
Hari berganti Minggu. Terhitung sudah seminggu lebih Zhang Zhili serta murid-muridnya berada di pinggir hutan Luori bagian dalam.
Dalam jangka seminggu tersebut, mereka habiskan untuk berlatih sekaligus meningkatkan kekuatan. Bertarung dengan binatang buas yang lebih kuat dari mereka. Hal itu tidak lepas dari arahan Zhang Zhili sendiri. Pria itu berpikir dengan menerapkan metode pelatihan demikian, maka murid-muridnya ini tidak akan kesulitan sedikitpun kala mendapat lawan yang lebih kuat dari mereka suatu saat nanti.
Berlatih hingga beberapa hari terakhir ini, kini kultivasi mereka meningkat satu tahapan. Dimana Zhang Lan yang menerobos ranah pendekar tahap 9, Zhang Zhili menerobos ranah Langit tahap 6. Zhang Yin menerobos ranah langit tahap 2. Sementara Zhang Bie serta Zhang Meng berhasil menerobos ranah Langit tahap 1.
Meski kultivasi hanya meningkat satu tahapan, namun jika mereka berhadapan dengan kultivator yang beberapa tahap di atas mereka, keenam orang itu masih bisa bertarung imbang.
Meningkatnya kultivasi mereka juga tidak terlepas dari pil-pil pemberian Zhang Ziyi.
Ya, pemuda itu selain meningkatkan kekuatan, juga menyuling begitu banyak pil dalam waktu luangnya. Bahkan pemuda itu telah berhasil menyempurnakan pil tingkat bumi hasil buatannya hingga ke tahap kualitas maksimal, setelah sebelumnya Zhang Ziyi hanya bisa menyuling pil tingkat bumi dengan kualitas standar.
-
Pagi ini, seperti biasa mereka akan keluar dan berburu binatang buas yang ada di pinggir hutan Luori bagian dalam. Keenam orang dengan seekor Harimau Api berjalan keluar dari goa.
Berburu hingga sehari penuh, setelah senja hendak berganti malam, mereka sepakat memutuskan untuk kembali ke goa.
Meski hari ini mereka mendapat begitu banyak kristal roh, yang akan mereka jual nantinya, namun entah mengapa murid-murid Zhang Zhili itu terasa begitu lesu. Bukan karena lelah atau apa, melainkan karena bosan dengan apa yang mereka lalui hari ini.
Zhang Zhili yang mengetahui apa penyebabnya, pun memanggil mereka di suatu malamnya.
Setelah menghabiskan dua ekor daging rusa bakar, Zhang Zhili mulai mengumpulkan mereka.
Zhang Ziyi serta yang lainnya yang hendak beranjak pun segera menghentikan niatnya.
"Tidak biasanya guru memanggil kami setelah selesai menyantap makanan," tanya Zhang Lan.
"Ya, kau benar!" Zhang Meng juga ikut membenarkan.
Zhang Ziyi sendiri yang biasanya waktu istirahat dia habiskan untuk menyuling pil, namun kini pemuda itu mengurungkan niatnya kala mendapati panggilan mendadak dari sang guru.
"Aku sengaja menahan kalian untuk beranjak selepas makan, malam ini, karena ada sesuatu yang ingin ku beritahu pada kalian!" Zhang Zhili menatap satu per satu wajah murid-muridnya itu.
"Terkait hal apa itu guru?!" Zhang Lan bertanya tidak sabar.
"Hmm, terhitung sudah seminggu lebih kita berada di pinggir hutan Luori bagian dalam ini. Meningkatkan kekuatan dengan melawan binatang buas yang lebih kuat dari kita. Kultivasi kita pun juga meningkat satu tahapan." Zhang Zhili kembali menghentikan kalimatnya.
__ADS_1
Menghela napas sejenak, sebelum pria itu melanjutkan. "Dikarenakan hampir tidak ada binatang buas di pinggir hutan Luori bagian dalam ini yang bisa menandingi kalian lagi, maka besok kita akan beranjak ke kedalaman hutan Luori bagian dalam ini!"
Mendengar pernyataan Zhang Zhili barusan, wajah lesu murid-muridnya mulai berganti dengan wajah sumringah
"Benarkah!" Zhang Lan, Zhang Meng serta Zhang Bie berucap kompak. Bahkan suaranya pun begitu keras hingga menggema di seluruh goa.
Zhang Yin yang merasa terganggu dengan aksi konyol tiga temannya itu langsung membentak mereka. "Apakah kalian tidak bisa berkata pelan. Kupingku jadi sakit gara-gara kalian!" omel Zhang Yin.
