Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 200 ~ Kerajaan Shang II


__ADS_3

Zhang Ziyi, Zhang Zhili, Zhang Bie, Zhang Meng, Zhang Yin, Shui Shan serta Shui Bing berjalan memasuki kota pusat kerajaan Shang. Begitu luas dan ramai. Banyak bangunan-bangunan bagus dan mewah di bangun di sini. Di sini juga mereka bisa melihat pulau-pulau terapung dengan di atasnya dibangun rumah-rumah.


"Aku penasaran bagaimana orang-orang yang tinggal di wilayah luar kota. Di pelosok-pelosok desa terpencil, apakah mereka akan setenang ini?" gumam Zhang Ziyi tiba-tiba.


"Sepertinya tidak! Ketenangan dan keindahan hanya bisa dinikmati saat engkau berada di kota pusat seperti kota ini. Namun di balik itu semua ada rakyat yang menderita!" Zhang Zhili membalas gumaman Zhang Ziyi.


"Hmm, guru benar! Tidak semua yang kita lihat bagus, memiliki hal baik bersamanya. Wilayah kerajaan Shang ini begitu luas, meskipun Kerajaan bisa mengawasi semua pergerakan dan kondisi dari rakyatnya, namun tidak menutup kemungkinan mereka akan menutup Mata soal warga kecil. Mengingat bagaimana pengaruh kerajaan ini dalam dunia politik, mereka tidak akan ada waktu hanya sekedar mengurus para warga itu."


"Aku yakin, mereka memiliki harta banyak yang akan menjadi perhatian kerajaan, sementara mereka yang tidak memiliki harta hanya menjadi barang lengkap," Shui Shan juga ikut berkata.


Mereka lanjut berjalan. Menyusuri jalanan kota yang ramai akan orang-orang berlalu lalang.


***


Sehari telah berlalu semenjak kejadian itu, kini para penjaga gerbang kembali berjaga seperti biasanya. Mengusir mereka yang di anggap biasa-biasa saja yang hendak memasuki kota pusat. Untuk memasuki kota ini sendiri Zhang Ziyi sebelumnya harus mengeluarkan dua koin emas. Karena nilainya yang tidak main-main, maka tidak sembarang orang yang boleh memasuki kota pusat.


Tepat di malam hari, Para penjaga kembali melanjutkan aksinya. Terkadang akan terdengar tawa renyah dari mereka. Bermabuk-mabukan sembari menonton seorang wanita penghibur. Api unggun menyala di pinggir gerbang, di kelilingi oleh beberapa prajurit penjaga.


Namun itu tidak berlangsung lama saat tiba-tiba datang beberapa orang yang datang-datang langsung berbuat rusuh. Kepanikan datang, beberapa orang yang ada sebelumnya duduk menikmati pertunjukan tari wanita penghibur langsung berdiri.


Tapi, dekat dari aku menarik senjata untuk melawan orang merusuh tadi. Sebaliknya hanya terdiam sembari memusatkan perhatian orang itu.


"Mengapa tidak menangkapnya!" ujarnya dengan nada tinggi. Dia langsung menendang Komandan pasukan penjaga di gerbang.


"A–ampun Tuan! Bukannya aku tid—" belum juga komandan menyelesaikan perkataannya, dia langsung berhenti kala mendapati sebuah suara memotongnya.


"Dia hanya mencari Alasan. Aku sempat akan menahannya dan membawanya kepada raja, namun Komandan segera menghalangiku! Hukum saja dia, atau turunkan pangkatnya!" ucap pejaga yang sempat menahan Zhang Ziyi serta rekan-rekannya sehari yang lalu. Dia sendiri mencoba untuk memprovokasi orang yang baru saja datang itu.


Komandan menatap tajam penjaga tersebut. "Berani sekali kau berbicara! Sia—!" Kembali perkataan Komandan terhenti saat bentakan keras terdengar layaknya Guntur menggelegar di telinganya.


"Diam! Aku tidak menyuruhmu untuk berbicara... Yang di katakan penjaga itu memang benar! Kau tidak layak untuk menjadi komandan. Mulai hari ini posisimu akan digantikan olehnya!" Keputusannya tidak bisa untuk di ganggu gugat.


Di sisi lain, Komandan memasang wajah buruk, berbanding terbalik dengan penjaga yang malah memasang wajah sinis penuh provokasi.


"Terima–terima kasih! Aku akan melaksanakan tugas ini dengan sangat baik!" ujar penjaga.


