Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 52 ~ Berlatih Di Hutan Luori


__ADS_3

Zhang Ziyi berjalan menghampiri Zhang Zhili, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Meng, serta Zhang Lan. Kelima orang itu sendiri yang melihat kedatangan Zhang Ziyi juga segera menghampiri pemuda itu.


"Zhang Ziyi!" panggil Zhang Zhili.


"Master!"


Kembali hal tak terduga terjadi. Zhang Yin langsung berlari dan memeluk erat Zhang Ziyi. Sama seperti seperti waktu mereka berada di penjara bawah tanah. Tentu saja hal itu membuat Zhang Lan, Zhang Meng, Zhang Ziyi, Zhang Bie termasuk Zhang Zhili sendiri mengernyit.


Memang dari awal mereka keluar gerbang klan dan meninggalkan Zhang Ziyi sendirian menghadapi para penatua serta 5 orang pengintai, Zhang Zhili serta yang lainnya termasuk Zhang Yin sendiri begitu khawatir dengan keselamatan Zhang Ziyi.


Namun yang paling gelisah di antara mereka adalah Zhang Yin. Berulang kali dia mencoba menyarankan Zhang Zhili untuk segera kembali dan membantu Zhang Ziyi.


Sebenarnya, gadis itu menyimpan perasaan terhadap Zhang Ziyi. Ada rasa kagum gadis di hati Zhang Yin terhadap pemuda itu. Semenjak bersama dengan Zhang Ziyi, gadis tersebut selalu-nya terdiam dan tersipu malu. Bahkan beberapa kali gadis itu memperhatikan Zhang Ziyi dalam diam.


-


Sekitar setengah menit Zhang Yin memeluk Zhang Ziyi erat, sebelum akhirnya dia tersadar. Gadis itu langsung salah tingkah. Cepat-cepat Zhang Yin melepas kedua lengannya yang melingkari perut Zhang Ziyi. Pipinya bahkan telah berubah warna menjadi merah jambu.


Zhang Bie serta Zhang Lan langsung tertawa melihat tingkah Zhang Yin. Sementara Zhang Zhili hanya tersenyum kecil sembari menggeleng-gelengkan kepala.


Zhang Yin yang merasa ditertawakan oleh kedua orang itu semakin merasa malu. Wajahnya semakin memerah. Kalau saja dia menemukan sebuah lubang, maka akan ia sembunyikan wajahnya pada lubang tersebut.


"Sudah-sudah!" Zhang Zhili mulai menengahi. "Mari kita tinggalkan tempat ini. Dan menuju hutan Luori!" ucap Zhang Zhili.


Kelima murid Zhang Zhili mengernyit mendengar ajakan Zhang Zhili tersebut.


"Mengapa kita ke sana?" tanya Zhang Lan.


"Kita akan berlatih di sana... Setelahnya aku akan memberi kalian tugas!"


Zhang Ziyi manggut-manggut. "Oh, yah... Sebelum itu, aku ingin melihat makam kedua orang tuaku!"


Zhang Ziyi awalnya heran melihat kepala ayah serta ibunya yang semula terpajang di atas gerbang, kini tak lagi dia lihat. Sesaat, dia menyadari kalau kepala kedua orang tuanya telah di ambil alih oleh teman-temannya ini dan mungkin telah di kubur.


"Owh, baik... Mari ikuti aku saudara Ziyi!" Zhang Bie menggiring Zhang Ziyi ke tempat dimana dia dan Zhang Meng mengubur. kepala ayah serta ibunya.


Sesampai di sana, Zhang Ziyi langsung memberi hormat untuk yang terakhir kalinya. Sempat dia mengucapkan sepatah dua kata di depan makam kedua orang tuanya itu. Setelahnya, mereka pun mulai beranjak dan pergi ke hutan Luori.


Namun sebelum itu, Zhang Ziyi sempat melepaskan Laohu dari kantong sihir. Pemuda itu tidak lagi berniat mengurung Laohu dalam Kantong sihirnya.


Berlari dengan kecepatan tinggi, mereka akhirnya sampai di pinggir hutan Luori.


"Sebaiknya kita beristirahat di sini terlebih dahulu. Besok kita akan memasuki Hutan Luori bagian dalam!" Zhang Zhili menghentikan langkah dan diikuti oleh murid-muridnya.

__ADS_1


Malam semakin larut, Binatang buas akan semakin buas jika malam telah tiba. Apalagi saat malam semakin larut.


Zhang Ziyi, Zhang Lan, Zhang Meng serta Zhang Bie segera memisahkan diri untuk mencari kayu bakar.


Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk kembali berkumpul.


Malam itu, tidak ada sesuatu yang berarti pun yang menganggu mereka. Paling Yang datang hanya lah sekumpulan Binatang Buas dengan kekuatan fisik setara dengan Ranah Pendekar. Tentu saja bukan masalah Bagi mereka untuk membunuh pengganggu tersebut.


***


Besoknya, rombongan Zhang Zhili kembali melanjutkan perjalan memasuki hutan Luori bagian dalam. Sembari berjalan, mereka juga membunuh binatang buas yang mereka temui di jalan. Hitung-hitung, mengumpulkan kristal roh, juga bisa di anggap sebagai latihan.


Kristal roh itu sendiri akan mereka jual nantinya. Setelah melewati beberapa waktu, mereka akhirnya sampai di perbatasan hutan Luori bagian pinggir dan hutan Luori bagian dalam.


"Mulai dari sekarang, persiapkan diri kalian. Setelah melewati gerbang ini, kita akan di hadapkan pada bahaya di setiap saat. Aku sendiri tidak bisa menjamin keselamatan kalian...!" Zhang Zhili mengingatkan.


