Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 139 ~ Rencana Ke Alam Atas.


__ADS_3

Sampai pada anak tangga terakhir. Zhang Lan, Zhang Bie serta Zhang Meng sekuat tenaga berusaha menahan tekanan besar yang menimpa tubuh mereka. Tekanan pada anak tangga ke seratus ini lebih besar daripada anak tangga sebelumnya. Di sini, mereka merasakan tulangnya yang retak saking besarnya tekanan tersebut.


Di paksa berlutut, tangan yang menopang tubuh tak berhenti untuk bergetar. Darah juga kini telah menetes di sudut bibir mereka.


"Bertahanlah, sampai kultivasi kita meningkat. Setelahnya kita akan berhasil melewati ujian anak tangga ke seratus ini!"


Zhang Bie berkata, menyemangati kedua rekannya. Shui Bing serta Zhang Yin telah berhasil melewati ujian anak tangga. Dan kini tersisa mereka bertiga.


Terhitung, sudah sepuluh menit mereka berdiam di anak tangga ke seratus. Berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri agar tidak ambruk.


Detik demi detik terasa begitu lambat. Hingga pada menit ke tiga puluh,


Baamm!!


Baamm!!


Dua kali ledakan teredam terdengar beruntun dari tubuh Zhang Bie, menandakan bawah dia telah berhasil melakukan penerobosan. Sekaligus menutup ujian seratus anak tangga.


Tekanan yang semula di rasa begitu berat, kini tidak lagi dia rasakan. Dia berdiri dengan enteng. Memasang senyum kepada Zhang Lan serta Zhang Meng, dia lantas mengacung jari jempol.


"Semangat!" ucapnya, lalu dia beranjak dan mengarah ke Zhang Yin serta yang lainnya yang saat ini menunggu mereka di salah satu sisi ruangan.


Melihat Zhang Bie telah selesai, Zhang Meng serta Zhang Lan merasa tak terima. Mereka juga ingin cepat-cepat meyelesaikan ujian ini


Butiran-butiran energi mulai terkumpul di tubuh keduanya. Berbeda warna, dimana Zhang Lan berwarna abu-abu sementara Zhang Meng berwarna merah oranye. Kemudian butiran-butiran tersebut di ubah menjadi energi Qi dan di salurkan ke arah Dantian.


Energi yang di serap semakin banyak, dengan kekuatan yang mengalir di tubuh keduanya juga semakin meningkat. Namun belum juga terlihat tanda-tanda keduanya akan menerobos.


Baik Zhang Lan, maupun Zhang Meng sama-sama berusaha untuk menerobos lebih dulu. Dalam artian, keduanya berusaha untuk menerobos dan menyelesaikan ujian dengan predikat bukan yang terakhir.


Semakin ganas dalam menyerap dan mengubah energi di sekitarnya menjadi energi Qi. Bahkan tekanan berat tak mereka hiraukan saking bersemangatnya.


Tak lama setelahnya, tubuh mereka memancarkan sinar terang. Semakin terang dan terang.


Baamm!!! Baammm!!


Baamm!!! Baammm!!

__ADS_1


Ledakan teredam sama-sama terjadi di tubuh keduanya. Dua kali ledakan menandakan dua tingkat telah mereka lewati.


Keduanya sama-sama membuka kedua matanya.


"Haah, akhirnya aku berhasil menyelesaikan ujian ini!" keduanya menghela napas lega, serta sama-sama mengucapkan kalimat serupa dalam satu waktu.


Zhang Lan menatap Zhang Meng, begitupun juga sebaliknya. Lalu keduanya mulai tertawa terbahak-bahak. Entah apa yang menyebabkan mereka tertawa seperti itu.


Zhang Yin, Zhang Bie, Shui Bing serta Shui Shan yang melihat keduanya selesai menerobos berniat menghampiri mereka. Namun kala melihat keduanya yang tertawa tanpa sebab, membuat keempat orang itu sama-sama mengernyit.


"Selamat, saudara Lan! Selamat Saudara Meng! Kalian akhirnya berhasil menyelesaikan ujian ini. Maka dari itu, semuanya dinyatakan lulus ujian seratus anak tangga ini!" Shui Shan serta Zhang Bie bergantian mengucapkan kata selamat kepada kedua orang itu.


"Terima kasih, terima kasih!"


Berbincang-bincang selama beberapa menit, mereka akhirnya berniat meninggalkan ruangan ini dan keluar untuk melihat pemandangan luar. Mengingat sudah beberapa bulan mereka tidak keluar ruangan, mungkin mereka akan sangat-sangat merindukan sinar mentari. Terutama untuk Zhang Lan, Zhang Bie serta Zhang Meng.


Namun, baru saja mereka hendak melangkah, mendadak terjadi sesuatu pada ruangan itu. Seratus anak tangga bergerak secara serampangan, hingga membentuk lantai panjang. Tak hanya itu, ruangan yang tadinya sangat luas sejauh mata memandang, kini telah berubah menjadi ruangan dengan diameter 20 cm.


Mereka sempat terkejut melihat perubahan yang begitu tiba-tiba pada ruangan itu. Apalagi mereka yang berada di lantai tertinggi, sehingga saat lantai itu menurun dengan tiba-tiba Zhang Lan serta yang lainnya yang terkejut mendadak melompat di udara. Dan kini mereka masih di posisi terbang.


"Apa yang terjadi?" Shui Bing yang menyadarinya pertama kali.


"Aku tidak terjatuh?" Zhang Meng juga ikutan berucap.


"Tentu saja kalian tidak akan terjatuh, sebab kalian telah mencapai ranah Dewa Surgawi!" Tiba-tiba terdengar suara seseorang di balik pintu besar ruangan itu.


