
Melawan beberapa penatua yang kian bertambah jumlahnya. Zhang Ziyi berniat bermain-main sebentar dengan mereka. Lelaki itu ingin mengetes sejauh mana kemampuan dari para pria tua ini.
Bertarung hingga beberapa saat, Zhang Ziyi mulai merasa bosan. Diantara para penatua ini, tidak ada seorang pun yang sejajar atau setidaknya memberi perlawanan berarti terhadap Zhang Ziyi. Bahkan Zhang Ziyi tidak bisa di tekan sama sekali.
"Paman, apakah kalian tidak bisa memberiku sesuatu yang menarik?" Zhang Ziyi bertanya sembari menghindari tebasan pedang dari salah satu penatua.
"Sialan kau bocah! Berani sekali kau mengatakan demikian!" salah satu dari penatua berkata dengan intonasi marah. Kemudian dia mempercepat pola tarungnya. Berusaha menekan Zhang Ziyi.
Tidak hanya pria tersebut, melainkan semua penatua yang ada di sana juga merasakan hal yang sama. Merasa harga diri seolah-olah di injak oleh bocah yang ada di hadapannya ini.
Para penatua semakin mempercepat tempo serangan mereka. Namun sialnya semakin mereka bertindak cekat, Zhang Ziyi juga lebih cekat pula.
"Mohon maaf para penatua klan, aku tidak ada waktu untuk meladeni kalian seharian bersama ku!!" ucap Zhang Ziyi.
Dia lalu memusatkan energi Qi pada lengan kanannya. Setelahnya merubah menjadi unsur elemen Angin.
Whush!
Zhang Ziyi mengarahkan energi tersebut pada Salah satu penatua.
Swosh!
Baamm!
Penatua tersebut terlempar, terbang kebelakang dan menabrak salah satu bangunan besar yang terbuat dari beton.
Tak sampai di situ, Zhang Ziyi mengeluarkan pedang Naga langit. Mengaliri dengan energi Qi, lalu memainkan pada tubuh lawan.
Para penatua mulai terpotong satu per satu.
Zhang Ziyi mengaliri kembali pedang Naga Langit dengan energi Qi. Kali Ini ia sedikit memperbanyak energi Qi nya. Setelahnya, dia melibaskan pedang secara horizontal.
Whush!
Energi putih berbentuk bulan sabit tercipta dari libasan pedang Zhang Ziyi barusan. Setelahnya, bergerak ke arah para penatua yang ada di hadapannya.
Slash!
Slash!
Slash!
"..."
Dalam sekali lesatan energi tersebut, bisa tujuh sampai sepuluh orang penatua langsung tewas dengan tubuh yang terpotong.
Zhang Ziyi tak mau berhenti sampai di situ. Dia mengaktifkan Skill Langkah bayang, serta skill Mata Elang. Juga teknik pedang Naga Langit untuk membereskan para penatua ini.
Beberapa waktu terlewat dan terasa begitu lambat bergerak. Kini Zhang Ziyi telah bermandikan darah. Bukan darah miliknya, melainkan darah milik para penatua ini.
__ADS_1
Dalam hitungan detik, bisa puluhan penatua yang akan mati saat itu juga. Hingga dalam sekejap, kini tinggallah belasan penatua yang tersisa dari sekian banyaknya penatua cabang klan Zhang di kota Awan.
Saat membunuh dua penatua, Zhang Ziyi mulai menghentikan aksinya kala melihat tindakan yang diambil oleh penatua tersisa yang kini tinggal 12 orang penatua saja.
12 penatua tersisa berlutut, memohon untuk diberikan kesempatan dan keselamatan.
"Tuan Muda... Mohon ampuni pria tua yang lemah ini! Kami salah dan khilaf. Kami berjanji akan setia kepada Tuan Muda jika saja Tuan Muda mau memaafkan kami!" Salah satu diantara dua belas penatu tersebut berkata sembari bersujud. Berharap dengan begitu Zhang Ziyi bisa memaafkan dirinya.