"Guru tenang saja, kami akan baik-baik saja jika ada guru di samping kami!" ucap Zhang Meng sedikit menyanjung Zhang Zhili.


"Sudahlah, mari kita mulai saja perjalanannya!"


Keenam orang ditambah Seekor harimau api pun memasuki Hutan Luori. Berjalan hingga beberapa waktu, mereka mulai menemukan binatang buas dengan kekuatan fisik setara dengan kultivator ranah langit tahap 1.


"Hmm, Kera dengan kekuatan fisik setara dengan Ranah Langit tahap satu yah... Zhang Lan, kau bisa menghadapinya bukan?" tanya Zhang Zhili kepada Zhang Lan.


Bukan apa-apa, dia menunjuk Zhang Lan untuk menghadapi kera itu. Dia sendiri ingin melihat sejauh mana anak muridnya itu bisa menghadapi masalah yang di luar kemampuannya sendiri.


Zhang Lan mulai menarik pedang, lalu setelahnya melesat ke arah kera tersebut.


Bertarung beberapa saat, Zhang Lan nampak sangat tidak di unggulkan. Bahkan, beberapa kali anak itu terpental dan menabrak pohon besar.


Namun berkat kegigihan serta arahan dari Zhang Zhili, Zhang Lan akhirnya berhasil mengalahkan kera tersebut.


Whush!


Slash!


Satu tusukan pedang, menghujam jantung kera tersebut dan langsung melepaskan nyawa kera dari raga.


"Waahh... Hebat saudara Lan, kau bisa mengalahkan kera besar ini!" Zhang Meng datang dan memuji Zhang Lan.


"Terima kasih." Sedikit terbungkuk badan Zhang Lan menanggapi pujian ZHang Meng tadi.


"Zhang Bie, serap Kristal roh dari kera ini!"

__ADS_1


Mengernyit alis Zhang Bie mendengar ucapan Zhang Zhili barusan.


"Kenapa harus aku? Bukankah Zhang Lan yang membunuh Beast kera ini?" tanya Zhang Bie. Menolak untuk menyerap khasiat dari kristal roh beast kera.


Sunggingan kecil terukir di bibir Zhang Zhili, sebelum pria itu mengeluarkan kalimatnya.


"Dari keempat temanmu, kaulah yang memiliki kekuatan fisik yang paling kuat selain Zhang Ziyi. Sementara kristal roh kera ini memiliki khasiat yang identik dengan kekuatan fisik. Dan kristal roh ini lebih cocok jika kau yang menyerapnya!" jelas Zhang Zhili.


Zhang Bie mengangguk. Sempat menoleh ke arah Zhang Lan, meminta persetujuan Pemuda itu. Setelahnya dia menyetujui untuk menyerap kristal roh tersebut.


Setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam, Zhang Bie akhirnya selesai menyerap kristal roh dari binatang buas kera.


Kini ia merasakan kekuatan fisiknya yang meningkat pesat. Bahkan tanpa mengaliri energi Qi pun, dia sudah bisa menghancurkan batu besar dengan sekali pukulan tangan.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan. Hari itu, mereka lalui dengan berburu binatang buas. Meningkatkan skill yang dimiliki, juga sembari berlatih kekuatan dengan berhadapan dengan binatang buas yang beberapa kali lebih kuat dari mereka.


Laohu pun juga tidak ketinggalan bagian. Harimau api itu juga kerap kali beradu skill dengan binatang buas yang lebih kuat dari dirinya. Meski begitu dia selalu keluar sebagai pemenangnya. Meski luka-luka berat maupun ringan juga dia dapatkan dari pertarungan tersebut.


Jika seandainya ketika melawan binatang buas dan orang tersebut kalah, maka yang lainnya akan membantu orang itu untuk mengalahkan binatang buas.


Siang telah berganti senja. Zhang Zhili menghentikan aksi berburu binatang buas.


"Sepertinya kita butuh tempat untuk beristirahat!"


Berpikir sejenak, Zhang Ziyi kemudian mengajukan diri untuk mencari goa yang akan mereka jadikan sebagai tempat tinggal untuk sementara waktu.


Zhang Ziyi menggunakan domainnya untuk memeriksa wilayah sekitar. Dikarenakan kekuatan jiwanya yang begitu besar, sehingga lingkup domain Zhang Ziyi juga begitu luas. Bahkan hingga 20 kilo, bisa Zhang Ziyi pantau menggunakan domain tersebut.


Benang-benang energi berwarna putih mulai merembes keluar dari tubuh Zhang Ziyi. Setelahnya menjalar dan menyebar ke berbagai arah.


Sekitar lima menit memeriksa wilayah sekitar, Zhang Ziyi pun mulai menarik kembali domainnya.


"Bagaimana saudara Ziyi, apakah kau menemukan sebuah goa?" tanya Zhang Lan.


"Umm, 15 kilo dari tempat kita berdiri, ada sebuah goa di arah barat," Zhang Ziyi menjelaskan apa yang dia lihat.


"Baik, mari kita ke sana."


Semuanya pun langsung berlari. Melesat dengan kecepatan tinggi, menuju goa yang di maksud Zhang Ziyi.


Saat ini, mereka masih berada di pinggir hutan Luori bagian dalam. Mereka belum berani untuk memasuki lebih dalam lagi hutan Luori ini. Sebab, kultivasi yang belum memadai.


\=\=\=\=

__ADS_1


Hadiah, masih kosong yh... Bantu isi yok, wkwkwk :v



__ADS_2