
"Nak, jangan lawan energi itu, Biarkan dia memurnikan semua apa yang ada dalam tubuhmu!" Leluhur Ras Centaurus mengingatkan Zhang Ziyi untuk tidak melawan energi tersebut.
Mendengar itu, Zhang Ziyi awalnya ingin mengumpati leluhur Ras Centaurus.. Bagaimana tidak, semua organ tubuhnya di rasa seperti terbakar dari dalam. Rasa sakit yang teramat sangat itu, ia biarkan begitu saja?
Meski begitu, pada akhirnya Zhang Ziyi memilih untuk menuruti apa kata Leluhur Centaurus.
Mengabaikan rasa sakit dan beralih membiarkan energi dari bola energi membakar organ yang ada dalam tubuhnya. Bahkan tanda-tanda energi yang berwarna oranye tampak di leher Zhang Ziyi, serta kedua lengannya.
Tak ada yang bisa Zhang Ziyi lakukan. Hanya bisa berteriak histeris, berharap dengan berteriak, maka masalahnya akan terselesaikan. Namun ia salah, energi yang ada dalam tubuhnya ini ibarat api keabadian. Yang tanpa henti membakar semua organ dalam tubuhnya. Bahkan beberapa kali dia harus menggigit lidahnya, supaya tetap terjaga. Tidak pingsan dan menerima rasa sakit itu tanpa mengelak.
Leluhur Ras Centaurus memperhatikan apa yang di lakukan Zhang Ziyi. Diam-diam menarik dua sudut bibirnya, memperlihatkan sunggingan kecil. Meski anak itu sempat menolak tadi, namun entah mengapa kini dia bisa melihat kesungguhan hati anak itu.
Zhang Ziyi terus saja membiarkan energi dalam tubuhnya membakar semua organ dalam tubuhnya. Bahkan ia merasa kini tulang-tulangnya telah remuk.
Kreekk!
Kreekk!
Terdengar suara retakan yang kian mengeras dari dalam tubuh Zhang Ziyi.
"Arghh!"
Teriakan histeris keluar dari mulut Zhang Ziyi. Tak berselang lama, suara sesuatu yang hancur terdengar dari dalam tubuh lelaki itu. Bersamaan dengan itu, kesadaran Zhang Ziyi pun juga ikut menghilang.
Tubuh Zhang Ziyi telah lembek. Ya, dikarenakan tulang-tulang anak itu saat ini telah hancur menjadi debu.
Tak lama setelahnya, Tumbuh tulang baru, menggantikan tulang Zhang Ziyi yang tadi sempat hancur. Bahkan memiliki warna serta bentuk yang lebih dominan dibanding warna sebelumnya. Dimana jika sebelumnya memiliki warna gading, sekarang tulang Zhang Ziyi berbuah warna menjadi silver.
Saat semua tulang Zhang Ziyi telah terbentuk sepenuhnya, kesadaran Zhang Ziyi juga kini mulai kembali. Zhang Ziyi membuka mata. Sempat anak itu menunjukan ekspresi bingung. Ia seperti baru sadar dalam mimpi yang menyakitkan. Dimana tadi dia di siksa oleh suatu energi yang membakar seluruh yang ada dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Hahaha... Akhirnya bola energi itu telah berhasil kau serap. Dan bahkan setelah mengalami pemurnian seluruh dalam tubuhmu, kultivasi-mu saat ini meningkat hingga ke Ranah langit tahap 7... Benar-benar di luar ekspektasi! ... Hahaha!" Leluhur Ras Centaurus berkata diselingi dengan tawa keras. Nampak dia begitu puas dengan hasilnya.
Nampak menunjukan ekspresi bingung Zhang Ziyi mendengar perkataan leluhur centaurus. Berusaha mencerna maksud dari kata-kata itu.
"Tunggu, mengapa centaurus ini menyinggung hal terkait dengan bola energi. Dan ya, dia bilang aku berhasil menyerap bola energi tersebut! ... Mungkin kah tadi itu bukanlah mimpi, melainkan kenyataan?" Zhang Ziyi mulai menerka-nerka dengan bergumam dalam hati.
Belum selesai dengan pikirannya, Zhang Ziyi kembali di buat terhenyak kala leluhur Ras Centaurus tiba-tiba menarik lengannya.
Mengeluarkan belati dari ruang hampa. Lalu tanpa pikir panjang, leluhur Ras Centaurus langsung menggoreskan belati tersebut pada lengan Zhang Ziyi. Bahkan goresan itu sengaja ia perdalam hingga memperlihatkan sesuatu yang berkilau.
Zhang Ziyi meringis, mendapati kulit serta daging lengannya yang di gores oleh belati. Mendadak tangannya berusaha ia tarik. Namun tidak berhasil dia melakukannya sebab leluhur Ras Centaurus mencegahnya.
"Apa yang kau lakukan!" bentak Zhang Ziyi. Darah segar mulai mengalir deras dari bekas goresan belati tersebut.
"Tenanglah nak, aku hanya ingin memeriksa sesuatu!" Leluhur Ras Centaurus berkata dengan pandangan tak berpaling dari lengan Zhang Ziyi yang terpotong.
"Lihatlah!" Mengajak Zhang Ziyi untuk menundukkan kepala. Ikut memperhatikan lengannya.
