Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 156 ~ Mengaktifkan Portal


__ADS_3

Kesal karena merasa dipermainkan oleh Harimau Api itu, Burung Phoenix lantas melepaskan semburan api yang dia arahkan pada Laohu. Namun sialnya, bukannya Laohu yang terkena, malahan dia yang merasakan sendiri serangannya tatkala semburannya itu terpantul begitu saja saat mengenai dinding Array.


Melihat hal tersebut, Laohu malah tertawa renyah. Tawa yang aneh dan sangat garing. Bahkan Harimau Api itu saat ini tengah terguling-guling di tanah seraya memegangi perutnya.


Zhang Ziyi melihat tingkah hewan peliharaannya yang menggangu burung Phoenix hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sudahlah, Laohu. Berhenti menganggu–nya!" ucap Zhang Ziyi, "Kau tenang saja. Mengenai para bawahan mu itu, aku bisa menjamin bahwa mereka akan aman di sini!" Zhang Ziyi mencoba untuk kembali menenangkan burung Phoenix.


Burung itu tampak masih belum bisa tenang. Dia malah semakin beringas untuk menghancurkan Array yang mengelilinginya itu.


"Baiklah, mari akan ku bawa kau pada bawahan–mu!" Zhang Ziyi memindahkan Phoenix ke tempat di mana binatang buas berada.


Hanya dalam sekejap mata, mereka telah sampai di tempat tujuan.


Dewa Gou Liang melepaskan array. Membiarkan Burung itu terbebas.


Burung Phoenix awalnya terbang tinggi dan berniat menjauh, namun dia segera menghentikan laju terbang saat merasakan hawa keberadaan binatang buas yang begitu banyak.


Lantas dia turun ke bawah, melihat semua anggotanya ada di sini, tampak baik-baik saja. Bahkan mereka seperti merasa lebih baik di banding saat berada di dunia sebelumnya.


Burung Phoenix terbang turun ke bawah.


Merasakan hawa pemimpin mereka, Binatang-binatang buas lantas berkumpul dan mendekat. Mereka memberi hormat pada pemimpinya itu.


Merasa terharu, Burung Phoenix menoleh ke arah Zhang Ziyi. Awalnya dia sedikit ragu, tapi pada akhirnya dia tetap berinsiatif untuk mengucapkan terima kasih terhadap Zhang Ziyi. Dia menunduk kepala saat berada di samping Zhang Ziyi.


"Kau tak perlu sungkan." Zang Ziyi memasang senyum kecil. Dia lalu mengelus kepala burung Phoenix itu.


"Maukah kau menjadi bintang kontrakku?" tanya Zhang Ziyi.


Tanpa menunggu lama, Burung Phoenix langsung menganggukkan kepala tanda menyetujuinya.


Zhang Ziyi kembali tersenyum. Lalu dia meneteskan darahnya pada kening burung Phoenix.


Seketika cahaya emas mulai menyelimuti tubuh Phoenix Api. Tubuhnya perlahan melayang dengan sendirinya. Setelah dua puluh detik, cahaya itu menyebar membentuk lingkaran cahaya, memperlihatkan seekor burung kecil yang imut. Kedua mata yang sedikit melebar serta tubuh yang kecil namun besar. Terdapat tiga helai bulu memanjang di keningnya layaknya sebuah mahkota, dengan warna bulu berwarna merah.


Burung itu terbang memutar-mutari tubuh Zhang Ziyi, debu-debu bercahaya merah keemasan juga terlihat keluar tubuh bagian belakangnya mengikuti arah tebang burung itu.


"Bagus, sekarang kau telah menjadi temanku. Aku akan menemanimu Niao!" ucap Zhang Ziyi.


Tampaknya burung Phoenix kecil itu menyukai nama tersebut. Lalu dia terbang dan hinggap di kepala Laohu.


Laohu yang tak suka kepalanya di injak, pun hendak mengelak. Namun dia langsung menghentikan niatnya kala merasakan aura ngeri menusuk tulangnya.


Pada akhirnya Laohu tetap tak bisa berbuat apa-apa, selain membiarkan makhluk kecil berwajah sok dungu dan imut itu bertengger di kepalanya. Biar bagaimanapun, Niao memiliki kekuatan di atasnya.

__ADS_1


"Aauumm!" Laohu mengaum pasrah.


Zhang Ziyi kembali menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua hewan peliharaannya itu.


