Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 230 ~ Suku Malaikat


__ADS_3

Sriingg!


Sayap emas yang begitu tajam di tepis oleh Pedang Naga Langit, membuat percikan bunga api.


Zhang Ziyi dengan pria bersayap emas itu saling tatap menatap.


Hmmp!


Keduanya segera menghindar kala beberapa roda kembali datang dan mencoba menghantam mereka.


Roda-roda itu kembali bergerak dan mengejar Zhang Ziyi serta Pria bersayap.


Zhang Ziyi menghindar dan sesekali akan menepis. Kecepatan gerak Roda yang begitu ekstrim, namun nyatanya masih tidak bisa untuk melukai Zhang Ziyi.


Ketiga orang itu bertarung saling menjatuhkan lawan. Seiring dengan berjalannya waktu, semakin masuk ke tahap serunya. Zhang Ziyi sendiri belum berniat untuk menggunakan kemampuan aslinya untuk mengalahkan kedua orang itu.


Pria yang mengendalikan roda telah menciptakan dua puluh roda yang langsung di arahkan pada dua orang yang tengah bertarung di atas udara.


Pertarungan ketiganya berlangsung semakin sengit. Puncak keseruan dari pertarungan tiga orang itu telah tercipta sejak tiga puluh detik yang lalu.


Berpindah cekat dengan kecepatan ektrem. Roda yang semakin banyak bergerak dengan cara serampangan, di kendalikan dengan cukup baik oleh pengendalinya.


"Baiklah, cukup sampai di sini kita bermain-main."


Zhang Ziyi mengaliri energi Qi pada pedang Naga Langit. Degan sedikit elemen kegelapan pada pedang tersebut, lalu menebas roda-roda yang bergerak banyak itu.


Dalam sedetik, semua roda telah berhasil di hancurkan oleh Zhang Ziyi.


Terbang melesat ke bawah, pedang yang telah di aliri oleh elemen kegelapan itu bersiap hendak menebas ke arah lelaki pengendali roda.


Sriingg!


Nyaris menyentuh lelaki sedikit gendut itu, namun tertahan oleh roda besar.


"Hmm, kamu pikir ini bisa menahan ku? Jangan harap!"


Zhang Ziyi menekan keras pedangnya. Roda besar tersebut seketika terpotong. Pedang bergerak lurus ke arah pria pengendali Roda.


Dia sendiri sempat bergerak untuk menghindarinya. Pedang Naga Langit mengenai punggungnya hingga robek. Zhang Ziyi mendouble serangannya dengan menendang lelaki itu keluar arena.

__ADS_1


Setelah berhasil membereskan dia, Zhang Ziyi beralih pada lelaki pengguna sayap emas.


"Aku beri kamu kesempatan untuk menyerah sekarang, sebelum semuanya terlambat!" Zhang Ziyi memberi tawaran terhadapnya.


"Cih, kamu pikir aku siapa. Bisa kamu ancam sesukamu."


Pria itu mempersiapkan sayapnya untuk menyerang Zhang Ziyi. Bergerak terbang semakin ke atas, lalu turun setelah mengumpulkan energi. Berputar cepat layaknya bor. Itu juga memancarkan tekanan besar yang membuat hawa di udara seolah menipis.


Zhang Ziyi melihat itu tidak panik sama sekali. Dengan tenang dia menyambut Lelaki tersebut dengan pedang Naga Langit.


Sriingg!!


Bertemu dengan pedang Naga Langit, menciptakan bunyi bising yang di sertai dengan percikan bunga api.


Zhang Ziyi memperkuat pedang Naga Langit, serta menambahkan jumlah Qi yang pada pedang Naga Langit.


Lonjakan energi mendorong pria bersayap emas. Zhang Ziyi tidak ingin membuang kesempatan itu. Dengan cepat mendekatinya dan memotong sedikit sayap emas itu.


"Arrghhh!"


Pria itu berteriak histeris. Serasa satu nyawanya telah di cabut oleh Zhang Ziyi. Tanpa keseimbangan, tubuhnya terjatuh begitu saja di bawah.


"Menyerah—lah. Kamu telah kalah sekarang!" ucap Zhang Ziyi.


Lelaki itu belum menjawab. Dia memperhatikan sayap emasnya yang telah terpotong. Rasa sakit masih dia rasakan. Antara sakit karena sehabis di potong tadi, ataupun sakit karena mengingat kembali bagaimana perjuangannya dalam menyempurnakan sayap emasnya itu.


Kepala tertunduk. "Hahahaha.... Kamu pikir aku akan membiarkanmu begitu saja setelah memotong sayap emas–ku."


Lelaki itu memancarkan aura emas. Semakin kuat hingga menimbulkan sebuah ledakan besar.


Refleks Zhang Ziyi langsung melompat mundur beberapa meter, sembari itu dia juga menghalau Indra penglihatannya dengan lengan.