Sontak. Terbelalak mata Zhang Ziyi kala mengetahui sesuatu yang terbalut oleh daging, yang kini nampak mengkilat layaknya perak.
Zhang Ziyi melihat tulangnya yang telah terganti warna. Bahkan warnanya pun lebih dominan dan bergaya dari warna tulang pada umumnya.
"A–apa yang tengah terjadi pada tulang–ku?" ucap Zhang Ziyi dengan sedikit gagap. Rasa perih yang semula menghampiri perasaannya kala kulit serta daging lengannya yang robek oleh belati tajam milik leluhur Ras Centaurus, kini tak Zhang Ziyi rasa lagi. Berganti menjadi rasa kagum sekaligus takjub melihat tulangnya yang telah berganti warna.
Tersenyum sejenak, Leluhur Ras Centaurus kemudian menjawab pertanyaan Zhang Ziyi. "Kualitas tulang mu saat ini telah masuk kepada tahap kedua. Yaitu tulang perak. Juga organ dalam tubuh mu yang lainnya telah di memurnikan oleh energi yang dihasilkan dari bola energi tadi."
Mengangkat pandangannya ke arah Leluhur Ras Centaurus. Nanar mata bingung di tampakkan Zhang Ziyi. "Maksudmu, kejadian tadi bukanlah sebuah mimpi?" tanya Zhang Ziyi memastikan.
"Memang bukanlah mimpi!" ucap leluhur Ras Centaurus.
__ADS_1
Zhang Ziyi kembali mengalihkan pandangan ke arah lengannya. Memperhatikan tulangnya lebih seksama. Memang saat ini ia merasa adanya sesuatu berbeda dari dalam tubuhnya. Zhang Ziyi merasa ringan sekarang.
Puas mengamati tulang perak tersebut, Zhang Ziyi kemudian mengeluarkan pil tingkat bumi dari cincin ruang miliknya. lalu tanpa pikir panjang, lelaki itu langsung menelan pil tersebut.
Dalam lima detik. Luka yang semula ternganga begitu lebar, kini telah menyatu hingga tak meninggalkan bekas sedikit pun.
Melihat hal itu, Leluhur Ras Centaurus diam-diam menganggukkan kepala. Kini dia merasa pilihannya memang tidak salah. Zhang Ziyi ini adalah orang yang memang di takdirkan untuk ras–nya.
"Sekarang apa?" Zhang Ziyi bertanya kala luka di lengannya telah menutup dengan sempurna.
"Hmm, Apa yah?" tampak berpikir Leluhur Ras Centaurus. Sebenarnya dia sudah menyusun rangkaian kegiatan yang akan dia berikan pada Zhang Ziyi di otaknya. Namun entah mengapa semua itu hilang di memori nya.
Zhang Ziyi mengerutkan kening. Bingung dengan pak tua di hadapannya ini.
"Bukankah sudah selesai? Aku bisa kembali ke dunia nyata bukan?" tanya Zhang Ziyi. Entah sudah berapa lama dia di tempat ini. Mengingat satu hari di sini sama dengan satu detik di dunia nyata. Takutnya Zhang Ziyi berada di sini sudah lebih dari tiga sampai empat hari. Sebab satu detik saja, terlewatkan, bisa jadi anggota klan Zhang akan sampai di ruangan di mana Moi Hu serta pimpinan ras centaurus berada. dan berakhir dengan dua centaurus itu yang terbunuh oleh anggota klan Zhang.
"Ya, kau benar! Kau sudah selesai di sini. Aku juga telah menyampaikan apa yang ingin ku sampaikan..." ucap Leluhur Ras Centaurus.
"Oh ya... Sebentar lagi aku akan mengembalikan–mu ke dunia semula kau berada. Namun sebelum itu, aku ingin kau memenuhi janjimu. Mengembalikan kehormatan Ras Centaurus!" Leluhur Ras Centaurus berkata sembari menatap dalam Zhang Ziyi. Dari intonasi yang ia keluarkan pun tampak pria itu begitu berharap.
"Heh? Kapan aku pernah berjanji padamu?" ucap ketus Zhang Ziyi.
Sontak, leluhur Ras Centaurus langsung tersedak nafasnya sendiri mendengar jawaban dari Zhang Ziyi. "Cih anak ini!" tatapan penuh harap itu langsung buyar.
"Benarkah kau tidak mau membantu diriku yang sudah tua ini? ... Oh ya. Waktuku tidak lama lagi. Ku harap aku akan bertemu denganmu di suatu saat nanti. Dan saat itu pula lah, kau telah menjadi orang hebat. Dan mengembalikan kejayaan Ras Centaurus!" Meski jawaban yang diterima dari Zhang Ziyi tadi sedikit menyakiti hatinya, namun ia tetap percaya bahwa anak itu pasti nantinya akan membawa kembali ras centaurus kepada masa jayanya.
Zhang Ziyi tak menanggapi. Ia hanya memalingkan muka dan memperhatikan sekitarnya. Yang mana, dikelilingi oleh berbagai macam planet dengan ukuran yang. berbeda-beda.
"Bisakah kita mulai sekarang!" Zhang Ziyi mendesak Leluhur Ras Centaurus untuk segera mengembalikan dirinya kepada dunia siluman. Dunia, dimana ras dirinya bertemu dengan Moi Hu dan ras centaurus lainnya.
__ADS_1
"Baiklah... Namun sebelum itu, aku ingin mengajarimu satu hal."