Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit

Perjalanan Menggulingkan Kaisar Langit
Ch. 270 ~ Perang I


__ADS_3

Perang akan dimulai sebentar lagi. Namun Zhang Ziyi masih menunggu seseorang sebelum pergi ke Medan perang dan bertempur.


"Apakah dia akan datang? Atau justru tidak akan datang sama sekali?" gumam Zhang Meng.


"Pastinya, Dewa Kepintaran akan tetap datang." Zhang Ziyi menjawab pertanyaan Zhang Meng tadi.


"Hmm, baiklah. Mari kita tunggu sebentar lagi. Jika dia masih belum datang juga, maka kita tidak perlu menunggunya!"


Beberapa saat, dari kejauhan terlihat sosok yang terbang cepat ke arah mereka. Zhang Ziyi serta yang lainya sendiri sudah bisa menebak akan siapa orang itu.


"Maafkan aku, Pemimpin! Ada sesuatu yang ku urus tadi sehingga memungkinkan aku sedikit terlambat, tadi," ucap Dewa Kepintaran meminta maaf.


"Baiklah, mari kita bergerak. Segera ke Medan Perang."


"Tunggu dulu... Pasukan kita dimana?" tanya Dewa Kepintaran. Dia sendiri memasang ekspresi yang dibuat bingung saat tidak melihat pasukan kelompok Huangjin bersama dengan mereka.


"Mereka akan menyusul kita nanti. Cepatlah!" ucap Zhang Lan.


Zhang Ziyi kemudian terbang lebih dulu. Setelah itu, di susul oleh rekan-rekannya lalu para pemimpin bawahan termasuk Dewa Kepintaran sendiri.


Waktu di hutan Binatang Buas ini telah kembali normal sejak pagi tadi.


Tak butuh waktu lama bagi Zhang Ziyi serta yang lainya untuk sampai di Medan perang. Tampak di sana telah berdiri satu kubu dengan jumlah pasukan melebihi sepuluh ribu orang. Kekuatan mereka pun di atas rata-rata.


Mendarat, perhatian Zhang Ziyi terpaku pada seorang lelaki dengan pakaian mewah dan aura yang begitu sangat tidak biasa tengah duduk di singgasana yang di tarik oleh seekor burung Phoenix Api.


"Sudah lama aku menunggu datangnya hari ini, Ayah! Akhirnya kita bertemu juga," ujar Zhang Ziyi dala hati.


"Oyy, dimana pasukan kalian? Mau berperang dengan mengandalkan orang-orang lemah itu? Hahaha..." Salah seorang yang memiliki kekuatan ranah Suci Dewa Abadi berteriak kencang. Berniat memprovokasi Zhang Ziyi serta orang-orang yang di belakangnya. Teriakannya tersebut sendiri membuat beberapa orang yang berada di pihak Kaisar Langit tertawa.


Zhang Ziyi ataupun para pemimpin bawahan tidak ada yang menjawab perkataan mereka.


Zhang Ziyi membalikkan badannya, melayang beberapa meter dari permukaan tanah, lalu mengeluarkan pasukannya dari alam jiwa.


Sengaja pasukan yang dia keluarkan hanya sebagian–nya saja. Sesuai dengan apa yang dia jelaskan pada Dewa Kepintaran waktu itu.


Melihat jumlah pasukan Zhang Ziyi yang begitu sedikit, membuat pasukan Kekaisaran Langit kembali tertawa.


"Lihatlah, mereka bahkan hendak berperang dengan membawa pasukan yang begitu sedikit. Kalian mau berperang atau beradu nasib! Hahaha..."


Zhang Lan serta yang lainnya merasa kesal oleh ejekan pihak lawan.

__ADS_1


"Lihat saja. Aku akan membuat gigimu itu patah semuanya," ujar Zhang Lan.


"Ya, bukan hanya giginya, melainkan lidahnya akan aku tarik dan lepaskan dari rongga mulutnya!" Zhang Meng juga ikutan berbicara, menanggapi perkataan Zhang Lan tadi.


Di sisi lain, Dewa Kepintaran memasang senyum samar melihat pasukan Huangjin yang begitu sedikit itu.


"Sesuai dengan perhitungan!" gumam Dewa Kepintaran dalam hati.


Dewa Kepintaran kemudian menghampiri Zhang Ziyi.


"Pemimpin tenang saja. Berkat startegi yang telah kita atur sebelumnya, aku yakin kita pasti akan menang melawan mereka!"


Menoleh ke arah Dewa Kepintaran sejenak, Zhang Ziyi kemudian menjawab, "Ya, semoga saja apa yang kamu katakan itu benar. Sebab jika salah, maka kau harus menyiapkan kepalamu sebagai gantinya."


Seringai sinis terpasang di dua sudut bibir Dewa Kepintaran.


"Hahaha.... Sayangnya aku tidak berada di pihak–mu sekarang!" Tiba-tiba saja tertawa renyah. Berharap akan ekspresi terkejut akan ditunjukkan oleh mereka saat mendengar dirinya berkhianat, sayangnya Zhang Ziyi serta yang lainnya malah menanggapinya dengan biasa saja.


Namun Dewa Kepintaran tidak peduli lagi dengan ekspresi Zhang Ziyi serta yang lainnya. Segera dia terbang dengan kecepatan tinggi. Hendak menuju ke kubu kekaisaran Langit.


Sayangnya, tubuhnya malah di tarik oleh akar rambat berduri yang tiba-tiba saja muncul dari bawah tanah.


"Sialan... lepaskan!"


"Ya, jadilah penonton setia, dan lihat siapa yang menang dengan kalah." Zhang Meng juga ikut menambahkan.


"Cih..."


