Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 121 ~ Yu Ren Lan


__ADS_3

puluhan pisau air yang mengurung pergerakan Zhang Ziyi serta Laohu. Belum menunjukkan suatu reaksi, Zhang Ziyi menatap ke arah seorang gadis yang melepaskan pisau-pisau tersebut. Dia sedikit merasa aneh dengan rupa gadis itu. Dimana rambut yang berwarna biru selaras dengan gaun biru putihnya. Pun juga dengan pupil matanya yang berwarna biru muda. Meski demikian, gadis itu juga bisa di bilang cantik.


Pandangan Zhang Ziyi salah menangkap telinga dari gadis itu yang menyerupai sirip ikan.


"Hmm, Manusia aneh!" gumamnya yang tidak menyadari kalau telinga gadis itu persis seperti telinga seseorang yang dia temui di mimpinya.


Energi berwarna emas tiba-tiba menyelimuti tangan Zhang Ziyi. Bergabung dan membentuk pedang Naga Langit.


Pemuda itu kemudian memotong pisau-pisau air yang mengepungnya dan Laohu. Setelahnya bergerak ke arah gadis tersebut.


Whush!


Tak!


Pedang Naga Langit di tangkis menggunakan lengannya yang telah terlapisi dengan energi berwarna biru. Beruntung tidak terjadi sesuatu pada lengan gadis tersebut. Hanya saja dirinya termundur beberapa langkah ke belakang.


Mengangkat kembali pedang Naga Langit, Zhang Ziyi melibaskan keras ke arah Gadis itu.


Kali ini dia tidak berinsiatif untuk menangkis. Gadis berambut biru menghindar dengan memiringkan tubuhnya ke samping. Tubuh yang ramping dan lentur, membuatnya begitu lincah dalam bergerak.


Whush!


Whush!


Tak!


Pedang Naga Langit kembali bergerak, menargetkan gadis berambut biru. semakin cepat dalam bergerak, namun gadis itu juga tidak kalah cepat. Selain menghindari lesatan pedang, dia juga sekali-kali akan menangkis dengan lengan atau kakinya.


Selang beberapa saat, keduanya mengambil jarak.


"Gadis ini tidak bisa di remehkan! Gerakannya yang begitu lincah dan cepat. Bahkan mengimbangi kecepatan gerakku. Selan itu, dia juga memiliki kekuatan fisik yang kuat!"


Energi berwarna emas terlihat menyelimuti pedang Naga Langit. Zhang Ziyi mengambil posisi siap. Gadis itu kini telah kembali menyerangnya dengan tubuh yang saat ini telah terlapisi energi berwarna biru.


"Hiyyahh!"


Gadis itu melayangkan tinju keras. Zhang Ziyi menangkisnya dengan bilah pedang Naga Langit.


Whush!!!


Energi berwarna biru serta emas menyebar di masing-masing belakang mereka.


Sempat terjadi jeda dalam menyerang. Keduanya saling berpandangan. Zhang Ziyi meninju bilah Pedang Naga Langit, menciptakan tolakan energi dan langsung membuat gadis tersebut menarik kepalan tinjunya.


Kembali pertarungan terjadi. Cepat dan semakin cepat. Beberapa kali tinju serta tendangan berhasil masuk dan mengenai tubuh Zhang Ziyi. Begitupun juga dengan Zhang Ziyi, dia juga berhasil mendaratkan beberapa serangan di tubuh Gadis tersebut.


Di sisi lain, Laohu hanya menjadi penonton setia mereka. Karena terlalu lama duduk di tempat dan tanpa melakukan apapun, dia akhirnya memutuskan untuk terbang dan menikmati pemandangan sekitar dari atas.


-


Bruukk!


Zhang Ziyi terpental dan menabrak salah satu pohon besar yang ada di sana. Kerang yang tadi sempat dia simpan di saku bajunya terjatuh beberapa meter dari tempat dia terduduk.

__ADS_1


Gadis berambut biru berjalan mendekat. Energi yang semula menyelimuti gadis itu kini telah menghilang. Dia menatap tajam Zhang Ziyi. Tatapan yang penuh dengan intimidasi. Tapi itu tak berlangsung lama. Raut wajahnya berubah dua puluh empat derajat kala pandangannya salah menangkap benda yang sangat dia kenali.


Gadis itu berjalan beberapa langkah ke arah benda tersebut. Berjongkok dan mengambilnya.


Memperhatikan benda itu sesaat. Lantas dia bergumam tak percaya.