Orang tersebut kemudian berlalu dari sana. Berniat ke istana untuk melaporkan akan keberadaan buronan Kekaisaran Langit yang saat ini tengah berkeliaran di kota pusat.

__ADS_1


***


Zhang Ziyi serta rekan-rekannya saat ini tengah berada di sebuah penginapan. Namun tidak ada Zhang Zhili bersama mereka.


Malam ini mereka memutuskan untuk menginap di penginapan ini, karena hari juga telah menjelang malam, sementara tadi banyak penginapan yang mereka lalui. Pasalnya setiap penginapan, ada saja orang yang atau kelompok yang berseteru. Zhang Zhili mengajak mereka untuk meninggalkan penginapan tersebut sebab tak ingin mendapat masalah terlalu jauh.


Bisa saja mereka terkena sasaran dari dua orang atau kelompok yang berseteru itu. Makanya mereka memilih untuk menghindar daripada terlibat lebih jauh.


"Kak Ziyi, apakah kau bisa mengajari kami tentang bertarung dengan para pengendali roh. Bagaimana bisa kau membunuh mereka hanya dengan sekali tebasan, Sementara kami, bahkan untuk melawan satu pengendali saja sudah kewalahan?" tanya Zhang Meng.


"Hmm," Zhang Ziyi tampak berpikir sejenak sebelum menjawab perkataan Zhang Meng. "Sebenarnya tergantung pada niat pedang serta kemampuan dalam memahami pedang itu sendiri. Menyatu, dengan kecepatan gerak yang tidak kira-kira. Sehingga bisa membunuh dalam waktu relatif cepat, juga lawan tidak bisa memprediksi keberadaan kita."


Zhang Lan menganggukkan kepala. Begitupun juga dengan lima orang yang lainnya.


"Akhir-akhir ini, aku memang jarang melatih kecepatan gerakku. Hanya dengan mengandalkan energi Qi untuk mempercepat langkah," ujar Zhang Lan.


"Sebab-sebab kecepatan gerak meningkat adalah yang pertama dengan menggunakan energi Qi. Yang kedua memiliki unsur elemen yang berhubungan dengan kecepatan gerak. Yang ketiga adalah memiliki kekuatan yang tinggi. Yang ku tahu hanya itu!" ucap Shui Shan.


Zhang Ziyi mengangguk, membenarkan apa yang di ucapkan Shui Shan tadi.


Berbincang selama lima menit, mereka lantas menghentikan perbincangan itu kala melihat kedatangan Zhang Zhili. Raut wajah buruk diperlihatkan oleh Zhang Zhili. Tampaknya ada berita buruk yang dia peroleh. Memang sebab Zhang Zhili tidak ada bersama mereka tadi, itu karena dia sedang mencari informasi di luar.


Zhang Zhili telah berhenti tepat di hadapan mereka bertujuh.


"Ini gawat! Secepatnya kita harus pergi dari kerajaan ini. Kita sekarang telah menjadi buronan Kekaisaran Langit dan setelah berada di kerajaan yang notabenannya di bawah naungan Kaisar Langit, tentunya mereka tidak akan diam saja dan akan mencari kita pula. Apalagi kita sekarang berada di kerajaan sang," ucap Zhang Zhili dengan ekspresi serius.


Zhang Ziyi serta yang lainnya mengganggu kecil. Mereka juga memahami situasi saat ini.


"Kalau begitu mari kita pergi dari sini sebelum mereka datang dan menangkap kita!" Zhang Lan bersuara.


"Kau benar, takutnya juga menunggu nanti mereka akan mengetahui keberadaan kita saat ini."


"UM," sepakat untuk segera meninggalkan penginapan.


Zhang Meng berjalan lebih dulu dan berniat membaik pintu penginapan.


Kreek!

__ADS_1


Pertama kali melihat balik pintu, beberapa orang berseragam lengkap telah berdiri dengan tatapan tegas serta tajam ke arah Zhang Meng.


"Apa-apaan ini? Mengapa begitu cepat, dan mengapa aku tidak merasakan keberadaan mereka!?" cetus Zhang Lan.


Beberapa orang itu kemudian masuki ruang kamar, mengelilingi Zhang Ziyi serta yang lainnya lalu mengarahkan pedagang Zhang Ziyi serta rekan-rekannya.


"Hahaha, kau mau lari kemana lagi Saudara kecil!" Seorang pria maju ke depan. Pria ini sendiri memiliki tampilan berbeda dari prajurit lainnya, menandakan bahwa pria ini memiliki pangkat lebih tinggi dari prajurit yang lain.


