
Zhang Meng dan Zhang Lan yang tengah bertarung, langsung menghentikan pertarungan mereka kala mendapati aura yang begitu liar serta sangat mendominasi menekan mereka.
Keduanya saling berpandangan sejenak, menampakkan ekspresi wajah khawatir, lalu sepakat untuk menoleh ke arah Zhang Ziyi.
Aura yang menekan ini justru bukan berasal dari Zhang Ziyi, melainkan dari hal lain. Terasa panas dan sesak. Saking panasnya aura tersebut, sampai menusuk kehi hidung hingga ke tulang-tulang mereka. Dan itu serasa terbakar.
Terlihat di bawah sana para siluman telah berlutut. Menyambut kedatangan sosok yang yang memancarkan aura yang sangat besar itu. Api yang membakar hutan juga mendadak padam oleh aura ini.
"Kyakkk!"
Suara pekikan dari seekor burung Phoenix berukuran besar, menggetarkan mereka yang ada di sana. Ya, anda bisa menebak atau mengatakan bahwa suara tadi adalah penyebab aura panas nan mendominasi tadi.
Tatapan tajam dia perlihatkan, mengarah pada Zhang Meng serta Zhang Lan.
"Mengapa kau mengundang dia kemari?" sosor Zhang Lan.
"Aku? Apa yang aku lakukan?" Zhang Meng tidak terima di salahkan.
"Dasar Bodoh. Lemparan Bola api yang kau arahkan dengan kecepatan tinggi tadi, kini telah berada di atas kepala Burung Phoenix itu!" Zhang Lan langsung memukuli kepala Zhang Meng. Setelahnya mengarahkan tangannya menunjuk ke arah bola api yang masih berkobar di hadapan paruh Burung Phoenix. Memang burung Phoenix tersebut juga mengeluarkan kobaran api di tubuhnya, namun berwarna biru, sementara api yang di keluarkan Zhang Meng berwarna merah.
Zhang Meng ikut menengadah. Mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjuk Zhang Lan. Memang benar itu adalah api miliknya.
"Sekarang sudah sadar?" Zhang Lan berkata kesal.
Zhang Meng tidak menjawab. Dia malah memasang senyum kecut, menyadari kesalahannya. Sejurus kemudian, dia hendak mempersalahkan Zhang Lan karena lemapran itu tidak akan terjadi jika saja Zang Lan tidak memulainya. Tapi belum juga itu tersampaikan, mendadak dia mengurungkan niatnya saat merasakan tekanan dahsyat menghampiri tubuhnya, begitupun juga dengan Zhang Lan.
__ADS_1
Dengan keadaan gemetar tingkat tinggi, mereka berusaha mempertahankan keseimbangan tubuh, lalu terbang ke arah Zhang Ziyi untuk berlindung di belakangnya. Zhang Ziyi yang melihat aksi kedua rekannya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Zhang Meng serta Zhang Lan telah sampai di belakangnya.
Zhang Ziyi membalas menatap tajam burung Phoenix itu. Lalu melepaskan auranya hingga membentuk lingkaran emas transparan yang mengelilingi Zhang Ziyi serta rekan-rekannya, melindungi mereka dari tekanan tersebut.
"Hanya sekumpulan orang-orang berkekuatan lemah, berani memasuki wilayah ku dan membuat kekacauan di tempat ku!" Burung Phoenix berkata dengan menggunakan bahasa manusia. Meskipun agak kaku, namun Zhang Lan masih mengerti apa arti dari perkataannya.
"Hmm, Sebelumnya, mohon maaf karena telah berbuat rusuh dia Wilayah mu. Tidak ada maksud awal untuk melakukan itu, melainkan ini terjadi di luar kendali kami!"
Zhang Ziyi mencoba untuk menjelaskan. memang benar rencana awal mereka hendak menemui pemimpin dari wilayah ini untuk meminta bekerja sama, atau mungkin bisa mereka tundukkan. Namun siapa sangka kejadian atau pertarungan antara Zhang Meng dan Zhang Lan terjadi dan tidak masuk dalam perhitungan awal sebelumnya. Makanya Zhang Ziyi menjelaskan seperti demikian.
"Hahaha, Maaf saja tidak cukup bagi kalian. Karena telah jauh-jauh datang ke rumahku, maka jangan harap bisa kembali dengan hidup-hidup!" Perkataan yang menggema. Tekanan yang dia keluarkan juga semakin besar. Rasa panas itu kini bertambah beberapa kali lipat. Lingkaran energi transparan yang mengelilingi Zhang Ziyi serta rekan-rekannya pun sampai di buat retak karenanya.
"Ini kah kekuatan Siluman Legendaris yang di bicarakan? Begitu kuat, bahkan Niao dan Laohu sekalipun sama sekali bukan kawannya." Shui Shan bergidik ngeri.