"I–ini ... Ini kerang Pemberitahuan. Kerang ini hanya di miliki oleh keluarga raja. Bagaimana ini bisa berada padamu?" tatapan matanya yang penuh awas serta menuntut. Zhang Ziyi sendiri sempat dibuat merasa terganggu karenanya.


"Apa maksud tatapan–mu itu." Zhang Ziyi memprotes.


"Jangan mengalihkan pembicaraan. Cepat katakan dari mana kau mendapatkan benda ini. Owh, apakah kau mencurinya dari tangan anggota kerajaan!" Gadis itu kini Memegangi kerah baju Zhang Ziyi serta wajahnya ia dekatkan pada wajah pemuda itu.


Zhang Ziyi sendiri merasa lain kala wajahnya serta wajah gadis itu yang begitu dekat. Tak hanya itu, bahkan mata gadis itu menatap tajam matanya, membuat Zhang Ziyi harus mengalihkan pandangannya.


"Apa-apaan ini!" Zhang Ziyi mendorong kasar pundak gadis itu. Dia lalu bangkit dan memperbaiki bajunya. Juga tangannya menepuk-nepuk debu yang menempel di pakaiannya.


"Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya dari mana aku mendapatkan kerang itu? Sini biar aku kasih tau yah! Kerang itu aku dapatkan lewat mimpi. Mungkin akan sangat sulit untuk di percaya dan tak masuk akal. Namun begitulah kenyataannya. Saat aku terbangun, mendadak kerang itu telah berada di tanganku!" ucap Zhang Ziyi. Dia dia mendekati pedang Naga Langit yang tergeletak tak jauh darinya. Meraihnya lalu memasukkannya dalam cincin ruang miliknya.


Gadis itu menyimak apa yang di ceritakan Zhang Ziyi barusan. Dia memilih untuk mempercayai perkataan Zhang Ziyi sebab tak dia temukan kebohongan pun yang di sembunyikan pemuda ini.


"Baik, aku percaya padamu!" ucapnya sekilas. Dia mengembalikan kerang pada Zhang Ziyi.


"Jika demikian, maka orang yang aku tunggu adalah kamu!"


Zhang Ziyi mengernyit. Dia tak mengerti dengan arah pembicaraan gadis ini.


Tanpa memberi penjelasan lebih lanjut, gadis itu kemudian mengajak Zhang Ziyi ke suatu tempat.


"Tunggu dulu!" Zhang Ziyi melepas tangan gadis berambut biru dari pergelangan tangannya.


Memandangi Zhang Ziyi dengan tatapan aneh, gadis itu lantas bertanya. "Kau memanggil siapa?" Dia mengangkat sebelah alisnya.


Zhang Ziyi tidak menjawab. Dia hanya memasang senyum kecil.


Tak lama setelahnya, terlihat Laohu yang terbang ke arah mereka. Kepakan sayap yang besar itu, menciptakan angin lumayan kencang. Dia mendarat di samping Zhang Ziyi.


"Bisakah kita mengendarai hewan peliharaan ku ini!" tanya Zhang Ziyi.


Menatap aneh. Gadis itu tak ingin mempermasalahkannya dan memberikan respons dengan anggukan kecil. Tanda ia menyetujuinya.


"Baiklah. Karena kau yang mengetahui jalan, maka kau di depan dan aku di belakang."


Gadis itu sedikit ragu. Namun tetap menurutinya. Dia lebih dulu naik di atas punggung Laohu dan di susul oleh Zhang Ziyi. Setelahnya mereka terbang meninggalkan tempat itu. Mengarah ke suatu tempat dengan Gadis berpupil mata biru sebagai penunjuk jalan.


Sepanjang perjalanan, tak ada pembicaraan sama sekali. Kedua insan enggan untuk bersuara membuat suasana kian canggung. Mungkin berbicara hanya ketika Zhang Ziyi bertanya terkait jalan, atau mungkin karena gadis itu yang berkata saat menunjuk jalan.


Selang beberapa saat. Mereka sampai di tujuan. Turun dari punggung Laohu., Zhang Ziyi memperhatikan sekitar. Tempat itu tidak lain hanyalah sebuah reruntuhan kuno. Dia mengernyit sembari menengok arah gadis tersebut.


"Apakah di sini tempatnya? Kenapa begitu panas? Bukankah tempat kalian berasal, di penuhi dengan air?" Zhang Ziyi mengingat kembali mimpinya. Memang dunia yang sempat dia lihat waktu itu adalah dunia di dalam air. Begitupun juga dengan cerita dari Moi Hu serta Moi Wang.


"Ya, di sinilah tempatnya!"


