
Tanah tempat berpijak, kini telah membeku. Bahkan ada beberapa yang memunculkan duri-duri es. Di tengah tanah beku itu, tampak seekor serigala bermata merah tengah berusaha melepaskan diri dari kurungan es mengurung keempat kakinya.
Lolongan keras terdengar dari mulut serigala itu. Meski sekeras apapun ia berusaha untuk melepaskan diri, namun es tersebut sulit untuk hancur.
Mencoba untuk menggunakan energi Qi, namun sia-sia.
"Hehehe! Serigala jelek, inilah akibatnya jika kau berani mempermainkan ku!" Seorang gadis muncul dan berdiri beberapa meter di hadapan serigala tersebut.
Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Zhang Yin. Setelah beberapa saat berusaha mengejar siluman itu, dengan melempari beberapa batu es yang memiliki ujung yang runcing, namun karena kecepatan gerak serigala yang begitu di luar nalar sehingga dia sedikit kesusahan dalam hal itu. Terpaksa dia harus mengaktifkan skill yang dia dapatkan dari siluman kelinci untuk mengejar serigala Iblis.
-
Menatap ke arah Zhang Yin dengan menggunakan mata merahnya. Terlihat jelas kehampaan yang di penuhi dengan kebencian. Zhang Yin sendiri di tatap oleh serigala itu merasa lain.
Aura hitam mendadak muncul di sekitaran serigala Iblis. Sepertinya serigala Iblis itu hendak melakukan sesuatu.
"Cih, kau mau melakukan trik aneh untuk melepaskan diri dari kurungan es keabadian. Sayangnya aku terlalu baik untuk membiarkanmu melakukannya!"
Sunggingan kecil terlukis di wajah Zhang Yin. Sunggingan yang begitu dingin sekaligus menyeramkan itu.
Kedua tangan yang sedari tadi terlapis energi berwarna biru muda ia angkat. Melakukan suatu segel tangan. Aura biru muda menyebar dan mengelilingi tubuhnya. Membentuk suatu pusaran.
Zhang Yin melakukan suatu gerakan tubuh. Tampak menari-nari dengan begitu indahnya. Namun dibalik keindahan tarinya, seseorang yang melihat dirinya akan merasakan sesuatu yang mengancam. Seperti halnya yang dirasakan oleh serigala Iblis saat ini.
"Es Keabadian: Kurungan Es!" Berkata dingin dan penuh tekanan.
Energi kecil berwarna biru muda melesat dengan perlahan ke arah Serigala Iblis.
Whush!
Tepat setelah energi berwarna biru itu menyentuh tubuh si serigala, mendadak energi itu berubah menjadi es. Es yang menjalar hingga menutupi seluruh tubuh serigala Iblis.
"Hancurkan!" gumam Zhang Yin kecil.
Es yang menyelimuti tubuh serigala Iblis mendadak menimbulkan keretakan. Tak lama setelahnya, hancur berkeping-keping. Bersamaan dengan hancurnya tubuh serigala Iblis.
"Haah! Akhirnya selesai juga!" Zhang Yin menghela napas lega.
-
Di sisi lain, Zhang Bie, Zhang Lan yang dibantu oleh Laohu, serta Zhang Bie yang juga dibantu oleh Zhang Ziyi telah berhasil mengalahkan serigala Iblis tersisa.
Kembali berkumpul. Masing-masing dari mereka kemudian mengambil kristal roh dari siluman tersebut.
"Kak Ziyi, kau bilang akan membuat pil tingkat langit yang berpusat pada kecepatan gerak," ucap Zhang Lan. "Untuk menyelesaikan Pil tersebut, kak Ziyi membutuhkan kristal roh dari binatang buas yang memiliki kecepatan gerak di luar nalar bukan? Nah maka kristal roh dari siluman ini lah yang lebih cocok untuk Kak Ziyi gunakan sebagai bahan dari pembuatan pil tersebut!" Zhang Lan mengulurkan tangannya.
Zhang Ziyi menerima kristal roh bewarna merah darah itu. Lalu memasukkannya ke dalam cincin ruangnya.
__ADS_1
Tak hanya Zhang Lan, yang lainnya pun juga memberikan masing-masing kristal roh dari siluman Serigala Iblis yang barus saja selesai mereka bunuh.
Setelah memberikan masing-masing dari rekannya pil untuk mengembalikan stamina yang terkuras, Zhang Ziyi lantas memimpin rombongan untuk kembali melanjutkan perjalanan.
***
Di sisi lain, 12 orang saat ini tengah melesat, setelah sebelumnya beristirahat cukup lama.
Selang beberapa saat, mereka akhirnya sampai di sebuah lembah, dimana Zhang Ziyi serta kawanannya pernah melewati lembah tersebut.
"Semuanya, lekas angkat senjata. Pertajam insting kalian. Kita tidak tahu serigala Iblis itu akan datang kapan. Dan dia bisa muncul kapan saja." Seorang lelaki yang mengenakan setelan berwarna merah berkata memperingati rombongan.
Mengangguk, setelahnya semuanya lantas mengeluarkan senjata masing-masing.
Berjalan beberapa saat, namun mereka tak kunjung merasakan bahaya pun yang mendatangi mereka.
"Aneh! Bukankah disini terdapat lima ekor siluman serigala Iblis? Mengapa kini malah tidak terlihat?" gumam seorang yang mengenakan setelan hijau.
