
Lembah gelap, namun tidak lah segelap yang di duga. Kini terang oleh berbagai pencahayaan yang terpancar dari tubuh beberapa orang yang berada di tempat itu.
Bermacam-macam aura saling berbentrokan, menciptakan suatu tekanan yang teramat sangat. Yakin, seorang normal atau manusia biasa yang berada di lembah ini, pasti tidak akan tahan dalam sedetik.
Beramai-ramai mereka melepaskan aura. Mengarahkan pada satu titik dimana seorang pemuda bertopeng saat ini berada.
Pemuda bertopeng itu tidak lain adalah Zhang Ziyi. Situasi yang semakin genting. Dia juga harus mengambil sebuah pilihan secepatnya. Sebab bisa saja terlambat dan tujuannya ke Lembah Bulan Malam ini akan sia-sia. Tapi situasi saat ini membuat dia kian kesulitan dalam memilih. Sisi lain, Zhang Ziyi semakin di sibukkan oleh orang-orang dari berbagai kalangan yang menyerang dirinya sementara di sisi berbeda, beberapa orang dari mereka, merupakan bagian dari pasukan Kekaisaran Langit dan pasukan Kekaisaran Kegelapan telah bergerak ke arah Roh Siluman Surgawi.
"Sial... Kenapa mereka bekerja sama ingin membunuhku! Bukankah di sana pasukan Kekaisaran Langit dan pasukan Kekaisaran Kegelapan tengah bergerak mengambil pengakuan dari Roh Siluman Surgawi?" gumam Zhang Ziyi pelan. Dia telah mengambil jarak.
Pertarungan yang telah berlangsung selama beberapa menit itu, kini telah berjeda. Tapi jeda yang tercipta tidak lebih hanya puluhan detik, setelahnya pasukan dari beberapa kelompok itu kembali menyerang.
Mau tidak mau Zhang Ziyi harus kembali mengangkat pedang Pembalik Langit dan pedang Naga Langit. Melibaskan dengan lihai dan mengarahkan kepada orang-orang yang maju ke arahnya.
Dari pedang yang terlibas muncul energi berbentuk bulan sabit. Energi tersebut sendiri mengandung tekanan kuat, melesat lurus tepat mengenai dua orang wanita berpakaian hitam yang berniat melepaskan serangan ke arah Zhang Ziyi.
Akar rambat tercipta dari atas tanah. Membentuk tangan-tangan raksasa, penuh akan duri beracun, memanjang yang bergerak brutal, mengejar musuh-musuh Zhang Ziyi.
Teriakan ringisan kesakitan terdengar pilu dari orang-orang yang masuk dalam perangkap tangan raksasa itu.
Belum cukup sampai di situ, Zhang Ziyi juga melepaskan burung-burung petir bertekanan melebih batas Kekuatannya. Burung-burung Petir itu kemudian bergerak mencari satu dua orang musuh. Setelahnya meledakkan dirinya. Tidak hanya satu dua orang yang terkena imbas dari ledakan burung-burung petir, melainkan puluhan orang yang tersengat dalam satu waktu.
Crisstt!!
Crisstt!!
Crisstt!!
Suara petir terdengar seperti nyanyian pilu, mengiringi teriakan duka bagi puluhan orang yang tersengat.
Masih tersisa satu jam, sebelum fajar menyongsong. Arah bulan juga kini mulai bergerak menjauh, dan nyaris tertutupi oleh tingginya tebing.
"Sial!"
Zhang Ziyi memiringkan perhatiannya pada Roh Siluman Surgawi yang berada dalam jarak puluhan kilometer dari tempatnya. Di sisi Roh Siluman Surgawi itu, terlihat beberapa orang yang bergerak mengejar dan berniat menangkapnya. Tentunya Zhang Ziyi tidak akan membiarkan itu terjadi.
__ADS_1
"Kyaakkk!!"
"Raawwrrr!!"
Dua Siluman Dewa muncul di ruang hampa. Kemunculan yang begitu tiba-tiba itu berhasil menarik perhatian semua musuh-musuh Zhang Ziyi.
Mereka tidak lain adalah Laohu dan Niao yang kini telah berada pada wujud aslinya.
"Niao, Laohu... Aku serahkan mereka pada kalian berdua. Halau mereka sementara aku akan menyelesaikan urusanku."
Kedua hewan peliharaan Zhang Ziyi memberikan anggukan kepala serta suara mereka. Pertanda bahwa mereka mengerti apa yang di perintahkan tuannya.
"Kerja bagus, Kawan!"
Setelahnya Zhang Ziyi menghilang dari sana.
Laohu serta Niao melepaskan aura panas. Tekanan serta tercipta dari sana. Para kultivator yang memiliki kultivasi di ranah Semesta akan merasakan sangat sesak, sementara untuk kultivator ranah Dewa Abadi tidak akan terlalu bekerja.