Kedelapan orang yang saat ini dikelilingi oleh prajurit-prajurit itu tidak sembarang melakukan tindakan. Salah-salah bisa berakibat lebih buruk lagi.


Zhang Ziyi mengukur kultivasi para prajurit ini. Mereka kebanyakan memiliki kultivasi di ranah Semesta. Sementara untuk lelaki yang baru masuk tadi memiliki kultivasi ranah Dewa Abadi.


Zhang Ziyi kemudian di bawa menghadap ke istana, bersama dengan Zhang Zhili serta rekan-rekannya. Sepanjang perjalanan menuju istana, ramai orang yang berkumpul hanya untuk menyaksikan orang yang berada di dalam kereta. Bisik-bisik juga terdengar sangat berisik dari mulut orang-orang itu.


Kereta yang di naiki oleh Zhang Ziyi serta rekan-rekannya memasuki gerbang istana. Melihat kemegahan dalam halaman istana, mereka tidak kaget dan tidak terlalu terkejut. Sebab istana sangat megah seperti Kerajaan Shang ini sudah pernah mereka temui. Entah itu di alam Jiwa Zhang Ziyi, ataupun di dunia buatan Gou Liang dahulu.


Mereka di tuntut menuju aula singgasana. Memasuki Aula, banyak sekali tatapan pasang mata yang memandangi mereka delapan orang itu. Namun tidak sedikit pun Zhang Ziyi, serta yang lainnya terganggu dengan itu.


"Yang Mulia, Kami telah menemukan mereka!" Pria yang memiliki pakaian berbeda dari prajurit-prajurit tadi maju dan memberi hormat. Dia melaporkan akan apa yang dia peroleh kali ini.


Raja Shang tidak langsung menjawab. Dia memperhatikan Zhang Ziyi dengan memicingkan mata. Aura yang terpancar dari tubuhnya begitu berwibawa serta kharisma kuat. Membaut siapa saja yang ditatapnya akan merasa tertekan.


Tapi hal tersebut nyatanya tidak berlaku bagi Zhang Ziyi. Raja Shang semakin memicingkan mata, berusaha menekan Zhang Ziyi dengan kharismanya. Namun, bukannya takut, Zhang Ziyi malah balas menatap tajam Raja Shang.


Terjadi adu mata sesaat. Setelahnya, Raja Shang mengalihkan perhatiannya ke


tempat lain. Memperhatikan Zhang Lan lalu Zhang Zhili serta lima orang lainnya secara bergantian.


Mereka yang di tatap oleh Raja Shang merasa lain. Meski tidak terlalu tertekan, tapi itu berhasil membuat mereka merasa khawatir.


"Akhir-akhir ini, alam Atas gempar akan seorang pemuda bertopeng dan memiliki mata emas. Aksinya yang berhasil dalam memiliki pengakuan dari Roh Siluman Surgawi, juga menjadi tokoh utama dalam pertempuran antar pengendali roh di Daratan Sunyi..." Raja Shang menghentikan perkataannya sejenak. Lalu menatap tajam Zhang Ziyi. "Apakah itu kau?"


Zhang Ziyi tidak langsung menjawab. Dia malah kembali membalas tatapan mata serta tekanan yang di berikan oleh Raja Shang padanya.


Keduanya saling tatap menatap untuk beberapa detik. Dan di detik itu pula, suasana hening. Mereka yang berada di tempat itu bisa merasakan tekanan besar yang menekan mereka. Tekanan yang keluar dari tubuh kedua orang yang tidak lain adalah Raja Shang dan Zhang Ziyi.


"Cih, sepertinya dugaan ku memang benar. Juga para pasukan ku tidak salah dalam menangkap orang. Melihat keberanian yang kau tunjukkan tadi, telah jelas bahwa kau memang orang itu... Dan yah, aku jadi tidak sabar untuk membawamu pada Kaisar Langit dan melihat akan apa yang akan di lakukan–nya saat melihat orang yang merebut pengakuan dari Roh Siluman Surgawi." Raja Shang berkata dengan tersenyum penuh provokasi.

__ADS_1


Mendengar itu, telapak tangan Zhang Ziyi terkepal keras. Entah mengapa dia sangat tidak suka ketika pria ini menyebutkan nama Kaisar Langit.


"Kau tidak perlu mengantarku ke sana. Aku akan datang sendiri! Tapi buka sekarang saatnya."


__ADS_2