Mereka yang tengah melayang, refleks menoleh ke arah pintu. Perlahan pintu terbuka. Celah pada dua buah pintu yang terpisah memperlihatkan garis muka seseorang yang begitu mereka kenali.


"Saudara Ziyi!" Semuanya refleks menyerukan kalimat yang sama.


Zhang Ziyi tersenyum. Dia melangkahkan kaki memasuki ruangan itu.


"Mengapa kalian masih terbengong di atas sana. Mari turun!" perintah Zhang Ziyi.


Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Meng, shui Bing serta Shui Shan langsung tersadar. Mereka mulai mengendalikan tubuhnya masing-masing seperti arahan Zhang Ziyi, hingga sama-sama kaki mereka menyentuh lantai.


"Woaahh, kereen... Aku bisa terbang sekarang!!! Hahaha..." Zhang Lan begitu antusias.

__ADS_1


"Kau benar! Aku sudah bisa terbang sekarang! Kalau saja tidak ada kak Ziyi, mungkin aku tidak akan pernah bisa terbang dan tentunya tidak sekuat sekarang!" Zhang Meng juga ikut berkata dengan penuh semangat.


Setelahnya dia serta Zhang Lan menghampiri Zhang Ziyi. Memeluk Zhang Ziyi secara bersamaan dengan penuh semangat.


"Terima kasih, kak Ziyi. Kalau bukan karena mu, mungkin kami tidak akan bisa sekuat ini!" Keduanya berucap dengan nada yang sedikit dibuat sedih.


Di sisi lain, Zhang Yin, Zhang Bie, Shui Bing serta Shui Shang yang melihat tingkah konyol dua rekan timnya itu menjadi sedikit geli, sekaligus aneh.


Begitupun juga dengan Zhang Ziyi. Dia lantas melepaskan tolakan energi di tubuhnya. Kontan saja membuat kedua orang itu terpental berlawanan arah. Hingga berakhir dengan terjatuh di lantai dengan keadaan telungkup.


"Hahaha... Rasain! Makanya jangan terlalu alay!" Zhang Yin menertawai Zhang Lan serta Zhang Meng. Begitupun juga dengan keempat orang yang ada di ruangan itu yang ikut tertawa.


"Aduuh, kau begitu tega, kak Ziyi!" keluh Zhang Lan.


"Ya, kak Ziyi sangat tega. Membuat kita terlempar ke lantai dengan pose yang begitu memalukan. Apalagi aku di ketawai oleh Saudara Yin tadi ... Haiss sungguh sangat-sangat memalukan!" Zhang Meng juga ikut menambahkan.


"Beruntung aku cepat-cepat mementalkan kalian tadi, kalau tidak, mungkin pakaianku ini akan lecet oleh ingus kalian!" Zhang Ziyi mencari alasan pembelaan.


Selesai dengan mengatakan itu, Zhang Ziyi lantas berbalik dan melangkah keluar ruangan.


"Cih, mencari belas kasih, malah membuat kekasih hati malu!" Zhang Bie mengejek Zhang Meng, lalu dia melangkah keluar ruangan, mengikuti langkah kaki Zhang Yin, Zhang Ziyi serta Shui Bing dan Shui Shan di depannya.


Zhang Meng merasa terprovokasi, namun begitulah kenyataannya. Dia tidak marah malahan merengek seperti anak kecil


"Tunggu kamii!" Zhang Lan serta Zhang Meng langsung berlari mengejar rekan-rekan mereka.


Mereka berjalan dan sampai di halaman istana. Di sana terlihat Leluhur klan Zhang, Zhang Zhili, Dewa Gou Liang, Dewa Api serta Laohu yang tengah berbincang-bincang.


"Salam Guru ... Kakek!" Zhang Ziyi memberi hormat dan di ikuti oleh teman-temannya di belakang.


"Setelah beberapa bulan ini, terjadi banyak sekali peningkatan. Baik Kau, Rekan-rekanmu maupun para bawahan mu." Dewa Gou Liang mengangkat bicara.


"Dua pemimpin Ras Centaurus telah berhasil menerobos ranah Surgawi, sebentar lagi mereka akan mencapai Ranah Dewa Surgawi. Zhang Bie, Zhang Yin, Zhang Meng serta Zhang Lan sama-sama berhasil menerobos hingga ke ranah Dewa Surgawi tahap 5 setelah menyelesaikan ujian seratus anak tangga. Tulang mereka juga telah menjadi tulang perak. Begitupun juga dengan Shui Bing yang mencapai Ranah Dewa Surgawi tahap 6, aku di ranah surgawi tahap 7 dan Shui Shan di ranah Surgawi tahap 8." Zhang Zhili ikut berbicara, menyampaikan pencapaian mereka terhadap Zhang Ziyi serta Dua Dewa.


"Ya, sebaiknya kita bergegas ke alam atas. Di sana semuanya akan jauh lebih baik. Energi alam yang berkali-kali lipat padatnya dari energi alam di sini. Sehingga kita bisa melatih mereka lebih cepat dari sini ... juga di pihak Zhang Ziyi telah ada beberapa orang yang mencapai kekuatan Dewa, seharusnya kekuatan ini sudah cukup untuk membangun markas di alam Atas!" Dewa Api memberi saran.


"Hmm, meski demikian kita tidak perlu terburu-buru akan hal itu. Mari kita tunggu hingga dua bulan lagi. Setelah itu, baru kita mulai bergerak ke alam atas!" ucap Dewa Gou Liang.

__ADS_1


"Ya, aku juga belum menyelesaikan satu urusanku!" ucap Zhang Ziyi.


"Urusan apa itu, nak?" tanya Dewa Gou Liang.


__ADS_2