Serangan bola api biru datang dari paruh burung Phoenix. Sementara api milik Zhang Meng telah lebih dulu padam. Bola api itu melesat ke arah lingkaran energi transparan yang mengelilingi Zhang Ziyi serta rekan-rekannya.
Tekanan yang di bawa oleh bola api itu begitu besar. Sampai-sampai baru saja merasakan hawanya, keretakan pada lingkaran energi transparan tersebut semakin bertambah besar dan berakhir dengan hancur berkeping-keping.
Zhang Ziyi tidak tinggal diam. Dia bergerak dengan kecepatan tinggi. Menghilang dalam waktu lalu muncul kembali di hadapan Bola api biru tersebut. Pedang Yang telah di lapisi oleh energi emas yang sangat besar terlibas tajam, Memotong dua bagian bola api tersebut.
"Kyyaakkk!!" Burung Phoenix kembali memekik. Lalu menyuruh para siluman yang tengah menonton mereka di bawah sana untuk bergerak dan menyerang rekan-rekan Zhang Ziyi.
Puluhan Siluman Dewa datang, bergerak menghampiri Zhang Lan, Zhang Yin, Zhang Bie, Zhang Meng, Zhang Zhili, Shui Shan serta Shui Bing. Jarak antara tujuh orang itu sendiri dengan Zhang Ziyi lumayan jauh, hingga saat ini jarak terebut semakin melebar. Puluhan Siluman Dewa dalam waktu singkat telah mengelilingi Zhang Zhili serta yang lainnya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa bertindak terlalu jauh untuk menyelamatkan mereka, sementara mereka juga tidak mungkin bisa mengalahkan puluhan siluman Dewa itu." gumam Zhang Ziyi dalam hati.
Berpikir, Zhang Ziyi kemudian menoleh ke arah Burung Phoenix Api itu yang tampak menunggunya. Dengan tingkat usianya serta kekuatannya yang telah mencapai tingkat Siluman Legendaris dalam waktu yang lama, Burung Phoenix Api ini telah memiliki kecerdasan di atas rata-rata, manusia normal. Terbukti saat ini dia tengah menahan pergerakan Zhang Ziyi, untuk membantu rekan-rekannya yang tengah di landa ancaman oleh puluhan Siluman Dewa tersebut.
"Meski tidak terlalu membantu, tapi setidaknya Laohu dan Niao bisa memberikan keringanan pada mereka dalam melawan Siluman-siluman Dewa itu!"
Zhang Ziyi memutuskan untuk mengeluarkan Laohu serta Niao dari alam jiwanya.
Lingkaran portal tercipta, setelahnya dua ekor makhluk berapi keluar dari lingkaran portal tersebut.
Raawrrr!!!
Kyyaakk!!!
Niao dan Laohu sama-sama mengeluarkan suaranya. Menukik tajam dan mengelilingi Zhang Ziyi.
"Kalian berdua, bantu guru serta yang lainnya melawan Siluman-siluman itu." Zhang Ziyi langsung memerintahkan mereka.
Laohu dan Niao sendiri saat ini telah mencapai siluman Legendaris. Itu tidak terlepas dari peningkatan kekuatan Zhang Ziyi. Ya, sebab dari Mutiara Darah Semesta memiliki efek yang masih berfungsi sampai sekarang. Sehingga setiap kali Zhang Ziyi meningkatkan kekuatannya, maka akan secara otomatis bawahannya juga akan meningkat.
Niao dan Laohu tanpa pikir panjang langsung melesat ke arah Zhang Zhili serta yang lainnya yang kini tengah di kelilingi oleh puluhan Siluman Dewa itu. Mereka kemudian mulai menggunakan kekuatan untuk menyerang Siluman-siluman Dewa tersebut. Saat itu pula lah pertarungan pecah. Zhang Zhili serta enam orang muridnya sendiri juga tidak tinggal diam, dan ikut mengeluarkan senjata melawan puluhan siluman itu.
Meskipun kemungkinan menang berada di bawah lima puluh persen, tapi setidaknya mereka telah berusaha.
Di sisi lain, Zhang Ziyi mulai mengeluarkan kekuatannya. Berniat menetralkan dominasi Burung Phoenix terhadap wilayah sekitarnya.
__ADS_1
"Mari kita selesaikan ini!" ucap Zhang Ziyi dengan tegas. Dua pedang telah dia siapkan di kedua tangannya. Pedang Naga Langit serta Pedang Pembalik Langit. Kedua pedang itu sendiri memancarkan cahaya emas beserta dengan debu-debu emas yang mengelilinginya.
Zhang Ziyi kemudian terbang di atas, mengarah ke arah Burung Phoenix Api tersebut.