"Mungkin kah serigala-serigala itu telah berhasil di bunuh oleh para murid baru itu?"
"Apa yang kau bicarakan. Bahkan kultivasi mereka yang terbilang sangat rendah! Bagaimana mungkin mereka yang membunuh serigala di tempat ini." Salah satunya menyangkal dugaan pria tersebut.
"Iya juga sih!"
Kembali melangkah dengan waspada tingkat tinggi tak berkurang sedikitpun.
"Tunggu, bukankah itu adalah serigala Iblis?" tanya seseorang kala melihat tubuh binatang buas berwarna gelap yang tengah terbaring tak bernyawa.
Kontan, semuanya lantas mengarahkan pandangan ke arah yang ditunjuk oleh orang tersebut.
Beberapa orang lantas bergegas dan menghampiri tubuh serigala itu.
"Ini memang serigala Iblis! ... Hmm, darah yang masih cair dan segar menandakan bahwa serigala ini baru saja dibunuh!"
"Apa jangan-jangan yang membunuh lima ekor serigala ini memang lima orang murid baru?"
Kontan beberapa orang menoleh ke arahnya. Tebakannya itu ada yang mendukung ada yang menentang.
"Bagaimana mungkin mereka bisa membunuh siluman serigala ini, yang bahkan kita saja belum tentu akan menang melawan serigala-serigala ini. Apalagi lima orang murid baru itu!?"
"Sudahlah, tidak usah di pikirkan! Yang terpenting serigala ini telah mati. Dan kita bisa melanjutkan kembali perjalanan." Seorang lelaki yang mengenakan setelan hijau berkata.
Semuanya setuju. Meski tanda tanya juga belum terjawab jelas, namun mereka memilih untuk menyimpan pertanyaan itu.
Rombongan pun kembali melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda tadi.
***
__ADS_1
Zhang Ziyi serta yang lainnya sampai di sebuah danau. Memilih beristirahat sejenak. Juga sekalian menghilangkan dahaga di sana.
Sembari beristirahat, Zhang Ziyi memilih untuk berkultivasi. Ia merasakan energi alam di sekitar situ tampak berbeda dari wilayah lain di hutan Moiyu Taiyang ini. Dimana di dekat danau, energi alam yang tampak begitu pekat dan melimpah.
Menenangkan diri dengan menyerap energi alam tersebut. Entah mengapa Zhang Ziyi merasakan Energi alam di sekitaran sini tampak berbeda dari energi alam yang biasanya. Membuatnya nyaman dan larut dalam berkultivasi.
Lama ia berkultivasi, Zhang Ziyi merasakan sesuatu yang mengganggu pikirannya. Mencoba untuk memahami akan hal itu.
Dengan mata yang masih terpejam, Zhang Ziyi melihat sesuatu yang aneh sekaligus memiliki kekuatan hebat tersimpan di dalam dasar danau.
Karena penasaran, dia lantas membuka kedua matanya. Lalu menceburkan diri ke dalam sungai, tanpa sepengetahuan Zhang Lan serta yang lainnya.
Keempat orang itu sendiri juga tidak menyadari bahwa Zhang Ziyi saat ini telah menghilang dari tempatnya.
-
Berenang semakin ke dalam. Energi besar juga nampak semakin kuat. Gelembung-gelembung air bergerak ke arah bawah dan membentuk sebuah pusaran. Penasaran, Zhang Ziyi lantas mengikuti arah gelembung itu.
Lama ia berenang, namun tak kunjung dia menemukan keberadaan pusat dari energi besar itu.
"Aneh!" gumamnya.
Dia lantas menggunakan kekuatan jiwa untuk memindai sekitar.
Zhang Ziyi melihat pusaran gelembung-gelembung air yang bergerak ke satu arah. Bersamaan dengan itu, energi berwarna Emas juga terlihat menyebar di tempat itu. Seperti menarik gelembung-gelembung tersebut pada satu arah.
Tak lama setelahnya, pusaran besar dapat Zhang Ziyi lihat. Pusaran air yang dibarengi dengan energi berwarna emas menyala.
Membuka kedua matanya. Zhang Ziyi lantas berbalik ke belakang.
"Jika aku tidak menggunakan kekuatan jiwa, mungkin pusaran emas ini tak akan terlihat." Gumamnya.
Lalu ia berenang ke arah pusaran tersebut. Berniat hanya ingin melihat dari kejauhan, akan tetapi pusaran air itu justru malah menariknya untuk masuk ke dalam.
***
Di sisi lain, Zhang Lan serta yang lainnya telah menyadari bahwa Zhang Ziyi telah menghilang.
Bangkit dari istirahat, lalu lekas mencari keberadaan anak itu.
Sialnya, beberapa saat mencari, mereka tak kunjung menemukan keberadaan Zhang Ziyi.
Saling bertanya apakah menemukan keberadaan Zhang Ziyi, namun tak satupun yang menjawab 'iya'.
Saat itulah timbul rasa khawatir pada diri mereka.
Kembali mereka bergerak mencari Zhang Ziyi. Namun, mereka langsung menghentikan aksinya kala tiba-tiba muncul orang-orang yang mengenakan pakaian hitam serta topeng putih yang dari balik pepohonan rimbun.
__ADS_1
Kontan, Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Bie serta Zhang Yin langsung mengambil sikap waspada. Mengeluarkan pedang dan mengarahkan ke depan. Mengambil posisi siap tarung.