Gadis itu menganggukkan kepala, pandangannya pun tidak menengok Zhang Ziyi melainkan juga memperhatikan reruntuhan itu.

__ADS_1


"Oh ya. Kita belum berkenalan sebelumnya... Siapa namamu?" ucap Zhang Ziyi tiba-tiba.


Gadis itu terdiam selama beberapa detik, dia lalu menjawab.


"Namaku Yu Ren Lan!" ucapnya singkat.


"Nama yang cantik, sama seperti orangnya!" Zhang Ziyi tanpa sadar mengucapkan kata itu.


"Tentu saja aku cantik!" Gadis itu melibaskan rambutnya dengan menampakkan wajah sedikit angkuh.


Di sisi lain, Zhang Ziyi baru menyadari akan ucapannya tadi, di tambah respons dari gadis ini yang begitu besar kepala, membuatnya ingin muntah.


"Bagaimana bisa aku mengucapkan kalimat itu?" sesalnya.


"Cih, kenapa kau begitu besar kepala? Aku hanya bergurau tadi!"


"Ya, bergurau dalam mulut, namun serius dalam hati!" Ucapnya dengan raut wajah yang dibuat begitu angkuh.


Mendengar itu, Zhang Ziyi semakin ingin muntah. Bagaimana bisa dia di pertemukan dengan gadis aneh yang memiliki kepercayaan diri setingkat dengan dengan dewa ini.


"Sudahlah, tak ada gunanya berdebat denganmu!"


"Adakah tadi kita berdebat? Perasaan tidak!"


Untuk kesekian kalinya Zhang Ziyi dibuat mati kutu. Hendak mengumpat, namun dia hanya bisa melakukannya dalam hati.


"Sudahlah! Wanita memang selalu benar!" Zhang Ziyi pasrah.


"Iyalah, wanita memang tidak pernah salah!"


Zhang Ziyi tidak berniat menjawab. Sebab dia tau, kalau menjawab mungkin gadis ini akan kembali membalas, tentu saja membalas dengan perkataan yang meninggikan dirinya sendiri.


Di sisi lain, Laohu yang melihat majikannya yang di buat tutup mulut oleh gadis ini pun sampai tertawa. Mengeluarkan tawa yang aneh, namun segera menghentikannya kala merasakan tekanan yang tiba-tiba saja menyapa tubuhnya. Siapa lagi kalau bukan Zhang Ziyi yang menekannya.


Beberapa saat suasana menjadi hening. Zhang lantas kembali membuka suara.


"Namaku Zhang Ziyi!" ucapnya tanpa menoleh.


"Baik! Mari ikuti aku!"


Yu Ren Lan berjalan di depan dan di ikuti oleh Zhang Ziyi serta Laohu. Beberapa saat berjalan, mereka sampai di sebuah panggung. Menaiki anak tangga, dan berhenti di hadapan dinding besar yang terdapat corak kuno. Terdapat dua buah pilar di dinding tersebut.


Ketiganya memandang lurus ke arah dinding. Yu Ren Lan berjalan ke depan dan menyentuh pelan corak kuno pada dinding, memperhatikan corak-corak kuno. Tak lama setelahnya, dia berbalik dan berjalan mendekati Zhang Ziyi.


Mengulurkan tangan kanannya ke depan.


Zhang Ziyi bingung dengan tingkah gadis itu. Dia tidak mengerti dengan jalan pikirnya yang begitu tidak masuk akal. Meski demikian, dia tidak berani mengambil tindakan, karena takut salah memprediksi dan berakhir dengan rasa malu yang akan dia tanggung akibat dari ulah gadis ini nantinya.


"Kerang tadi mana?"


Zhang Ziyi mengangguk. Dia merogoh sakunya, lalu mengeluarkan kerang yang di maksud dan menyerahkannya pada Yu Ren Lan.


Yu Ren Lan berjalan kembali ke arah dinding. Kerang di tangannya dia masukkan ke salah satu lubang yang ada di dinding. Dimana lubang itu sendiri membentuk kerang. Dan ukurannya pas dengan kerang tersebut.

__ADS_1


Tiga detik berlalu. Dinding itu mendadak terbelah dua dan bergeser berlawanan arah. Membuka jalan bagi ketiganya untuk memasuki ruangan di balik dinding. Ruangan yang di penuhi dengan cahaya putih menyilaukan, sehingga tidak tampak rupa dalam ruangan.


Tanpa berlama-lama, ketiganya berjalan masuk ke dala ruangan putih itu. Setelah mereka semua masuk, dinding itu kembali merapat dan menutup.


__ADS_2