Kedua sulaman Dewa itu sama-sama melepaskan energi api yang melahap tubuh mereka. Kini tampak seperti makhluk api yang berbentuk burung Phoenix dan Harimau. Kepakan sayap mengandung energi besar, serta bunga api juga terlihat saat keduanya menggerakkan sayapnya. Setelahnya mereka sama-sama bergerak ke arah orang-orang yang sebelumnya menjadi lawan Zhang Ziyi.
Di sisi lain, Zhang Ziyi muncul kembali di hadapan para pasukan Kekaisaran Langit. Mengahalau jalan mereka yang berniat merebut Roh Siluman Surgawi.
"Tch, hanya bocah ingusan, berani mencari masalah dengan Kekaisaran Langit kami!" ucap salah seorang diantara pasukan Kekaisaran Langit yang memiliki kultivasi ranah Dewa Abadi tahap 1.
Dia dengan beberapa orang di belakangnya pun maju dan menyerang Zhang Ziyi.
Pertarungan kembali terjadi. Zhang Ziyi memainkan dua pedang di tangannya untuk menyerang dan menepis serangan masuk ke arahnya.
Sisi lain, para pasukan Kekaisaran Kegelapan saat ini telah menghentikan aksinya.
"Apa yang harus kita lakukan, Dewi!" ucap salah seorang dari mereka, meminta saran dari seorang gadis cantik yang memiliki kultivasi lebih tinggi dari mereka.
Gadis berpakaian hitam itu tidak langsung menjawab, dia melempar pandangannya lurus ke depan, dimana saat ini Zhang Ziyi dan pasukan Kekaisaran Langit tengah bertarung.
"Hmm, mari kita membantu menghalangi jalan pasukan Kekaisaran Langit. Biarkan pemuda bertopeng itu memiliki Roh Siluman Surgawi!" ucap gadis tersebut dengan raut wajah penuh arti.
__ADS_1
"Ta–tapi Dewi, Ratu mengatakan—"
Dia belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat gadis yang di panggil Dewi tersebut langsung menyangkalnya.
"Ibu mengatakan untuk menggagalkan rencana Kekaisaran Langit untuk memiliki Roh Siluman Surgawi itu. Lagipula Roh itu begitu suci, sangat berbanding terbalik dengan aura yang kita miliki!" gadis tersebut menoleh ke arah pria yang tadi berbicara dengannya. "Cepatlah! Kita tidak punya banyak waktu!"
"Ba–baik, Dewi!"
Pasukan Kekaisaran Kegelapan kemudian bergerak ke arah Zhang Ziyi dan pasukan Kekaisaran Langit. Lalu mereka mengambil alih pertarungan Zhang Ziyi.
Semula Zhang Ziyi semakin waspada saat melihat kedatangan pasukan Kekaisaran Kegelapan itu. Juga hampir saja dia menyerang mereka, namun segera menghentikan aksinya kala gadis berpakaian hitam langsung menghadang dirinya.
"Pergilah, biar kami yang mengurus mereka! Roh itu akan menghilang setelah fajar datang. Dan jika saat itu tiba, maka kau tidak akan memiliki kesempatan untuk memilikinya!"
Zhang Ziyi mengernyit mendengar pernyataan dari gadis itu. Tapi dia tidak punya banyak waktu. Memanfaatkan kesempatan ini, Zhang Ziyi mengucapkan terima kasih padanya. Ini kali kedua gadis itu menolong dirinya.
"Terima kasih Nona. Kau telah membantuku untuk kedua kalinya. Aku tidak akan melupakan ini!" Setelah memberi hormat, Zhang Ziyi kemudian menghilang dari sana.
"Tunggu —! Kurang ajar!" Salah satu pria berzirah emas berkata dengan nada tinggi m tampak dia sangat emosi melihat kepergian Zhang Ziyi.
"Tch, ada apa? Apakah kalian takut sekarang!" Gadis tersebut menampakkan seringai sinis. Dia menatap dengan ekor matanya.
"Tch, aku tidak ingin berurusan dengan anak kecil, seperti mu! Menyingkir–lah!" hardik pria berzirah emas.
"Apakah kau takut?" Gadis tersebut menaik turunkan alisnya. Sengaja memancing pria itu.
Benar saja, pria berzirah emas itu kini telah terpancing. Dia mengangkat pedang dan menyerang gadis itu. Selain dirinya, pasukan di belakangnya pun juga mengangkat pedang dan sama-sama menyerang pasukan Kekaisaran Kegelapan.
***
Zhang Ziyi berusaha untuk menangkap Roh Siluman Surgawi yang bergerak kian cepat. Bahkan hanya dalam sedetik, dia telah berpindah tempat sejauh sepuluh kilometer.
Zhang Ziyi harus menggunakan portal dimensi untuk berpindah tempat.
"Elemen Waktu; Penghentian Waktu!" ucap Zhang Ziyi.
__ADS_1
Waktu yang terhenti itu, nyatanya tak membuat roh itu ikut berhenti.
"Kenapa begitu sulit!?" Zhang Ziyi mulai kesal. Dia mengupayakan beberapa serangan, tapi tetap tak ada satu serangan pun yang dapat menyentuh tubuh Siluman Roh Surgawi.