
Panik. Zhang Ziyi berusaha untuk menghentikan kekuatan Jiwanya yang terserap oleh kitab tersebut. Sialnya usahanya hanya sia-sia belaka.
Selang beberapa saat terus di serap, akhirnya kitab itu berhenti. Tak lama setelahnya, kitab keluar dari rak dan melayang turun perlahan ke arah Zhang Ziyi. Energi berwarna-warni terlihat menyelimuti kitab tersebut. perlahan-lahan turun dan mengelilingi Zhang Ziyi.
Melihat ke arah kitab yang melayang itu. Zhang Ziyi yang penasaran lantas meraihnya.
Berhasil, Zhang Ziyi memperhatikan kitab itu. Terdapat simbol bintang lima penjuru, pada sampulnya. Di masing-masing petak penjuru bintang, nampak sebuah simbol unsur elemen berbeda, dengan pusat atau petak tengah dari bintang tersebut, terdapat sebuah simbol elemen api dan air.
Penjuru bagian atas, merupakan simbol elemen angin.
Penjuru bagian bawah kanan adalah simbol elemen Tumbuhan.
Penjuru bagian bawah kiri adalah simbol elemen tanah.
penjuru bagian kanan atas adalah simbol elemen petir.
Penjuru bagian kiri atas adalah simbol elemen es.
Dan terakhir, pusat dari bintang itu adalah simbol elemen air dan api.
Zhang Ziyi memperhatikan simbol-simbol elemen yang ada pada tiap-tiap penjuru bintang.
"Hmm, kitab ini memiliki tujuh unsur elemen. Dimana masing-masing elemen itu adalah Air–Api," Zhang Ziyi berkata sembari meletakkan jari tengah pada pusat dari simbol bintang, dimana di sana terdapat simbol elemen api dan air. Lalu kembali ia melanjutkan, "Angin, petir, es, tanah dan tumbuhan!"
"Kalau aku tidak salah, sekte tujuh elemen ini juga memiliki tujuh divisi elemen berbeda, dengan elemen yang sama seperti elemen yang ada pada simbol di kitab ini!" Zhang Ziyi tampak berpikir sebentar.
"Tunggu! Mungkin kah–!" Zhang Ziyi tersentak kala memikirkan sesuatu. Namun belum juga menyelesaikan kalimatnya, dia telah lebih dulu menggantung perkataannya.
Kepalanya tiba-tiba terasa pening. Mendadak tanpa kehendaknya, kedua tangan yang memegang kitab mengangkat kitab tersebut dan menempelkan simbol bintang tepat di keningnya.
Seberkas sinar berwarna warni tercipta dari simbol yang tertempel di kening Zhang Ziyi.
Waktu seolah berjalan melambat. Zhang Ziyi merasakan kesadarannya yang perlahan tapi pasti tersedot ke dalam simbol tersebut.
Berputar-putar hingga membuat Zhang Ziyi bertambah pusing.
Selang beberapa saat, Zhang Ziyi merasakan sekitarnya telah normal kembali. Tidak berputar-putar lagi sepeti tadi.
Mata yang semula terpejam, Zhang Ziyi buka. Tersentak sejenak kala mengetahui bahwa dirinya telah berpindah tempat. Dimana yang tadinya di perpustakaan terdapat banyak rak yang berisi buku teknik, kini malah berganti menjadi ruang hampa dengan latar berwarna-warni.
Simbol bintang yang tadi dia lihat pada sampul kitab, kini tergambar besar beberapa meter di hadapannya.
Masing-masing elemen yang ada pada penjuru bintang tiba-tiba bersinar terang, tak lama setelahnya memunculkan tujuh orang yang mengenakan pakaian berbeda warna sesuai dengan elemen yang mereka tempati pada penjuru bintang tersebut.
Tujuh orang, dengan tiga orang wanita dan empat lelaki. Tubuh mereka tampak bercahaya layaknya seorang dewa.
Ketujuh–nya melangkah maju menghampiri Zhang Ziyi.
Di sisi lain, Zhang Ziyi yang telah mengetahui akan identitas dari orang-orang itu, lantas berlutut dan memberi hormat.
__ADS_1
"Salam, senior-senior!" ucapnya dengan penuh hormat.