Setelahnya Zhang Ziyi menghadap ke Dewa Api dan Dewa Gou Liang.


"Kakek, setelah ini, kita akan ke mana?" tanya Zhang Ziyi. Sebenarnya dia berharap untuk segera ke alam atas dan bertualang di sana. Namun dia harus menunggu Dewa Gou Liang yang mengatakan demikian karena dia tahu bahwa setiap apa yang di sampaikan oleh Dewa Gou Liang ini selalunya mengarah ke hal terbaik untuknya.


"Tidak ada lagi hal yang harus kau urus di sini. Sekarang kau bisa pergi ke alam Atas," jawab Dewa Gou Liang.


"Baik, aku mengerti, Kakek!" Meski dia terlihat biasa saja di luar, namun di dalam Zhang Ziyi tampak begitu antusias.


"Tapi Ziyi'er, untuk bisa menjadi bagian dari penghuni alam atas, kau perlu mendapatkan pengakuan dari sana!" tutur Dewa Api.


"Pengakuan?" tanya Zhang Ziyi.


"Ya, pengakuan ... dalam kata lain ujian sebelum resmi menjadi penghuni Alam Atas!"


Dewa Gou Luas serta Dewa Api pun bergantian menjelaskan kepada Zhang Ziyi terkait dengan persiapan ke alam atas.


Setelah sepuluh menit keduanya telah selesai menjelaskan kepada Zhang Ziyi.


Mengangguk tanda mengerti. "Tapi kakek, jika dua penguji itu memiliki kekuatan setingkat Ranah Semesta, bukankah akan sulit bagiku untuk mengalahkan mereka? Apalagi jumlah mereka yang terdiri dari dua orang!"


"Makanya kau perlu meningkatkan kultivasi–mu. Minimal satu tahapan!" ucap Dewa Api membalas perkataan Zhang Ziyi tadi.


Selang beberapa saat, mereka akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan itu.


Zhang Ziyi pergi ke wilayah lain di alam jiwa untuk berkultivasi. Setidaknya untuk menerobos ke tingkat selanjutnya, satu atau dua tingkat yang terpenting baginya adalah berhasil menjadi kuat dan mengalahkan dua petugas yang akan dia hadapi dalam ujian pengakuan nantinya.


Sampai di tempat tujuan, Zhang Ziyi membiarkan Laohu dan Niao untuk bermain-main dan saling mengangguk. Sementara dia berkultivasi di batu bundar besar di atas tebing.


Sebuah pil tingkat Surgawi dia telan lalu mulai menyerap Khasiatnya. Selain itu, dia juga mengeluarkan salah satu tanaman herbal yang ada dalam cincin ruang yang memiliki khasiat meningkatkan energi spiritual dalam tubuh. Salah satu Kristal Roh berwarna giok juga dia keluarkan. Kristal roh itu sendiri merupakan kristal roh Siluman Dewa.


Setelah menghabiskan beberapa waktu, Zhang Ziyi akhirnya selesai menyerap khasiat dari bahan-bahan tadi, Zhan Ziyi mulai merasakan lonjakan energi dari tubuhnya. Tampaknya dia akan menerobos lagi.


Benar saja, seiring dengan berjalannya waktu, energi yang terpancar dari tubuh Zhang Ziyi juga kian meningkat.


Baammm!!!


Ledakan teredam terdengar jelas dari tubuh Zhang Ziyi. Bersaman dengan itu aura yang di dipancarkan Zhang Ziyi juga bertambah kuat.


Dia menghirup udara sesaat. Setelah mengembuskan–nya kasar melalui mulutnya.


Zhang Ziyi kembali mengeluarkan pil tingkat Surgawi. Kali ini dua buah. Kristal roh siluman Dewa juga ia keluarkan berjumlah 3 buah. Tak lupa dengan tanaman herbal yang memiliki fungsi meningkatkan energi spiritual juga dia keluarkan. Baru setelahnya dia kembali mengulang ritual kultivasinya.

__ADS_1


Terhitung dua hari sudah di alam jiwa dia habiskan untuk berkultivasi, Zhang Ziyi juga telah berhasil melakukan terobosan hingga empat kali terobosan. Dan sekarang dia telah mencapai Ranah Semesta tahap pertama.


Meskipun banyak yang dia korbankan untuk ini, setidaknya hasil yang dia peroleh tidaklah merugikannya. Apalagi setiap kenaikan satu tingkat maka untuk mencapai tingkat selanjutnya dia harus mengunakan sumber daya berkali-kali lipat jumlahnya.