Bangkit dari posisinya yang semula terlutut. Pria bersayap emas bejalan beberapa langkah ke depan. Aura yang dia pancarkan pun begitu mendominasi. Menekan dalam radius jarak tertentu. Zhang Ziyi sendiri sampai merasa kesulitan bernafas.


"Ini adalah kekuatan dari Dewa Malaikat Sejati. Tidak aku sangka akan melihatnya secara langsung di pertandingan ini." Salah seorang penonton bertutur kepada rekannya.


"Ya, benar. Suku Malaikat terkenal begitu kuat di alam Atas ini. Hampir menyaingi dominasi Kekaisaran Langit dan Kekaisaran Kegelapan sekalipun. Ckckck, kasihan sekali anak itu. Setelah mencari masalah dengan Kerajaan Shang, dia juga telah mencari masalah dengan Suku Malaikat."


"Ya, kamu benar... Kecuali dia memiliki latar belakang yang tidak biasa di belakangnya."

__ADS_1


"Hmm, entahlah. Mari kita lihat akan seberapa mampu anak itu dalam melawan dominasi dari dua kelompok besar itu."


Desas desus dari bangku penonton tidak berhenti terdengar untuk membicarakan Zhang Ziyi. Ada yang salut terhadap Zhang Ziyi, namun juga ada yang kasihan terhadapnya.


Zhang Ziyi sendiri bukannya tidak mendengar apa yang di bicarakan oleh para penonton. Melainkan dia menyimaknya. Dari sana jugalah Zhang Ziyi mendapat informasi terkait dengan pria bersayap emas di hadapannya ini. Dimana dia adalah seorang dari Suku Malaikat.


Tubuh yang telah bercahaya sepenuhnya, begitupun juga dengan pupil mata yang telah berubah jadi emas. Pedang tiba-tiba saja muncul di tangan kanannya. Begitupun juga dengan sayap yang terpotong tadi, perlahan juga telah tumbuh.


Zhang Ziyi memperhatikan akan apa yang dilakukan oleh lawannya ini, dengan kewaspadaan yang tidak menurun sedikit pun.


Beberapa saat, terlihat Pria itu mengeluarkan sebuah gerakan. Dalam sepersekian detik, muncul tepat di hadapan Zhang Ziyi. Pedang tadi telah datang dari arah tak terduga.


Nyaris saja Zhang Ziyi lengah dan terkena.. Beruntung dia masih memiliki kesadaran serta insting yang melebihi batas normal, pedang yang datang tersebut segera di tepis oleh Zhang Ziyi.


Pertarungan jarak dekat segera tercipta. Pedang yang bergerak semakin cepat. Tampak tubuh mereka yang sedikit bergerak, lain daripada itu tangan yang memegangi pedang yang bergerak cepat.


Hantaman pedang dari pria tersebut semakin berat. Tapi tak membuat Zhang Ziyi kewalahan.


Berlangsung selama beberapa menit, Keduanya akhirnya mengambil jarak.


Pria dari suku Malaikat tersebut segera mengepalkan kedua tangannya. Lalu muncul sehelai bulu emas. Dia kemudian meniupnya. Bulu emas melayang ke atas, setelahnya memancarkan cahaya menyilaukan.


Zhang Ziyi mengetahui bahwa ini merupakan sesuatu yang buruk. Segera menciptakan Array untuk melindungi dirinya dari hal Yanga akan di ciptakan oleh bulu emas itu.


Benar saja, dugaan Zhang Ziyi tidak melenceng. Ledakan besar nan dahsyat terjadi kala itu. Anehnya hanya terkena ledakan di sekitaran Zhang Ziyi. Tidak menyebar luas, dan berimbas pada para penonton.


Meski demikian, panggung arena pertarungan kembali dibuat hancur. Kabut mengepul deras. Pria tadi telah kembali terbang. Di sisi lain, Zhang Ziyi masih berada di dalam kabut itu.


Kabut yang mengepul hebat itu perlahan menipis. Banyak di antara mereka yang menonton memincingkan mata, melihat ke arah kabut tebal.


Sosok Zhang Ziyi masih berdiri dengan keadaan baik-baik saja. Tidak terlihat cacat sedikitpun, bahkan pakaian yang di kenakan pun masih tampak utuh.


"A–apa?" tampak tak percaya Pria dari Suku Malaikat itu.


Zhang Ziyi memasang senyum miring. "Sekarang giliran–ku!"


Zhang Ziyi menciptakan puluh ribuan duplikat pedang dalam satu waktu. Mengelilingi Zhang Ziyi layaknya tornado. Zhang Ziyi melayang di udara dengan duplikat pedang Naga Langit juga mengikuti arah mana dia melayang.


Setelahnya, duplikat pedang Naga Langit bergerak se arah, dimana pria dari suku Malaikat tersebut berada.

__ADS_1


__ADS_2