
Whush!
Slash!!
Slash!!
Zhang Ziyi melancarkan serangan tebasan yang mengandung tekanan energi besar. Serangan itu sendiri di lakukan secara beruntun, membuat iblis itu tidak berdaya.
Berhasil membunuh Iblis tersebut. Hal itu nyatanya membuat pasukan Iblis sedikit melemah. Semangat juang dari pasukan Iblis juga ikut berkurang kala melihat dua orang kuat pasukan Iblis mati begitu saja di tangan seorang kultivator muda.
Apalagi dominasi pasukan Iblis yang sebelumnya di buat dalam istana kini telah berpihak di tangan pasukan Alam Atas.
Tentu saja hal itu menambah kekhawatiran pasukan iblis sendiri.
Dua Iblis yang semula bertarung melawan Jenderal Kaisar Langit serta Jenderal Kekaisaran Kegelapan menghentikan pertarungan mereka.
"Bagaimana? Apakah kita akan tetap melanjutkannya?" tanya salah satu iblis kepada temannya.
"Hmm, sebaiknya kita mundur. Telah banyak pasukan yang mati. Apalagi Iblis Api Merah dan Iblis Gagak Neraka sudah tewas di tangan Anak itu. Untuk meminimalisir jumlah korban jiwa di pihak kita, lebih baik kita mundur terlebih dahulu."
"Umm... Setidaknya kita telah membuat kekacauan besar di Alam Atas ini, dengan menghancurkan kelompok-kelompok besar di sini!"
Setelah percakapan antar keduanya, mereka menarik pasukan dan meninggalkan tempat itu. Berubah menjadi asap hitam yang langsung menghilang begitu saja.
***
Hei An kembali menghampiri Zhang Ziyi. Sebelumnya sempat dia membunuh banyak Iblis, saat lawan setara dengannya berhasil dia bunuh pula.
Kondisi kerajaan Phoenix Es sendiri saat ini tidak bisa di katakan baik. Kerusakan yang di timbulkan begitu besar.
Kekuatan Kerajaan Phoenix Es saat ini sangat turun drastis, sehingga mau tidak mau mereka harus mengikuti salah satu kekaisaran kala salah satu kekaisaran itu menawari untuk masuk di bagian dari mereka.
"Kalau saja kakak tidak datang tadi, mungkin kemenangan tidak akan kami raih," ucap Hei An pada Zhang Ziyi.
Menatap lembut gadisnya. Zhang Ziyi hanya memberikan senyum kecil sebagai balasan. Memeluk pinggang Hei An, lalu dia mengalihkan perhatiannya pada pasukan kerajaan Phoenix Es, Pasukan Kekaisaran Kegelapan serta pasukan kekaisaran Langit.
Banyak di antara mereka yang mengalami luka berat. Tidak sedikit pula yang tewas. Dari sekian banyak pasukan dua kekaisaran yang di kirim ke tempat ini, kini tidak lebih hanya sepertiga dari jumlah total.
Beberapa saat, rekan-rekan Zhang Ziyi yang semula di tugaskan untuk menyelamatkan yang ada dalam istana telah keluar. Mereka bersama dengan Shui Bing serta Raja dan Ratu Kerajaan Phoenix Es.
Rekan-rekan Zhang Ziyi, termasuk Shui Bing sendiri segera terbang ke arah Zhang Ziyi serta Hei An.
__ADS_1
"Kakak Ziyi!"
Zhang Lan memanggil Zhang Ziyi. Terukir sunggingan penuh arti dari bibir Zhang Lan. Mendekat ke arah Zhang Ziyi, lalu membisikkan sesuatu.
"Pintar-pintarlah dalam menawar hati dua pujaan hati!" Menepuk pundak Zhang Ziyi, Lalu dia beralih pada Hei An. "Saudari Hei!" sapanya sembari menyinggung senyum khasnya. Zhang Lan beranjak ke samping Zhang Meng.
Butuh waktu tiga detik sebelum Zhang Ziyi mengerti maksud dari bisikkan Zhang Lan.
Tampak Wajah. canggung Shui Bing. Begitupun juga dengan Hei An. Kedua orang itu tampak tidak terima dalam hati, namun mereka juga tidak ingin mengungkapkan, meski lewat raut wajah sekalipun.
"E–eh... Kakak Ziyi, sepertinya kami meninggalkan sesuatu!" ujar Zhang Meng tiba-tiba.
"Ahh, ya ... Kita meninggalkan Laohu bersama dengan pria dari kelompok itu!"
Rekan-rekan Zhang Ziyi itu aku meninggalkan Zhang Ziyi begitu saja tanpa rasa bersalah. Dan kini tinggallah Zhang Ziyi bersama dengan dua gadisnya.
Suasana canggung tercipta saat itu juga.
"Bing'er! Kemarilah!"
Shui Bing menoleh. Mengangguk lalu bergerak ke samping Zhang Ziyi.
"Apakah kau tidak apa-apa?" ucapnya setelah melepas pelukan itu.