Zhang Ziyi bangkit, turun dari batu bundar. Dia kembali menghela napas panjang. Melalui hidung dan membuang kasar melalui mulutnya.


"Laohu—Niao ... Mari kita kembali!" panggil Zhang Ziyi.


Laohu segera melesat ke arah Zhang Ziyi saat mendengar dirinya di panggil. Dari ekspresi yang ia tampakkan, tampak jelas kalau dia tengah kesal dan dibuat kesal oleh Burung kecil itu.


Laohu membentangkan dua pasang sayap–nya. Setelah tuannya menaiki punggungnya, Laohu pun lantas terbang dengan kecepatan tinggi. Niao sendiri telah menaiki kepala Laohu dari tadi.


Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di tempat dimana Dewa Gou Liang serta Dewa Api yang tengah bersantai.


"Kau sudah naik tingkatan rupanya!" ucap Dewa Gou Liang setelah menyeruput teh surgawi.


"Benar kakek. Apakah kita sudah bisa ke Alam Atas sekarang?" tanya Zhang Ziyi antusias.


"Hohoho, sabarlah sedikit nak. Mari bersantai bersama kami sejenak. Baru setelahnya kita akan ke sana!" ucap Dewa Api. Dia melibaskan tangannya, seketika sebuah gelas melayang di udara. Air teh surgawi perlahan mulai mengisi gelas. Kemunculan air itu sendiri bersifat misteri.


"Baik Kakek!" Zhang Ziyi duduk dan mengambil teh yang melayang itu. Dia juga ikut menyesap teh.


"Ziyi'er, sekarang kultivasi-mu telah mencapai ranah Semesta tahap pertama. Kau sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan pengakuan dari Langit!" ucap Dewa Api.


"Benar ... Bukan hanya cukup melainkan lebih dari cukup. Zhang Ziyi ini bahkan bisa mengalahkan satu sampai dua tingkat kultivator di atasnya." Dewa Gou Liang juga ikut menambahkan.


"Terima kasih, Kakek!" kata Zhang Ziyi sembari menangkupkan tangannya memberi hormat.


"Tapi kau jangan senang dulu! Ujian pengakuan ini tidak sesederhana yang kau bayangkan. Bisa saja kau akan kehilangan kultivasi-mu saat melewatinya!" ujar Dewa Gou Liang.


"Benar. Ini yang harus kau perhitungkan. Jangan sampai kau lengah dan justru malah membawamu pada sesuatu yang buruk." Dewa Api juga ikut menambahkan.


"Ya, aku mengerti, Kakek!"


Ketiga orang itu terus berbincang untuk waktu yang lama. Setelah senja berganti malam, baru mereka menghentikan aktivitas itu.


Zhang Ziyi memilih beristirahat dengan berkultivasi. Sementara kedua hewan peliharaannya yang seharian tampak tak akur itu saat ini tengah tertidur pulas, dengan berdempetan. Tentu saja Burung kecil itu yang menindih Laohu.


-


Pagi datang begitu cepat. Sesuai perjanjian kemarin, bahwa hari ini Zhang Ziyi akan berangkat ke alam atas.


Saat ini Dia, Dewa Gou Liang, Dewa Api, Laohu serta Niao tengah berdiri di tanah lapang. Beberapa meter di hadapan mereka berdiri dua buah pilar. Tulisan kuno juga menghiasi permukaan pilar itu.


"Zhang Ziyi, untuk sampai ke sana, kau membutuhkan sebuah portal yang tercipta dari dua pilar itu. Ini dikarenakan kamu adalah orang baru yang baru pertama kali akan ke sana. Namun jika kau telah menjadi penghuni alam atas, maka kau tak perlu lagi menggunakan portal untuk ke sana!" jelas Dewa Api.

__ADS_1


"Ya, akan tetapi portal ini telah lama menghilang. Untuk mengaktifkannya, mungkin akan membutuhkan kekuatan yang tidak sedikit!" Dewa Gou Liang menjelaskan masalahnya. "Tapi kau tenang saja. Aku dan Dewa Api akan membantumu mengaktifkan kembali portal itu," Dia menoleh ke arah Dewa Api di sampingnya.


Dewa Api mengangguk. Setelahnya dia dan Dewa Gou Liang mulai mendekati dua pilar. Berniat mengaktifkan kembali lingkaran portal yang telah lama menghilang.


__ADS_2