Melihat Rekannya yang sudah siap dan tidak sabar untuk membunuh musuh, maka Zhang Ziyi pun mengeluarkan pasukan yang masih tersimpan dalam alam Jiwa.


"A–apa?"


"Bagaimana bisa?"


"I–ini!"


Banyak ungkapan terkejut keluar dari mulut pasukan Kekaisaran Langit. Mereka yang mengira akan menang mudah, namun perkiraan itu segera terbantahkan sekarang.


Jumlah pasukan Zhang Ziyi saat ini bisa dibilang menyamai pasukan Kekaisaran Langit.


Di sisi lain, Dewa Kepintaran yang melihat jumlah Pasukan Huangjin yang melebihi batas yabg diketahuinya, tidak bisa untuk tida terkejut. Dia terdiam untuk beberapa saat.

__ADS_1


"Hahaha... Bagus ini baru seimbang nan setara. Baiklah, Yang Mulia aku dan kerajaan Shang sudah siap untuk membantai mereka. Mari kita mulai saja!" Raja Shang yang berada di samping Kaisar Langit mencoba untuk berbicara.


"Hmm, Baik!"


Kaisar Langit menoleh ke samping kanannya. Setelahnya, dua orang yang tengah mengendarai seekor Singa terbang pun meniup terompet, pertanda perang telah di mulai.


"Pasukan di garis terdepan..., maju dan bantai mereka!" seruan keluar dari seorang komandan dari Kaisar Langit.


Puluhan ribu pasukan berkuda memacu kuda mereka dengan kecepatan tinggi. Pedang yang terselip di pinggang segera mereka lepas sembari berlari.


Langkah kaki kuda, begitu menggetarkan tanah. Debu-debu mengepul dalam waktu singkat di belakang mereka.


Sementara itu, pihak Zhang Ziyi juga mulai menunjukkan pergerakan. Zhang Ziyi memerintahkan pasukan terdepan untuk maju.


Tepat setelah pasukan Zhang Ziyi maju, pasukan dari pihak Kaisar Langit melancarkan panah dengan api keabadian. Hingga dalam waktu singkat, telah terjadi hujan anak panah berapi di atas sana.


Meski ribuan hujan anak panah berapi itu telah jelas menargetkan mereka, namun bagi pasukan terdepan Zhang Ziyi, mereka tetap maju tanpa ada rasa takut terhadap anak panah tersebut.


Benar saja, sebelum anak-anak panah berapi tersebut mendarat, pasukan Zhang Ziyi yang menguasai unsur elemen es segera maju menciptakan perisai es abadi di atas pasukan garis depan. Membuat anak panah berapi terblokir kan.


Pasukan garis Terdepan di kedua kubu terus saja maju hingga bertemu di garis tengah. Pertempuran pecah saat itu juga. Dua kubu saling menjatuhkan satu sama lain. Bunyi bentrokan pedang terdengar bersahut-sahutan.


Pula suara teriakan sekarat orang-orang yang tak bisa mempertahankan nyawanya. Saling membunuh, demi terciptanya kemenangan.


Melihat pasukan yang mati, entah mengapa membuat Zhang Ziyi merasa sedikit sedih. Dia telah memperkuat mereka, pun juga dengan mereka yang berusaha tanpa lelah demi Zhang Ziyi. Semboyan 'Berani Mati, demi Tuan Kami' tampaknya telah melekat dalam diri para bawahannya itu.


Zhang Ziyi kemudian memerintahkan lima orang pimpinan bawahan untuk membantu pasukan garis terdepan.


Tanpa pikir panjang, mereka langsung melesat dan ikut turun di Medan tempur. Mengeluarkan jurus masing-masing, dan membunuh musuh sebanyak-banyaknya.


Sayangnya aksi pimpinan bawahan yang di kirim Zhang Ziyi itu tidak berlangsung lama sebab mereka segera di halang oleh lima orang utusan Kaisar Langit. Lima orang itu sendiri memiliki kekuatan setara dengan lima orang utusan Zhang Ziyi. Hingga pertarungan imbang pun terjadi di sana.


Masing-masing dari lima pasangan tarung itu orang bertarung ganas dan kuat, saling berbenturan di atas ribuan prajurit yang bertaurng di bawah.


Sementara itu, tampaknya Pihak Kekaisaran Langit mulai menjalankan rencana kedua. Tampak di sana, ratusan orang berlari cepat. Bahkan mengalahkan laju lari kuda Perang. Masing-masing dari mereka memegang senjata aneh di tangan mereka. Senjata itu sendiri mengeluarkan tekanan listrik bertegangan tinggi.


Segera masuk dalam Medan perang dan membunuh banyak pasukan Huangjin.


"Siapa mereka?" tanya Zhang Ziyi pada Panglima Tempur.


"Mereka adalah Sekte Kijang Naga. Terkenal dengan kecepatan gerak mereka yg sangat ekstrem, serta senjata yang mereka gunakan begitu tidak masuk akal. Sekte ini bisa di bilang cukup kuat dan ditakuti oleh kelompok banyak kelompok di Kekaisaran Langit!" jelas Panglima Tempur.

__ADS_1


"Hmm, begitu yah!" Zhang Ziyi melempar pandangannya jauh di sana. Tepatnya tempat berlangsungnya pertempuran.


Tampak di sana Anggota dari Sekte Kijang Naga telah mulai menyerang. Benar apa yang dikatakan Panglima Tempur. Senjata mereka begitu tidak masuk akal. Bahkan bisa dengan gilanya membunuh tanpa menyentuh. Bukan hanya seorang saja dalam sekali bekerja, melainkan puluhan orang yang melayang nyawanya oleh senjata itu.


__ADS_2