Ketujuh orang itu memandangi Zhang Ziyi. Ada rasa kagum di benak mereka terhadap anak itu.
"Melihat respons yang kau tunjukan barusan saat pertama kali bertemu dengan kami, aku pikir kau telah mengetahui identitas kami, bukan?!" ucap seorang pria tua dengan kumis serta alis panjang yang berwarna putih.
"Aku hanya menebak senior!" ucap Zhang Ziyi dengan sopan.
"Hoo! Kalau begitu, apa tebakan mu?" tanya Pria tua yang mengenakan hanfu berwarna Merah.
"Senior-senior adalah leluhur sekte Tujuh Elemen!"
Kontan, bertambah kagum mereka mendengar jawaban dari Zhang Ziyi.
"Hahaha! Kitab itu memang tidak salah memilih penerus!" seorang pria tua yang mengenakan Hanfu berwarna cokelat tiba-tiba tertawa.
"Bahkan, tidak ada rasa terkejut ataupun kagum dirinya saat pertama kali melihat kita. Aku pikir, dia sudah pernah bertemu dengan orang-orang seperti kita sebelumnya!" Seorang wanita dengan hanfu biru muda berucap.
"Ya, aku baru menyadari akan hal itu."
Semuanya memandang Zhang Ziyi. Seolah-olah mereka meminta penjelasan terhadap anak itu.
"E–eh, memang benar, senior-senior!" salah tingkah pemuda itu ketika banyak tatapan mata tertuju padanya. "Aku memang pernah bertemu orang-orang seperti kalian sebelumnya!" ucapnya cepat, menjawab tatapan mata penuh harap itu. Berharap mereka tidak lagi menatapnya sepeti tadi setelah ini.
Sayangnya, bukannya berhenti, mereka malah semakin mempertajam tatapannya.
"Hmm, Leluhur Ras Centaurus dan Roh Dewa Api!" jelas Zhang Ziyi.
"Hahaha! Pria tua itu ternyata." Salah seorang dari mereka yang mengenakan hanfu berwarna merah berkata dan di selingi dengan tawa keras.
Mengernyit, Zhang Ziyi lantas bertanya, "Apakah senior mengetahui mereka?"
"Aku tidak mengenal leluhur Ras Centaurus yang kau maksud itu, namun memang aku pernah mendengar tentang ras itu. Sementara untuk roh Dewa Api aku mengenalnya!" ucapnya dengan sedikit membusung dada.
Mengangguk tanda mengerti. Terpikirkan dengan tujuan dia berada di tempat ini, Zhang Ziyi lantas menanyakan perihal hal tersebut kepada ketujuh orang ini.
"Owh, yah. Kami hampir melupakannya ...!" ucap salah satu dari ketujuh orang itu menjawab pertanyaan Zhang Ziyi. "Karena kitab Bintang Tujuh Elemen telah memilihmu, maka kami tidak ada pilihan lain selain memilihmu pula sebagai pewaris dari kekuatan kami!" Pria tua yang mengenakan Hanfu berwarna kuning berkata.
Kembali mengernyit Zhang Ziyi mendengar penuturan dari pria tersebut.
"Mengapa harus aku? Bukankah ada para pemimpin dari divisi sekte tujuh elemen yang bisa mewarisi kekuatan kalian?"
"Ambisi yang membutakan. Keinginan untuk menjadi yang terhebat, telah membuat mereka buta. Masing-masing bersaing, menjadikan divisi yang mereka pegang, sebagai divisi yang terhebat di antara divisi lainnya. Membuat mereka kian terpecah! Aku yakin, beberapa puluh tahun mendatang, jika mereka terus mempertahankan ego ini, mungkin sekte tujuh Elemen hanya tinggal nama saja!" ucap pria yang mengenakan hanfu putih.
"Maka dari itulah, kami ingin kau menyadarkan mereka. Satukan kembali mereka dengan caramu. Dan jika kau berhasil, maka kau bisa mengambil alih memimpin mereka!" ujar seorang pria yang menegangkan hanfu berwarna cokelat.
Tampak berpikir sejenak Zhang Ziyi. Menyadarkan tujuh ketua divisi bukan lah perkara yang mudah. Apalagi mengalahkan ambisius yang memang sudah tertanam begitu dalam, dalam diri tujuh ketua itu.
