusia yang tidak lain adalah anggota klan yang tadi sempat dibunuhnya. Tak terlihat wujudnya, namun dapat dirasa keberadaannya. Ya, saat ini Zhang Ziyi tengah mengaktifkan mode tubuh hantu untuk menghindari kejaran para anggota klan itu.


Berjalan lurus hingga beberapa saat, akhirnya Zhang Ziyi menemukan sebuah dinding di hadapannya. Dengan dua lorong kiri serta kanan.


Selang beberapa saat, Zhang Ziyi akhirnya sampai juga di luar penjara bawah tanah tersebut.


"Saudara Ziyi?!" kontan saja Zhang Lan segera menyebut namanya kala melihat pemuda itu yang keluar dari jalan rahasia.


Zhang Zhili, Zhang Yin, Zhang Bie serta Zhang Meng segera menoleh ke arah jalan rahasia setelah mendengar ucapan Zhang Lan barusan.


Melihat kedatangan Zhang Ziyi, semuanya pun bergegas bangkit dari posisi duduknya dan mendekati Zhang Ziyi.


Zhang Meng serta Zhang Lan membantu Zhang Ziyi untuk keluar dari lubang jalan rahasia. Saat telah berhasil keluar dari jalan rahasia tersebut, sontak, Zhang Yin langsung menghujani Zhang Ziyi dengan pelukan erat.

__ADS_1


Kontan saja semuanya sampai dibuat tersentak dengan tindakan Zhang Yin barusan. Tiada angin, tiada hujan, mendadak Zhang Yin yang langsung melesat memeluk erat Zhang Ziyi.


"Eehem!" Zhang Meng pura-pura berdehem untuk menyadarkan Zhang Yin.


Benar saja, Zhang Yin yang tersadar langsung melepas pelukannya. Pipinya pun mulai berubah menjadi merah jambu, karena malu.


"Ma-maafkan aku!" lirih Zhang Yin.


"Cih, giliran saudara Ziyi yang baru keluar dari masalah, saja ... langsung di sambut dengan pelukan... Lah, aku? Bahkan meski hampir sekarat pun kau malah semakin membuatku bertambah sekarat, bukan pelukan seperti yang kau lakukan pada saudara Ziyi barusan!" Zhang Meng nampak cemburu melihat Zhang Yin yang memeluk Zhang Ziyi tadi.


Bagaimana tidak, paras cantik dari Zhang Yin yang bagaikan Dewi. Dengan rambut lurusnya yang panjang, bibir tipis yang ranum, alis yang tebal, juga kulit seputih salju. Pria mana yang tidak ingin di peluk oleh wanita sepeti Zhang Yin ini.


Zhang Yin tidak menanggapi ucapan Zhang Meng barusan. Dia hanya membuang muka dan menoleh ke arah lain.


Melihat Zhang Ziyi yang datang dalam keadaan penuh darah di sekujur tubuhnya, semuanya pun sampai dibuat khawatir karenanya.


"Saudara Ziyi, apa yang terjadi padamu?" tanya Zhang Lan. "Biar ku tebak, kau mungkin baru saja bertarung dengan para penjaga penjara bawah tanah itu, bukan?" tanya Zhang Lan memastikan.


Zhang Ziyi tidak segera menjawab. Pemuda itu memilih untuk melepas topeng hantunya terlebih dahulu. Setelah itu menjawab pertanyaan Zhang Lan barusan.


"Seperti yang kalian lihat... Namun saat ini, kita tidak ada waktu untuk terus berada di klan Zhang... Di sini tidak aman lagi bagi kita!"


"Tunggu, apakah ada suatu yang besar terjadi di dalam penjara bawah tanah?" tanya Zhang Meng.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, Yang Intinya, sekarang juga kita harus pergi meninggalkan tempat ini!"

__ADS_1


Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Meng serta Zhang Lan awalnya bingung mendengar perkataan Zhang Ziyi barusan, namun setelah mendengar penjelasan dari Zhang Zhili, mereka akhirnya mengerti.


Setelahnya, tanpa pikir panjang, merek langsung melesat meninggalkan tempat tersebut. Keenam orang itu bergerak dengan melompati atap demi atap rumah. Menghindari setiap tempat yang ramai, takutnya ada satu atau dua anggota klan yang melihat mereka.


__ADS_2