Sesaat dalam kebimbangan, Zhang Ziyi akhirnya memilih memaafkan mereka dan membiarkan mereka untuk tetap hidup. Bukan tanpa alasan. Zhang Ziyi berpikir dan hendak menjadikan kedua belas penatua ini sebagai bawahannya.
"Aku akan memaafkan kalian, Namun sebagai gantinya kalian harus menjadi bawahan–ku!" ucap Zhang Ziyi.
Tanpa pikir panjang, kedua belas penatua tersebut langsung mengangguk dan setelahnya bersujud dengan penuh tulus. Sembari mengucapkan sumpah setia kepada Zhang Ziyi.
"Hmm, bersumpah saja tidak membuat ku lega. Kalian bisa saja melanggar kapan pun kalian mau!" Zhang Ziyi kemudian mendekati salah satu diantara dua belas penatua itu.
Tampak penatua yang didekati Zhang Ziyi ini begitu khawatir, sampai-sampai terlihat tubuhnya yang bergetar hebat.
"Kau tak perlu khawatir, aku hanya akan memberikan kamu ini!"
Zhang Ziyi menempelkan jari telunjuk pada dahi lelaki tersebut. Sinar berwarna putih tercipta sesaat dari bekas jari yang menempel dengan dahi. Namun itu tak berlangsung lama sebelum redup kembali dalam hitungan detik.
Selesai dengan pria tersebut, Zhang Ziyi kemudian beralih mendekati penatua yang lainnya dan melakukan hal yang sama.
Setelah selesai, Zhang Ziyi lantas berkata, "Kalian sekarang telah terikat dengan ku. Terbesit sedikit saja niatan di hati kalian untuk mengkhianati ku, maka kalian akan tau sendiri akibatnya!" Zhang Ziyi dengan penuh penekanan.
"Ka–kami tidak berani, Tuan Muda!" ucap mereka serentak.
"Baik Tuan Muda!" ucap dua belas penatua tersebut. Setelahnya berdiri dan mengikuti arah langkah Zhang Ziyi.
Namun sebelum itu, Zhang Ziyi memanggil Laohu yang saat ini tampak begitu asik dalam menghancurkan bangunan demi bangunan cabang klan Zhang kota Awan itu.
"Laohu, hentikan! Mari kita pergi dari sini!"
Mendengar perkataan dari majikannya, Laohu tanpa membantah langsung berhenti dan berlari ke arah Zhang Ziyi. Setelahnya, mereka sama-sama beranjak dari tempat itu.
Namun belum juga beberapa langkah kaki, mereka lantas berhenti kala menemukan seorang pria paruh baya yang datang menghalangi jalan mereka.
"Penatua, apa yang kalian lakukan? Kalian berani berkhianat?" pria tersebut berkata dengan intonasi meninggi dan dipenuhi dengan emosi. Pria dengan postur tubuh gemuk itu melangkah sembari menghentakkan kakinya. Nampak pria itu sedang marah besar.
"Cih, hanya seorang pria gendut," Zhang Ziyi mencibir tanpa menoleh. "Kalian, lumpuhkan lelaki gendut itu. Setelah selesai, temui aku dan jangan lupa bawa kepala pria gendut itu kepada ku!"
Zhang Ziyi menaiki punggung Laohu, setelahnya harimau api itu melompati atap salah satu bangunan. Dalam sekejap, keduanya telah menghilang dari sana.
Sementara itu, 12 penatua langsung bergerak bersama dan menyerang pria gendut yang menjadi kepala klan Zhang Cabang di kota Awan.
Karena kultivasi 12 penatua yang hanya berbeda satu tingkat dengan pria gendut yang menjadi kepala cabang klan Zhang, dimana 12 penatua rata-rata berada di ranah Langit tahap 5 sementara kepala klan gendut itu yang berada di ranah Langit tahap 6. Sehingga di serang secara bersamaan membuat kepala klan Cabang Zhang itu tidak diuntungkan.
Di desak dan terus di desak, hingga dalam sepuluh menit, mereka akhirnya berhasil memutuskan kepala lelaki gendut tersebut.
__ADS_1
-
Di sisi lain, Zhang Ziyi saat ini tengah memperhatikan Zhang Zhili serta keempat temannya dalam membunuh para anggota klan Zhang. Tidak seorang anggota pun yang mampu memberikan perlawanan berarti terhadap Zhang Zhili serta yang lainnya.