"Hmm!" di balas oleh anggukan oleh Shui Bing.
Zhang Ziyi menatap dua kekasihnya.
"Aku harap kalian bisa akur... Karena kalian berdua adalah cintaku!"
Zhang Ziyi memeluk pinggang dua kekasihnya secara bersamaan. Dan itu tentu saja menimbulkan rasa tertentu bagi Shui Bing maupun Hei An.
Sejenak, kedua gadis itu memasang senyum kecil.
"Demi kakak Ziyi ... Setidaknya hanya ada aku dan Saudari Hei... Semoga saja cukup kami berdua!" batin Shui Bing.
"Ini belumlah seberapa. Awal-awal memang masih dua. Nanti seiring dengan berjalannya waktu, mungkin jumlahnya akan melebihi lima orang. Apalagi pengaruhnya yang begitu besar... Haissh, setidaknya aku harus dapat empat hari, meski kakak memiliki istri lebih dari lima sekalipun!" batin Hei An.
"Kami pasti akan akur, kakak Ziyi!" ucap Hei An dan di angguki oleh Shui Bing.
"Baguslah!"
__ADS_1
Setelah itu, ketiga orang itu lantas bergerak ke arah Raja dan Ratu Kerajaan Phoenix Es. Tampak di sana juga telah berkumpul Pasukan Kekaisaran Langit dan pasukan Kekaisaran Kegelapan. Masalah lain setelah pertempuran itu nampak akan kembali terjadi.
"Raja Shui... Kerajaan kalian kini telah hancur. Kalian tidak memiliki kekuatan seperti dulu lagi. Ancaman akan datang kapan saja.. Maka dari itu bergabunglah bersama dengan Kekaisaran Langit. Kami akan menjamin tempat untuk kalian. Dan ya, kalau kau menolak, kami akan memberikan kompensasi untuk itu. Begitupun juga kalian menerima."
Jenderal Kekaisaran Langit mencoba untuk mengajak Raja Shui untuk ikut bergabung bersama Kekaisaran Langit.
Jenderal ketiga Kekaisaran Kegelapan terkekeh mendengar perkataan Jenderal Kaisar Langit itu. " Hohoho, mengapa kau begitu terburu-buru? Kau begitu enteng mengatakannya, seolah-olah kami akan melepaskannya begitu saja."
"Cih..." Jenderal Kaisar Langit berdecih.
Sementara Raja Shui belum menjawab.
Kedua kelompok besar itu sendiri tidak berniat membiarkan rival mereka mengambil alih kerajaan Phoenix Es ini. Sebab meski mereka telah melemah, namun pengaruh mereka tidaklah pudar.
"Maaf, tapi kami tidak akan berpihak pada Kekaisaran Langit, ataupun kekaisaran Kegelapan!" Shui Shan megambil alih berbicara, saat ayahnya tidak berbicara sebab dia tahu ayahnya ragu dalam mengambil keputusan.
"Apa maksudmu? Kau ingin kerajaan Phoenix Es hancur seutuhnya!" Jenderal Kekaisaran Langit tampak marah.
"Kami tidak membutuhkan perlindungan kalian. Karena kami telah memiliki kelompok lain untuk itu..."
"Maksudmu?" tanya Jendral Kaisar Kegelapan.
"Kami akan bergabung dengan kelompok Huangjin!" yakin Shui Shan.
"Kelompok mana itu? Aku tidak pernah mendengarnya!"
"Sebentar lagi kalian pasti akan mengenalnya!"
"Ehem!" Zhang Ziyi berdehem.
Jenderal Kaisar Langit hendak kembali menanggapi, namun segera menghentikan niatnya. Dia telah mengetahui sesuatu dari deheman Zhang Ziyi tadi.
"Cih, terserah kalian saja. Namun jangan salahkan aku jika saja Kerajaan kalian hancur seutuhnya, bersama dengan kelompok yang kau maksudkan itu!"
Sebenarnya bukannya tidak ingin melepas Kerajaan Phoenix Es begitu saja, melainkan dia juga telah melihat bagaimana aksi Zhang Ziyi tadi, dan tentu saja kekuatan Zhang berada di atasnya.
Selesai dengan mengucapkan kalimatnya tadi, Jenderal bersama dengan Pasukan Kekaisaran Langit pun pergi dari sana.
Setelah kepergian Pasukan Kekaisaran Langit, Jendral ketiga Kekaisaran Kegelapan pun juga membawa pasukan untuk kembali ke Kekaisaran Kegelapan. Dia tidak mempermasalahkan kelompok yang di maksud Shui Shan tadi, sebab Jenderal Ketiga mengetahui kelompok yang di maksud tadi adalah kelompok yang di bangun oleh Zhang Ziyi.
Hal Iain adalah, Zhang Ziyi juga merupakan kekasih dari Dewi Kegelapan sendiri, sehingga bergabung atau tidaknya Kerajaan Phoenix Es terhadap Kekaisaran Kegelapan, itu tidak menjadi masalah bagi mereka.
__ADS_1