"Hehehe, saudara Yin ... Bagaimana kami tidak seantusias tadi, sementara kita akan meninggalkan tempat ini besok! Oh ya, apakah kau tidak ingin meninggalkan pinggir hutan Luori bagian dalam ini?" ucap Zhang Lan dan diakhiri dengan melemparkan pertanyaan kepada Zhang Yin.
"Itu—" Ingin membantah tapi Zhang Yin tidak menemukan sanggahan.
"Tau ah!" Zhang Yin langsung membuang muka.
Zhang Lan sendiri juga ikut-ikutan membuang muka.
"Sudah-sudah... Kalian sudah menginjak usia remaja, setidaknya bersikaplah selayaknya orang dewasa. Jangan malah bersikap seolah-olah kalian akan tetap kecil!" Zhang Meng menengahi kedua temannya dengan mengeluarkan kata-kata mutiara. Namun kata-kata mutiara itu justru berbanding terbalik dengan kelakuannya.
"Cih, kau sendiri!" Cibir Zhang Yin.
"Hap—" Zhang Meng tersinggung langsung tersedak nafasnya sendiri.
"Sudah-sudah! ... Oh ya, sebenarnya tujuanku mengumpulkan kalian bukan hanya untuk menyampaikan bahwa kita akan meninggalkan pinggir hutan Luori bagian dalam ini."
Zhang Zhili mengeluarkan batu giok seukuran kepalan tangan orang dewasa dari ruang hampa. Batu giok itu sendiri berwarna warni dan memancarkan sinar warna-warni kecil. Kelima murid Zhang Zhili yang melihat giok warna warni itu langsung melebarkan mata serta mulut mereka.
"Wooaahh!"
Sedetik dua detik terlewatkan. Namun Zhang Lan serta yang lainnya masih saja terbuai dengan keindahan batu giok itu. Melihat hal tersebut, Zhang Zhili tidak diam saja dan langsung menyadarkan murid-muridnya.
"Sudahi kekaguman kalian, aku takut air liur kalian akan jatuh tidak lama lagi!"
Tersadar, murid-murid Zhang Zhili segera menutup mulut.
"Guru, batu apa itu?'' tanya Zhang Ziyi penasaran.
"Batu ini bernama giok elemen. Dimana fungsinya sendiri adalah membuka elemen dasar yang terpendam dalam diri kalian masing-masing. Giok elemen ini sendiri aku dapatkan dari klan Zhou."
__ADS_1
Tanda tanya mulai menyeruak di benak Zhang Lan serta tiga murid lainnya terkait fungsi dari batu itu, kecuali Zhang Ziyi. Pemuda itu sendiri pernah mendengar istilah tersebut saat dia berada di perpustakaan klan cabang. Waktu itu dia menemukan sebuah buku usang, karena penasaran, dia pun memilih untuk membacanya.
-
"Cara menggunakannya?" lagi dan lagi Zhang Lan melempar pertanyaan.
"Mudah saja, kalian hanya perlu meletakkan telapak tangan kalian pada batu ini. Mengaliri dengan sedikit energi Qi yang kalian miliki, setelahnya giok elemen ini akan memberi respons," jelas Zhang Zhili.
Kelima murid mengangguk tanda mengerti.
"Baik, siapa yang akan memulai lebih dulu?"
Mendengar itu, Zhang Meng langsung mengangkat tangan. Mendahului Zhang Lan serta Zhang Bie yang saat itu juga ingin membuka elemen dasarnya.
"Aku lebih dulu!"
Zhang Meng bangkit dan berlari kecil menuju ke arah Zhang Zhili.
"Tunggu sebentar!"
Zhang Zhili berjalan menuju batu besar melingkar, setelahnya meletakkan giok elemen di atasnya.
"Mulailah!" pinta Zhang Zhili pada Zhang Meng.
"Baik!"
Seperti apa yang di kata Zhang Zhili barusan, Zhang Meng mulai meletakkan telapak tangan pada batu giok Elemen. Setelahnya pemuda itu memusatkan energi Qi pada batu giok elemen.
Tak sampai sedetik, batu Giok elemen langsung mengeluarkan respons.
\=\=\=\=
Mohon maaf semuanya, hari ini dan kemaren up nya cuman satu chapter doang. Sebenarnya, niatnya kemaren update hingga 3 bab ,untuk mengganti yang tanggal 1 kemaren. namun tulisan yang udah author kumpul dan simpan di draft mendadak menghilang.
Terpaksa harus author nulis ulang. Dan pas mau upload, mendadak masalah lain muncul, kuota author habis. Jadinya harus nunggu hari ini untuk upload bab. Itupun pake hotspot temen. Jadinya untuk hari ini, Author hanya bisa kasih satu chapter.
Namun author janji, besok bakal up 3-4 chapter...
__ADS_1
Tetap ikuti kisah Zhang Ziyi yah, teman-teman.... :)