Beberapa saat, Zhang Ziyi mulai turun dan menghampiri Zhang Zhili serta teman-temannya, saat melihat mereka yang tampak telah selesai membereskan para anggota klan Zhang tersisa di daerah situ.
"Kak Ziyi!" ucap Zhang Lan.
Kontan semuanya pun menoleh ke satu arah. Dapat mereka lihat Zhang Ziyi serta Laohu yang datang menghampiri mereka dengan keadaan penuh darah di sekujur tubuhnya.
Sebenarnya, bukan hanya Zhang Ziyi yang datang dengan keadaan tubuh seperti itu, melainkan mereka juga yang saat ini telah di penuhi oleh darah. Bukan darah mereka akan tetapi darah dari para musuh yang mati di tangan mereka.
"Kak Ziyi, cabang klan Zhang di kota Awan ini terlalu besar. Juga jumlah mereka ini terlalu banyak. Takutnya kita tidak bisa membunuh semuanya dan malah ada sebagian yang kabur!" Zhang Meng berucap sembari melibaskan pedang, memotong anggota klan Zhang yang terkahir di daerah itu.
"Baik. Segera tinggalkan tempat ini. Aku akan menggunakan teknik Tornado Penghancur Surga untuk meratakan tempat ini. Sehingga tidak ada yang bisa keluar dari sini hidup-hidup."
Semuanya mengangguk mendengar perkataan Zhang Ziyi barusan. Setelahnya, tanpa menunda waktu mereka langsung melesat, keluar dari Cabang klan Zhang yang ada di kota Awan.
Namun sebelum itu, Zhang Zhili sempat mengambil alih mengomando anak muridnya.
"Zhang Lan serta Zhang Meng, kalian ke arah Barat. Zhang Bie kau ke arah Timur. Zhang Yin serta Laohu ke arah selatan, sementara aku akan mengarah ke arah Utara... Jaga setiap sisi dengan teliti, Takutnya ada satu dua orang anggota klan Zhang yang meloloskan diri melalui empat arah itu!"
Semuanya kecuali Zhang Ziyi mengangguk. Setelahnya, mereka langsung melesat menuju arah dimana mereka di tunjuk sebelumnya.
Namun sebelum itu, Zhang Ziyi berpesan untuk mengawasi ditempat yang jauh, takutnya efek yang di timbulkan dari Tornado Penghancur Surga tak terkendali dan malah berimbas pada mereka.
-
Setelah kepergian Zhang Zhili serta yang lainnya, Zhang Ziyi lantas melompat ke atas atap. Menatap lurus ke satu arah, seraya menunggu kedatangan seseorang.
Tak lama setelahnya, nampak beberapa orang yang melompati atap demi atap. Bergerak cepat dan berhenti tepat di belakang Zhang Ziyi.
"Tuan Muda, kami telah membunuh kepala cabang Klan Zhang... Setelahnya, apa yang hendak kami lakukan?" tanya salah satu diantara 12 orang itu.
Seseorang maju beberapa langkah, menghadap Zhang Ziyi dan memperlihatkan kantong kulit yang tampak mengalir darah segar.
Zhang Ziyi mengarahkan pandangan ke arah benda yang di serahkan orang itu.
"Cukup bagus!" ucap Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi menciptakan portal dihadapan mereka.
Melihat pusaran energi hitam yang tiba-tiba saja muncul itu, 12 penatua klan Zhang menautkan kedua alisnya, bingung.
"Kalian bisa masuk ke dalam portal ini sebentar. Setelah selesai, aku akan memanggil kalian kembali." Zhang Ziyi menjawab kebingungan para penatua itu.
Tanpa membantah, satu per satu para penatua itu melompat dan memasuki portal yang telah di ciptakan Zhang Ziyi. Meski mereka sempat dibuat bingung sebelumnya.
Setelah 12 penatua memasuki portal yang menghubungkan dengan alam jiwa, Zhang Ziyi pun lantas memulai aksinya.
__ADS_1
TBC~
-