"Baik lah, aku menerimanya!" ucapnya setelah beberapa waktu berpikir.
__ADS_1
"Hahaha! Aku suka gayamu anak muda... Baiklah, karena kau telah menyetujuinya, maka tidak ada alasan lagi bagi kami untuk terus menunda-nunda waktu!"
Pria Yang mengenakan hanfu putih itu maju mendekati Zhang Ziyi. Setelah berjarak satu langkah, dia kemudian meletakkan jari tengahnya pada kening Anak itu.
"Aku akan memberikanmu beberapa ilmu tingkat Dewa. Beberapa teknik dengan unsur elemen angin juga!" ucapnya.
Setelahnya, jari tengah yang menyatu dengan kening Zhang Ziyi mengeluarkan seberkas cahaya putih.
Zhang Ziyi sendiri memejamkan kedua matanya. Sama seperti saat dirinya berada di dalam Goa. Ingatan tentang teknik-teknik menyerang baik jarak dekat, maupun jarak jauh dengan menggunakan unsur dasar elemen Angin terekam jelas di benaknya.
Selang beberapa saat, pria tua itu mengangkat kembali jarinya.
Selesai dengan dirinya, Satu per satu leluhur Sekte Tujuh Elemen mulai memberikan teknik mereka kepada Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi sendiri menerima semuanya tanpa menolak, sedikit pun. Dalam hatinya, dia begitu senang karena mendapat banyak teknik. Namun di sisi lain, dia juga harus mengemban tanggung jawab yang lumayan besar. Yaitu mengalahkan ego dari para ketua divisi.
-
Selang beberapa waktu, akhirnya ketujuh leluhur selesai memberikan teknik mereka kepada Zhang Ziyi.
"Terima kasih, senior-senior!" ucap Zhang Ziyi seraya menangkupkan kedua tangan, memberi hormat.
"Oh ya. Karena kau telah menjadi penerus kami, maka kami akan mengajarimu sebuah formasi. Dimana untuk melakukan formasi ini, kau membutuhkan beberapa orang yang bisa kau gunakan untuk mengaktifkannya."
Zhang Ziyi tak menjawab, namun dari binar matanya mengisyaratkan dia yang penasaran dengan formasi tersebut.
"Namanya, Formasi Bintang Tujuh Elemen."
Tanpa berlama-lama, mereka lantas mengajari Zhang Ziyi formasi tersebut.
Tak butuh waktu lama bagi Zhang Ziyi untuk bisa memahami formasi tersebut.
Untuk mengaktifkannya, dia membutuhkan tujuh orang yang memiliki unsur dasar elemen berbeda. Dan dia telah memikirkan beberapa yang bisa ia masukkan dalam formasi ini.
Yaitu, Zhang Lan yang memiliki unsur dasar elemen Angin. Zhang Bie yang memiliki unsur dasar elemen Tanah. Zhang Meng yang memiliki unsur dasar elemen api. Zhang Yin yang memiliki unsur dasar elemen Air. Juga Zhang Zhili yang memiliki unsur dasar elemen Tumbuhan. Zhang Ziyi perlu mencari dua orang lagi yang memiliki unsur dasar elemen Es dan petir.
Dia sendiri tidak berniat masuk ke dalam formasi tersebut. Zhang Ziyi berencana menjadikan formasi itu sebagai pendukung dirinya dari belakang.
-
Selesai dengan mengajari Zhang Ziyi formasi Binatang Tujuh Elemen, kini tibalah akhir dari pertemuan itu.
Namun sebelum berpisah, para leluhur memberi Zhang Ziyi masing-masing cincin ruang. Dimana, dalam cincin ruang tersebut berisi atribut terkait elemen masing-masing leluhur. Lengkap dengan pil serta sumber daya, ada di dalam cincin ruang yang mereka beri kepada Zhang Ziyi.
Setelahnya, para leluhur itu membentuk formasi Bintang Tujuh Elemen lalu menghilang dari sana.
Setelah kepergian dari leluhur sekte tujuh elemen, Zhang Ziyi sendiri juga kembali ke tempat semula dia menemukan kitab
Ruang hampa berwarna-warni itu kini mulai berganti menjadi ruang perpustakaan.
__ADS_1